DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ

DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ
Di Intai


__ADS_3

Mentari bersinar Cerah di pagi yang indah.. dua sejoli ini pun sedang sibuk memulai aktifitasnya.


"Sayang di mana pakaian kerja mas.." tanya fatih dengan handuk yang masih menempel di tubuh nya.


"Sebentar ya mas.." dengan cekatan Maya terlihat menyetrika pakaian suami nya itu.


"Oya sayang.. nanti mas pulang sedikit terlambat karena hari ini akan ada rapat komite." Tak sabar menunggu Fatih pun menghampiri sang istri dan memeluknya dari belakang.


"Iya mas.." dengan telaten dan wajah bahagia nya dia memakaikan kemeja pada Fatih yang tak berhenti menatap nya.


"Ingat mas.. jaga Mata dan Hati kamu' karena semua ini hanya milikku." Maya menunjuk ujung kepala hingga kaki Fatih lalu mencium bibir nya sekilas.


"Baik Bu Bos..! tenang saja karena hanya wanita cantik ini yang bisa Menggoda Hati ku." jawab nya sambil memberi hormat


"Gombal..!" Maya langsung mencubit hidung mancung Fatih dengan gemas.


"Nah sudah rapi mas.. sekarang ayo kita sarapan' aku sudah masak spesial untuk mu." setelah mengambil tas kerja nya Fatih mengekori Maya ke meja makan dan terduduk di sana.


"Ibu sudah sarapan..?" tanya Fatih saat melihat Ibu sudah berpakaian rapih sambil menenteng tas di tangan nya.


"Sudah nak tadi.. sekarang ibu mau pergi dulu karena ada kajian pagi di masjid seberang, Assalamualaikum." tutur ibu


"Baik bu' hati hati, waalaikum salam."


"Iya nak.." setelah mengatakan ibu langsung berjalan keluar dan tak lama tubuh nya pun sudah tak terlihat lagi.


"Sayang.. kamu tidak apa apa tinggal di rumah sendirian.?" cicit Fatih di tengah tengah menyantap makanannya.


"Iya tidak apa apa mas.." jawab nya sambil melipat jemuran pakaian yang sudah kering dicuci dan beginilah aktifitas Maya sekarang bukan Lagi sibuk menjadi wanita Karier melainkan sibuk Melayani Sang Suami Lahir Batin dengan ikhlas sepenuh Hati.


"Kalau begitu mas berangkat dulu ya.. kamu hati hati di rumah." Fatih mengakhiri makan nya dan langsung beranjak pergi karena si perfeksionis ini sangat di siplin sekali dalam masalah waktu.


"Baik mas.." Maya pun mencium takzim dan di balas kecupan kening oleh suami nya


Tapi tiba tiba ponsel nya terdengar berdering Kriing.. Kriing.. Fatih pun langsung mengangkat panggilan nya


"Assalamualaikum ustadz Fatih.." terdengar suara perempuan yang sudah tak asing lagi.


"Waalaikum salam Hanna.." jawab nya


Maya yang tadi nya sudah terlihat masuk ke dalam rumah setelah mengantar sang suami, secepat kilat dia kembali Ngacir dan mendekat setelah mendengar nama perempuan lain di sebut bahkan telinga nya sudah menempel di samping ponsel Fatih.


"Ustadz Fatih.. apa benar tentang kabar ustadz sudah tidak mengajar di pondok lagi.?" tanya Hanna dengan langsung.


"Iya benar Hanna.." singkat nya


"Apa karena saya.. ustadz jadi berhenti dari pekerjaan ini.?" selidik Hanna yang sudah bisa menebak alasan Resign nya Fatih dari pondok Pesantren Abi nya.


"Saya hanya ingin menjaga perasaan istri saya Hanna.." jelas Fatih


"Jadi.. istri ustadz sudah kembali..?" dengan perasaan sedikit takut Hanna bertanya hal itu.


"Iya Hanna.. Alhamdulillah dia sudah kembali pada saya." jawab Fatih dengan jujur dan dia berharap setelah ini Hanna bisa berhenti berharap pada diri nya karena memang sejak awal dia tidak pernah mencintai siapa pun selain istri nya.


Setelah mendengar hal itu Tut..! Tut..! Tut..! tiba tiba sambungan terputus dari arah Hanna dan seperti nya wanita itu sangat kecewa sekali.


"Maaf hanna.. semoga kamu menemukan pria baik yang bisa mencintai mu setulus hati." batin Fatih.


Fatih pun menutup panggilan dan berniat menaruh ponsel nya kembali tapi..


"Argh..!! Astagfirullah." Fatih terkaget karena sudah ada wajah Maya tepat di hadapan nya bahkan tak berjarak sama sekali.


"Enak ya..! pagi pagi sudah di telfonin Janda." Kesal Maya dengan tatapan mata tajam nya.


"Kamu mengagetkan saja.." ujar Fatih langsung mengelus ngelus dada nya


"Jadi si janda masih eksis deketin kamu.." Oceh Maya lagi dengan bibir cemberut nya


"Huss.. kamu tidak boleh berkata seperti itu, itu sangat tidak baik Maya." Nasihat Fatih untuk mengingatkan istri nya


Maya sudah tidak ingin bedebat lagi dengan suaminya, dia lebih memilih pergi dengan wajah di tekuk dan masam.


"Maya.. mas pergi dulu Assalamualaikum." ucap Fatih dari dalam mobil.


"Waalaikum salam.." ketus nya


Dan Gubrrakk..! Maya membanting pintu dengan keras dan mengeluarkan sekuat tenaga nya.


"Astagfirrulah.. wanita kalau sedang cemburu." Fatih terlonjak dari duduk nya sambil geleng geleng kepala melihat tingkah istri nya yang merajuk.


**********


Sore Hari..

__ADS_1


Maya terlihat sedang sibuk menyapu halaman rumah nya sambil di temani ibu mertua yang sedang duduk bersantai di depan teras.


"Sini nak temani ibu minum teh.." ucap ibu sambil menyesap minuman teh hijau kesukaan nya.


"Baik bu.." Maya tak membantah, dia langsung menaruh sapunya lidi nya lalu duduk menghampiri.


"Nak.. terima kasih ya' kamu sudah mau mengabdi pada Fatih dan meninggalkan semuanya." tutur ibu sambil menggenggam tangan menantu nya


Bukan tanpa alasan ibu mengatakan hal itu karena dia melihat sendiri bagaimana Pengorbanan Maya yang berusaha menjadi istri yang Baik dan Sholeha untuk putra nya


"Ibu tidak perlu berterima kasih.. karena Maya ikhlas dan ridho qo bu menjalani nya." jawab maya dengan senyum teduh nya.


"Alhamdulillah.." ibu mengelus pipi menantunya dengan lembut


Tapi mendadak perhatian ibu beralih saat melihat sosok pria yang terlihat berada di sebrang rumah nya.


"Nak.. coba kamu lihat pria di sana.?" Tunjuk ibu yang mengarah ke luar.


"Iya bu.. memang nya kenapa.?" mata Maya ikut menatap keluar dan melihat sosok pria yang di maksud ibu.


"Kalau ibu perhatikan sudah beberapa hari ini, pria itu selalu saja berdiri di sana dan mata nya selalu mengarah ke rumah kita." jelas ibu yang terlihat cemas


"Mungkin salah satu warga baru Bu.." pikir Maya


"Tapi apa kamu mengenalnya nak.?" tanya ibu lagi


"Sepertinya tidak bu, Maya tidak mengenalnya."


"Ohh.. yo wiss ntoh mungkin hanya orang cari alamat saja atau benar kata mu dia warga baru wilayah sini." ibu membuang jauh jauh pikiran negatif dan berhusnuzon.


Tak berselang lama Kriing.. Kriinng.. suara ponsel Maya yang keras terdengar dari dalam kamar.


"Sebentar ya bu.. Maya angkat telfon dulu." dia pun langsung beranjak bangun dan berjalan masuk meninggalkan ibu seorang diri.


Di dalam kamar.. Maya mengangkat telfon sambil merebahkan diri di atas kasur nya.


"May kemana aja lo.!!" teriak Ayu sang sohib Ajaib nya.


"Assalamualaikum dulu orang mah' semprull." jawab nya Maya ketus.


"Iya iya waalaikum salam.. Emang somprett ya lo May.! temen abis beranak bukan nya bawain kado, Parcel, Bingkisan, Perhiasan atau apalah.! Lo malah Ngilang tak berwujud kaga ada kabar sama sekali' emang dasar temen Durhaka lo.!" Omel Ayu Panjang Kali Lebar


"Iya iya sory.. soal nya panjang ceritanya yu.! Sekarang gua juga udah balik lagi ke rumah Fatih." jelas Maya


"Iya bener tekewer kewer deh.!" ledek Maya.


"Haha.. jauh jauh minggat tapi tetep U.U.L lo may.!" Ledek Ayu


"Apaan tuh.!" ketusnya.


"Ujung Ujungnya Ustadz Lagi..!"


"Hahahaha." mereka berdua tertawa


"Oya may si bos ahmad yang terklepek klepek sama lo itu' Neror gua mulu."


"qo bisa." maya bingung.


"entahlah.. tiba tiba tuh orang Nyantronin rumah gua mulu Minta alamat rumah lo di jakarta."


"terus lo kasih.?" tanya Maya


"Ya Gua Kasih lah' Orang imbalannya Duit Segepok.!" dengan pedenya.


"Aseemm bener lo.! kalo Fatih tau bisa di Gorok gua.!"


"Derita lo.! Dah' Byee." ayu langsung menutup telfon tut.. tut..


"Ah sue si Ayu ada aja ulahnya.!" kesal maya


"Nduk bisa tolong temenin ibu ke pasar.?" suara ibu memanggil.


"baik bu." maya langsung mengambil kunci motor lalu menghampiri ibu.


"Ayok bu." ajak maya


"Nduk apa tidak sebaiknya kita Naik Angkot saja, ini motornya besar sekali."


"Tenang saja bu, maya Ahlinya." maya menarik sang ibu naik ke atas motor


Brruumm... Brrummm...


Ngeennggg.!!! maya mulai melajukan motornya.

__ADS_1


"Aahhh Ndukk..! hati hati..!!" ibu berpegangan sangat kuat di pinggang maya.


"baik bu." singkatnya, tiba tiba mata maya terbelalak kaget karena dari spion motornya maya melihat ada dimas tepat di belakang sedang mengikutinya.


"****.!" bathin nya, dan tanpa pikir panjang maya langsung melajukan motornya lebih cepat.


"AAHHH..!! Ndukk Ibu takut.!!" ibu ketakutan bukan main melihat maya melajukan motornya seperti orang kesetanan.


"maaf bu, pegangan yang kuat.!" maya berputar putar kesana kemari mengelabui dimas dan setelah berhasil dari kejarannya maya menurunkan ibu di depan pasar.


"Aduuhh, duhhh.. kepala ibu pusing Nduk." ibu menggeleng gelengkan kepala, rasanya seperti berputar putar.


"Maya minta Maaf ya bu.." Sesalnya


"ibu tunggu di sini saja ya." pinta ibu.


"Baik bu biar maya yang belanja kedalam saja." maya mengambil kertas yang berisi list belanjaan dan tas di tangan ibu lalu pergi kedalam pasar.


Setelah hampir 30menit maya datang dengan berbagai macam sayur, buah, daging hingga kue di tangannya.


"Gimana nduk sudah selesai."


"sudah bu, mari kita pulang." ibu melambaikan tangannya tanda tak setuju.


"tidak.! tidak.! nduk, ibu naik angkot saja." kilahnya.


"tapi bu.." maya ragu


"tidak apa apa nduk,kamu tolong bawa belanjaannya saja ya."


"baiklah bu." maya pun menaruh semua belanjaan nya di motor setelahnya dia melajukan motornya kembali secepat angin Wuussshhhhh...!!!


"Astaghfirullah.. anak itu." ibu mengelus kan dada.


Sesampainya di rumah..


Maya memarkirkan motornya dan menaruh belanjaan di dapur setelahnya ia menunggu ibu di teras rumah, tak lama mobil fatih masuk ke pekarangan rumah.


"Assalamualaikum sayang."


"waalaikum salam." ketusnya, tapi maya tetap mencium tangan fatih takzim.


"Mau makan.?" tanya maya.


"iya sayang." fatih pergi kemeja makan dan dengan sigap maya langsung melayaninya.


"Loh kenapa mukanya cemberut aja." tanya fatih.


"Pikir aja sendiri." maya mengeluarkan kata Andalan para Perempuan.


"Aduhh nanti hilang cantiknya lho.!" Rayunya.


"biarin.! lagian kamu kan ada si janda yang lebih cantik itu." ledeknya.


"Ohhh, jadi kamu masih Kesal gara gara itu." selidiknya


"Hanna menghubungiku hanya menanyakan perihal alasan resign nya mas dari pesantren hanya itu." jelas fatih


"Benar Hanya itu.??" fatih pun mengangguk setuju.


"sayang kemana ibu.?"


"sedang menuju pulang."


"maksud kamu.?" fatih bingung.


"ibu tak mau ikut pulang bersamaku."


"memang kalian dari mana.?"


"Pasar."


"Naik apa.?" tanya fatih


"Motor."


"Pantas saja.." fatih menggeleng gelengkan kepala karena tahu kelakuan istrinya kalau sudah berurusan dengan motor.


"memang kenapa mas." tanyanya


"Pikir Saja Sendiri..?" ucap fatih membalikan kata maya.


"iihhh Mass..!"

__ADS_1


__ADS_2