DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ

DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ
Anak Ayam


__ADS_3

Terlihat ibu tengah sibuk menata bunga bunga nya yang bermekaran di halaman rumah.


Emua.! Emua.! tiba tiba fatih datang menghampiri sambil memeluk dan mencium pipi ibu gemas


"ibu, fatih berangkat dulu ya semangat bu.!! go.. go..!! assalamualaikum." ucap fatih sambil menggerak gerakan tangan seperti patriot.


"waalaikumsalam.. ada apa dengan anak itu.?? apa dia salah makan sesuatu.??" tanya ibu bingung sambil geleng geleng kepala melihat tingkah aneh anak nya.


"Ibu.. sedang apa.?" tanya maya yang datang dari dalam rumah.


"hanya merapikan pot bunga nak."


"Oh.."


"kamu kenapa nak.?" tanya ibu yang melihat wajah cemberut maya


"hufftt aku bosan bu.." jawab maya sambil menghela nafas


"memang nya kamu mau apa.?" tanya ibu


"Entahlah bu aku juga bingung."


"Apa kamu mau kita jalan jalan belanja nak.?"


"tidak mau bu."


"atau membuat kue kesukaan mu.?"


"tidak mau juga bu."


"lalu apa nak.?"


"Aku ingin.." maya berfikir sesuatu.


"Aha.!! aku tahu bu." teriak maya tiba tiba


"Ayo ikut aku bu." maya menarik ibu keluar rumah


"kita mau kemana nak." tanya ibu


"ke depan sana bu." maya menuju salah satu rumah di sekitar.


"loh.. kita ngapain ke sini nak." tanya ibu bingung ketika sudah berdiri di depan rumah tetangga


"Aku ingin itu bu.." tunjuk maya ke arah samping rumah


"Hha.. kamu mau kandang ayam nak.??" kaget ibu


"iihh bukan kandang nya ibu." sebal maya


"lalu apa nya nak.?" tanya ibu bingung


"Itu ibu.." maya menunjuk binatang di depan nya.


"Ohh anak ayam.."


"betul ibu, pinjamkan aku anak anak ayam itu.." rengek maya


"tapi untuk apa nak.." tanya ibu bingung dengan keinginan sang menantu yang aneh.


"aku hanya ingin bermain dengan nya sebentar saja bu.."


"Tapi nak.."


"memang nya Ibu tidak sayang pada cucu mu ini.??" maya mengeluarkan kata andalan nya, sambil mengusap ngusap perut nya.


"Iya.. baiklah nak." pasrah ibu lalu mereka berdua pun berjalan ke rumah pemilik ayam.

__ADS_1


Tok..


Tok..


"Assalamualaikum.."


"waalaikumsalam loh ada ibu di sini, ada yang bisa saya bantu.?" terlihat pria muda keluar dari rumah.


"iya de maaf saya mengganggu, apa boleh saya meminjam ayam ayam ini untuk sehari saja atau saya sewa saja sekalian bagaimana.??" jelas ibu


"Tapi untuk apa bu.?"


"hanya untuk menemani menantu saya bermain."


"haha.. menantu ibu ini ada ada saja, ya sudah bawa saja bu tidak apa apa."


"terima kasih banyak ya."


"Tapi hati hati ya bu induk ayam ini sangat galak kalau melihat anak nya di ambil." jelas pria muda itu.


"Iya de, nanti biar induk nya kami taruh terpisah."


Akhir nya setelah penuh perjuangan sang ibu dapat memindahkan ayam ayam itu ke halaman rumah nya.


"Yee.!! lihat itu bu.." ucap maya yang melihat 8 anak ayam tengah berebutan makanan yang di lemparkan ibu.


"Sungguh menggemaskan dan imut imut sekali dia bu." maya menggendong dan mengelus ngelus salah satu anak ayam di tangan nya.


"iya nak.. kamu senang.?" tanya ibu


"iya buu makasi ya.." maya memeluk erat ibu dan mencium pipi nya.


"Sebentar bu.." maya berlari ke dalam kamar lalu kembali membawa sesuatu di tangan nya.


"kamu mau apa nak."


maya mengambil berbagai macam spidol lalu mulai mewarnai bulu bulu anak ayam itu hingga seluruh badan nya seperti pelangi yang berwarna warni.


"Terengteng.. teng..!!! lihatlah bu.!!" maya menunjukkan hasil karyanya pada ibu


"kamu ini ada ada saja nak.." ibu tersenyum menahan tawa.


"Ayo bu.! bantu aku menghias seluruh anak ayam ini."


"sudah kamu saja nak ibu mau ke dapur dulu ya."


"baiklah bu."


"Haha.. haha.." maya terlihat girang sekali sambil terus mewarnai seluruh anak ayam hingga semua nya tampak seperti boneka kecil yang dapat bergerak.


"Yippii.! selesai semua.."


"Lebih baik aku cuci tangan dulu." tangan maya terlihat kotor tak beraturan penuh dengan bekas tinta spidol.


maya pun berniat pergi ke kamar mandi untuk bersih bersih tapi suara deru mobil menghentikan langkah nya.


"Assalamualaikum.."


"waalaikumsalam.. loh kamu cepat sekali kembali mas." tanya maya bingung


"iya ada dokumen yang tertinggal di lemari ku."


"mau aku ambilkan mas.?." tawar maya


"baik terima kasih sayang." fatih duduk di teras rumah sambil menunggu sang istri keluar.


Namun pandangan nya terhenti saat melihat anak anak ayam yang berwarna warni sedang berkeliaran di depan nya.

__ADS_1


"Seperti nya hari ini kucing liar ku berulah lagi." ucap fatih menahan tawa sambil geleng geleng kepala.


fatih beranjak mendekati dan menangkap salah satu anak ayam.


"Anak ayam sekecil ini saja ia hias sedemikian rupa lalu bagaimana nasib anakku kelak nanti.??" fatih terkekeh sangat geli sambil bergidik ngeri membayangkan nya


"Lho kenapa di kurung." fatih melihat induk ayam yang berada dalam kurungan


"kasihan dia pasti mencari anak anak nya." fatih langsung membuka kurungan itu dan membebaskan induk ayam


"mass.!! jangan di buka.!!" teriak maya yang keluar dari dalam rumah.


Namun semua sudah terlambat, induk ayam sudah lepas dan terlanjur melihat fatih tengah mengambil anak nya.


"Tok.!! Tok.!! Petok.!! Petok.!!" induk ayam terlihat sangat marah dan tak lama terdengar teriakan..


"Arrgghhh.!! Toloongg.!!!" induk ayam dengan sigap mengejar fatih yang tengah memegang anak nya.


"Tidakk mayyaa.!! tolongg.!!!" fatih terus ketakutan berlari ke sana kemari dan mengelilingi depan rumah hingga belakang rumah.


"Auw.! Auw.! Tollonngg.!!!" rintih fatih di tengah teriakan nya.


"Haha.. haha.. haha.." maya malah asyik menonton dan terbahak bahak menertawakan suami nya yang terus di kejar dan di patuk induk ayam tanpa henti.


Dan kesekian kali nya fatih harus merasakan pahit karena ulah sang istri yang tingkah nya aneh bin ajaib ini.


Malam harinya..


"aduhh ibu.. badan ku sakiit semua.." rengek fatih yang tengah berbaring di sofa ruang tamu nya.


"sini biar ibu pijat nak." ibu membuka minyak gosok, barang yang WAJIB ada sejak maya tinggal di rumah.


"terima kasih bu." ibu mulai memijat kaki fatih perlahan.


"istri mu itu memang sangat hebat nak' dia seperti tidak pernah kehabisan akal." ibu terkekeh geli mengucapkan nya.


"Dan selalu aku yang kena getah nya." cemberut fatih.


"Haha.." ibu tertawa mendengar nya.


"Ibu tidak bisa bayangkan jika anakmu kelak akan mewarisi kejahilan ibu nya, rumah ini pasti akan sangat ramai karena ulah mereka berdua."


"Tidak.! Jangan.! jangan bu.!!" teriak fatih


mendengar nya saja sudah membuat fatih merinding ketakutan.


"Haha.."


Mendengar kehebohan di luar, maya keluar dari kamar dan datang menghampiri suami dan ibu mertua nya.


"ibu dan mas fatih sedang bicarakan apa si' sampai heboh sekali." tanya maya yang langsung duduk di samping mereka berdua


"kamu ingin tahu.?" tanya fatih


"Iya mas.."


"membicarakan keahlian mu sayang.." jelas fatih


"keahlian ku.?"


"Iya.."


"Keahlian ku apa mas.??" maya terlihat makin bingung


"Keahlian bikin aku Babak belur."


"Aiisshh, kamu ini mas.!!"

__ADS_1


__ADS_2