DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ

DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ
Anniversary


__ADS_3

"Wwooww..!!"


maya langsung menghampiri motor dan mengusap ngusap nya lembut.


"ini seperti motor mu mas.! motor mu kembali mas.!!" teriak maya girang.


"Alhamdulillah sayang.."


"Nak bisa tolong bantu ibu sebentar.!" panggil ibu.


"baik Bu." fatih pun langsung beranjak pergi menghampiri ibu di dalam.


Sedang maya masih asyik sibuk menatap bahkan mengelus ngelus motor itu tanpa henti hingga tanpa sadar dia sudah bertengger di atas nya


"Tidak.. Tidak bisa.. Tidak bisa ku biarkan ini.. Aku harus harus Mencoba nya." maya terus bermonolog sambil menggelengkan kepala, dia betul betul tidak bisa menahan diri.


"wah.! kebetulan sekali ada kuncinya." melihat hal itu maya tidak menyia nyiakan nya, dia langsung menstater motor nya dan..


Bbrruumm.. bbrrruumm..


"Sayang.. seperti nya kita harus berkenalan dulu." ucap maya sambil menepuk nepuk motor nya setelah itu Tanpa ragu langsung menancapkan gas nya..


Nggeeennggg.. Nggeenngg...


"Aaahh.!! Bebasss.!!"


"Haha.. welcome to my life.!" Teriak maya puas, dia pun berjalan berkeliling jalan raya.


Dari dalam, fatih yang mendengar suara motor menggema dirinya sudah merasa curiga dia pun langsung berlari keluar dan benar saja perkiraan nya...


kucing liar nya sudah Lepass landas berkelana dengan kuda besi nya.


"Dasar Kucing Nakal.! Tunggu hukuman mu.!" geram fatih


Setelah tiga puluh menit berlalu..


"Haha.. Ye.! Asyik ! Asyik.!" maya masuk ke perkarangan rumah dengan tawa bahagia nya Namun hal itu tak berlangsung lama karena sesosok manusia di hadapan nya sudah bersiap menerkam nya.


"Sudah Puas.!!" ucap fatih dengan wajah seram nya


"Sud..ah." maya langsung turun dari motor dengan gugup


"Berikan aku kunci nya.!" tegas nya


"ini mas.." maya menyerahkan nya dengan takut dan gemetar


"Siapa yang mengijinkan mu.!"


"Ma..af aku hanya.."


"Maya.!! Apa kamu tidak bis.." fatih sudah bersiap menyemburkan lahar panas nya yang menggunung


namun maya tak kehabisan akal, dia dengan sigap mengeluarkan jurus peluluh hati Andalan nya.


"Mass.. bagaimana kalau sekarang kita lanjutkan yang tadi tertunda." bisik maya sambil menggigit bibir nya sensual.


"Tidak.! Tidak.! Aku ingin memarahi mu.!" fatih menggeleng geleng kan kepala dan teguh pendirian


"Kalau kita pakai jurus baru bagaimana.?"


"No.. No..!" tolak fatih mentah mentah


"Cepat berikan tangan mu.! aku akan menghukum mu.!" perintah fatih


"Tunggu.! Tunggu.!" cegah maya


"Aku punya 5 koleksi terbaru pakaian dinas bagaimana..?" ucap maya sambil mengedipkan mata nya sedang fatih langsung melebarkan mata


"Mass.. pasti suka.!" goda maya


"Ahh.. yang benar sayang." fatih langsung berubah haluan bahkan wajah nya menjadi senyum sumringah.


"iya.." maya sigap mengangguk


"kalau begitu ayo cepat.! aku ingin melihat kamu memakai nya." fatih langsung menarik maya ke dalam kamar


"Yes.! Yes.! berhasil.!" girang maya dalam hati


Dan Sekali lagi cara jitu maya membuat fatih melupakan lahar panas nya malah berbalik menyemburkan lahar dingin nya.


Siang hari di rumah mewah nya..


Terlihat maya sudah berpakaian rapi lengkap dengan tas di pundak nya, dia berjalan menghampiri sang ibu yang tengah memasak.


"Ibu.. temani aku yuk." tanya maya yang langsung bergelayut manja


"kemana nak."


"Ke pasar.."


"Ada yang ingin kamu beli.?"


"Iya bu."


"baiklah sebentar ya nak." ibu langsung mematikan kompor dan pergi ke kamar mengambil dompet nya.


"Sudah bu."


"Ayo nak." maya dan ibu pun pergi ke garasi rumah secara bersamaan.


"ibu kita naik motor atau mobil saja ya."


"Jangan.! Jangan.!" tolak ibu dengan sigap


"Lalu..?? kita kan jauh dari angkot bu." tanya maya


"Kalau begitu pesan taksi online saja ya nak biar Aman, Tentram, Damai dan Selamat Sentosa."


"ciihh.. ibu ini sudah sama seperti mas fatih saja.!" sebal maya


"Haha.. maaf ya nak, sudah ayo kita pergi saja." mereka pun keluar pintu gerbang dan menunggu kendaraan nya datang.


Tak lama mobil berwarna hitam pun datang menghampiri.

__ADS_1


"Dengan mba maya." ucap sang sopir


"Iya pak."


"mari silahkan mba."


maya dan ibu masuk ke dalam mobil dan sang supir pun segera melajukan kendaraan nya dengan aman, tentram, damai dan selamat sentosa sesuai keinginan sang ibu.


"tunggu sini ya pak." pinta maya saat sudah sampai tujuan.


"baik mba." jawab supir


"Ayo bu."


"baik nak."


maya dan ibu pun pergi berlalu dan beranjak masuk ke dalam pasar.


"kamu ingin beli apa nak."


"Sebelah sana bu." maya membawa ibu ke salah satu pedagang tujuan nya.


"Bang aku mau ikan nya."


"berapa kilo neng." tanya pedagang


"ohh kamu mau ibu masak ikan nak." pikir ibu


"20 kilo bang yang Hidup."


"Lho.! Tidak salah, banyak sekali nak."


"tidak bu."


"memang ada acara besar nak." tanya ibu


"iya bu."


"Ini neng sudah."


"ini uang nya pak, sekalian Tolong bawa ikan ini ke mobil hitam di depan ya."


"baik neng."


"Terima kasih ya bang."


"ayo bu.." maya dan ibu pun kembali ke parkiran tempat mobil menunggu.


"Ibu tunggu sini ya."


"kamu mau kemana lagi nak."


"Aku ingin beli peralatan perang bu."


"Perang apa nak."


"perang melawan kompeni fatih." ucap maya sambil terkekeh


"kamu ini ada ada saja."


"Kamu sudah selesai nak."


"Sudah bu."


"Ayo pak jalan."


"baik mba." mereka pun segera beranjak meninggalkan pasar dan kembali pulang ke rumah.


Di ruang tamu yang tampak besar, Luas dan lengkap dengan elektronik canggih nya


Di sini lah sekarang tempat persinggahan baru mereka bersenda gurau menghangatkan hari.


"Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam.. mas sudah pulang kerja."


"hufftt.. iya sayang."


"Sini aku pijat, Pasti mas lelah.." maya menghampiri fatih yang duduk di sofa lalu memijat kedua pundak nya.


"Pengertian sekali istri mas.."


"bagaimana mas apa enak pijatan ku."


"iya enak.."


"mas apa mau aku ambilkan minuman jahe untuk menghangatkan badan."


"boleh sayang.."


"Sebentar ya mas." maya pun langsung sigap beranjak ke dapur.


"Ini mas.." maya kembali membawa nampan yang berisi minuman dan beberapa cemilan.


Sluurrpp.. fatih pun langsung menghabiskan minuman nya.


"Sekarang coba kue buatan ku Aaa.."


"bagaimana rasa nya.?"


"Ehmm.. benar benar enak."


"Sekarang mas mandi dulu sana sudah aku siapkan air hangat." ucap maya penuh senyum dan kelembutan.


"Terima kasih sayang." fatih beranjak bangun hendak ke kamar mandi tapi ia urungkan.


"Tunggu.!" fatih menoleh merasa ada yang aneh


"Apa mas.."


"biar ku periksa." fatih membolak balikan tangan di kening maya.


"tidak panas.." pikir fatih

__ADS_1


"tentu aku baik baik saja mas.."


"Tapi tumben sekali kucing liar ku ini bersikap manis sekali." gumam fatih bingung


"Kamu sedang tidak membuat ulah kan.?"


"tidak mas.."


"tidak salah makan kan.?"


"Tidak.!"


"Atau menyembunyikan sesuatu.?"


"Aiisshh..!!" maya sudah kehabisan kesabaran.


Brughh..


"Auw.! Auw.!" maya pun langsung menginjak kaki fatih.


"Sana pergi mandi sebelum ku hantamkan gigi taring ku ini." ancam maya


"iya sayang baik.! baik.!" fatih langsung lari beranjak menghindar amukan sang istri


Di sofa besar nya kini fatih tampak sudah segar dan wangi dengan baju rumahan nya.


"Mas.. ayo kita bermain."


"Tidak sayang.."


"Ayo.! Ayolah mas." maya mengoyak ngoyakan badan fatih


"Huft.. iya baiklah sayang."


"memang main apa..?" tanya fatih


maya langsung menutup mata fatih dengan kain lalu membawa nya pergi.


"Sayang kamu membawa ku kemana.?"


"Kenapa menutup mata ku.?"


"Sstt.. diam mas Sebentar lagi."


Setelah sampai di samping rumah maya pun langsung membuka penutup mata fatih


"Jereng.! Jeng.! Jeng.!." teriak maya heboh


"Masya Allah.." fatih kaget dan menatap takjub taman rumah yang sudah di sulap menjadi sedemikian cantik dengan tirai warna emas yang menjuntai dan balon hati yang menghiasi.


"Ibu Sekarang.!!!" pinta maya.


"baik nak.."


dan tak lama terdengar suara menggema di udara.


Duarr..! Duuar.! Duarr.! Duarr.! kembang api pun langsung terlihat menambah keindahan di sekitar


"Ye.! Prok.! Prok.! Prok.!" maya pun bersorak ramai dan langsung menghambur memeluk fatih.


"Happy anniversary mas.." ucap maya sambil mencium bibir fatih hangat.


"Terima kasih sayang."


"Ternyata kamu ingat hari itu.."


"Tentu mas.."


"Aku mencintai mu mas.."


"Aku juga lebih mencintai mu sayang." ucap fatih dengan tatapan sendu nya


"Semoga kita bisa merayakan ini setiap tahun nya bersama sama sampai menua nanti mas." maya membelai sayang pipi fatih dan bersiap mencium bibir ranum nya.


"Ehem.. ehem.. jangan lupa masih ada ibu di sini nak." tiba tiba ibu datang menghampiri


"haha.." mereka pun tertawa saling menatap.


"ini nak." ibu menyerahkan kotak besar berbentuk persegi panjang pada fatih


"Apa ini bu.."


"hadiah untuk mu mas.."


"Terima kasih sayang."


"Ayo.! buka mas.!"


"iya baiklah."


Srett.. Srett.. fatih mulai membuka hadiah nya dan langsung menyerengit menatap isi nya.


"Hhaa... pancingan.?" tanya fatih bingung


"iya mas."


"Untuk.."


"Memancing mas."


"maksud mu.???" fatih mulai bingung


"Tarraa.!!! lihat lah mas.!" maya menunjukan kolam renang yang sudah beralih fungsi.


Isi nya di penuhi oleh banyak ikan ikan besar dengan berbagai jenis.


maya benar benar menyulap nya bak pemancingan umum yang ada di luar sana


"Aku ingin kamu memancing ikan ikan di sana mas." ucap maya dengan cengar cengir nya


"Yaa Salamm..." fatih menepuk jidat nya sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


Tanpa mereka sadari dari kejauhan nampak sebuah mobil mewah tengah terparkir di sebrang rumah dengan tatapan Nyalang nya menatap kemesraan di hadapan nya.

__ADS_1


"Haha.. Ternyata si kere.! sudah berubah jadi angsa emas.!!" dengan tawa smirk nya


"Nikmatin kebahagiaan Lo sekarang, Sebelum gua hancurkan berkeping keping.!!"


__ADS_2