
Ketika kepercayaan ada di Hati maka tak seharusnya ada perasaan Ragu..
drett..
drett..
Terdengar suara telephone bergetar dan membangunkan sang empu nya yang sedang tidur
"Assalamualaikum.."
"waalaikumsalam." jawab maya dengan suara khas bangun tidur
"Sayang.. mas pulang telat ya hari ini, seperti nya agak malam."
"baik mas."
"kamu hati hati ya di rumah."
"iya mas." setelah itu maya langsung menutup panggilan nya
"Uuaahh.. ngantuk sekali hari ini." maya beranjak dari kasur lalu pergi keluar kamar
"Aduh lapar sekali perut ku." ucap maya sambil memegangi perut nya yang sudah mulai membesar.
"kamu sedang apa nak." tanya ibu yang melihat maya membuka kulkas.
"aku lapar bu."
"maaf ibu belum belanja."
"Bagaimana kalau kita belanja di supermarket saja bu.?"
"baiklah nak." ibu ke dalam kamar mengambil dompet lalu keluar kembali
"Ayook." ibu langsung menggandeng tangan maya dan membawa nya pergi
"kita naik ojek saja bu."
"Tidak.! naik angkot saja." tolak ibu, dia takut menantu nya itu akan berulah lagi
"baiklah bu."
"itu dia angkot nya.!" maya melihat mobil yang melintas lalu masuk ke dalamnya.
"supermarket depan bang." ucap maya
"baik neng." jawab sopir
"duduk sini nak." pinta ibu
"baik bu."
mobil pun melaju membawa ibu dan menantu itu pergi ke tempat tujuan mereka.
15 menit berlalu
"Sudah sampai neng."
"terima kasih bang ini ongkos nya." maya dan ibu pun turun dan langsung memasuki supermarket yang lumayan besar itu.
"sudah lama kita tidak pernah ke sini ya bu."
"iya nak."
"ayok bu kita habiskan duit mas fatih.!!" teriak maya sambil berlari mengambil trolly sedang ibu hanya geleng geleng kepala.
"wah seperti nya enak.! bu aku mau kue yang ini sama yang di sebelah sana ya."
"iya nak."
"bu lihat ada jus kesukaan ku."
__ADS_1
"kita beli ya."
"ambil yang kamu suka nak." jawab ibu
"Ye.!" girang maya, dia sudah seperti anak kecil yang di belikan mainan baru.
"Sebentar ya ibu mau beli sayuran dan daging dulu."
"baik bu, aku tunggu sini."
Sambil menunggu, maya sibuk memilih makanan dari satu rak ke rak yang lain hingga tanpa sadar seseorang telah mengikuti kepergian nya.
"Ikut gua.!!" tiba tiba seorang pria menarik paksa tangan maya dan membawa nya pergi jauh dari sana.
"Dimaass.!!" maya kaget dan langsung menepis tangannya kasar.
"Pengecut.!! lo gak berani dateng ke arena karena takut kalah.!!" sengit Dimas
"sudahlah dim, gua gak tertarik lagi tantangan Lo.!!" maya segera pergi namun dimas mengejar dan menarik ke lorong yang sepi lalu mengukung nya
"Lo kira bisa lolos gitu aja dari gua Haa.!!" marah dimas
"Dimass lepass.!!" maya berontak sekuat tenaga
"Inget may, lo itu hanya milik gua.!! dan selamanya hanya milik gua.!!" teriak dimas di depan wajah maya dan mencoba mencium bibir ranum nya.
"Lepassin gua.!!" wajah maya melengos mencoba menghindar dan mendorong sekuat nya.
"Plakk.!!" tamparan pun melayang
"Gilla lo dim.!!" maya menendang perut dimas lalu langsung berlari pergi meninggalkan nya.
"lihat aja apa yang bisa gua lakuin buat dapetin lo kembali.!!" ucap dimas sambil mengepalkan tangan nya.
"Maya.!" dari jauh ibu memanggil menantu nya yang terlihat tengah berlari tergesa gesa.
"Nak.! awas hati hati nanti kamu jatuh." teriak ibu.
"kamu dari mana nak' kenapa berlari seperti itu, apa terjadi sesuatu.?" berondong pertanyaan dari ibu
"Tidak bu, tidak ada apa apa' aku hanya sedang berolah raga." kilah maya
"betul kamu baik baik saja." tanya ibu
"iya bu, sebaik nya kita pulang sekarang." pinta maya sambil membawa trolly belanjaan ke kasir
"sebaik nya ibu saja yang mengantri, kamu duduk di depan saja ya' kasihan bayi mu nanti kelelahan."
"baik bu." maya berjalan keluar dan menunggu ibu sambil duduk termenung.
"Ya Allah semakin hari dimas semakin tidak waras.! aku takut dia akan berbuat lebih nekat dari ahmad." gumam maya dalam hati
"Huffttt.. lalu apa yang bisa ku lakukan untuk menghentikan nya, sedang mas fatih saja tidak mengijinkan ku berbuat apapun." maya menghela nafas
"nak seperti nya kita istirahat dulu di sini ya takut kamu lelah." ibu datang membuyarkan lamunan maya
"baik bu."
"bu apa aku boleh tanya sesuatu"
"apa nak."
"Apa mas fatih sekalipun tidak pernah menyukai wanita selain aku."
"Setahu ibu tidak pernah nak, kenapa tiba tiba menanyakan hal itu."
"Tidak bu, hanya saja aku takut ada seseorang yang menjahati nya dengan perantara wanita seperti sebelum nya."
"Selalu Doakan suami mu nak, agar selalu dalam perlindungan nya." nasihat ibu
"baik bu."
__ADS_1
"kita pulang sekarang ya bu."
"kamu tidak lelah."
"tidak bu."
"baiklah." ibu dan maya pun pergi membawa belanjaan nya dan berlalu pergi menuju rumah sederhana nya.
Sepulang dari supermarket maya hanya berdiam diri dalam kamar sambil duduk termenung di depan cermin seorang diri.
"Apa sebaik nya aku memberitahu hal ini pada papa.?"
"Papa pasti bisa membantu ku." pikir maya
"Tapi.. apa mas fatih mengijinkan nya.?"
"Ahhrrgg.! Pusing kepala ku." maya mengacak ngacak rambut frustasi
Ceklek..
Suara pintu terbuka dan tampaklah suami kesayangan nya ada di hadapan nya.
"Assalamualaikum cantik."
"Loh kamu kenapa.?" tanya fatih bingung yang melihat rambut maya acak acakan seperti harimau bangun tidur.
"waalaikumsalam, tidak apa apa mas." jawab maya sambil mencium tangan fatih takzim
"apa kamu marah mas pulang terlambat." tanya fatih sambil memeluk maya dari belakang
"tidak mas."
"Lalu.."
"Sudahlah mas lebih baik kamu mandi, biar aku siapkan makan untuk mu." maya ingin berlalu pergi tapi fatih menahan nya.
"Sayang.. Cium aku dulu." rengek fatih sambil menepuk nepuk bibir nya
"Ciihh, harimau benggala satu ini ternyata sudah berubah jadi kucing jinak rupanya." Ledek maya
"Ayook cepat.." pinta fatih
"baik, kalau begitu tutup mata mu mas."
"Sudah nih, Cepat sayangg.." melihat suami nya bertingkah seperti itu jiwa usil nya pun keluar.
maya mengambil tinta spidol di atas nakas lalu mengolesi nya di bibir fatih.
"Auw.!! Apa ini.!" mata fatih terbuka lalu terlihat tinta hitam memenuhi bibir nya.
"maya.!!" teriak fatih
"Haha.. haha.." maya kabur keluar meninggalkan fatih.
Di meja makan maya tampak tenang tak seperti biasa nya yang semangat melahap semua jenis yang ada di hadapan nya.
"Sayang.. kamu baik baik saja."
"iya mas."
"apa kamu ingin makan sesuatu nanti biar mas belikan." fatih melihat maya sedikit sekali makan nya.
"Tidak mas."
"apa kamu sakit." fatih membolak balikan tangannya di kening maya
"aku baik baik saja mas."
"kalau begitu tambah makan nya ya."
"aku sudah kenyang mas." maya pergi menaruh piring kotor lalu kembali masuk ke dalam kamar, sedang fatih menatap heran tingkah istri nya yang tampak murung.
__ADS_1
"Ada apa dengan maya..??"