DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ

DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ
gagal kejutan


__ADS_3

Tiinn..


Tinn..


mobil fatih sudah tiba, dan masuk dalam perkarangan rumah namun di sana tampak sepi tak ada seorang pun.


"kemana kucing liar ku tumben tak berkeliaran." ucap fatih sambil terkekeh geli mengatakan nya.


"Assalamualaikum." fatih masuk ke dalam rumah namun tak ada siapa siapa.


Lalu dia berjalan ke belakang rumah tempat biasa sang istri membuat ulah.


Dan ternyata perkiraan nya benar saja...


"Ibu tolong tangkap itu.!" terlihat maya tengah asyik memetik buah jambu dengan galah panjang nya sedang ibu berjalan kesana kemari memegangi kantong plastik besar memburu hasil petikan nya.


"Cukup nak, ini sudah banyak."


Dari jauh fatih hanya geleng geleng kepala melihat istri nya yang tak pernah berhenti mengerjai diri nya dan juga ibu nya.


"Ye.!! itu lagi bu." girang maya.


"Sayaangg.." fatih datang menghampiri dan mencoba mendekati maya tapi Naas maya menoleh berbarengan dengan galah yang di pegang nya Dan..


Bugghhh.!!!


"Aauuww.!!" galah maya tepat mengenai kepala fatih dan seketika dia pun jatuh tersungkur di tanah


"mas fatiihh.!" teriak maya


"Adduuhh.. kepala ku..!" fatih memegangi kepala nya yang terasa berputar putar seperti banyak burung yang beterbangan mengelilingi.


"Kamu tidak apa apa mas.!" maya memeriksa luka fatih


"Pusiiing sekali.." ucap fatih sambil menggoyangkan kepala nya.


"Cepat bawa fatih masuk nak." ucap ibu


"baik bu.


"Ayok mas." maya memapah fatih masuk ke dalam rumah dan mendudukan nya di kursi.


"Woww mas fatih bertelur bu.!" ledek maya melihat kening fatih yang sudah tampak benjol, merah dan besar


"hush.. kamu nak, cepat ambil minyak gosok." tegur ibu


"baik bu." maya beranjak ke kamar dan kembali membawa pesanan ibu nya


"sini mas aku olesi."


"tidak.! tidak.! biar ibu saja yang obati, kalau sama kamu nanti aku di kerjai lagi." tolak fatih


"Ciihh, kamu ini mas.!" cebik maya


"sudah jangan bertengkar, sini ibu obati." ibu membuka minyak gosoknya lalu memijat benjol fatih perlahan lahan.


"auw.! perlahan, sakiitt bu.." rengek fatih


"aiissh manja nya." sebal maya


"biariin.!" ketus fatih


"iih kalian berdua ini." ibu terlihat gemas dengan tingkah anak dan menantu nya


"kalau benjol begini bagaimana aku bisa menghadiri pameran."


"Nanti wajah ku tak terlihat tampan lagi di sana." oceh fatih


"Ternyata kamu memang sudah berniat genit mas.!" sengit maya.


"biarin we.!" ledek Fatih


"ibu mas fatih nya.." rengek maya sedang ibu langsung menekan benjol fatih sangat keras.


"Auww.!! ibu sakit.!" teriak fatih

__ADS_1


"Jangan membangunkan singa yang sedang tidur nak.!." peringat ibu


"Haha.. haha.." mereka tertawa bersama


Karena ulah sang istri akhir nya fatih tak jadi pergi ke pameran, dia malah terlihat sedang asyik bermanja ria di pangkuan sang istri


"Sayang Aa.."


"ini mas." maya menyuapi fatih buah jambu, penyebab tragedi untuk suami nya.


"Lagi.." manja fatih


"baik mas."


"Habis ya sayang.." tanya fatih melihat piring nya sudah bersih tak bersisa


"kamu mau nambah.?"


"Tidak sayang."


"Sekarang obati luka ku." pinta fatih


"kepala mu masih sakit mas.?"


"sedikit." maya mengusap benjol fatih perlahan lalu meniup nya.


"bukan begitu mengobati nya tapi seperti ini." fatih mencium bibir maya


"iihh kamu mas."


"Oya sebentar aku punya sesuatu untuk mu." fatih beranjak bangun lalu mencari sesuatu di tas kerja nya.


"Lho kenapa tidak ada.??" tanya fatih bingung.


"Kamu sedang cari apa mas." tanya maya


"apa terjatuh di depan." fatih tak menjawab dia malah langsung berlari keluar.


"kemana hilang nya barang itu."


"Atau.. terlempar waktu aku terjatuh tadi.?" fatih segera ke belakang rumah dan mencari barang nya yang hilang di tengah tumpukan tanah yang basah dan becek sehabis hujan.


"mas kamu mau apa.!!" teriak maya melihat fatih yang masuk ke dalam saluran got dan mengorek ngorek di sana.


"Yes berhasil.!" kotak beludru itu ada di tangan fatih


"Sayang.. ini untuk mu." ucap fatih sambil membuka kotak yang penuh dengan lumpur itu


"Hueekk.! Huek.!! Huek!" bukan mengambil nya maya malah mual melihat dan mencium aroma nya.


"Tidak mau.! bau kamu mas." tolak maya mentah mentah sambil menutup hidung nya


"Saayangg..." panggil fatih


"Jauh jauh sana." ucap maya sambil berlalu pergi meninggalkan fatih.


"Argghh.." fatih mengacak acak rambut frustasi


"ku kira akan dapat ciuman atau pelukan hangat dari maya karena memberi nya hadiah, tapi ternyata Hinaan yang kudapat" ujar fatih dengan wajah sendu nya


Karena kejadian lumpur tadi maya tak mau mendekati nya seharian ini.


"Sayangg aku sudah mandi tapi kenapa kamu masih menjauh." tanya fatih


"Tidak mau." jawab maya sambil memunggungi suami nya.


"Coba lihat ini sayang.. mas belikan kalung perhiasan untuk mu." ucap fatih berniat memakaikan nya di leher maya.


"huek.! huek.! jauhkan dari ku mas." maya malah mual dan menghindar melihat nya


"Hhaa..??" fatih bingung, kalau wanita di luar sana pasti akan sangat senang mendapatkan hadiah perhiasan tapi tidak dengan wanita istimewa satu ini.


"Aku tidak mau.!" ketus maya


"Tapi sayang.."

__ADS_1


"Kamu benar ingin memberiku hadiah.?" tanya maya


"Iya." fatih mengangguk


"apa kamu mau kita dinner di restoran.?" tanya fatih


"Tidak."


"Apa mau jalan jalan keluar kota.?"


"Tidak."


"Lalu apa..." tanya fatih


"Ayokk.. ikut aku." maya menarik tangan fatih keluar.


"Sayang.. aku mohon kali ini tidak ada panjat memanjat lagi." pinta fatih


"iya tidak."


"lalu kita kemana.?"


"Sudah ikut saja." maya sudah membawa fatih keluar rumah dan berjalan kaki di jalan raya.


"Sayang sebenar nya kemana.?"


"Sebentar lagi sampai." maya terus menarik tangan fatih hingga sampai ujung jalan.


"Tarraa.!! inilah hadiah yang ku mau." teriak maya sambil menunjukan sebuah jajanan angkringan yang ada di pinggir jalan.


"Hhaaa.??" lagi lagi fatih di buat bingung maya lebih memilih jajanan angkringan daripada perhiasan mahal dan restoran mewah


"Ayok mas masuk."


"eh iya sayang.." fatih membuyarkan lamunan nya.


"pak seperti biasa ya."


"10 nasi kucing, 10 sate kerang, 10 sate telur puyuh, 3 ayam bakar sama 2 wedang jahe Kan Neng.??" ucap si Penjual angkringan yang sudah hafal di luar kepala.


"Lho sayang itu tidak salah.??" tanya fatih bingung


Prok.! prok.! maya bertepuk tangan riang


"Ye Betul.! nilai 100 buat bapak.!!" teriak maya sambil mengacungkan jempol


"Haha.. si Eneng bisa aja."


"Ayok mas duduk."


maya dan fatih pun duduk di lantai yang hanya beralaskan tiker sambil di temani suara jangkrik dan bintang bintang di langit.


"Sayang.. kamu sering makan di sini.?"


"Iya."


"Kenapa aku tidak pernah tahu."


"Saat kamu lembur."


"Dengan siapa.?"


"ada deh.!"


"Jangan bilang dengan seorang pria.!" ancam fatih


"Ehmm mungkin.."


"Maksud mu.!!" marah fatih


Pussh.. pussh.. maya memanggil kucing gembal imut yang pernah ia tolong dan ternyata milik penjual angkringan


"Makan Dengan Dia!!!."


teriak maya sambil menggendong kucing di pangkuan nya.

__ADS_1


"Haha.. Haha.."


fatih tertawa lepas dengan begitu indah di tengah hamparan yang sederhana namun sangat membahagiakan bagi nya.


__ADS_2