
Di langit.. bulan Purnama sedang berlangsung, semesta pun mendukung perintah Sang Maha Penguasa.
Di dalam kamar nya, Maya dan Fatih terlihat baru saja menyelesaikan sholat berjamaah nya.
Setelah nya, Fatih tak lupa membacakan doa kebaikan untuk kehamilan istri tercinta nya.
"Allahummahfadz waladî mâ dâma fî bathni zaujatî wasyfihi anta asy-syâfi lâ syifâ`an illâ syifâuka syifâ`an lâ yughâdiru saqaman."
Artinya : Ya Allah, jagalah anakku selama ia berada dalam perut istriku, sehatkan ia sesungguhnya Engkau Yang Maha Menyehatkan, tak ada kesehatan kecuali kesehatan dari-Mu, kesehatan yang tak terganggu penyakit.
Melihat dan mendengar hal itu hati, Maya terenyuh dan mulai menitikkan air mata nya. Entah kenapa semenjak mengandung, hati nya menjadi sensitif sekali.
"Sayang... kenapa kamu menangis.?" tanya Fatih, yang tengah menempelkan wajah nya di perut sang istri.
"Aku hanya terharu Mas, dan aku berharap kelak nanti anak kita akan menuruni kesalehan mu. Jadi ketika wafat nanti aku akan tenang karena ada anak saleh yang selalu Mendoakan ku." isak Maya dengan derai air mata nya.
"Insya Allah sayang.." pria tampan itu hanya tersenyum, sambil menghapus air mata lalu mencium kening nya dengan lembut
"Sekarang sudah ya jangan menangis.. Ehm, atau kamu mau aku manjakan agar berhenti bersedih.?" Goda Fatih dengan sengaja.
__ADS_1
"Kalau itu si' mau nya kamu mas." yang tadi nya sedih, Maya langsung berdecak sebal. Sedang Fatih sudah terkekeh geli melihat nya.
"Oya Mas, kamu menginginkan anak perempuan atau laki laki.?" tanya maya sambil memainkan rambut hitam lebat suami nya yang setia menempel di perut nya.
"Apapun itu, aku terima dengan senang hati sayang.. karena semua nya adalah rejeki."
"Kalau aku berharap dia laki laki mas, karena nanti dia pasti akan tampan seperti mu.." Maya sudah tersenyum bahagia sekali, karena membayangkan wajah putra nya kelak yang sangat mirip dengan suami nya itu
Tak lama terdengar ketukan dari luar pintu kamar nya, Tok.. Tok..
"Nak.. mari makan." panggil ibu
"Ibu kenapa tidak memanggil Maya untuk membantu ibu memasak.?" tanya Maya, saat melihat di atas meja nya sudah tersaji semua masakan yang sudah matang.
"Iya tidak apa apa qo, ibu hanya takut kamu kelelahan." ucap ibu dengan ramah nya, dan Mertua satu ini memang sudah peket komplit sekali. Sudah Baik Hati, Penyayang, Penyabar, Menyejukkan, Poko nya semua jadi satu.
"Sebentar ya mas aku ambilkan." dengan cekatan Maya sigap melayani suami nya makan dengan sepenuh hati.
"Terima kasih sayang." senyuman hangat pun sudah Farih layang kan untuk istri nya, karena sekarang Maya benar benar mengabdi kan diri untuk diri nya.
__ADS_1
"Ehm...Mas apa boleh aku minta sesuatu.?" sebenar nya Maya terlihat ragu ragu ragu sekali mengucapkan nya.
"apa sayang.."
"Mas.. a..ku.. ma..u.. A.nu.. "
"Anu..??"
"iya a..nu.. Mas, seperti nya aku Ngidam.."
"Ngidam apa sayang.?"
"Ngidam.. di beli-kan mo..tor dan jalan jalan menggunakan nya." ucap Maya dengan terbata dan tergugup.
Seketika..
"Uhuk uhuk.. Uhukk..!!" Fatih dan Ibu seketika merasa Tercekat sampai terbatuk batuk mendengar nya.
"Tidak.!! Tidak.!!" mereka dengan kompak dan serentak menjawab sambil menggeleng kan kepala dengan cepat
__ADS_1
"Aissh kalian ini.." gerutu Maya yang langsung mengerucutkan bibir nya.