
Senja telah menampilkan keindahan nya, tanda siang bergilir malam..
Setelah seharian berjibaku dengan pekerjaan, kini Fatih tengah menikmati sisa hari nya dengan bercengkrama bersama dua bidadari kesayangan nya.
"Mas.. apa besok kamu libur bekerja.?" tanya maya yang terlihat sedang asyik sekali menonton televisi sambil sibuk mengunyah kue buatan sang ibu.
"Iya sayang.. memang nya ada apa.?" Fatih sudah berjalan menghampiri dan terduduk tepat di samping istri nya.
"Hem.. apa boleh aku minta sesuatu pada mu."
"Minta apa sayang.?" tentu saja pria tampan ini akan memberikan apa pun, untuk wanita tercinta nya. Bahkan jika di minta ke kutub Utara sekali pun akan dia lakukan.
"Anu mas.. tiba tiba saja aku ingin kita jalan jalan. Bagaimana.??" mata Maya sudah ragu ragu melirik ke arah Fatih, dia takut sang suami tak menyetujui ide nya itu.
"Ehmm.. boleh juga seperti nya." pikir Fatih, yang memang jarang mengajak istri nya pergi. Karena kesibukan pekerjaan nya.
"Betul Mas.!"
"Iya sayang.."
"Kalau begitu, kita semua harus pergi bersama pasti seru.!" keluar lagi satu ide dari kepala Maya
"Lho, ibu juga ikut pergi Nak.?" ibu sudah menyerengitkan kening, karena biasa nya dia keluar hanya untuk belanja ke pasar dan kajian saja.
"iya Bu, kita bersama sama pergi. Boleh kan mas..?"
"Iya Boleh.." singkat Fatih, karena siapa yang akan melarang kalau itu untuk kebahagiaan para bidadari kesayangan nya.
"Asyiiik..! benar ya mas." wajah ceria Maya sudah jelas sekali terpatri, bahkan dia langsung mengkhayal jauh dengan angan angan nya.
"iya.. sayang."
"Tunggu nak, memang kita mau pergi kemana.?" tanya ibu, dan itulah pertanyaan yang seharus nya Fatih lontarkan sebelum mengeluarkan persetujuan nya, karena dia mempunyai istri yang sangat istimewa sekali.! di banding wanita lain nya.
"Dufa* bu..! aku ingin sekali Menaiki Wahana di sana. Dari halilintar, Tornado, Kora kora, kicir kicir, poko nya semua nya."
"Apaa..!" Ibu dan Fatih sudah berteriak histeris dengan berbarengan, karena mendengar jenis permainan nya saja sudah sangat mengerikan sekali bahkan
"Tidak, Tidak, ibu tidak jadi ikut.!" tolak ibu dengan mentah mentah.
"Tidak.! mas juga tidak mau.!" tolak fatih
"lho kalian kenapa si.?" tanya maya bingung.
"ibu takutt nak." kilah ibu
"Lebih baik kita jalan ke Taman Kota, Danau atau ke Kebun Binatang bagaimana.?" ide fatih
"Hikkss.. hikkss.. kalian gak sayang sama aku." maya nangis merengek
"Tapi kamu masih sakit sayang.."
"Hiks.. aku Uda Sehat begini.!" celetuk maya.
"tapi kamu kan lagi hamil." bujuk fatih
"Hikkss.. justru lagi hamil, ini kan Kemauan dede bayi nya bukan aku." jelas maya.
"Cep.. cep.. jangan nangis, ya sudah' besok kita akan pergi ke sana ya." ucap ibu sambil memeluk maya.
"Tapi Bu.." ragu fatih.
"Sudah turutin saja, kamu mau nanti anak kamu ileran.??"
"hufftt.. baiklah." pasrah fatih.
Di dufa*.. Akhirnya Mereka bertiga pun pergi bertamasya sesuai keinginan ratu kecil nya.
Sesampainya di sana maya terlihat bahagia sambil berkeliling melihat wahana yang ada di sekitar
__ADS_1
"Wahh aku rindu sekali, terakhir kali aku ke sini bersama mama." ucap maya sambil berlari riang.
"Iya sayang.." fatih tersenyum manis
"Mas lihat, aku mau naik itu.!" teriak maya menunjuk salah satu wahana.
"Ti..da..k sayang." fatih terlihat gugup dan memegangi dada nya yang seakan mau copot melihat wahana permainan roller coaster yang ada di hadapan nya.
"Ayok mas kita naik." maya menarik tangan fatih.
"Ta..Pi.." fatih melepas pegangan maya
"ibu, mas fatih nya nih.!" adu maya cemberut.
"Sudah nak temani istri kamu sana." pinta ibu
"Tapi Bu.." fatih ragu, tapi maya langsung menyeretnya.
"Oya apa ibu mau ikut naik juga.?" tawar maya
"Tidak.! Tidak.! kalian berdua saja." tolak ibu.
"Baik Bu." setelahnya maya dan fatih masuk ke dalam wahana.
"Duduk mas." maya sudah di dalam kursi wahana sedang fatih berdiri diam mematung.
"Aku tunggu di bawah saja ya." kilah fatih
"Aiisshh mas cepat.!!" maya mulai sebal sambil menarik narik tangan fatih tapi dia masih diam tak bergeming, hingga akhirnya maya mengeluarkan jurus andalan nya.
"kalo nanti malam aku kasih bonus gimana.??" bisik maya.
"Apa, one night three color lagi.??" tanya fatih
"No.. No.." maya geleng geleng kepala.
"two nights with the wild Cat"
"dua malam bersama kucing Liar." Goda maya sambil mengedipkan mata nya.
"Serius sayang.!!" ucap fatih Semangat
"Iya." maya mengangguk cepat
"Ehmm.. baiklah kalau begitu." karena iming iming istrinya akhir nya fatih pun naik ke kursi penumpang walau dengan hati berdebar bahkan jantung nya bergemuruh hebat terlebih Setelah beberapa saat mesin di nyalakan Dan...
"AAARRGHHH..!!!."
mata fatih melotot sempurna' tangan nya pun bergetar hebat.
"MAAYYAA.!!!" fatih geleng geleng kepala sambil berteriak sekuat tenaga ketika wahana mulai meliak liuk ke sana kemari mengoyakan seluruh badan penumpang yang ada di sana.
"AAHH..! HAHA.. HAHA.. Yee.!." maya berteriak dan tertawa bahagia sambil merentangkan tangan nya ke atas.
Sedang fatih terlihat sebalik nya wajahnya pucat seperti mayat hidup dengan tangan sedingin es.
"Astaghfirullah.!!! SUDAHH.!! SUDAH.!!" fatih terus berteriak tak karuan tanpa jeda.
"YEE.!! BEBAS.! HAHA..!! HAHA.!" maya semakin girang.
"TIIDDAAKK..!!!"
fatih berteriak sangat heboh sambil mencengkram kuat pegangan kursi saat wahana meluncur dari Atas ke bawah.
Trreett... Beessshh...
Lalu Tak lama terdengar suara mesin di matikan dan wahana pun seketika berhenti.
"YEE.! Asyik.!! Asyik.!! Ayok Lagi mas." teriak maya bahagia saat turun dari kursi.
__ADS_1
Namun fatih tak menjawab' dia malah segera membuka kursi penumpang dan langsung berlari cepat ke arah tepi.
"Huekk..! Hueekk..!" fatih memuntahkan semua isi perutnya.
"Kamu kenapa mas.?" tanya maya bingung.
"Ampun.. Tidak lagi lagi.!!" fatih geleng geleng kepala sambil merosot duduk di aspal.
"Haha.. Haha.." maya terbahak bahak
setelah puas bermain ekstrim bersama sang suami, kini saatnya dia bermain bersama ibu.
"Wahh Bu lihat pemandangan di sana." tunjuk maya saat menaiki bianglala.
"Subhanallah cantiknya ya nak." jawab ibu.
"mas foto aku dan ibu." maya menyerahkan telepon genggamnya.
Ceklek.! Ceklek.!
"Ini sayang." fatih memberikan hasil jepretan nya.
"Wah akhirnya aku punya foto bersama ibu." maya tampak antusias
"Dan akhirnya juga aku bisa naik wahana ini lagi walau bukan bersama mama tapi sekarang aku punya ibu." maya memeluk ibu lembut.
"Iya nak.." ibu membelai sayang kepala maya, fatih yang melihatnya langsung tersenyum hangat
"Semoga kelak kita juga bisa bermain ke sini bersama anak kita ya." fatih datang menghampiri dan ikut bergabung bersama istri dan ibu nya.
Dan mereka pun berpelukan bersama di atas hamparan pemandangan yang indah bukti Kebesaran sang Khalik Yang Esa.
Semua wahana telah dijajah maya tanpa terlewat satu pun, hingga akhirnya dia kelelahan dan kini terlihat tengah tertidur pulas di dalam mobil dengan posisi meringkuk di lapisi selimut.
"Lihat lah nak' Ratu kita sudah kehabisan baterai sepertinya." ucap ibu terkekeh geli.
"Iya Bu, tertidur seperti itu sungguh menggemaskan." jawab fatih sambil mengelus pipi maya yang mulai chubby.
"Ibu bahagia nak' maya benar benar membawa keceriaan di rumah kita."
"iya bu, maya banyak menyimpan sejuta pesona yang bisa membuat orang lain mudah menyayangi nya karena itulah banyak pria yang menginginkan nya walau dengan melakukan segala cara." jelas fatih.
"Jangan takut Nak' Allah bersama kita, dia akan selalu menjaga dan melindungi kita selama ada iman di hati kita." ujar ibu menenangkan.
"Terima kasih Bu."
Mobil melaju hampir 2 jam perjalanan, hingga akhir nya mereka sampai di depan rumah.
"ibu turun duluan ya nak." ibu berlari kecil ke arah kamar mandi.
"Baik Bu, nanti barang barang biar fatih yang bawa." fatih keluar mobil lalu menuju sang istri yang ada di samping kemudi.
"berat nya putri tidur satu ini." ucap fatih sambil menggendong istri nya yang masih terlelap ke kamar lalu menaruh nya di atas kasur dengan hati hati
"Lebih baik aku bersih bersih dulu." fatih mencium kedua ketiak nya bergantian lalu masuk ke kamar mandi.
"Hufftt selamat.. selamat.." seketika mata maya terbuka lebar ketika fatih menutup pintu, dia berencana ingkar dari janji nya tadi siang.
"Lebih baik malam ini aku tidur bersama ibu, pasti lebih aman.." maya mengendap ngendap jalan perlahan ke arah luar seperti pencuri.
"Ye.. berhasil." ucap maya girang ketika sudah memegang handle pintu dan hendak keluar
Namun tiba tiba Suara Bariton Terdengar.
KUCING LIAR..
MAU KABUR KEMANA KAMU.!!
"Tepati Janji mu.!!"
__ADS_1