DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ

DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ
Bertaruh Dengan Dimas


__ADS_3

Hari demi hari.. Maya dengan cekatan merawat Fatih dengan sabar dan begitu telaten, dan kini dia sudah berada tepat satu Minggu berada di rumah sakit.


"Syukurlah.. pemulihan pak Fatih terlihat sangat baik dan cepat sekali, di tambah lagi tidak terdapat keluhan lain nya, jadi besok sudah boleh pulang." jelas dokter, setelah selesai memeriksa keadaan pria tampan yang terlihat sudah sehat kembali.


"Terima kasih dok." rasa nya Fatih sudah rindu sekali dengan suasana rumah yang tenang dan hangat, berbeda sekali dengan keadaan di sini.


"Iya Sama sama, tapi jangan lupa tolong di habiskan obat nya ya pak."


"baik dok."


"Kalau begitu saya permisi dulu." pria berseragam putih itu, sudah berlalu dan pergi meninggalkan ruangan.


Setelah nya, Maya datang mendekat dan mulai menyuapi makan sang suami.


"Alhamdulillah akhir nya besok kita pulang sayang.." cicit Fatih yang sedang duduk di atas brankar sambil mengunyah makan nya dengan lahap.


"Iya mas.."


"kalau begitu habiskan makanan nya, lalu minum obat ya, Aaa..." dengan cekatan dan hati hati Maya merawat suami nya.


"Bagaimana, enak mas.?"


"Tidak, Lebih enak masakan ibu dan kamu sayang.."


Pas sekali saat Fatih berkata seperti itu, pintu terdengar terbuka. Ceklek..


"Assalamualaikum.." tampak lah sosok Ibu yang masuk ke dalam ruangan dan langsung jalan menghampiri anak serta menantu nya.


"Waalaikumsalam, ibu sudah tiba.."


"Iya nak kebetulan tadi tidak macet.. Oya tadi seperti nya ibu dengar, ada yang rindu masakan rumah.? Kebetulan sekali ibu bawa masak makanan kesukaan kalian berdua." bingkisan dalam tangan ibu pun mulai di buka satu persatu.


"Ehmm.. Aroma harum nya sudah tercium sampai sini bu." cicit Fatih, yang sigap mengambil piring lalu mengisi dengan macam masakan di depan nya


"Sini biar ibu suapi.." tak perlu menjawab, tapi Fatih sudah semangat membuka mulut nya lebar lebar.


"Nyam, Nyam, Ehmm enak sekali bu."


"Kalau begitu habiskan makan nya ya.'


"Baik Bu.."


"Maya.. Fatih.. kalian berdua ini, kenapa suka sekali beradegan action si, sampai bergantian keluar masuk rumah sakit." ujar ibu, dengan mata yang melirik anak dan menantu nya itu.


"Ibu ini, bisa saja.." Fatih hanya tersenyum mendengar penuturan ibu nya itu, karena pada kenyataan nya memang benar ada nya.


"Tapi Bersyukur lah nak.. Allah selalu memberikan perlindungan nya pada kalian."


"Alhamdulilah Bu.." hanya rasa syukur sebanyak banyak nya yang bisa Fatih ucapkan atas segala keselamatan yang di berikan.


"Mungkin saja, ini ujian untuk melatih cucu ibu." celetuk Maya yang mengatakan nya dengan senyum sumringah sambil mengelus ngelus perut nya sayang.


"Maksud mu sayang..??." kening Fatih menyerengit dengan wajah bingung nya.


"Ya... ujian untuk melatih anak kita menjadi Kuat dan perkasa sejak dalam kandungan." tutur Maya dengan semangat sekali, dia berharap sifat anak nya bisa menyerupai seperti diri nya.


"Tapi, kuat untuk apa sayang..?"


"Kuat, untuk menjadi petarung yang hebat seperti ku tentu nya mas.!"


"Tidakk.. Jangan.!!" Fatih sudah berteriak histeris sambil geleng geleng kepala dengan cepat


"Kamu kenapa kamu mas."


"Satu macam seperti mu saja, sudah membuat badan ku babak belur dan remuk redam.! apalagi ada dua, tidak, tidak, tidak.!" membayangkan nya saja, sudah Bergidik Ngeri sekali, karena setiap hari Fatih harus menerima hadiah berupa, cubitan, jeweran, cakaran, dari anak serta istri nya.


"Haha.. haha.." melihat ekspresi itu, Maya langsung tertawa terbahak bahak mendengar nya.


######


Pagi hari yang cerah..


Fatih dan Maya tengah bersiap untuk kembali pulang ke rumah nya, mereka terlihat sedang membereskan barang barang yang ada di sana.


"Sayang.. ibu tidak datang menjemput.?" tanya Fatih yang baru saja keluar kamar mandi, setelah melepaskan pakaian pasien nya.


"Tidak mas, aku menyuruh nya menunggu di rumah." tas besar itu sudah di isi Maya dengan baju kotor Fatih selama berada di sini.

__ADS_1


"Ya sudah tidak apa apa sayang.."


"Oya mas, kemarin perwakilan para Staff dari pesantren datang menjenguk ke rumah, dan hari ini pun para santri serta guru juga akan datang berkunjung.." jelas Maya, yang beberapa hari ini rumah nya sudah bergantian silih berganti menjenguk pimpinan


"Iya Alhamdulillah.. Arti nya mereka sangat perhatian pada ku.." siapa yang tak kenal dan dekat dengan pimpinan mereka yang sangat tegas.! Namun sangat baik hati ini


"Iya benar mas. "


"Ya sudah, sekarang kita pulang. Sayang.." pinta Fatih, dan Maya pun sigap memapah sang suami sambil menenteng tas di tangan nya


Akhir nya.. Maya dan fatih pun berjalan keluar ruangan dan langsung menuju parkiran tempat mobil nya berada


Tit.. Tit.. suara alarm mobil berbunyi. Fatih baru saja akan naik ke tempat stir kemudi, tapi Maya malah mencekal nya


"Tunggu mas, biar aku saja yang mengendarai mobil nya." cicit Maya yang sudah merebut kunci mobil dari tangan Fatih.


"Tapi sayang.."


"Sudah masuk ya mas.."


"Baiklah.." Fatih hanya bisa pasrah, dia pun duduk di samping sang istri.


Kini..


Mobil pun melaju dengan begitu tenang dan aman tak seperti biasa nya yang melesat seperti roket bahkan seperti kesurupan.


"Ehmm.. akhir nya mas bisa duduk satu mobil dengan mu tanpa was was dan khawatir." senyum fatih yang merekah penuh kelegaan


"Ciihh, penakut satu ini." cebik maya.


"Sayang.. sebenarnya dari mana semua keahlian mengendara dan bela diri yang kamu punya." tanya fatih tiba tiba


"Dimas, dia yang mengajari ku semua nya." jawab maya santai


"Apa dahulu begitu dalam perasaan di antara kalian berdua.??" selidik fatih


"Tentu, sangat dalam bahkan terlalu dalam karena dia yang membuat hidupku bangkit kembali tapi dia juga yang membuat hidup ku hancur untuk kedua kali nya." jelas maya penuh dengan senyum luka di wajah nya


"Agrhh..!!" rintih fatih sambil memegang dada nya.


"Kenapa mas.? apa ada yang sakit."


"di mana mas." maya memeriksa seluruh badan fatih.


"Hatiku.. rasa nya sakit sekali mendengar bibir mu menyebut pria lain." ucap fatih dengan ekspresi hiperbola nya.


"Aiisshh.. kamu ini.!"


bugh..


"Auww.! sakit." pukulan sayang pun melayang.


"biarin siapa suruh menyebalkan."


"Sayang.. apa kamu masih mencintai nya.?"


"Entahlah.." pikir maya


"Apa maksud mu dengan entahlah.!" geram fatih


"aisshh pencemburu satu ini.!"


"Jawab aku maya.!"


"ehmm mungkin sedikit." iseng maya.


"Apa.!!"


"Pinggir kan mobil nya cepat.!" ancam fatih


"Untuk apa..??"


"memberikan mu hukuman." tegas fatih


"Tidak mau." jawab maya santai


"berani melawan kamu.!"

__ADS_1


"tidak mas.. itu lihat sedang lampu merah." kilah maya sambil terkekeh geli melihat ekspresi suami nya yang pencemburu itu.


"Awas kamu ya." Sengit fatih


karena bosan menunggu lampu hijau yang tak kunjung datang akhir nya maya membuka kaca jendela mobil nya.


Tiinn..


Tiinn..


Terdengar keras klakson mobil, maya pun langsung menoleh ke arah sumber suara yang tepat ada di samping nya.


"Haii Cantikkk..!" jendela mobil terbuka dan tampaklah wajah tampan blasteran ada di sana.


"Dimass.!" ucap maya dan fatih kompak


"Apa kabar nya sayang.."


"Ciihh.." cebik maya.


"Wahh.. wahh.. seorang maya seperti nya saat ini sudah menjadi siput, apa karena sudah terlalu lama keahlian lo tidak pernah di asah." Sindir dimas


"Apa mau lo sebenar nya.!!" sengit maya


"Bagaimana kalo kita tanding." tantang dimas tiba tiba


"Jangan dengarkan dia sayang." fatih mencoba menenangkan maya.


"Haha.. apa sekarang wanita Tangguh yang gua Ciptakan ini sudah berhati Lembek seperti Rempeyek." Ejek dimas sedang hati maya benar benar sudah mendidih mendengar nya.


"Apa imbalan nya.!" tegas maya


"Maya.!! Jangan lakukan itu.!"


"Gua akan merelakan lo, tapi kalau sampai lo kalah..."


"Apa." tanya maya


"Tinggalin ustadz kere ini dan kembali sama gua.!!" tantang dimas.


"maya mas mohon, jangan sayang.." fatih menangkup wajah maya dan menatap nya penuh harap.


"Baik.!! gua setuju.!" ucap maya mantap


"Tidak Maya.!!!" teriak fatih


"pilihan bagus maya.!" ucap dimas tersenyum smirk.


"Kebetulan di sini sepi, bagaimana kalau kita pemanasan sedikit."


Bruumm.. bruumm.. bruumm...


tanpa menunggu jawaban mobil dimas sudah siap berpacu.


Bruumm.. brumm..


terdengar mobil maya pun mengikuti dan tanpa aba aba.


Wussshhhh Ngeeenngggg.!!!


Dimas dan maya kompak melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh hingga kejar kejaran pun tak dapat di hindarkan.


"Mayaa.!!!! Hentikann ini sekarang.!!" teriak fatih di sela ketakutan nya.


"maaf mas aku harus mengakhiri semua ini."


"Argghhh.!! ini sangat berbahaya Maya.!!!"


Ngeeennggg.. Ngeennnggg..


maya semakin menambah kecepatan nya


Sedang dimas terlihat tepat ada di belakang berusaha menyalip dari samping kiri kanan hingga akhirnya ia sudah berada di ujung jalan lebih dulu Dan..


Ngggiiiiikkkk... derit mobil terdengar sangat kencang dan mobil pun berhenti.


"Gimana.!! apa sudah mulai takut.!!" remeh maya

__ADS_1


"Haha.. maya sayang jangan senang dulu, seorang murid tidak akan mampu mengalahi Gurunya.!!" setelah mengatakan itu, Dimas langsung pergi begitu saja sambil menyunggingkan senyum sinis nya.


__ADS_2