
Hari ini tak seperti biasa nya.. matahari cerah, kini berubah mendung bahkan Awan hitam menyelimuti bumi
Pasangan yang biasa nya penuh keceriaan dan kehangatan pun sedang berperang dingin.
Tengah malam.. Fatih mulai mengerjapkan mata dan terbangun dari lelap nya, tapi sesaat dia menatap sekeliling. Tak tampak wajah istri nya sama sekali di sana.
"May.. Maya.!!" tak menunggu waktu lama, Fatih sudah beranjak dan menelusuri setiap sudut rumah. Namun sayang dia tak menemukan nya.
"Kemana kamu sayang.." pikir Fatih, yang mulai khawatir dan cemas. Dia pun langsung menghubungi ponsel istri nya.
*Maaf.. nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.* tutur operator dari arah sebrang.
"Ya Allah.. tengah malam seperti ini, pergi kemana kamu sayang." kaki panjang Fatih, langsung berjalan keluar rumah dan segera mencari kesana kemari dengan hati berdebar debar.
Dari kejauhan, terlihat seorang wanita yang sedang berjalan seorang diri sambil menggeret koper nya di pinggir jalan
"Maya.!!." panggil Fatih, yang sigap berlari dan menghampiri ke arah istri nya itu. Tapi Maya tak menggubris nya sama sekali, dia malah tetap sibuk berjalan tanpa menoleh apa lagi melirik suami nya.
"Sayangg.. tolong maafkan mas." sesal Fatih yang langsung memeluk tubuh istri nya penuh kelembutan
"Tidak, Lepaskan.!!" teriak Maya dengan wajah marah nya, dia pun mendorong kasar Fatih hingga terhuyung ke belakang.
"Maya maaf, mas tak bermaksud membohongi mu." cicit Fatih, yang mencoba menjelaskan.
Tapi di saat perdebatan itu, tiba tiba ada mobil mewah yang datang mendekat dan berhenti di depan nya.
"Selamat Tinggal.!" ucap Maya, sambil mengangkat koper yang ia bawa masuk ke dalam mobil.
"Sayang.. kamu mau kemana.?? Aku mohon, jangan tinggalkan mas.!" wajah Fatih sudah panik, dan mencoba menghalang serta menghadang langkah istri nya yang sedang di kuasai amarah.
"Aku akan pergi, selama nya dari hidup mu Fatih." dan setelah mengatakan itu, ternyata sudah ada sosok lelaki yang sedang terduduk di stir kemudi
"Silahkan masuk Ratu ku.." pintu mobil sudah terbuka sangat lebar dan terlihatlah wajah Ahmad yang sudah berada di dalam sana.
"Apaa.!! Ahmad, beraninyna kamu.!" teriak Fatih yang sudah Tercekat melihat
"Ha..ha.. lihatlah pada akhirnya Maya yang datang padaku." Ledek Ahmad dengan wajah merah padam nya.
"Tunggu lah surat cerai dariku.!" ucap maya dengan lantang, lalu dia masuk ke dalam mobil dan membanting pintu dengan keras
"Maya.!! tunggu Maya.!! jangan tinggalkan aku.!!!" fatih berusaha mencegah dan mencekal nya, namun naas mobil sudah lebih dulu melaju dengan kecepatan tinggi.
*****
"Tunggu Maayyaa.!!!." teriak Fatih yang sudah menggema dan seketika terbangun dari mimpi buruk nya, dengan wajah pucat dan basah sekujur tubuh
"Hos.. hos.. Astagfirullahh." Fatih sergap mengusap ngusap wajah nya, dengan nafas yang terdengar sangat memburu sekali.
Tak lama Fatih menatap sekeliling dan menemukan sosok istri nya yang sedang tidur memunggungi nya
"Ya Allah jangan biarkan mimpi buruk itu menjadi kenyataan." doa fatih, setelah dia terbangun, beranjak kamar mandi untuk berwudhu dan melaksanakan sholat malamnya.
Kini hatinya sudah lebih tenang setelah mengadukan semuanya pada sang khalik, Fatih pun bangun dari duduknya lalu menghampiri sang istri.
"Sayangg.. maafkan aku." fatih duduk di tepi ranjang sambil mengelus pipinya namun maya tak bergeming dia tetap menutup mata, padahal jelas air mata masih basah di wajahnya.
karena sang istri masih merajuk akhirnya fatih mengalah, fatih yang setiap malam terlelap dengan peluk hangat dan harum tubuh istrinya' Kini hanya ada kerasnya guling dan punggung dingin istrinya.
"Sayang, tolong dengarkan mas' Tidak peduli kalau tidak ada satu pun orang yang percaya tapi jangan dirimu.. Hati ini sungguh hancur bila orang yang mas cintai Meragukan Kesetiaan diri ini." fatih mencoba menjelaskan tapi maya tetap pada Pendiriannya yaitu mematung.
__ADS_1
"Maafkan kekhilafan mas yang tak memberitahu mu' bukan bermaksud membohongi mu, Namun mas tahu betapa Rapuh nya Hati kamu." fatih memeluk punggung istri nya yang mulai bergetar hebat dan terisak.
"Hiks.. Hiks.. Hiks.. kau tak pernah tahu betapa Sakit nya di khianati mas." maya terisak dengan perih di hati.
"Sungguh mas tidak berKhianat, aku menutupi semuanya hanya untuk menjaga perasaan mu agar tak terluka' bukan karena hal lain." fatih membalikan badan maya lalu mencium bibir manis nya yang sudah basah bercampur air mata.
"Apa mas bersungguh sungguh atau hanya membela diri.??" Ucap Maya.
"Sayang sudah berapa kali mas katakan, Cintaku Hanya milik mu Seorang, Tak Berniat dibagi dan Tak Pernah Membagi untuk wanita Lain." fatih menatap mata maya mencoba meyakinkan.
"Janji.! tak ada dusta.?" tegas maya
"iya Sayang.." fatih tersenyum.
"Janji tak menutupi apapun."
"iya sayang.." jawab fatih lagi
"Sekarang Hentikan tangisan mu sayang, hal itu menusuk hatiku." fatih menghapus air mata maya dan mencium kedua matanya.
"Sekarang apa masih ada keraguan di hati mu.?" tanya fatih
"Tidak mas." maya menggelengkan kepalanya.
"Terima kasih." Fatih mencium tangan lembut.
"Tapi Awas!! sampai mas berani melakukanya lagi.! fatih 'Mini' mu itu akan aku cabik cabik lalu ku potong sampai hancur setelahnya ku beri makan kucing.!!" ucap maya dengan Membara.
"Auuww.!!! Jangan sayang.!" fatih ngilu mendengar ancaman istrinya sambil memegangi fatih mini nya dengan geleng geleng kepala.
Badai berlalu dan Kemesraan hadir kembali di tengah mereka berdua.
"Sayanngg.." panggil Fatih manja
"apa sekarang mas boleh menengok fatih junior malam ini.??" pintanya.
"Nanti Akan ku pikirkan." maya langsung memunggungi fatih
"Saayaanngg.." rengek fatih, dia mengoyak badan maya.
"T.i.d.a.k M.a.u.!" ucap nya dengan jelas.
"Saayaang kita kan sudah baikan, ayoo." fatih terus merengek seperti anak kecil yang tidak di belikan mainan.
"baik tapi ada syaratnya." ucap maya
"Apa."
"karena mas sudah membuat ku menangis, jadi sekarang Nyanyikan lagu anak anak untuk menghibur ku." pinta maya.
"apa.!"
"mas tidak mau.??" maya langsung memunggungi lagi
"baiklah baiklah.." fatih pun mulai menyanyikan lagu Balonku sambil berjoget ria, pinggul nya berlenggak lenggok dengan lincah seperti peri kecil.
"Haha..Haha..Haha.." maya pun tak berhenti terbahak bahak melihat tingkah konyol sang suami.
"Kamu sudah Puas.?? Sekarang giliran kamu Puaskan mas, Aauumm.!! Bersiap.!! Harimau Benggala mu datang." fatih langsung loncat ke kasur dan menerkam mangsa buruan nya.
__ADS_1
Tapi Sebelum melakukan Pertempuran sengit nya ia tak lupa melafalkan doa yang selalu menyertai Keberkahan Penyatuan mereka.
Bismillahi Allahumma jannibnaa asy-syaithoona wa jannibisy syaithoona maa rozaqtanaa.
Dan kini Panas yang di awali karena Amarah' Akhirnya berubah jadi Panas yang di Rahmati sang Khalik
Ciuman fajar dari sang suami mendarat tepat di kening maya, sang empu pun terbangun dari tidurnya.
"ehmm kamu sudah Rapi mas." tanya maya.
"iya mas ijin ke pesantren ya, tadi Hanna menghubungiku ada rapat penting dan beberapa dokumen yang harus mas tanda tangani."
"Baiklah." maya mencium takzim suaminya.
"Mas tunggu.!" panggil maya saat Fatih di depan pintu.
"Apa sayang." tanya Fatih
"Mas Gendongg... aku mau ke kamar mandi." rengek maya manja.
"uhh.. kucing manja satu ini." fatih pun menggendong bridal maya
"Sudah ya sayang." fatih menurunkan maya
"Mass.." maya memanggil kembali
"Apa lagi sayang.."
"Ciumm.." rengek maya, lalu Fatih mencium bibir maya sekilas.
"Lagii.." ucap maya, lalu dia mencium bibir fatih agresif dan tak mau melepaskan nya hingga Fatih sulit bernafas.
"Hos.. hos.. sayang berhenti mas harus pergi." fatih menarik maya dengan nafas yang naik turun.
"Hiks.. hiks.. mas menolak ku." tangis maya
"Cep.. cep.. jangan menangis' mas akan selalu memanjakan mu sayang.. tapi tidak sekarang ya, ada emban amanah yang harus mas jalani." fatih memeluk maya erat.
"Janji.!"
"iya sayang." tak lama fatih pun pergi meninggalkan istri kesayangan nya.
Di dalam ruangan besar terliihat jejeran rapi para staff dan 3 pimpinan pesantren.
Kelembutan Fatih yang biasa tampak di rumah pun sudah berubah menjadi fatih yang dingin' tegas dan berwibawa.
"Bagaimana pak fatih' proposal yang kami ajukan untuk proyek perluasan pembangunan pesantren.??" Tanya salah satu staff setelah 30 menit ia menjelaskan Persentase nya.
"Biar saya pelajari dahulu." singkat fatih
"Lalu bagaimana dengan ibu Hanna.?"
"untuk proyek itu saya serahkan pada ustadz Fatih yang lebih paham, sedang bagian pengurusan para santri biar saya yang tangani." jelas Hanna.
"Baik lah."
"Ini dokumen yang harus di tangani oleh pak Fatih dan ibu Hanna." ujar staff lain nya.
Setelah bejibaku dengan Pekerjaan akhirnya fatih membereskan barang barang nya dan beranjak ingin pulang Namun baru melangkahkan kaki ada yang memanggil nya.
__ADS_1
"Ustadz Fatih Tunggu.!!"
"Bisa kita bicara sebentar.."