DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ

DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ
Keras Kepala


__ADS_3

Malam hari..


Maya terlihat sudah duduk termenung di depan teras rumah nya, sambil menatap hamparan bintang bintang di langit.


Dan Hal inilah yang selalu dia lakukan ketika pikiran nya tengah di landa kekalutan.


"Ujian terus saja menghampiri kehidupan ku silih berganti tanpa henti, tapi aku ikhlas Ya Allah.. jika memang itu jalan untuk penggugur Dosaku di masa lalu." gumam Maya dengan senyum teduh nya.


"Tapi.. aku hari tetap menerima tantangan dimas, karena itu adalah satu satunya cara untuk mengakhiri kegilaan nya." ternyata perihal mantan pacarnya lah yang menjadi pikiran nya sekarang. Dan seperti nya sampai kapan pun Dimas memang takkan membiarkan Maya hidup tenang.


Tak lama terdengar suara getar dari ponsel Maya, Biipp.. Biipp.. dia pun segera membuka nya.


"Minggu ini, gua tunggu di arena balap tempat biasa." itu lah isi pesan yang Dimas kirim untuk nya.


"Huuffttt.. aku ingin sekali melawan dan mengalahkan nya' tapi sebelum itu semua, aku harus menghadapi amukan si harimau benggala di rumah ini lebih dulu."


Setelah puas dengan pikiran nya, Maya pun bangun dengan tubuh tergopoh lemas dan berjalan menuju kamar yang sekarang sudah sangat menakutkan bagi nya


Kreekk.. Kreekk.. pintu mulai terbuka perlahan, dan kepala Maya sigap celingukan ke sana kemari mencari sosok yang tengah ia Hindari.


"Huufftt syukurlah.. harimau nya sudah tidur." melihat itu tentu saja Maya sudah merasa lega. Dia pun mulai mengendap ngendap sambil berjalan jinjit masuk ke dalam kamar nya tanpa bersuara sama sekali.


"Yess.. malam ini aku aman." baru saja Maya terbaring di atas kasur sambil memeluk selimut nya.


Sreekk.. tiba tiba saja wajah Menakutkan sang suami sudah berada tepat di depan mata nya tanpa jarak.


"Astaghfirullah..!" Maya sudah terkaget, bahkan tercekat melihat nya.


"Apa kamu kira, bisa lepas begitu saja dari ku kucing liar.!" marah Fatih yang sudah menatap tajam mata istri nya.


"ti..ti-dak ma.ss.!" kalau sudah begini Maya hanya bisa menunduk dan perlahan menjauh, dengan suara terbata nya.


"Maya, jadi sekarang kamu sudah berani sekali membantah suami mu."


"Bu..bu..kan be-gitu mas." tangan Maya seketika gemetar melihat amarah suami nya, padahal biasa nya pria itu sangat memperlakukan nya sangat lembut.


"Bukan begitu bagaimana, Lalu tadi itu apa Maya..??"


"A..ku a-ku ha..nya.." kepala Maya langsung berpikir dan segera mencari cari jawaban yang tepat untuk diberikan suami nya itu


"Bagaimana bisa, kamu mempertaruhkan Cintaku hanya untuk pertandingan Konyol kalian itu.!" amarah Fatih yang kini sudah meluap luap


"ma..ss.. tolong dengarkan aku, ini semua untuk kebaikan kita." dengan hati hati, Maya mencoba menjelaskan sambil memegang tangan Fatih tapi langsung di tepis oleh nya.


"Stop Maya, tak ada kebaikan sedikit pun di sini. Malah kamu tidak pernah memikirkan aku dan anak kita.!"


"Ma..af..kan aku mass, ta..pi ini harus aku lakukan, hanya ini cara kita untuk bisa melepaskan diri dari dimas." entah bagaimana lagi cara Maya, untuk bisa membujuk dan merayu suami nya ini.


"Tapi, aku lebih Rela dia mengganggu kita dari pada harus membahayakan keselamatan kamu dan Anak kita.!" Fatih sudah kecewa dan tak habis pikir dengan pemikiran istri nya. Apa dia tidak tahu betapa takut diri nya kalau sampai Maya benar benar melakukan pertandingan gila itu.


"Percaya lah padaku mas.. Insya Allah aku akan baik baik saja dan bagaimana pun, minggu ini aku akan turun ke arena." dengan sangat mantap dan tegas Maya mengatakan itu. Dia sudah mengambil keputusan nya.


"GIILLAA, kamu Maya.!" teriak Fatih yang sudah menggema, dan tak lama BRUGGHH..!! dia keluar kamar sambil membanting pintu dengan keras dan pergi berlalu begitu saja


#####


Di depan teras rumah, pria tampan itu sudah terduduk sambil memijat kening nya yang terasa sakit berdenyut sekali. Dan itu semua karena ulah sang istri.


"Ya Allah runtuhkan lah keras hati yang maya miliki." kini hanya untaian doa yang bisa Fatih lakukan untuk mengubah sifat istri nya itu.


"Dan beri aku jalan untuk bisa mencegah Maya melakukan hal nekat itu."


"Huufftt.." Helaan nafas panjang sudah terdengar, dia benar benar khawatir dengan keadaan Maya terlebih lagi dengan perutnya yang mulai membesar.


Kini..


Di dalam kamar pun hanya ada kehampaan, maya tidur seorang diri tanpa ada sang suami menemani bahkan hingga fajar menjelang. Fatih masih betah dan memilih berada di sofa ruang tamu dari pada kasur empuk bersama istri nya.


"Uuaah.." perlahan mata Maya mulai mengerjap dan menggeliat untuk bangun. Tapi saat ia menoleh ke samping, tampak hanya ada guling yang tersisa


"Ternyata harimau itu benar benar marah besar pada ku.." gumam Maya dengan lirih nya.


Dan Ceklekk.. pintu terbuka, dan terlihat Fatih sudah segar dengan rambut basah. Ternyata pria itu sampai melaksanakan mandi nya di kamar mandi luar.


"Sebentar ya mas, aku siapkan pakaian mu."


"Tidak perlu..!" ketus nya.


"ooh baiklah mas."


"kalau begitu aku siapkan sarapan saja untuk mu mas."

__ADS_1


"Tidak, terima kasih.!" tolak Fatih dengan mentah mentah.


"Mas sudah donk, jangan marah lagi." Maya berjalan menghampiri dan langsung sigap memeluk tubuh tegap itu dari belakang, tapi Fatih menepis nya. Dia tak memberikan sedikit pun kesempatan pada Maya untuk membujuk nya.


"hufftt baiklah kalau memang itu yang mas inginkan." pasrah nya


Akhir nya, Maya pergi keluar kamar dengan lesu lalu malah duduk termenung di halaman rumah nya.


"Loh nak pagi buta seperti ini qo sudah bengong di luar seperti ini." tanya ibu, yang terlihat baru saja datang dari luar rumah nya.


"tidak apa apa ibu, maya hanya ingin menghirup udara pagi." kilah maya


"Ada apa nak sebenar nya." ibu memeluk maya yang tengah menekuk wajah nya.


"Apa ibu percaya pada ku."


"iya nak ibu percaya."


"kalau begitu kenapa mas fatih tidak bisa mempercayai ku." tanya maya.


"Nak menyatukan dua pikiran menjadi satu itu sangat sulit, apalagi ketika tidak ada yang mau mengalah karena itulah kita perlu melandaskan nya dengan Keimanan untuk bisa mempertahankan nya." nasihat ibu


"terima kasih bu." maya membalas pelukan sang ibu


###


Beberapa saat berlalu


Kini fatih sudah berangkat, ibu pun pergi ke pasar dan tinggalah Maya seorang diri di rumah.


meongg.. meongg.. meongg.. Terdengar suara kucing, maya yang sedang duduk di kolam depan rumah nya pun mencari sumber suara.


"kenapa dengan kucing itu." maya berjalan menghampiri.


"kasihan seperti nya kucing itu terjebak." maya melihat kucing yang tidak bisa bergerak di atas pohon.


"Sebaik nya aku tolong." maya langsung mengambil tangga yang tidak jauh dari sana lalu mulai naik untuk menolong.


"Ye berhasil." maya menggendong kucing itu lalu menuruni tangga.


namun karena keadaan tangga yang basah sehabis terkena hujan membuat nya licin saat di gunakan.


Lalu tak lama terdengar hantaman.


Brughh..


"aduuhh.!" maya jatuh terduduk sambil merintih menahan sakit sedangkan kucing sudah berlalu pergi.


Serr.. keluar sedikit darah dari sela kaki nya.


"Astaghfirullah, bagaimana ini." maya berusaha bangkit sambil memegangi perut yang sakit lalu berjalan tertatih menuju kamar mandi.


"Apa aku harus menghubungi mas fatih atau ibu.?." ucap maya ragu.


"Tidak tidak."


"Mas fatih dan ibu tidak boleh tau, aku tidak ingin membuat mereka khawatir." maya membersihkan seluruh badannya lalu menyembunyikan pakaian yang terkena darah di bawah kasur.


"Syukurlah darah nya sudah tidak keluar, sekarang lebih baik aku istirahat." maya pun perlahan mulai terpejam hingga tanpa terasa senja telah tiba.


"Nak sudah sore, kamu belum makan.?" ibu datang membangunkan nya.


"Nanti saja bu, kepala maya sedikit sakit."


"Ibu suapi ya."


"Tidak bu, maya hanya ingin istirahat saja."


"tapi nanti kamu makan ya."


"Iya bu." setelahnya ibu pergi meninggalkan maya.


karena banyak nya pekerjaan membuat fatih harus pulang hingga larut malam, ia pun tidak memberitahu sang istri karena memang sedang marah padanya.


"Assalamualaikum."


"waalaikumsalam nak." jawab ibu


"ibu belum tidur.?"


"belum nak, ibu menunggu mu pulang."

__ADS_1


"apa ada sesuatu bu.?"


"sejak tadi siang, maya tidak keluar kamar dan tidak mau makan nak." jelas ibu


"fatih.. apapun masalah kalian tapi tolong jangan abai dengan istri mu, karena menjadi calon ibu itu tidak mudah nak." nasihat ibu


"baik bu, maafkan fatih."


fatih pun pergi berlalu untuk menemui sang istri, dia akan menurunkan sedikit ego nya.


ceklek..


terlihat maya sedang tertidur dengan tenang, fatih pun menghampiri nya.


"may, maya..." fatih menepuk pundak maya.


"kenapa kamu belum makan.?" tanya fatih.


"tidak." singkat maya


"kenapa wajah mu pucat sekali, apa kamu sakit.?"


"tidak."


"sebaik ny sekarang kamu makan ya, mau mas suapi.?" bujuk fatih


"tidak."


"sayang.."


"hentikan mas, aku hanya ingin tidur."


"maya bisakah kamu menurunkan sedikit keras kepala mu itu."


"kasihan anak kita." ucap fatih


"cukup mas aku sedang tidak ingin berdebat."


"kalau begitu makan dulu ya."


"tidak."


"hufftt baiklah." fatih pasrah, dan ingin pergi berlalu menuju kamar mandi untuk bersih bersih namun saat terbangun.


Brugh..


tak sengaja telephone genggam nya terjatuh tepat di bawah kasur nya, fatih  bergegas mengambil nya lalu menaruh nya di atas nakas.


"tunggu kenapa ada pakaian di bawah kasur." gumam fatih bingung.


"bukan ini pakaian maya.?"


"kenapa ada bekas bercak darah di pakaian ini.?" fatih mencoba berfikir.


"jangan.. jangan.." fatih langsung menghampiri istri nya menatap seluruh badan maya dari ujung kepala hingga kaki.


"Maya.!! apa ini.!" teriak fatih namun maya tetap diam tak bergeming.


"maya jawab.!!" fatih langsung membuka selimut yang menutupi seluruh badan maya.


"Astaghfirullah.!" fatih melihat ada bercak darah di pakaian bawah maya.


"Ayok cepat kita ke rumah sakit." ucap fatih ingin menggendong nya, namun maya menepis nya dan malah berbaring kembali.


"Maya apa yang kamu lakukan ayo cepat.!"


"aku tidak apa apa." jawab maya singkat


"maya tidak bisakah, tidak keras kepala saat ini.!" fatih menggendong maya kembali, namun lagi lagi di tepis.


"Aggrhh..! sebenar nya apa yang kamu lakukan maya.!! kenapa selalu saja membuat ku khawatir.!!" fatih sudah habis kesabaran menghadapi maya.


"Apa tidak bisa membuatku tenang sedikitpun.!!"


"kalau kamu tidak menginginkan anak itu ada di rahim mu maka ijinkan aku mencari rahim lain yang bisa menjaga anak ku dengan baik.!!" emosi fatih meluap.


JEDERR..!!


kalimat itu berhasil membuat darah maya mendidih hingga


PLLAAKK..!!!

__ADS_1


__ADS_2