DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ

DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ
Tragedi


__ADS_3

Fajar mulai menyingsing dingin pun berganti hangat..


Maya dan Fatih tengah bersiap menghadiri acara Akbar sang sahabat absurd nya.


"Mas aku cantik tidak pakai gaun ini."


"Cantik sayang.."


"Tapi mas, qo.. sekarang aku gendut.!" rengek maya yang sudah membolak balikan tubuh nya di depan cermin.


"Iya sayang.. kan sekarang kamu lagi hamil." peluk Fatih dari belakang, dia tahu hal ini lah yang paling sensitif bagi seorang wanita. Yaitu perubahan bentuk tubuh saat hamil yang membuat tak percaya diri.


"Pasti nanti kamu berpaling dariku Mas, kan banyak para santriwati kamu yang cantik, langsing, muda lagi." padahal tubuh nya hanya terlihat sedikit membuncit dengan berat badan yang naik beberapa kilo tapi Maya sudah heboh seperti ini.


"Sayang.. di mataku kamu tetap yang paling cantik qo." Fatih sudah tersenyum manis sambil mencium pipi gembil sang istri.


"Dasar Gombal.!"


"Aku serius sayang.."


"Walau nanti aku tua peyot korengan..??"


"Apapun itu, asalkan itu kamu.. aku akan selalu setia pada mu." jujur Fatih dengan wajah sungguh sungguh nya.


"Ku pegang janji mu, Awas kalau macam macam." seperti biasa, Maya sudah bersiap siap untuk mencengkram Fatih Mini milik sang suami, namun kali ini pria itu sudah kabur terlebih dahulu.


"Haha.." Fatih langsung tertawa dari kejauhan karena sudah hafal akan tingkah istri nya.


"Tidak lagi sayang, bisa Remuk punyaku." ucap fatih sambil terus berlari keluar dari kamar nya.


"Ciihh, begitu saja takut mas."


#####


Mobil berwarna merah, tengah melaju membawa penumpang dua sejoli yang sudah tampak anggun dan rupawan.


Krekk..


seatbelt terbuka, mereka pun turun berdampingan saling bergandengan


Terlihat maya dan fatih tiba di salah satu gedung restoran milik sang sahabat


"wahh indah sekali pemandangan nya mas." terlihat danau kecil tepat di depan restoran.


"iya sayang." mereka pun masuk ke dalam sambil menatap decor hias yang indah dan tersusun rapi


"Selamat datang silahkan menikmati." ucap salah satu karyawan dengan ramah.


"iya terima kasih."


"may.! mayya.!" terdengar teriakan.


"Sinii.!" terlihat ayu melambaikan tangan nya dari jauh lalu mereka pun datang menghampiri.


"Hallo babang tamvan fatih." ucap ayu sambil mengedipkan satu mata nya.


"assalamualaikum, hallo juga ayu." jawab fatih


"Cihh genit nya gak Ketolongan.!" cebik maya.


"iihh iri aja lo, takut kalah saing ya sama madona nya Indonesia." bangga ayu.


"Haha lo mah bukan madona tapi Mak Mak Adonan." ledek Maya

__ADS_1


"Suee Lo.!"


"Jauh jauh dateng kaga di kasih minum apa nih." sindir maya


"Wuiihh tenang aja ada yang spesial 5 telor buat lo.!"


"di kira martabak.! kali." ketus maya


"Nih Spesial ada minuman fruit honeymoon, es awan melayang, kopi planet, jus Pocong manja."


"Haha.. Haha.." mereka pun tertawa bersama seperti biasa.


Suara MC mulai terdengar tanda acara di mulai, mereka pun memanggilkan satu persatu para bintang tamu untuk menghibur tamu undangan.


hingga akhir nya ke acara inti yaitu pengguntingan pita yang dilakukan ayu dan suami.


Prok.. Prok.. Prok.. suara tepuk tangan terdengar kompak seirama.


"Selamat ya yu, kemarin kita hancur bareng tapi Alhamdulillah akhir nya kita juga bisa bahagia bareng." maya memeluk sahabat nya.


"hiks.. hiks.. iya may." ayu membalas pelukan maya sambil menangis terisak.


"Ehemm.. seperti nya air laut dan air tawar sudah menjadi satu." ledek fatih


"Dasar babang tamvan bisa aja.!"


"Ciihh lagian cengeng banget si lo.!" ketus maya.


"enak aja orang mata gua kecolok tau.!" kilah nya.


"Sudah baby Don't Cry." suami ayu datang menghampiri dan memeluknya.


"yes baby." senyum ayu


lalu tak lama Suara musik menggema


"Sayangg.. apa mau berdansa dengan mas." tanya fatih sambil mengulurkan tangan nya.


"iya mas." maya membalas uluran tangan fatih lalu berdansa memeluk tubuh satu sama lain, dengan mata yang saling menatap syahdu dan penuh cinta.


"Sayang.. mas mencintai mu." ucap fatih berbisik di telinga maya.


"aku pun mencintai mu mas." balas maya sambil mencium pipi mulus suami nya.


"Dengan ijin Allah kita akan selalu bersama hingga menua nanti." fatih mencium tangan maya sayang.


Namun di tengah keromantisan mereka tiba tiba semua lampu terlihat mati dan terdengar suara ledakan kecil dari luar.


Duarr.!!


"Aggrhh..! Agrhh..!" seketika semua orang histeris


"Tolong.!" mereka kompak berteriak dan berlari ketakutan.


"mas.!!!" tanya maya panik


"sayang jangan pernah lepas tangan ku.!!" teriak fatih


"baik mas.!" maya meraba tangan fatih lalu memegang nya kuat di tengah kegelapan.


"sekarang sebaik nya kita keluar." fatih mencoba menyalakan senter yang ada di telephone genggam nya dan menyinari sekeliling yang tampak Riuh tak terkendali, lalu berusaha mencari pintu keluar.


Brugghh.!

__ADS_1


maya terjatuh dengan posisi menyamping terkena tabrakan orang yang lari berdesakan kesana kemari.


"maya.!! kamu tidak apa apa."


"Ahh.. aduh mas sakit, sepertinya kaki ku terkilir." rintih maya


"bertahanlah sayang." fatih segera menggendong maya bridal lalu melanjutkan perjalanan nya.


"mas sebenarnya ada apa.?"


"mas juga tidak tahu sayang, tapi sepertinya terjadi Ledakan Listrik." jelas fatih


"bagaimana dengan ayu mas.?"


"setelah keluar dari sini kita akan mencari tahu, sekarang kita berdoa semoga kita semua selamat dari sini."


Srettt.. Srettt.. gemericik api mulai terlihat keluar dari kabel sekitar jalan yang di lalui fatih dan maya.


"mas lihat itu.!"


"tutup mata mu, jangan takut sayang kita sudah hampir sampai.!" fatih berlari sekuat tenaga menghampiri pintu yang tinggal beberapa meter lagi.


Duuaarr.!!! ledakan terdengar, maya dan fatih terpental tepat di depan pintu,


"Masss.!!!!" terlihat fatih jatuh di atas maya, dia berusaha melindungi sang istri dengan badan tegap nya.


"Bangun mas.!!!" teriak maya, namun fatih sudah tak sadarkan diri, maya berusaha bangkit dan sekuat tenaga mendorong tubuh fatih menjauh dari area gedung restoran.


"Argghhh kakiku.!!" setelah sedikit menjauh maya sudah tak sanggup lagi berjalan karena kaki nya yang terasa nyeri dan akhirnya dia berhent di tengah jalan.


"Tolongg.!!" teriak maya, namun semua orang juga tengah sibuk menyelamatkan diri masing masing.


"mas.! mas.! bertahan.!" maya menepuk pipi fatih lalu mengambil telephone genggam nya berniat menghubungi ambulance tapi sayang batere nya keburu habis.


"Agrhh bagaimana ini.!" maya melempar telephone genggamnya.


"Hiks.. hiks.. mas sadar.!" maya menangis pasrah.


"Ya Allah selamatkan suamiku, berikan umur panjang bagi nya agar kami bisa lebih lama hidup bersama." doa maya di tengah Isak tangis nya.


Setelah berdoa pada sang khalik samar samar terdengar suara sahabat nya dari jauh.


"Maya.!!!" ayu terlihat tengah berlari ke arah nya, dia dan suami nya pun sudah terlihat berantakan dengan pakaian kotor dan beberapa luka di tangan.


"Ayu.! tolong mas fatih yu.!" pinta maya cepat sambil menarik narik tangan ayu panik.


"sayang cepat bawa fatih ke rumah sakit.!" pinta ayu pada sang suami, dia pun langsung sigap mengangkat fatih dan membawa nya ke dalam mobil.


ayu bersyukur sempat memarkirkan mobil jauh dari restoran jadi kendaraan nya tak terkena ledakan dan bisa membawa fatih saat ini.


Mobil melaju dengan kecepatan tinggi, hingga akhir nya dia sampai di Ruang UGD


"Dok tolong suami saya.!" ucap maya panik


"ibu tenang ya, kami akan melakukan yang terbaik." setelahnya dia pergi sambil membawa fatih masuk ke dalam.


"mas kamu harus bertahan.! demi aku dan demi anak kita.!"


kalimat sama yang keluar dari bibir fatih saat maya tertusuk, kini keluar juga dari bibir maya.


mereka sama sama menginginkan keselamatan untuk orang yang mereka Cintai.


Namun pada saat pintu terbuka tampaklah dua orang perawat tengah membawa brankar yang yang berisi pasien dengan kain menutupi seluruh tubuh nya.

__ADS_1


maya segera langsung berlari menghampiri dan menangis Histeris di atas tubuh nya sambil mengoyak ngoyakan badan nya.


"TIDAKK MASS FATTIIHH.!!!"


__ADS_2