
Maya dan Fatih lelap berdampingan dan terkulai lemas setelah menghabiskan malam panjang nya bersama..
"Subhanallah.. Cantiknya." Fatih mulai sadar dari tidurnya dan langsung terlihat wajah cantik Maya di depannya' dia langsung mengusap lembut pipi nya.
Dia tak pernah menyangka setelah penantian panjang nya, akhir nya Gunung Es di Hati Maya mencair.. Bahkan sang istri sendirilah yang datang Menyatakan Cinta dan Menyerahkan Diri padanya.
Sedang Maya yang merasakan ada sentuhan, mata nya perlahan mulai mengerjap perlahan..
"Uuahh Fatihh..." Maya pun terbangun dari tidur nya dan melihat Fatih yang sedang menatap teduh ke arah nya
"Terima kasih, untuk malam indah yang kamu berikan padaku Maya.." dengan sang lembut, Fatih langsung mencium bibir istri nya sekilas.
"Terima kasih juga, sudah mau bersabar menunggu ku Fatih."
"Sama sama Maya.. Lalu bagaimana dengan pekerjaan mu disana..?" tanya Fatih tiba tiba, karena sudah pasti pekerjaan Maya terganggu dengan kembali ke sini.
"Aku sudah mengundurkan diri.." singkatnya.
"Apa kamu tidak akan menyesal meninggalkan Karier mu di sana..?" Fatih tak mau jadi penghalang untuk masa depan istri nya
"Aku akan lebih menyesal kalau sampai Kehilangan mu.." Ujar Maya penuh kesungguhan, sedang Fatih yang mendengar nya langsung tersenyum sumringah karena sang istri rela kehilangan semua hanya untuk kembali pada nya.
"Tapi Fatih.. A-pa bi..sa kamu berhenti mengajar di pesantren." ucap Maya dengan sedikit ragu
"Memang kenapa sayang..?"
"Aku tidak rela kamu berdekatan dengan Hanna dan santriwati centil disana.." kesalnya dengan wajah cemberut.
"Jadi.. apa kamu sedang Cemburu.?" goda fatih.
"tidak.!" ketus Maya dan itulah Rumus Andalan wanita : kata Tidak \= Iya
"Kalau bukan cemburu lalu apa namanya..?"
"Sudahlah kalau tak mau.." Sambil mengerucut kan bibir Maya langsung beranjak dari tempat tidur.
Tapi Fatih tak membiarkan wanita nya itu merajuk.. dengan sigap dia menarik tangan sang istri hingga terjatuh tepat di atas tubuh nya.
"Baiklah Sayang.. Aku akan berhenti mengajar disana tapi sebelum nya, manjakan aku dulu.." genit Fatih
"Aishh.. kamu ini.!"
**********
Di meja makan..
ibu terlihat baru saja selesai menata makanan nya dan berjalan ke arah kamar Fatih.
Tokk..!
Tokk..!
"Nak.. ayo sarapan dulu." panggil ibu
"baik bu.." jawab Fatih dan Maya, mereka pun keluar dari kamar dan berbarengan menuju ruang makan
"Maaf ya bu.. hari ini Maya gak bantu ibu memasak." Sesal Maya yang bangun kesiangan karena ulah suami nya.
"Iya.. Tidak apa apa nak' kamu kan Lelah baru saja datang, apalagi semalaman di serang nyamuk Nakal sampai Leher mu itu totol totol begitu." Goda ibu sambil tersenyum senyum.
Mendengar itu.. Maya langsung melihat lehernya dan setelahnya dia kaget bukan maen..
"Argh.!" teriak nya saat melihat ukiran merah hampir di semua leher jenjang nya.
__ADS_1
"Fatihh.. Apa ini..??" Tanya nya dengan wajah kesal.
"Maaf sayang.. aku tidak bisa menahan nya." Fatih hanya mengeluarkan jurus Cengir Kuda nya.
Settt.. Maya pun langsung mencubit paha Fatih dengan gemas.
"Aauww.. sakit sayang.!" rintih
"Sudah.. sudah.. kalian kenapa jadi ribut begini, ibu malah senang melihat kalian bisa bersatu kembali dan dalam rumah tangga itu kalian harus saling percaya dan jujur satu sama lain, lalu cepet berikan cucu yang banyak pada ibu." Nasihat ibu.
"insya Allah doakan ya bu." jawab Maya
"baik bu, fatih akan tempur tiap hari bahkan 3x sehari kalau perlu agar ibu cepet gendong cucu.." Fatih terlihat bersemangat sekali sedang mata Maya sudah melotot lebar mendengar ocehan suami nya.
***********
Beberapa saat kemudian..
Dua sejoli yang baru saja bersatu ini, memulai aktifitas pagi nya di teras depan rumah nya.
Fatih sibuk dengan laptop nya sedang Maya tengah menyapu halaman..
Wanita Cantik yang biasa berpakaian Sexy dan jagoan di Arena Balap ini.. kini hanya tampak menggunakan daster panjang, wajah Polos tanpa make up dan Sapu lidi di tangannya.
Subhanallah.. Maya yang sederhana seperti ini terlihat sangat sexy sekali dimata Fatih karena dia rela meninggalkan semua yang dimiliki hanya untuk mengabdi padanya.
"Maya.. aku sangat mencintaimu." Fatih beranjak dari duduk dan langsung memeluk istri nya dari belakang.
"aku juga Fatih.." Maya smencium pipi Fatih sekilas.
"Sayang.. mulai sekarang, bisakah tolong panggil aku mas..?" pinta Fatih
"Ehm.. baiklah.. Mas Fatih." Patuh Maya
"Oya Sayang.. hari ini temani aku pergi belanja ya." Pinta Fatih.
"baiklah mas.."
"Kalau begitu aku bersiap siap dulu setelah ini kamu juga bersiap siap ya."
Maya langsung mengangguk dan Fatih pun pergi berlalu masuk ke dalam rumah.
********
Gamis panjang coklat muda dengan jilbab pashmina yang senada, Maya terlihat anggun walau dengan pakaian sederhananya..
Begitupun Fatih dia hanya kemeja biru soft dan celana bahannya tapi tetap terlihat tampan.
"Mas apa boleh kita naik motor saja perginya." pinta maya.
"baiklah sayang kalau itu yang kamu mau." fatih pun mengambil kunci dan mulai menyalakan mesinnya, maya pun naik dengan duduk menyamping setelahnya mereka pergi melaju.
"Mas akhirnya aku bisa berboncengan dengan orang yang aku cintai." maya tersenyum bahagia.
"memang selama ini tidak ada yang memboncengimu." tanya fatih
"selama ini hidupku sendiri mas, hanya motor kesayanganku yang setia bersamaku." ucap maya menahan nangis, sedang fatih memegang lalu mencium tangan maya yang melingkar di pinggangnya.
"jangan bersedih sayang Sekarang kamu tidak akan sendiri lagi, ada mas yang akan selalu menemanimu." hibur fatih.
"terima kasih mas."
Setelah 40menit perjalanan merekapun sampai di salah satu mall pusat perbelanjaan.
__ADS_1
"mas memang kita mau beli apa.?"
"kebutuhan kita sayang." fatih langsung menuju salah satu toko perhiasan.
"mba aku mau ambil pesananku tempo hari.?" pinta fatih pada salah satu karyawan.
"ini mas pesanannya." karyawan memberikan cincin emas putih dengan butiran mutiara kecil mengelilinginya.
"terima kasih mbak." setelah itu fatihpun langsung memberikan cincin itu pada maya.
"Sayang ini untuk kamu,cincin ini dibuat khusus dan spesial sesuai dengan pemiliknya yang khusus dan spesial buat mas." fatih memasukan cincinnya di jari manis maya.
"Terima kasih banyak mas." maya terharu dan menitikan air mata.
"jangan menangis sayang, mulai hari ini mas hanya ingin melihat senyum di wajahmu." fatih mengusap air mata maya.
"Ayok sayang sekarang kita ketempat spesial lainnya." fatihpun menarik tangan maya lalu berpindah ke toko lainnya, namun maya menyerengitkan keningnya saat yang didatangi adalah toko pakaian lingerie.
"mas kenapa kesini." tanya maya
"Aku akan memberikan pakaian dinas untukmu sayang." sontak maya langsung mencubit pinggang suaminya
"mba saya mau lingerie yang merah ini, hitam ini sama yang putih ini dan sama model yang disana satu." pinta fatih.
"mas kenapa banyak sekali."
"jelas sayang karena kita akan melakukanya setiap malam, jadi satu baju untuk satu malam." Fatih mengedipkan matanya.
"Ya Allah kenapa kamu jadi mesum seperti ini mas." kesal maya
"kalau aku gak mesum seperti ini bagaimana fatih junior akan ada, apa kamu lupa kalau ibu sudah menagih cucu pada kita." maya hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat sisi lain fatih yang semangat sekali dengan urusan Ranjang.
"Sudah.. Ayok sekarang kita ke belanja yang lain." ucap fatih.
"kemana lagi mas."
"mencarikan baju panjang dan gamis untuk kamu may, hitung hitung mas ganti baju baju mini kamu yang pernah mas bakar hehe." fatih masuk kedalam toko muslimah.
"ada yang kamu suka may?"
"kamu saja mas yang pilih, apapun pilihanmu pasti aku suka." fatih pun memilih 5 gamis lengkap dengan jilbabnya dan segera membayarnya.
"apa kamu lelah may."
"iya mas sebaiknya istirahat dulu, aku ingin makan ramen."
"Baiklah ayok." fatih menggandeng istrinya lalu makan direstoran cepat saji.
"Aku ke toilet sebentar ya." fatih beranjak pergi.
"baik mas." tanpa disadari dari jauh ada pria yang memperhatikan maya dan tak lama sang pria pun menghampirinya.
"Apa kabarnya may.??"
"Dimmaass.!" maya kaget melihatnya.
"Wiihhh, melihat lo tertutup seperti ini semakin membuat gua Jatuh Cinta may." ucap dimas dengan senyum licik di wajahnya.
"Berhentilah dimas, banyak wanita lain diluar sana yang lebih baik dan Cantik."
"Tapi Gua mau nya lo." dimas mengelus pipi maya lembut.
"Hentikan.!! Jangan sentuh istri saya.!"
__ADS_1