
Di bawah pohon rindang..
Dengan daun yang mulai berguguran maya dan fatih tengah menatap pemandangan indah sekeliling yang di penuhi bunga dan danau.
"Sayang.. Apa kamu tahu." ucap fatih yang tengah menyandarkan kepalanya di paha sang istri.
"Apa mas." jawab maya sambil membelai lembut rambut fatih.
"Kebahagiaanku adalah bukan pada saat memilikimu tetapi pada saat Melihatmu Tersenyum itulah Kebahagiaanku Sesungguhnya." fatih menangkup wajah maya dan menatapnya Sendu.
"Namun apakah masih ada Senyum di wajahmu saat Cinta kita Terhalang Restu.?" tanya Fatih.
"Mas Kalau dulu kamu bisa menaklukan Hatiku dengan kelembutan dan Kesabaran yang kau punya, Maka kali ini lakukanlah Hal yang sama untuk papaku." jawab maya sambil mencium sayang pipi suaminya.
"Terima kasih Sayang." senyum fatih.
Tik..
Tik..
Tik.. Langit pun meneteskan air matanya.
"Sayang hujann.!" fatih segera bangkit dari tidurnya dan berniat pergi untuk meneduh.
"Ha.. Ha.." maya malah tertawa sambil menari kecil dibawah guyuran Hujan dengan riang.
"ayok sayang kita meneduh." ajak fatih
"tidak mas, aku ingin mandi Hujan." maya malah menarik tangan fatih untuk ikut dengan nya.
"tapi ini hujan nya Lebat sekali sayang."
"Bukankah Kamu selalu ingin melihatku tersenyum.?" tanya maya, dengan tatapan sangat dalam nya
"Tapi sayang.."
"Ayo ikut lah mas." karena desakan maya akhirnya fatih pun pasrah mengikuti nya.
"Ha.. Ha.. Ha.. " Mereka pun Tertawa bersama saling kejar kejaran dan bercanda riang gembira di bawah Guyuran Rahmat yang Allah berikan.
Benar benar, dua bocah tua ini sudah seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan baru
****
Sampainya di rumah..
"Hacih..! Hacih.!" maya memeluk selimut tebalnya dengan hidung melernya.
"Kalian sebenarnya dari mana toh' pulang pulang sudah basah kuyup seperti tadi." ucap ibu sambil memberikan obat flu pada maya.
"Biasa bu, menantu ibu ini lagi bereksperimen sama air hujan." Kekeh fatih saat keluar dari kamar mandi dan menghampiri maya.
"iihh Mas' Hacih.. Hacih.." sebal maya di tengah bersin nya.
"Eksperimen apa Nak.??" tanya ibu bingung.
"Seberapa kuat tubuh manusia melawan Hujan." ucap fatih sambil cengar cengir sedang maya sudah melotot sempurna.
"Awas kamu ya mas.! Hacih.. Hacih.." maya melempar bantal ke arah fatih.
"Sudah Sudah' kalian ini seperti anak kecil saja, lebih baik kalian istirahat." sang ibu mengusap lembut rambut maya lalu pergi meninggalkan pasangan tom and jerry ini.
__ADS_1
Setelah minum obat maya tertidur di kamarnya sedang Fatih duduk santai di depan televisi dengan secangkir teh di tangannya.
Kriing.. Kriing.. Handphone fatih berbunyi dan segera ia mengambilnya di atas nakas.
"Hallo pak fatih apa anda sudah tahu kabar hari ini.??" tanya teman sejawatnya.
"Kabar apa pak' saya belum tahu." jawab fatih.
"saya akan kirim via whats a* pak."
"oke baiklah." telepon pun terputus lalu tak lama, terdengar bunyi pesan masuk.
Triingg.. fatih pun membuka isi pesan dan matanya langsung terbelalak kaget melihatnya.
Higlight Today "Seorang Dosen Ternama Kepergok Selingkuh di depan umum"
"Appaa..!! Bagaimana bisa.!" Tertulis Berita miring tentang dirinya dibarengi foto dia memeluk wanita di cafe tersebar di dunia maya.
"Tidak mungkin." fatih menggeleng gelengkan kepalanya
Kriing.. Kringg.. handphone berdering di tengah kekalutannya, dia menatap layar dan terpampang lah nama pimpinan di Kampusnya.
"Hallo Pak Fatih Tolong Segera Temui Saya dan Jelaskan semua ini." suara Rektor dengan Lantang.
"Baik pak." jawab fatih lemas sesudah nya telepon pun terputus.
"Astagfirullahaladzim.." fatih mengusap kasar wajahnya.
"Ya Allah siapa yang telah Memfitnah ku seperti ini.??" gumam fatih sedih, setelahnya dia pergi ke kamar mandi dan bersiap menemui rektornya.
Di Ruang Rektor..
Terlihat fatih dan pimpinan kampus sedang duduk berhadapan dengan di halangi meja besar.
"Tidak pak, berita itu tidak benar." ucap fatih meyakinkan.
"Lalu bagaimana bisa ada berita murahan seperti itu.!"
"itu Fitnah saya tidak pernah melakukan itu." terang fatih.
"Sayangnya Berita itu Sudah tersebar Luas dan saya tidak bisa mentolerir hal itu."
"Apa maksud bapak." fatih terlihat bingung
"Dengan berat Hati saya harus Memecat pak fatih dari kampus." Rektor menyerahkan pulpen dan kertas Pemecatan nya.
Jegerr.. Luluh lanta rasanya badan fatih mendengar keputusan sang Rektor.
"Tapi pak.." ucap fatih lemah
"Silahkan Tanda Tangani." dengan tak berdaya fatih pun menurutinya.
Masjid..
Disinilah fatih duduk bersimpuh mencurahkan segala sesak di dadanya.
"Ya Allah beri aku kekuatan untuk menjalani ini semua." Doa fatih dengan mata sendunya.
"Saat ini akan semakin sulit untukku merobohkan dinding hati papa."
hampir satu jam fatih meluapkan segala Rasa dan akhirnya ia bangkit dari duduknya dan melajukan mobil untuk pulang ke rumah.
__ADS_1
Suara derit pintu terbuka saat fatih selesai memarkirkan mobilnya.
"Mas kamu dari mana, kenapa tak memberitahu ku.?" tanya maya sambil mencium tangan fatih.
"maaf tadi aku ada urusan mendadak di kampus." kilah fatih.
Lalu tanpa mengatakan apapun dia berjalan lesu masuk ke kamar.
"Mas kamu tidak makan dulu.?" panggil maya dari depan.
"Tidak terima kasih." fatih langsung berbaring di atas kasurnya dengan satu tangan menutupi wajahnya.
Maya yang melihat fatih murung seperti itu langsung menghampiri nya.
"mas kamu kenapa.?" tanya maya sambil mengusap wajah fatih lembut.
"Tidak apa apa sayang."
"Ceritalah mas.. bukankah kamu bilang kita ini satu.?" jelas maya.
"Apa setelah aku mengatakannya kamu berjanji tidak akan Meninggalkan ku."
"Kenapa mas berkata seperti itu.?"
"Dengan keadaanku saat ini, aku tak Percaya diri memilikimu."
"Sebenarnya ada apa mas.?" tanya maya bingung
"Aku di pecat dari Kampus."
"Apa.! Memangnya kenapa mas.! dan ada masalah apa.?" jawab maya kaget.
"Nanti akan kuceritakan ya sayang, tapi sekarang bisakah beri aku waktu untuk Sendiri dulu." pinta fatih.
"Baiklah mas." maya menurut.
Dari jauh maya Melihat suaminya sangat gelisah dan tertekan' hal itu membuat maya iba, diapun berencana untuk menghiburnya.
"Apa yang harus kulakukan.??" maya berpikir sejenak lalu tak lama dia masuk ke dalam kamar mandi.
"Mas tolong ambilkan Handuk." panggil maya tapi fatih tetap diam tak bergeming.
"Mass.!!" teriak maya lagi
"Huuffftt." Fatih menghela nafas lalu beranjak turun dari kasurnya dan mengambil handuk di dalam lemari.
"ini may." dengan wajah lesu dan lemas nya Fatih sudah berdiri tepat di depan pintu.
Cekleek...
Tampaklah maya dengan balutan lingerie loreng ala macan tutul yang begitu transparan bahkan bagian atasnya hanya bisa menutupi ****** saja.
"Meeoongg.." ucap maya manja dengan suara kucing sambil meraba raba dada fatih
Mata fatih seketika terbuka Lebar dengan mulut menganga sempurna.
"Maya..." lidah fatih kelu.
"Siapkan dirimu masss.." maya mendesah di telinga fatih lalu mendorongnya Kasar ke atas kasur dan dengan sigap melucuti pakaian nya satu persatu hingga polos tanpa sehelai benang pun.
"Aahhhh.." suara ******* fatih terdengar dari mulut mungilnya' saat maya mulai mencumbui nya, Dan Setelah puas maya pun merangkak naik ke atas tubuh fatih.
__ADS_1
"Biarkan malam ini aku yang memanjakan mu sayang." bisik maya dengan nada menggoda nya.
"Meongg.!! Meongg.!!."