
Fatih berlari kesana kemari ikut bermain bola bersama anak anak, Senyum di wajahnya terpancar indah' sungguh sedap dipandang mata.
"Ayoo ka tampan oper bola." ucap salah satu anak
"Terus.. terus.. maju ka tampan jangan mau kalah." Fatih beserta para anak anak saling rebut dan terus berlari sambil menggiring bola ke arah gawang.
"Tendang ka tampan.!" Pinta salah satu anak yang lainnya.
"Yee Goal.!!!" Fatih pun melakukan selebrasi dengan menari dan berloncatan bersama anak anak, Sungguh Keceriaan seperti ini tak pernah ia lihat sebelumnya.
Maya pun berjalan menghampiri sang suami yang tengah asyik bermain itu..
"Fatih apa kamu haus.." Maya menawarkan sebotol air mineral yang ada di tangan nya.
"Tidak terima kasih.. kenapa kamu turun kesini..?" ucap Fatih yang terlihat sangat datar sekali.
"aku hanya ingin menghirup udara segar.." dia merentang kan tangan dan menatap sekeliling.
"Ohh.." singkat nya, dan tanpa berkata lagi Fatih pun langsung pergi berlalu meninggalkan Maya seorang diri.
"Sebenarnya dia kenapa..? bukankah kita sudah berbaikan." dalam hati Maya bertanya tanya, sikap pria nya yang menjadi sangat dingin sekali.
Beberapa saat kemudian..
Pria tampan itu terlihat sedang membersihkan diri di bawah guyuran Air dengan tubuh polosnya. Cuurrr...
Fatih sibuk membasuh badan nya dengan sabun tapi Tak lama suara derit pintu terbuka dengan terburu buru.
Ceklekk.!!
"Arghh..!" wanita itu langsung terlonjak kaget melihat penampakan di depan nya.
"Aahhh, maaf maaf.! aku kebelet pipis jadi tak tahu ada orang." Spontan Maya langsung menutup mata setelah melihat tubuh polos fatih.
"Masuklah.." Fatih langsung menarik sang istri ke dalam dan menduduki nya di closet.
lalu dengan tenang.. dia melanjutkan mandinya kembali seolah olah tak ada Maya di sana.
Deg..
Deg..
Maya sudah tak ingat lagi tujuannya ke kamar mandi, Dia malah Diam termangu tak berkedip saat membuka mata terlihat lah Fatih dengan tubuh polosnya di bawah pancuran shower yang membasahi tubuh nya.
"Sexyy sekali..." tanpa sadar bibir nakal nya berkata seperti itu, sedang Fatih yang mendengarnya langsung menyungging kan senyumnya.
Tak lama dia pun menghampiri sang istri yang masih menatap nya takjub.
"Maya.. apa kamu ingin mandi bersama.??" tawar Fatih.
"Tidak, a..ku a..ku.." Maya tak bisa berkata kata mulut nya terasa kelu karena bagaimana tidak.! Pria Tampan itu sudah ada tepat di hadapannya dengan batang perkasa yang ada didepan mata.
Glekk..
Glekk..
Maya menelan saliva nya berat berat dengan wajah super gugup nya.
"A..ku.. a..ku.. ingin keluar." dia sudah tak sanggup lagi, Maya pun bangkit dan berjalan ke arah luar.
Tapi tiba tiba saja.. Fatih langsung menarik tangan nya dan membawa dia bersama di bawah guyuran shower.
"Fatih.. apa yang kam.." Maya belum sempat menyelesaikan perkataan nya karena bibir itu sudah di sambar oleh nya.
Dengan sangat lembut Fatih mulai menciumi bibir Maya dengan begitu lihai, dia mengulum dan menyesap begitu dalam.. Setelah puas dia pun turun ke leher jenjang nya yang putih mulus itu dan meninggalkan banyak tanda di sana.
"Aahhh...." Tanpa terasa Maya mulai mendesah, dia sudah berada di atas awan hingga tak sanggup lagi untuk menolaknya.
Fatih yang melihat hal itu.. dengan sigap langsung membuka seluruh pakaian istri nya hingga mereka berdua kini sama sama polos.
Tak lama Fatih langsung Membaca doa di dalam hati, dan setelah nya..
"Aahh.." Renguhan terdengar bersama dari mulut pasangan suami istri itu.
"Fa..tih a..ku.." Maya terlihat ragu dan berusaha menyadarkan diri untuk menolak nya.
"Ssttt.. jangan takut sayang.. aku akan melakukannya sangat lembut." Bisik Fatih dengan suara parau nya.
Fatih pun dengan hati hati dan penuh kasih sayang mendapatkan hak nya' sekaligus melaksanakan kewajiban sebagai seorang suami yaitu memberikan 'Nafkah batin' yang sudah sekian lama tak pernah ia berikan pada sang istri.
"Terima kasih Maya.. sudah menjadi istriku seutuhnya." Fatih mencium kening maya.
**********
Dalam balutan selimut tebal..
Tampak dua sejoli yang terlihat sangat kelelahan setelah melakukan penyatuan cinta nya, mereka saling berpelukan tertidur pulas dengan tubuh polosnya.
Tit.. Tit.. Tiit.. terdengar Alarm berbunyi yang perlahan membuat Maya terbangun.
"Uahh.. jam berapa ini..? Aku sudah ada janji menemui pak Ahmad." Dia mematikan alarm dan beranjak dari tempat tidur.
Setelah nya dia pergi ke kamar mandi dan bersiap siap merapikan diri..
"Fatih.. bangun..!" Maya menepuk nepuk pipi fatih yang masih tertidur pulas.
__ADS_1
"Apa sayangg.." Fatih tersadar dan mulai mengucek ngucek matanya.
"Aku akan pergi menemui bosku, di restoran dekat kantor.." Ujar Maya yang sudah berpakaian rapi dan sedang terduduk memakai sepatunya di pinggir kasur.
"Aku akan mengantarmu." ucap Fatih yang sudah menghampiri Maya dan langsung menciumi bibir yang mulai menjadi Candu nya
"Fatih hentikan.. aku harus berangkat." sebal Maya sambil sedikit mendorong pria genit nya.
"Habis.. kamu benar benar membuat ku selalu Tergoda sayang." Ujar Fatih yang sudah Menoel hidung sang istri.
"Cihh.. gombal sekali." Cebik Maya
"Kalau begitu.. Tunggu aku bersiap siap." Pria itu baru saja bangkit dan berjalan ke arah kamar mandi.
"Aku sudah sembuh, pinjami aku mobilmu saja.." dia langsung mengambil kunci di atas nakas lalu bergegas pergi dan berlalu.
"Maya tunggu.! Handphone mu ketinggalan." kejar Fatih saat melihat barang istri nya tertinggal di atas Nakas tapi sayang.. sang wanita sudah hilang secepat kilat.
"Biar nanti akan kususul saja di restoran.." gumam Fatih.
***********
Maya sudah sampai di restoran..
Dia menatap sekeliling dan mencari keberadaan Sang bos tapi anehnya kenapa terlihat sepi sekali tak seperti biasa yang terlihat Ramai oleh pengunjung
"Maya sini..!" panggil Ahmad dari salah satu meja.
Sigap dia berjalan menghampiri pria yang memanggil nya dan langsung duduk bersebelahan.
"Apa client nya belum datang pak.? Terus kenapa di sini sepi sekali.." tanya Maya yang sangat keheranan.
"Tidak ada client hanya kita berdua.. dan aku sudah membooking nya spesial untuk kita." jelas Ahmad yang sudah tersenyum sumringah sekali.
"Maksud bapak..?" Maya terlihat bingung
"ini adalah acara khusus untuk aku dan kamu..." Ahmad langsung mengeluarkan kotak kecil berisi cincin dan tanpa permisi langsung memakaikannya di jari manis Maya
"Menikahlah dengan saya Maya.." pria itu langsung mencium lengan berisi cincin penuh dengan kelembutan sedang sang wanita masih terbengong tak percaya
"Maaf pak saya tid..." baru saja dia akan menolak Lamaran Sang bos tiba tiba saja suara bariton sudah memanggil lebih dulu, sebelum dia menyelesaikan perkataan nya.
"Mayaa.!!" Panggil Pria dengan wajah Kecewa nya.
"Fatiihh.." Maya sangat kaget melihat sang suami sudah berdiri di depan pintu restoran.
"Selamat Maya.! aku sudah melihat semuanya, kini tak perlu lagi menunggu waktu hingga tujuh hari karena aku sudah tau jawabannya.." wajah Fatih penuh dengan kekecewaan karena bagaimana bisa istri nya berubah haluan secepat ini padahal hubungan mereka baru saja membaik.
Dia pun langsung berbalik dan berjalan pergi tanpa mau mendengarkan penjelasan karena Fatih merasa bukti nya sudah ada di depan mata.
Dan sialnya lagi.. dari jauh Fatih menyaksikan hal yang tak terduga itu.
Brughh.. Maya langsung melepas paksa pelukan itu dan mengambil tas di atas meja untuk bersiap pergi.
"Tolong jangan seperti ini pak.." Maya sudah terlihat marah.
"Aku mencintai mu Maya.. sudah lama rasa itu ada di dalam hatiku." Ujar nya penuh pengharapan
"Aku mohon.. terima lah cintaku dan Menikah lah denganku." Wajah Ahmad sudah memelas di depan sang wanita.
"Maaf pak.. saya tidak bisa menerimanya, saya ini sudah bersuami." Dia langsung membuka cincin nya dan memberikan kembali pada Ahmad.
lalu langsung berlari mengejar Fatih yang pasti sangat kecewa pada diri nya.
Namun..
Semua sudah sia sia, pria tampan itu sudah memilih pergi meninggalkan sang istri dengan kesakitan di hati nya.
Di dalam apartemen pun sudah tampak bersih tak bersisa bahkan sudah tidak ada pakaian fatih satu pun.
Dia hanya menanggalkan dua buku nikah di atas nakas, pertanda Kebebasan bagi diri nya.
"Fatiihhh..." maya merosot kebawah sambil memegang dadanya yang terasa sakit sekali.
*********
Malam hari di Rumah ibu..
"Assalamualaikum.." pria itu sudah kembali pada tempat persinggahan bersama orang tua nya.
"waalaikum salam.. kamu sudah pulang nak." tanya ibu yang melihat putra nya itu sangat kusut sekali wajah nya.
"iya bu.. Fatih ke kamar dulu ya." Dia langsung mendorong koper nya masuk ke dalam.
"Baik nak.." sang ibu tak ingin banyak bertanya lagi karena ingin memberikan waktu untuk anak nya menenangkan diri.
Di dalam kamar.. Fatih langsung merebahkan diri di atas kasur dan menatap langit langit dengan pikiran yang entah kemana.
kriing.. Kriing.. Handphone terdengar berbunyi tapi tak ia hiraukan sama sekali.
"Hufftt.. Aku ikhlas melepasnya ya Allah, semoga Maya bisa berbahagia di sana." gumam Fatih
Tak lama dia beranjak bangun ke kamar mandi dan melakukan rutinitas nya yaitu untuk berwudhu, menunaikan sholat dan membaca Al Quran.
Tokk..
__ADS_1
Tokk..
"Nak kamu gak makan.?" panggil ibu dari luar.
"Gak bu.. Fatih masih kenyang." Jawab Fatih yang baru saja menyelesaikan mengaji nya.
"Baik nak." Singkat ibu
Setelah nya dia menutup mushaf dan kembali berbaring di atas tempat tidur..
Dia terlihat sibuk dengan pikiran nya hingga perlahan lahan mata nya mulai terpejam menggapai mimpi.
Kini waktu sudah menunjukkan tengah malam terasa Angin berhembus kencang berbarengan dengan hujan deras yang terdengar dari luar.
"Sshh.. dingin sekali." Tubuh itu menggigil kedinginan sambil meringkuk memeluk kakinya.
Lalu tak lama..
Dia merasakan ada sentuhan Hangat pada pipinya, perlahan Fatih pun mulai mengerjap dan membuka matanya.
"Mayaaa..." Fatih langsung tersenyum melihat wajah sang istri ada di hadapan nya.
Dia benar benar bahagia bisa menatap wajah cantik itu lagi walau pun hanya dalam khayalan nya..
"Ya Allah.. kenapa mimpi ini terasa begitu nyata sekali." Fatih terus menatapnya tanpa henti bahkan tak berkedip sama sekali, lalu tak lama Maya mencium bibir Fatih dengan begitu lembut penuh kasih sayang.
"indahh sekali.." gumam Fatih yang sudah memejamkan mata menikmati sentuhan memabukkan itu.
Tapi tiba tiba Fatih terlonjak kaget mendengar bariton suara memanggil nya..
"Sayaanngg.." Maya berbisik tepat di telinga sang suami.
"Arghh..!" Seketika dia langsung berteriak dan ketakutan.
"Ka..mu.. bisa bicara.??" Fatih langsung membuka mata lebar lebar dan mengucek nguceknya.
"Tentu saja sayang.." Maya mengangguk dan sudah tersenyum geli melihat tingkah suami tampan nya ini.
"ini.. ini.. benar benar kamu yang asli..?" Fatih menatap dalam dalam mata Maya dan menangkup kedua pipi nya
"iya.. sayang." Angguk nya.
"Tapi.. untuk apa kamu ke sini.! bukankah kamu akan Menikahi Bos Kaya Ray..." Fatih baru saja akan meluapkan amarah nya tapi Maya langsung membungkam mulut nya dengan kedua tangan.
"Maya kamu ehhmpp.." dia benar benar tak membiarkan Fatih bicara lagi karena Maya langsung mencium bahkan ******* habis bibirnya
"Aku Mencintaimu Fatih Al Malik.." ucap Maya di sela pagutan nya.
Setelah mengatakan itu Maya langsung membuka seluruh bajunya satu persatu hingga tanpa sehelai benang pun..
"Aku Milikmu dan Selamanya akan tetap menjadi Milikmu." tanpa basa basi lagi dia langsung menyerang kembali bibir Fatih.
"Ehmmpp.." Fatih sudah tak bisa berkata kata lagi, Rasanya ada ribuan kupu kupu sedang mengelilingi Hati nya, dia benar benar merasa bahagia.
"Alhamdulillah.. Terima kasih Maya akhir nya kamu bisa menerima Cintaku." tanpa menunggu lagi Fatih pun langsung mencumbui sang istri tanpa ada satupun yang terlewat dan tak lupa membaca doa
"Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa.”
Lalu fatih pun melaksanakan ibadah bersama sang istri dalam balutan ikatan Pernikahan Yang Suci.
Setelahnya..
Fatih terus saja mengusap usap sayang.. wajah istri nya yang tampak kelelahan itu.
"Maya.. Aku Mencintaimu." bisik Fatih
"Fatih.. Aku juga Mencintaimu." balas Maya di tengah deru nafas nya yang masih bergemuruh.
"Sayang.. bagaimana bisa, tiba tiba saja kamu berada di sini.??" Tanya Fatih yang sudah di buat Shock atas kedatangan sang istri yang sangat mendadak.
"Aku langsung memesan tiket penerbangan setelah tahu kamu pergi meninggalkan ku di apartemen.." jelas Maya
"Tapi apa yang ku lihat tadi kalia.." lagi lagi Fatih tak bisa meneruskan perkataan nya.
"Ssttt.. kamu salah sangka, pak Ahmad memang melamar ku tapi aku jelas jelas Menolak nya." Jari itu sudah menutup bibir Fatih agar tak berprasangka buruk pada nya.
"Tapi benarkah kamu tak pernah ada rasa dengan nya..?" Selidik Fatih dengan wajah cemburu nya.
"Tentu tidak.."
"Tapi aku tak percaya.." ujar Fatih sambil menyilangkan tangan di dada, dia seperti anak kecil yang sedang merajuk.
"Bagaimana lagi cara nya membuat mu percaya, bukankah aku sudah jauh jauh datang ke sini untuk menyusul mu..??" Tanya Maya
"Aku akan mempercayai mu kalau kita melakukan satu kali lagi seperti tadi.." Fatih sudah menaik turunkan alis nya menggoda sang Maya.
"Fatihh..!!" Sebal Maya
"Bukankah sekarang kita harus Giat melakukanya." genit Fatih yang sudah mengedipkan sebelah mata nya.
"Aish.. kamu ini mas."
Dan akhir nya..
Karena bujuk Rayu Sang suami yang semangat dan gencar sekali, Mereka pun kembali Meneguk Manis nya Keberkahan ibadah bersama..
__ADS_1