DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ

DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ
Mencoba Menerima


__ADS_3

Di rumah minimalis yang dikelilingi taman hijau dengan kolam ikan yang menghiasinya, disinilah sekarang maya tinggal dengan suami dan mertuanya.


"Sayanggg bangun... makan dan minum obat dulu ya." Fatih menepuk nepuk pundak Maya yang tertidur sangat pulas sekali.


"Ga mau.! gua ngantuk mau tidur." Sebal Maya yang langsung menutup wajahnya dengan bantal


"iya.. tapi makan dulu ya kamukan masih sakit." bujuk fatih.


"Aagghh betul betul berisik.!." Maya mengacak ngacak rambut nya dan terpaksa duduk terbangun.


"Gitu donk.. ayo sekarang Aaa.." walau dengan wajah di tekuk dia tetap membuka mulutnya.


Tak lama dari arah luar ibu datang menghampiri..


"Nak.. ibu pergi ke pasar dulu ya." Ujar ibu yang sudah berdiri di samping putra nya.


"Fatih antar ya bu.." ucap Fatih sambil terus menyuapi istri nya.


"Ga usah nak.. ibu sudah pesan ojek langganan ibu, kamu jaga Maya saja di rumah." Pinta ibu


"Baiklah Bu.." setelahnya sang ibu pun beranjak dan pergi berlalu.


"udahan makannya, gua kenyang." Maya langsung menepis tangan fatih.


"Ya sudah.. kalau begitu sekarang minum obatnya dulu ya." Fatih memberikan obat beserta air pada istri nya bahkan dengan sabar menunggu nya hingga selesai.


"Uda kan..?? sekarang gua mau tidur lagi." Maya sudah bersiap siap masuk ke dalam selimut nya kembali tapi Fatih langsung mencekal tangan nya.


"Tunggu.. apa kamu masih marah dengan mas karena masalah kemarin..?" tanya fatih.


"Pikir aja sendiri.!" ketus Maya


"May.. sebenarnya aku harus apa dan harus bagaimana..? Agar kamu bisa menerima mas." Fatih sudah menatap dalam dalam mata istri nya.


"Gak ada." jawab Maya asal.


"Tapi mas sudah mencintai kamu Maya.."


"Bulshit.! lo maksa minta dinikahin karna gua uda telanjangin dan nyentuh lo kan.! Itu tanggung jawab namanya, bukan Cinta.!" Emosi Maya yang sudah melayangkan tatapan tajam nya.


"apa salah.. menginginkan wanita yang menyentuh mas pertama kali menjadi Istri.? mas juga takut dosa zina yang kelak akan mas tanggung jika membiarkannya." Fatih menjelaskan nya selembut mungkin sambil memegang kedua tangan Maya lalu menciumnya hangat.


"Sayang.. Lupakanlah masa lalu, kita mulai semuanya dari awal bagaimana..? apa kamu masih ingat nasihat ibu waktu itu, bagaimanapun cara Allah menyatukan' itulah takdir terbaik untuk kita." Mereka pun saling bersitatap, dengan wajah Maya yang terlihat tengah memikirkan sesuatu.


"Maya.. bukalah sedikit Hatimu untukku, kita jalani rumah tangga ini dengan sebaik baiknya' mas mohon." Fatih mendongakan dagu Maya lalu perlahan mencium bibir ranumnya dengan penuh kelembutan.


"Hmmpp.." Maya yang sudah Terhipnotis oleh pesona Fatih pun tak menolak perlakuan suami nya yang begitu memabukkan itu.


Hingga beberapa saat berlalu.. mereka melepas pagutan nya dan membiarkan nya menghirup udara sebanyak banyak nya.


Hoss.. Hoss.. nafas mereka terdengar memburu dengan wajah sayu nya.


"Tapi Fatih.. gua.. gua.. takut kecewa.. Hati gua terlalu Rapuh kalau nanti nya harus merasakan pengkhianatan lagi." jelas Maya yang terlihat Ragu bahkan dia sudah meneteskan air mata.


"Maya.. Percaya pada ku, jangan pernah kamu meragukan Kesetiaanku Sayang, insya Allah mas bisa menjaga Hati ini hanya untukmu seorang tak ada yang lain." Fatih tersenyum manis sambil mengusap air mata istri nya.


"Benarkah itu..?" tanya Maya lagi untuk memastikan.


"Iya sayang.." angguk Fatih dengan Yakin


"Ta..pi.... Tapi kalau nan.." Maya belum sempat melanjutkan perkataanya karena Fatih sudah menyerang kembali bibir ranum itu.


dalam..


dalam..


Bahkan sangat dalam.. hingga Maya tak bisa berkata kata lagi karena rasanya yang begitu Mabuk Kepayang, dan tak cukup sampai di situ' Fatih pun mulai menyesap leher jenjang Maya tanpa henti dengan lembut dan penuh sayang bahkan kini tangannya sudah mulai membuka kancing kemeja istri nya satu persatu


Tapi di tengah Rasa yang begitu Menggebu gebu tiba tiba saja tanganya di cekal oleh Maya dan seketika membuat adegan panas itu terhenti.

__ADS_1


"Maaf..." Maya langsung menoleh dan menundukkan kepala nya.


"kenapa sayang..?" tanya Fatih dengan wajah sendunya padahal dia berharap Maya bisa menerima diri nya seutuh nya.


"Saat ini.. gua belum bisa melakukan nya." sesal Maya, karena memang hati nya belum terlalu yakin


"Baiklah mas mengerti sayang.. Mas akan menunggumu sampai kamu siap, sekarang lebih baik kamu istirahat ya." walau sedikit kecewa tapi Fatih tak ingin memaksa istri nya, dia pun hanya mencium kening Maya lalu pergi beranjak dari kamar nya.


Deg.. deg.. Deg.. lagi dan lagi jantung Maya benar benar tak karuan, tak bisa di pungkiri memang kini hati nya mulai berdesir merasakan sesuatu.


"Shitt.! rasa apa ini.?? apa mungkin gua uda jatuh cinta sama dia.??? Tapi Gak.! Gak.! ini terlalu cepat tapi kehangatan nya dan kelembutannya sungguh manis sekali." Maya terus sibuk dengan pikirannya sendiri sambil memegangi dada nya yang bergemuruh.


***********


Sebulan setelah malam itu...


Dimeja makan ada sang ibu dan maya sedang menata makanan.


"Alhamdulillah makanan hari ini terlihat lezat sekali." ujar Fatih ketika akan duduk di kursi.


"jelas enak donk Nak' kan ibu dan istrimu yang memasak, oya Maya hebat loh Nak dia cepat bisa mempraktekan yang ibu ajarkan." puji sang ibu


"Aah ibu bisa saja." Maya sudah tersipu malu.


"Makasi ya sayang... Sudah mau masak untukku." Maya hanya tersenyum dan menjawab dengan anggukan.


"oya nak kamu jadi ke pesantren hari ini." tanya ibu


"jadi bu, habis ini Maya dan Fatih langsung berangkat." jawabnya.


"Silahkan di makan Fatih.." ujar Maya


"terima kasih ya.." Fatih tersenyum manis melihat istri nya yang cekatan melayani nya makan.


Mereka pun akhir nya makan bersama penuh kehangatan dengan Fatih yang sedikit bercerita tentang kegiatan nya hari ini.


"Fatih aku siap siap dulu ya.." Maya sudah selesai dari makan nya dan beranjak pergi ke kamarnya.


"Iya sayang.."


"Oya bu.. Kenapa ibu tidak ikut saja pergi dengan kami." tanya Fatih yang tak ingin meninggalkan orang tuanya itu sendirian di rumah.


"Tidak nak.. kalian saja berdua."


"Apa ibu yakin..?" Tanya Fatih lagi yang sedikit Ragu


"Iya.. ibu akan baik baik saja di rumah nak."


"Baiklah bu.."


Setelah nya Fatih beranjak dari meja makan dan menyusul sang istri untuk bersiap


Ceklek.. pintu kamar terbuka dan Fatih langsung melihat penampakan Maya yang menggunakan abaya hitam berenda silver dengan manik di dadanya warna jilbabnya pun senada di tambah riasan natural di wajahnya.


Maya benar benar tampak anggun dan elegan sangat berbeda sekali dengan Maya yang biasanya tampil Terbuka dan Sexy.


"Masya Allah cantiknya istriku.." suara Fatih dari depan pintu, tak perlu menunggu lama dia pun langsung menghampiri dan memeluknya dari belakang.


"Kamu benar benar sungguh indah Maya." Mata itu sampai tak berkedip sambil terus menyesap harum tubuh istri nya yang sangat menggoda


"Terima kasih Fatih.." singkat Maya


"Sayang... Semakin hari, mas semakin Jatuh Cinta dan Sangat Jatuh Cinta padamu." Bisik Fatih yang sudah mengutarakan isi hati nya kembali tapi Maya hanya bisa menjawabnya dengan senyuman, dia belum bisa membalas perasaan suami nya itu.


"Oya Fatih.. apa tidak apa apa, aku datang bersamamu.?" Maya berusaha mengalihkan pembicaraan karena kalau sampai di lanjutkan maka Fatih lah yang akan Kecewa.


"iya sayang.. sudah waktunya aku mengenalkan mu pada semua orang." Jawab Fatih, dengan wajah yang masih betah bersandar di ceruk leher Maya.


*********

__ADS_1


Beberapa Saat Berlalu...


Maya dan Fatih Sudah tiba di pintu masuk pesantren, malam ini adalah Acara Rutin Tahunan yang di adakan Pesantren untuk menyambut murid baru sekaligus Silahturahmi antar alumni.


"Ayo sayang pegang tanganku.." Fatih menjulurkan tangannya dan Maya pun menerimanya dengan wajah penuh senyum.


Setelahnya.. mereka pun masuk kedalam dan berbaur dengan para tamu dan undangan yang lain nya.


"Fatih ternyata Ramai sekali Acaranya.." Maya sedikit terlihat Risih karena hampir semua mata tertuju pada suami dan diri nya.


"Tentu saja sayang.. pihak Pesantren menyebar hampir 3000 Undangan." jelas fatih


Lalu tiba tiba ada beberapa Pria menghampiri Fatih dan Maya..


"Assalamualaikum Ustadz Fatih.." tanya nya


"Waalaikum salam.. Ustadz Danu, Reyhan dan Pak Zenal." jawab nya ramah.


"Seperti nya ada pengantin baru yang tak memberitahu kabar bahagia nya.." goda Reyhan yang merupakan salah satu sahabat nya.


"Afwan.. perkenalkan ini istri saya." Jawab Fatih.


"Saya Maya.." ujar nya sambil menangkupkan kedua tangan.


"Senang bertemu dengan mu Maya.. Saya gak menyangka si Pria kutub es ini sudah menikah." Ketiga pria di depan nya terlihat sangat Kaget mendengar penuturan Fatih.


"Selamat Fatih atas Pernikahan mu.." tutur ustadz Danu yang merupakan teman sejawatnya.


"Terima kasih.."


Ditengah obrolan ada salah satu santri yang datang mendekat..


"Afwan ustadz Fatih, Pak Kyai meminta ustadz untuk Menemui di Kediaman nya." Ujar santri


"Syukron.. Saya akan segera ke sana." Jawab nya dengan ramah.


"Kalau begitu Ustadz Danu, Reyhan dan Pak Zenal saya duluan ya.." pamit Fatih yang sudah menggandeng istri nya untuk pergi meninggalkan kawanan nya.


"Baik ustadz Fatih.."


Dia pun berjalan dan menggandeng istri nya ke salah satu kursi kosong yang tak jauh dari panggung acara.


"Sayang.. kamu tunggu di sini sebentar ya' aku akan menemui pak kyai." Fatih langsung mendudukan istrinya di kursi.


"Baik Fatih.."


Dia pun pergi bersama santri tadi, sedangkan Maya hanya seorang diri di antara kerumunan para santriwati dan tamu undangan, dia sebenar nya merasa asing berada di sini tapi dia berusaha menutupi nya.


Setelah hampir dua puluh menit berlalu.. Fatih belum juga kembali, dan dia lebih memilih mengambil ponsel di tas dan memainkan nya.


Hingga beberapa saat kemudian para MC sudah memulai acaranya dan terdengar Lantunan ayat yang dibacakan sebagai pembuka acara, tapi Maya merasa Familiar dengan suara yang melantunkannya' tanpa terasa kepala nya langsung mendongak untuk melihat nya.


"Fatih..." Bibir nya langsung tersenyum lebar melihat sang suami membaca Alquran dengan begitu merdu dan indahnya


Tapi sayang.. bisik bisik di sebelah sungguh mengganggu konsentrasi nya.


"Subhanallah meleleh aku dengernya, emang pantes ustadz Fatih jadi idaman semua wanita di pesantren ini, udah Baik, soleh, Suaranya bagus di tambah GanteennggNya Pooll.! Saya mau banget dah' jadi istrinya." ucap salah satu santri yang duduk di sebelah Maya.


"Husshh.. Jangan sembarangan ngomong.! Ustadz Fatih uda ada yang punya loh' karena denger kabar dia uda di jodohin sama Ustadzah Hanna anak pak Kyai yang Cantik dan Sholeha itu." ucap salah satu santri lainnya dan tanpa mereka berdua sadari sudah ada dua mata yang menyalang marah mendengar hal itu.


Dan kalau saja Maya masih Barbar seperti dahulu, sudah pasti para Santriwati tersebut sudah habis di Cakar Cakar dan di Jambak oleh nya tapi dia yang sekarang sudah berubah 180 derajat jadi dia berusaha menahan gejolak di dada.


"lebih baik.. aku ke kamar mandi saja untuk berwudhu." Maya berniat menenangkan diri dan menghilangkan amarah nya tapi tanpa di sengaja dan tak di sangka sangka, Maya malah melihat Fatih berada di depan nya sedang berbicara pada seorang wanita yang Cantik Bersahaja dengan Senyum Teduh di wajahnya.


"Maaf ustadz.. apa Ustadz bersedia menerima permintaan Abi untuk mempersunting dan menjadi suami saya.?" tanya wanita itu dengan binar Bahagia nya.


Jeedeerr...


Remuk dan Hancur Lebur sudah Hati Maya di buat nya hingga tak bersisa sedikit pun.

__ADS_1


__ADS_2