
Dari balik jendela gedung, Maya sudah berdiri termenung sambil menatap lurus ke depan dengan pikiran yang entah kemana.
Namun tak lama, bunyi derit pintu di sertai bariton suara langsung membuyarkan lamunan nya.
"Saayyaang.." panggil Fatih yang langsung berjalan mendekat ke arah istri nya.
Hos.. hos.. nafas Fatih terdengar memburu bahkan kemeja nya sudah tampak penuh dengan peluh, itu semua karena perkataan menohok dari Maya saat di telephone' yang membuat diri nya langsung pergi berlari dan meninggalkan meeting.
"Tadi mas baru saja ingin menghubungi mu tapi karena meeting ta.." Fatih baru saja ingin menyentuh lengan Maya untuk mencoba menjelaskan tapi dia sudah lebih dulu menepis dan menyela perkataan nya.
"Sudahlah mas.." singkat Maya yang sudah mewakili rasa kecewa nya, bahkan dia tak ingin mendengar satu kata pun dari bibir Fatih.
"Sayang.. tolong dengarkan penjelasan ku dulu." dengan penuh lemah lembut Fatih mencoba melunak kan hati istri nya yang sedang merajuk.
"Cukup mas.. hentikan, aku hanya ingin pulang." sela Maya, dia pun langsung meraih tas nya di sofa dan berjalan pergi menuju luar ruangan.
Fatih yang melihat hal itu dengan sigap mengejar sang istri dan langsung memeluk dengan erat.
"Maaf.. Maaf.. Maaf.." hanya kata itu yang Fatih ucapkan untuk mengungkap kan rasa penyesalan nya.
"Sekali lagi, mas benar benar minta maaf sayang." tutur Fatih dengan sehalus mungkin dan membisikan tepat di telinga Maya, tapi sayang.. tak ada jawaban dari bibir mungil nya melainkan suara isakan yang sudah terdengar jelas.
"Hiks.. Hiks...." Maya sudah meluapkan segala rasa yang ada tanpa berkata kata.
"Mas janji, tidak akan mengulangi nya lagi." Fatih langsung mencium tangan istri nya lalu mendekap nya kembali.
Dan itulah sifat wanita yang Fatih tahu dari Maya.. tak perlu banyak penjelasan atau pembelaan diri tapi hanya butuh kata "Maaf.." yang dapat meluluhkan segala amarah yang ada.
Setelah puas menangis kini Maya dan Fatih dalam perjalanan pulang, selama itu pula hanya ada sepi dan keheningan yang mewarnai. Hingga sampailah mereka di rumah sederhana yang menjadi tempat pelabuhan untuk keluarga kecil nya.
Brugh.. suara pintu mobil terdengar tertutup dan Maya pun langsung melangkah kan kaki berjalan masuk ke dalam kamar nya, sedang Fatih sendiri sudah berbelok arah menuju dapur.
"Aku akan memasak kan makan malam spesial untuk Maya kali ini." ide Fatih, yang berniat untuk membuat istri nya ceria kembali.
Fatih pun langsung membuka lemari es nya dan mengambil segala kebutuhan yang ia perlukan, mulai dari sayuran, daging, buah dan lain nya.
Tak lama tangan itu pun mulai cekatan mengupas, memotong bahkan mengolah masakan dengan begitu lihai nya dan hal itu bukan lah sesuatu yang aneh lagi bagi Fatih karena sejak kecil ia sudah terbiasa membantu ibu nya.
Setelah hampir satu jam...
Di dalam Maya baru saja terlihat membersihkan diri dan tengah bersiap siap untuk menggapai bunga tidur nya namun baru saja ia mulai menyelimuti tubuh sudah terdengar suara teriakan dari arah depan..
"Auw.. aduhh.!" teriak Fatih, yang sudah memegang jari nya sambil meraung raung.
"Ada apa mas..!" tanya Maya yang baru saja tiba di hadapan Fatih dengan wajah panik nya, bahkan dia sudah berlari tanpa melepaskan selimut di tangan nya.
"Aduhh.. tangan ku sayang." rintih Fatih
"Kenapa dengan tangan mu mas.!" Maya langsung meraih tangan Fatih dengan wajah khawatir nya.
"Ini sayang.. ini.." rengek Fatih.
Dan Maya pun sigap memeriksa satu persatu ke sepuluh jari Fatih tanpa terlewat sama sekali
"Tidak ada yang aneh dengan diri mu mas.!" tanya Maya saat tak menemukan apa pun atau sesuatu yang terluka.
Akhir nya Maya langsung mengeluarkan tatapan sengit ke arah sang suami dengan wajah kesal nya.
"Hehe.. memang tidak ada sayang." jawab Fatih dengan cengar cengir kuda nya tanpa berdosa.
Mendengar perkataan konyol Fatih, membuat Maya sudah tak sanggup menahan diri lagi dan dia pun langsung menarik tangan Fatih lalu mengeluarkan gigi taring nya
Kreekk...! bibir Maya sudah menancap sempurna di lengan pria yang sudah membuat nya cemas setengah mati.
"Aauw..!!" suara teriakan sudah menggema dari mulut Fatih dengan begitu nyaring.
"Aduh.! Aduh.! sakit.. sayang." Fatih langsung mengusap ngusap tangan merah nya yang sudah tercetak jelas hasil pahatan maha karya istri nya.
"Berani sekali kamu mengerjai ku mas.." dengan ssudah langsung beranjak pergi dan .
"tunggu sayang.." fatih langsung mengejar dan menutup mata maya dengan kedua tangan nya.
"Apa kamu belum puas mengerjai ku.!"
"Sssttt.. diam sebentar." pinta fatih
"Mas.. Jangan sampai fatih mini mu terkena gigi taring ku juga.!" ancam maya.
"Tidak berani sayang.." fatih membawa maya ke arah meja makan.
"Lepaskan kalau begitu." maya menarik paksa tangan fatih
"Tarraa.!!" terlihat berbagai makanan kesukaan maya yang biasa sang ibu masak, sungguh terlihat lezat dan menggiurkan.
"Apa ini mas.." tanya maya dengan ekspresi bingung.
__ADS_1
"Sebagai permintaan maaf mas.." fatih sudah memeluk maya dari belakang dan mencium pipi gembil nya.
"Apa kamu yang membuat semua nya.?"
"Iya.. dan itu spesial hanya untuk mu."
"Terima kasih mas.." maya tersenyum hangat
"ayo sekarang kamu makan ya.."
"baik mas.."
malam ini fatih pun benar benar melayani ratu kecil nya dari masak, pijat, hingga pelayanan menina bobo kan semua fatih lakukan agar maya tersenyum kembali.
Setelah subuh berlalu..
fatih dan maya pergi keluar hanya untuk sekedar berolah raga di sekitaran rumah.
"Ahh sejuk sekali ya mas.." ucap maya yang berjalan sambil merentangkan tangan nya.
"iya sayang." fatih menoleh dan tersenyum hangat
"Mas kita jalan ke sana sebentar yuk."
"baik sayang.." fatih menggandeng tangan maya dan membawa nya pergi.
Namun dari jauh fatih melihat ada seorang anak tengah berjalan datang menghampiri.
"Om.. om.." panggil anak laki laki yang kira kira usia 6 tahunan
"iya de."
"mau temani aku maen basket ga.?"
"bagaimana sayang.?" tanya fatih
"kasihan temani saja mas."
"baiklah tapi hanya sebentar ya." jawab fatih
"Ye.! ayok om kita mulai." fatih dan anak kecil itu pun berlari ke lapangan sekitar
"Ayo kejar aku om." ucap anak kecil yang tengah melakukan dribbling bola basket nya.
"Jangan menangis kalau sampai kalah ya." fatih mulai mengejar lalu merebut bola dan memasukkan ke dalam keranjang.
"jangan senang dulu om." anak itu mengambil bola dari tangan fatih lalu ingin melemparkan bola ke atas ring namun hal itu langsung di cegah fatih.
"Om ngalah donk sama anak kecil." sengit bocah itu namun fatih tetap tak terpengaruh.
"Ye dapet lagi bola nya." anak laki laki itu kembali berlari dan bersiap shooting namun fatih berhasil mencegah nya kembali
"Aagghhhh om main nya gak asik nih.!" dengan mulut cemberut nya
Hingga akhirnya..
anak itu sebal dan melemparkan bola basket nya ke arah samping, dan dengan sengaja mengenai anjing galak yang sedang duduk tenang di pinggir lapangan.
"Franky kejar dia." Perintah anak laki laki itu dan seketika anjing itu pun berlari mengejar fatih.
Gukk.!! Gukk.!! Gukk.!!
"Argghhh tidakk.! Jangan lagi.!" fatih berlari sekuat tenaga tanpa menoleh sedikit pun.
"Mass fatih.!" teriak maya.
"Mayya tolong.!!" fatih sudah benar benar kehabisan tenaga dan akhirnya dia memilih untuk memanjat pohon yang terdekat.
"Haha.. haha.." anak kecil itu terlihat tertawa terbahak melihat fatih.
hosh.! hosh.! hosh.! di atas pohon nafas fatih sudah tersengal sengal.
Gukk.! Guk.! Sedang anjing itu masih setia menunggu di bawah pohon.
"Sayang tolong mas.." rengek fatih
melihat suami nya tak berdaya, maya langsung menghampiri anak kecil itu dan membisikan sesuatu yang entah apa..
Tapi tak lama anak itu mendekati anjing nya lalu membawa nya pergi menjauh dari fatih.
"Dadah Tante cantik.." ucap si bocil sambil melambaikan tangan
"Dadah ganteng.!" balas maya
"Hufftt syukurlah.." lega fatih
__ADS_1
"Haha.. cepat turun mas." maya tertawa geli sambil geleng geleng kepala
Brugh.. fatih pun loncat dari pohon dan langsung terduduk lemas di tanah.
"Aduhh Lelah sekali.."
"ayo kita pulang mas."
"Tunggu dulu.."
"Apa mas.?"
"tingkah anak itu seperti tak asing bagiku.??" Pikir fatih
"maksud mu.."
"Sifat Jahil nya sama persis Seperti mu.." ledek fatih
"Ciihh.." cebik maya
"Ya.. mungkin anak kita akan sama seperti itu kelak." ucap maya
"Tidakkk.!!!" teriak fatih
"Haha.. Haha.. Haha.."
Setelah fajar nya yang dramatis kini di Pagi cerahnya maya dan fatih warnai dengan sibuk bermain sambil menyirami bunga bunga kesayangan ibu.
"Lihat mas.!" panggil maya
Byuurr.. maya menyiram air dalam wadah ke arah fatih.
"maya.!!" rambut dan pakaian fatih pun seketika basah kuyup karena ulah istri nya.
"Haha.." setelahnya dia kabur menghindar dari amukan suami nya
"Awas kamu ya.." fatih pun mengambil selang lalu berlari mengejar maya.
Cuurrr.. curr.. dia menyemprotkan selang tepat dia atas tubuh maya.
"Haha.. haha.. rasakan pembalasan ku sayang."
"ih.. ampun mas."
Lalu tak lama fatih langsung mengangkat pinggang maya dan membawa nya berputar putar bersama.
"Haha.. haha.. mas fatih."
"Haha.. haha.. sayang."
mereka pun tertawa bahagia bersama di tengah pakaian basah nya.
Drett..
Drett..
terdengar getaran beberapa kali saat fatih baru saja ingin masuk ke dalam rumah untuk mengganti pakaian basah nya
Dia langsung menghentikan langkah dan mengambil telephone genggam nya.
"assalamualaikum pak fatih."
"Waalaikumsalam pak Reno."
"Maaf pak fatih mengganggu, saya hanya ingin memberitahukan bahwa pemindahan aset telah rampung semua."
"Terima kasih pak." singkat fatih
"Jadi mulai saat ini 1 buah Rumah beserta 2 kendaraan dan uang senilai 2 milyar sudah berpindah tangan atas nama Anda semua." jelas nya.
"Appaa..." fatih terkaget sampai menjatuhkan telephone genggam nya ke lantai.
"Mas.. kamu kenapa.?" maya datang menghampiri dan menepuk nepuk pundak fatih mencoba menyadarkan.
"Appaa ini mimpi.." fatih tampak bengong dengan mata dan bibir terbuka, ia masih belum percaya dengan perkataan yang pengacara bilang tadi.
"ini nyata mas.."
"Benarkah ini.." tanya fatih lagi
"iya mas."
"Alhamdulillah.." fatih bersimpuh meneteskan air mata haru nya.
Dia tak pernah menyangka Allah akan mengangkat derajat nya dengan begitu indah..
__ADS_1
Bahkan Takdir sejak kecil yang tak memiliki ayah kini Allah gantikan dengan kehadiran kyai di sisi nya..
"Sungguh Allah maha baik dengan segala Kuasa nya yang tak pernah Terbatas."