
Fatih termenung sendiri menatap indahnya malam dari depan teras rumahnya.
Matanya tak bisa terpejam kala pikiran nya di penuhi dengan kekalutan.
"Ya Allah kalau dulu hanya ada ahmad dan dimas yang aku hadapi namun kini ada sedarah yang mengalir tak merestui kami." lirih nya yang tengah bersedih.
"Semoga takdir berpihak padaku." cicit Fatih dengan wajah penuh harap nya. Karena bagaimana pun keadaan nya, mereka akan tetap menghormati dan menyayangi sang papa walau pun penuh rintangan
Setelah puas dengan pikirannya Fatih berlalu masuk ke dalam kamarnya..
Terlihat seorang terlelap begitu tenang dengan wajah cantiknya lalu fatih menghampirinya dan mengusap usap perut sang istri.
"Semoga Allah cepat menghadirkan anak di dalam rahimmu sebagai penguat antara kita dan peluluh hati kakeknya." Doa fatih.
Merasakan ada sentuhan Maya pun mulai mengerjapkan mata dan terlihat fatih sedang menatapnya.
"kamu belum tidur mas.?"
"belum sayang.."
"apa mas masih memikirkan kejadian tadi.?"
"ehmm.. itu salah satunya"
"hal lainnya.?"
"memikirkan kamu cepat hamil."
"caranya.?" maya malah tampak bingung, tapi si ustadz perkasa ini malah tersenyum nakal
"Mungkin coba gaya Nungging jongkok kejepit seperti yang ayu bilang." bisik Fatih sambil menaik turunkan alisnya
"Gak Sekalian aja Kayang mas.!" jawab maya dengan penuh kekesalan nya, karena bagaimana bisa sang suami mendengar kan nasihat aneh sahabat Absurd nya itu.
"ehhm.. Gaya itu boleh juga.!" fatih terlihat manggut manggut
"auww.!" cubit sayang.
"otak kamu ini uda terkontaminasi sama ayu mas." ketusnya.
Maya hendak bangun untuk ke kamar mandi tapi tangannya tak sengaja menjatuhkan tasnya.
"apa ini sayang.." melihat ada plastik dari dalam tas yang terjatuh.
"entahlah ayu memberikan nya padaku." fatih pun membuka plastiknya dan matanya pun terbelalak kaget.
"Woww.. Sepertinya kita dapet PR banyak dari ayu.!" fatih terkekeh geli sambil melihat banyak segala macam obat kuat pria sampe gairah wanita ada semua.
"Aaiisshh.. Ulah semprul satu ini.!" maya geleng geleng kepala.
"pakai Buaya Tempur atau cobra celeng malam ini sayang.??" Goda fatih.
Mendengar hal itu maya langsung loncat bersembunyi dibalik selimut.
"Tidaak..!"
Fatih tak tinggal diam dia ikut masuk menerobos paksa kedalam selimut.
"I am Coming Aaum.. Auumm.." teriak fatih dengan suara harimau nya.
Dan terjadilah malam panas penghilang Lara di Hati mereka.
__ADS_1
Di sebuah kafe..
Fatih bersama teman satu profesinya sedang duduk santai sambil menyesap minumannya setelah seharian dengan rutinitasnya.
"Bagaimana pak fatih apa akan ikut seminar lusa di luar kota setidaknya kita akan disana 1 minggu." tanya salah satu teman.
"Sepertinya tidak pak."
"Apa karena tak ingin jauh dari istri.?" tebak temannya.
"ehmm begitulah pak." jawab fatih santai
"wah wah saya tak pernah menyangka pak fatih yang dingin ini bisa bucin juga." mendengarnya fatih hanya tersenyum
Kriing.. Kriing..
"Oh Baik saya segera ke sana." ucap salah satu teman sambil menutup telepon.
"Pak fatih maaf sepertinya saya harus pamit dulu karena saya harus balik ke kampus lagi." temannya sudah bangkit dari duduknya dan bersiap pergi
"oh silahkan pak." ucap fatih dan kini dia seorang diri.
Tak berselang lama dari Jauh seorang Wanita sexy dengan pakaian minimnya berlenggak lenggok berjalan menghampiri pria yang sedang sibuk dengan laptopnya.
"permisi boleh saya duduk di sini karena tempat lain sudah penuh." pinta sang wanita
"Silahkan duduk.. Saya akan pergi." fatih merapikan laptopnya dan berniat untuk segera beranjak namun entah karena apa' wanita itu tiba tiba terjatuh tepat di pangkuannya sambil melingkarkan tangannya di leher fatih.
Ceklek..
Ceklek..
terdengar suara jepretan dari jauh.
"Astagfirullah apa yang kamu lakukan." kesal fatih.
"Maaf mas tadi saya kepeleset." jelas sang wanita.
"Tolong jangan ceroboh seperti itu." lantangnya lalu fatih buru buru pergi meninggalkan si wanita yang tengah tersenyum smirk.
"Ya Allah maafkan hamba." ucapnya dalam perjalanan pulang.
Lalu tak lama terdengar dering handphone berbunyi dan terlihat nama papa mertua terpampang di layar panggilan dan itu berhasil membuat jantung fatih langsung berdebar.
Kriing Kriing
"Assalamualaikum pah.?" fatih berusaha tenang.
"Fatih bisa temui saya di rumah saat ini.?" tegas papa
"Bisa pah kebetulan fatih sudah tidak ada kelas mengajar." jelas fatih.
"baik saya tunggu." sang papa langsung memutus sambungannya.
Setelahnya Fatih pun langsung putar haluan menuju rumah papa mertua nya dengan hati tak karuan, di sepanjang jalan pun fatih hanya diam membisu.
Sesampainya di gerbang rumah sudah ada pak karyo yang membukakan pagar besi yang menjulang tinggi dengan lapisan warna emasnya.
"ehh den fatih lama tak jumpa, apa kabarnya den.? tanyo karyo.
"Alhamdulillah baik pak, tolong panggil fatih saja pak." pinta fatih.
__ADS_1
"Ya gak bisa wong sekarang den fatih kan majikan saya juga." jelasnya.
"Ya sudah terserah pak karyo, oya papa ada di dalam.?" tanya fatih.
"Ada den, langsung masuk saja."
"terima kasih ya pak' fatih masuk dulu." fatih pun masuk kedalam rumah dan dari jauh terlihat sang papa sedang duduk di sofa dengan tenang sambil menyesap minumannya.
"Assalamualaikum." ucap fatih sopan sambil menghampiri sang papa.
"Duduklah fatih." dengan nada datarnya.
"Apa kabar denganmu fatih.?" papa mengawali bicara.
"Alhamdulillah baik pah."
"Baguslah." ucap papa dengan senyum tipis.
"Fatih ada yang ingin saya bicarakan." terangnya.
"iya pah." jawab fatih dengan tenang.
"ijinkan maya berbakti pada saya." ucap papa to the point
"Bakti seperti apa yang papa maksud.?"
"tentunya maya sudah memberitahumu." jelas papa
"Apa hanya sebatas uang kah nilai bakti maya pada papa.?" tegas fatih.
"kamu tak pernah tau Rasanya Miskin fatih' jadi tidak akan tau pentingnya Uang." ketusnya.
"Apa dengan begitu papa dapat seenaknya menukar Kebahagiaan Maya.!" ucap fatih penuh tekanan.
"Apa kamu sendiri' juga bisa Menjamin Kebahagiaan untuk maya.??" tantang papa
"Asalkan bukan Harta aku bisa jamin." jawab fatih dengan yakin.
"Haha.. fatih fatih' kamu terlalu naif, di dunia ini mana ada yang bisa bahagia tanpa Duit." ledeknya.
"Lalu apa yang akan papa lakukan jika fatih menolaknya." tanya fatih
"mungkin mengambil maya paksa." jawab papa santai.
"Tapi aku tetap tidak akan menceraikan maya." tegas fatih
"pikirkan lah baik baik fatih, ini juga untuk kebaikan maya." setelahnya papa bangkit dari duduk dan pergi beranjak meninggalkan fatih.
Didalam mobil..
Fatih termenung sambil menundukan kepala di atas stir mobil, ia ingin menetralkan amarahnya sebelum pulang kerumah namun sayang perkataan sang papa masih terngiang berbekas di kepalanya.
"Astagfirullah.." ucapnya tersadar dari lamunan.
"Ya Allah kuserahkan semua ini padamu." gumamnya pelan.
setelah dirasa sudah tenang fatih pun mulai melajukan mobilnya dengan fokus namun selang beberapa lama ia melihat penjual bunga yang berjejer rapih dengan indahnya dan tanpa pikir panjang ia pun menepikan mobilnya dan membelikan 1bucket untuk sang istri lalu melanjutkan kembali perjalanannya.
"Assalamualaikum." ucap fatih ketika sampai didepan rumah.
"waalaikum salam." maya keluar dan menghampiri sang suami lalu mencium tangan takzim.
__ADS_1
"Bunga Lili lambang Kemurnian dan Kesetiaan, Seperti Cintaku yang Murni padamu dan Kesetiaanku yang abadi Terimalah." ucap fatih sambil memberikan bunga pada maya.
"Terima kasih mas, kuterima Cinta dan Kesetiaanmu ini."