DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ

DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ
Buah Kesabaran


__ADS_3

Pelangi datang setelah hujan pergi.. sama seperti kebahagiaan yang datang setelah kepahitan pergi, Fatih pun telah melalui fase itu dan kini merasakan manis nya.


"Ada apa Hanna." tanya Fatih yang menoleh, lalu setelah nya ia langsung menundukan pandangan nya.


"Maaf ustadz, Saya mau memberikan undangan ini untuk ustadz Fatih dan keluarga." ujar Hanna yang sudah menyodorkan kertas kecil itu.


"Hem, kalau begitu.. Terima kasih dan Selamat atas Pernikahan mu Hana." ucap Fatih dengan datar dan dingin, lalu dia berniat ingin beranjak pergi tapi Hanna malah memanggil nya kembali.


"Tunggu, apa istri ustadz tidak keberatan kalau kita akan sering bertemu untuk pekerjaan di sini." tanya Hanna dengan tiba tiba.


"Dia tidak mempermasalah kan hal itu Hanna, tapi tolong. Lain kali jangan berbicara dengan ku jika hanya berdua, saya tidak mau ada fitnah yang bisa melukai hati istri saya. Assalamualaikum." ucap Fatih dengan dingin lalu segera pergi berlalu meninggalkan Hana seorang diri


"Waalaikum salam."


******


Di rumah


Taksi online sudah berhenti tepat di depan rumah sederhana itu, dan tampaklah Fatih yang keluar dengan tas jinjing di tangan nya


"Assalamualaikum.." salam Fatih, sambil menghampiri istri nya yang sedang berada di teras rumah


"Waalaikum salam, kamu sudah pulang mas." Maya langsung menyambut nya penuh senyuman dan mencium takzim tangan suaminya


"Iya sayang kebetulan pekerjaan ku sudah selesai.. Oya, ini mobil siapa.?? apa sedang ada tamu di dalam." tanya Fatih, saat melihat penampakan mobil warna merah dengan kapasitas 4 penumpang tengah terparkir di halaman rumah nya.


"Tidak ada tamu qo mas.." singkat Maya yang sudah menggelengkan kepalanya.


"Lalu ini..??" Fatih menyerengitkan kening dengan wajah bingung nya


Lalu tak lama, Kriing.!! Kriing.!! terdengar panggilan masuk dari ponsel Fatih, dia pun dengan cepat mengangkat panggilan nya.


"Assalamualaikum Fatih.."


"Waalaikum salam pak kyai."


"Fatih, kenapa kamu tidak memberitahu saya tentang kesulitan yang sedang kamu alami Nak." ujar kyai dengan suara lemah lembut nya.


"maksud pak kyai.?"


"Tadi, saya tidak sengaja bertemu dengan ibu mu, dia sudah memberitahukan semua kejadian yang menimpa mu." jelas pak kyai yang


"Maafkan Fatih, pak kyai.. tapi saya tak ingin merepotkan siapa pun." sesal Fatih, yang memang tak mau orang tahu tentang kesedihan nya.


"Nak kamu sudah saya anggap seperti anak sendiri, jadi kesulitan mu adalah kesulitan saya juga." jelas pak kyai yang tak ingin Fatih merasa sungkan pada nya.


"Jadi mobil di sini..??" Fatih sudah bisa menebak tentang keberadaan kendaraan itu di sini.


"iya Nak benar.. walau hanya mobil tua tapi setidak nya bisa kamu pakai untuk kebutuhan mu sehari hari."


"Tapi Maaf pak kyai.. Saya tidak bisa menerima nya." tolak Fatih, tanpa bermaksud menyinggung perasaan nya.


"Apa kamu akan menolak pemberian dari Abi mu juga Nak.??" bagi Fatih yang tak punya ayah sejak kecil, mendengar hal itu.! Tentu saja berhasil membuat mata nya berembun menahan genangan air


"Pa..k.. Kyai.." bibir nya terasa kelu, seakan tak sanggup berkata lagi.


"Terimalah hadiah itu Nak, dan katakanlah pada Abi jika ada yang kamu butuhkan. Assalamualaikum." dengan suara teduhnya.


"Terima kasih Abi, waalaikum salam." ucap Fatih dengan air mata kebahagiaan.


Setelah menutup telepon nya, tanpa berucap apa pun Fatih langsung memeluk istrinya dengan sedikit terisak.

__ADS_1


"Hiks, Hiks, Sayangg, akhirnya aku punya Abi.. Fatih Al malik punya Abi." Isak Fatih penuh haru, saat mendengar Pak kyai yang bersedia menjadi Ayah untuk nya.


"Iya mas.. iya,." Maya sudah ikut membalas pelukan Fatih sambil menepuk nepuk punggungnya pelan dan mereka pun menangis bersama.


Dengan kekuatan iman, Sesuatu yang telah Hilang pun dapat Allah kembalikan lewat caranya yang indah.


******


Dalam ruang tamu yang di penuhi kehangatan keluarga, terlihat tiga orang yang tengah asyik bercengkrama.


"Nak bagaimana pekerjaan kamu hari ini.?" tanya ibu.


"Alhamdulillah lancar Bu."


"Syukurlah.."


"Bu tadi Hanna memberikan undangan pernikahan nya."


"baik nak insya Allah kita semua akan menghadiri nya." jawab ibu.


"Sayang kamu tidak keberatan kan." tanya fatih.


"Ehmm." ucap maya dengan mulut penuh makanan.


"sayang.. sudah cukup jangan makan lagi' nanti perut mu sakit." fatih mengambil tumpukan makanan di meja dan menaruh nya ke dalam kulkas.


"iihhh mas, aku masih lapar." Ucap maya sebal.


"No.. no.. nanti kamu bisa obesitas sayang." jelas fatih


"Hiks.. hiks.. ibu.. aku di bilang gendut." maya berlari memeluk ibu sambil tersedu.


"Yee.!" maya dengan girang nya sedang Fatih sudah tergeleng geleng.


Hari Ahad tiba semua sudah siap untuk menghadiri pesta pernikahan hanna.


Terlihat maya sudah cantik memakai gamis satin yang di kelilingi hiasan mutiara dan fatih dengan kemeja senada terlihat sangat rupawan.


"mas gimana aku cantik kan.?" ucap Maya di depan cermin.


"cantik sayang." fatih memeluk maya dari belakang


"ingat ya mas ancaman ku masih berlaku, awas.! kalau kamu macam macam di sana." mata maya suda melotot sempurna, sambil meremas dengan Kuat fatih mini yang ada di balik celana nya.


"Auuww, sakit sayang.!" fatih merintih kesakitan.


"Sudah ayo kita berangkat." maya mengambil tas lalu berjalan keluar, meninggalkan fatih yang sedikit tertatih karena ulah istri nya.


"Mas biar aku yang mengendarai mobilnya." ucap maya ketika mereka ada di halaman rumah.


"Tidak.! Tidak.!" ucap ibu.


"Jangan.! Jangan.!" ucap fatih.


mereka berdua kompak berteriak sambil menggelengkan kepala dan mengibas ngibaskan tangan tanda tak setuju.


"kalian kenapa si." tanya maya bingung.


"kita tidak mau kena Jurus gulungan angin tanpa bayangan dari mu" Ledek fatih


"Ciihh, lebay kamu mas." ucap maya sebal.

__ADS_1


"sudah nak kita sudah terlambat." ucap ibu dan setelah itu mereka pun akhirnya melaju pergi menelusuri jalan.


Gedung besar yang di kelilingi banyak bunga dengan tirai indah menghiasi nya terlihat ramai dengan para tamu yang hilir mudik keluar masuk.


"subhanallah indah sekali." ucap maya ketika masuk kedalam gedung .


"iya Nak cantik sekali ya bunga bunga nya." jawab ibu.


"kamu sudah datang Nak." sapa pak kyai saat Fatih berada di atas panggung pelaminan bersamanya.


"iya Abi." jawab Fatih


"saya bahagia Nak' kamu mau menganggap saya Abi mu." pak kyai memeluk fatih sayang dan mengusap usap rambutnya.


"Terima kasih pak kyai' sudah bersedia memberikan kasih sayang yang tidak fatih dapat sejak kecil." ujar ibu bahagia.


"sama sama bu." jawab pak kyai.


"Abi kenalkan ini istri Fatih, Maya namanya." maya menangkupkan tangan sambil tersenyum


"Masya Allah cantik nya kamu nak, pantas saja bisa meluluhkan hati pria yang terkenal dingin satu ini." mereka semua pun tersenyum bersama.


"Abi.!" teriak anak kecil sambil berlari memeluk fatih tiba tiba.


"Kayla." fatih membalas pelukan nya sambil melirik takut ke arah istrinya yang sudah siap menerkam nya.


"Abi.! aku rindu.!" dia terus menciumi pipi fatih.


"maafkan Kayla maya' sudah lancang memanggil ustadz Fatih dengan sebutan Abi." Hanna datang menghampiri Kayla dan langsung menggendong nya sedang maya hanya tersenyum datar.


"Sayang.. mulai sekarang Abi Subhan adalah Abi mu jangan panggil om fatih dengan Abi lagi ya." jelas Hanna dan Kayla hanya mengangguk.


Hari sudah malam, mereka yang baru saja kembali' sudah langsung masuk ke kamar masing masing untuk melepas penat.


"aduh badan ku pegal sekali." ucap maya sambil telentang di atas kasur.


"mau mas pijat sayang.?" tawar Fatih


"iya mas." maya berubah posisi jadi tengkurap.


"kalau begitu lepas baju semuanya." pinta fatih


"auw." jeweran maut pun melayang


"modus kamu mah mas." sebal maya.


"kan enak ada pelayanan Extra nya." kilah fatih dengan kekehan.


"Ciihh, mau nya mas itu mah." ucap Maya setelahnya maya terlihat termenung.


"Mas.. kenapa tiba tiba aku rindu papa." ucap maya dengan wajah murung.


"bagaimana kalau kita berdua mengunjungi nya, bukankah papa berhak tahu kehamilan mu.?" ide Fatih.


"Apa kamu tidak marah atas sikap papa."


"tidak sayang.. darahnya sampai kapanpun akan mengalir dalam dirimu lalu bagaimana bisa aku memutuskan itu." jelas fatih dengan wajah senyum nya.


"terima kasih mas."


"Insya Allah, Anak kita yang kelak menghangatkan dan merobohkan ego di hati kakeknya." ujar fatih

__ADS_1


__ADS_2