
"Aissh kalian ini.." gerutu Maya yang langsung mengerucutkan bibir nya.
"Sayang... aku tidak akan pernah membeli motor lagi, jadi kamu tolong mengerti ya.." jelas Fatih dengan sehalus mungkin, karena si bumil ini sangat sensitif sekali.
"Tapi, aku mau mas.." rengek Maya, yang langsung memasang wajah sendu nya. Dan kalau sudah begini biasa nya sang suami takkan tega untuk menolak.
"Sekarang kamu sedang hamil sayang, jadi hal itu sangat berbahaya."
"Kamu yakin tak ingin menuruti ku, walaupun ini keinginan dan Ngidam dari si Dede bayi..??" Maya sudah mengeluarkan jurus jitu nya, yaitu membawa si cabang bayi dalam perut nya untuk melunakkan hati suami nya.
"Tetap, T.i.d.a.k. Sayang.." tegas Fatih sambil geleng geleng kepala dengan begitu yakin nya.
"Mau anak mu ileran Mas..?"
"Apapun itu, Tetap tidak sayang."
"Ibu..." panggil Maya, yang sudah mengadu pada sang mertua. Agar ia mau membujuk suami keras kepala nya itu.
"Maaf ibu Nak, tapi kali ini ibu setuju dengan Fatih karena itu sangat berbahaya sekali untuk kehamilan mu." jelas ibu yang ikut mendukung keputusan putra nya itu, karena dia sangat tahu.! kalau Maya bisa lepas kendali kalau sudah berurusan dengan Hobby nya satu itu.
"Hiksss... Hikksss.. Hikss.. kalian jahat tidak sayang sama aku." akhir nya Maya hanya bisa pasrah dan menangis tersedu sedu.
"Sayang.. Ini untuk kebaikan mu." cicit Fatih yang sudah mendekati istri nya dan mengusap air mata nya, tapi Maya menepis nya dengan sedikit kasar.
"Ya sudah, kalau begitu aku tidak mau makan." dengan wajah cemberut, Maya sudah merajuk dan berjalan ke arah kamar nya, Brugh.! pintu pun sudah di tutup kencang oleh nya.
Dari meja makan nya, ibu dan Fatih saling tatap dengan wajah bingung nya.
"Bagaimana ini nak.." tanya ibu, yang sudah tak tahu harus berbuat apa lagi untuk menenangkan menantu nya itu.
"Hufftt.. kalau begitu, serahkan padaku Bu." mau tak mau, Fatih harus menurunkan sedikit ego nya. Dia pun berjalan ke kamar untuk menyusul sang istri.
Krekk.. pintu terbuka dan terlihat lah sang istri yang tengah berbaring di atas kasur dengan selimut tebal menutupi seluruh badan nya.
"Oke.. iya, iya, baiklah sayang.. mas akan belikan." hanya itu satu satu cara nya yang bisa di lakukan untuk saat ini. Dan sebenar nya dia sudah memikirkan cara selanjut nya, untuk membuat istri nya Aman Sentosa tapi tetap bisa memenuhi Ngidam aneh nya itu. Nah loh.! bingung kan bagaimana cara nya.
"Yang benar mass...??" mendengar persetujuan suami nya, malah membuka selimut itu lebar lebar dan sigap meloncat ke arah Fatih seperti seekor Koala yang menggelayut.
"Iya sayang..." singkat nya.
"Terima kasih mas, suami ku ini emang Top Markotop dah.! Emua.. Emua." tak tanggung tanggung Maya sudah membanjiri wajah Fatih dengan banyak kecupan di sana.
*******
Pagi hari nya maya sudah duduk setia di depan halaman rumah, dia menunggu kepulangan sang suami.
"Mas fatih lama sekali." ucap maya
"Sabar nak mungkin macet di jalan." jawab ibu yang sedang menyiram tanaman.
Tiin
Tiin
Tak lama Klakson terdengar dan fatih memarkirkan mobilnya lalu turun menghampiri sang istri.
"Assalamualaikum."
__ADS_1
"Waalaikum salam' mas kamu tidak jadi beli motor.??" tanya maya langsung.
"Jadi."
"Lalu mana motor nya.?" maya menengok ke sana kemari.
"Ada." singkat fatih.
"Dimana mas.?" tanya maya bingung
"Tapi kamu berjanji dulu tidak akan pergi jauh dan kebut kebutan menggunakan nya."
"iya iya mas."
"Baiklah mas ambil dulu." fatih kembali ke mobil dan mengambil sesuatu di bagasi, maya yang melihat nya di buat semakin bingung.
"TARRA.!!! ini dia.!" fatih membawa motor mini trail berwarna pink yang biasa di gunakan untuk anak anak.
"Appaaa.!!" maya kaget bukan main sambil geleng geleng kepala.
"ini Motor Spesial, untuk istri yang spesial juga seperti kamu loh.! Apalagi nanti kamu bisa bergantian memakai nya dengan anak kita kelak." ucap fatih tanpa dosa.
"Gimana bagus kan pilihan ku Sayang.?" Goda fatih
"Mas fatih.!!! Berani nya kamu.!!" mata maya sudah melotot sempurna dan menatap nyalang ke arah fatih lalu dengan cepat datang menghampiri nya.
"Haha.. Haha.. Haha.. Ampun Sayang." fatih tertawa terbahak bahak sambil berlari menghindar sedang maya terus memburu nya tanpa henti
Ibu yang melihat nya hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan tom and Jerry yang sedang kejar kejaran.
Karena ulah suami yang mengerjai nya, seharian ini muka maya terlihat masam dan hal itu membuat fatih berusaha keras merayu ratu kecil nya.
"Atau kita makan ramen kamu suka kan.?"
"Atau kita ke panti asuhan bermain bersama anak anak lagi, bagaimana.?
Namun sang ratu kecilnya tak bergeming dan tetap diam mematung.
Akhir nya fatih menyerah dan pergi keluar meninggalkan maya yang merajuk.
Namun tak lama terdengar teriakan dari luar
"Maya Tolong.!!" mendengar suami nya meminta bantuan maya pun bergegas keluar menghampiri.
"Ada apa mas.!!!" panik maya.
"Tadi terjatuh di sana, kaki mas terkilir seperti nya." terlihat fatih duduk sambil memegang kaki nya
"Sini aku bantu." maya memapah sang suami ke kamar lalu mendudukan nya di kasur.
"Aku lihat ya mas." maya memeriksa kaki fatih dengan teliti namun tidak terlihat memar atau sesuatu yang salah
Krek.! Krek.! maya malah mempelintir dan menekuk kaki fatih.
"Aauw.! Auww.!" teriak fatih.
"Mau mengerjai ku lagi.!!" marah maya.
__ADS_1
"Tidak sayang." jawab fatih cepat
"Lalu.!"
"Aku hanya tidak mau kamu mendiami ku." kilah fatih
"Aissh.. menjengkel kan kamu mas.!"
"Jangan marah lagi ya." fatih memeluk maya erat dan menciumi seluruh wajah nya tanpa henti.
"iihhh hentikan mas.". pinta maya
"Tapi janji takkan marah lagi."
"iya, iya, tapi.."
"tapi apa sayang."
"Tunggu sebentar." maya mengambil peralatan make up nya dan kembali duduk di samping fatih.
"Kamu mau apa sayang." tanya fatih bingung
"Sudah diam." maya membuka bedak padat nya, dan ingin memakaikan nya ke wajah fatih.
"Tapi sayang.." fatih menangkis tangan maya
"kamu tidak mau aku marah lagi kan."
"Iya." fatih mengangguk cepat
"Kalau begitu diam."
"Tapi.." fatih ragu
"Aiss sudahlah." maya kesal dan ingin beranjak pergi.
"Baiklah baiklah." fatih pasrah.
"Yee!." girang maya lalu tanpa menunggu lagi dia menggunakan keahlian berdandan nya, maya mulai memakai kan bedak padat, alis yang melengkung dan lipstik merah menyala di bibir ranum sang suami hingga ketampanan nya berubah jadi Cantik Jelita.
"Woww sempurna sekali anak gadis satu ini.!" Ledek maya.
"Sayanngg.. sudah ya." rengek fatih.
"Tunggu mas.!" maya mengambil telephone genggam nya lalu mengambil banyak gambarnya.
ceklek.. ceklek.. ceklek.. ceklek..
"Haha.. Haha.. Haha.. Haha.." maya tanpa henti tertawa terpingkal pingkal.
"Sayannggg.. sudah hentikan." fatih mulai sebal Lalu tak lama terdengar suara derit pintu terbuka.
"Nak ini ibu baw.. Astagfirullahaladzim.!!!" belum sempat ibu melanjutkan perkataan nya, dia sudah berteriak kaget melihat putra kesayangan nya berubah jadi putri cantik dengan kuncir kuda nya.
"Gimana bu.? mas fatih cantik kan." ucap maya riang
"Masya Allah, kamu ini ada ada saja Nak." ibu geleng geleng kepala sambil menaruh kue buatan nya di atas nakas.
__ADS_1
"Ibu Tolonggg fatiihh."