DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ

DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ
Hadiah dari Abi


__ADS_3

Mentari pagi menghangatkan bumi, memberi tanda memulai hari.


Di ruang tamu tempat favorit sang penghuni rumah di kala senggang.


"Sayang.. Abi mengundangku untuk makan malam bersama, apa kamu mau ikut menghadiri nya.?" tanya fatih yang sedang terbaring di pangkuan sang istri.


"Iya baik mas."


"Auw.! pelan pelan sayang.." rintih fatih saat maya mengolesi minyak ke kening nya yang masih terlihat benjol


"iya ini sudah sangat lembut mas."


"kamu harus bertanggung jawab atas ulah mu ini."


"maksud mas.?"


"manjakan aku sampai sembuh."


"ish.. mau nya kamu itu mas.!" kesal maya


"Nak ibu berangkat kajian dulu ya." ucap ibu yang sudah bersiap pergi.


"iya bu hati hati."


"Nak kalau mau makan ibu sudah siapkan di dapur."


"baik bu terima kasih." jawab maya lalu tak lama ibu pun pergi berlalu keluar rumah.


"mas kamu mau makan.?" tanya maya


"mau sayang."


"Ayok kita ke dapur." maya menarik fatih ke arah dapur.


"aku siapkan dulu ya mas." fatih duduk di kursi sedang maya sibuk menyiapkan makan untuk sang suami.


"Loh.! sayang ini tidak salah.??" tampak nasi menggunung dengan lauk pauk yang tidak kalah banyak nya.


"Habiskan mas, sekarang porsi makan mu sama dengan porsi makan ku jadi kita bisa gemuk bersama." ucap maya yang sudah mulai menyantap makanan nya.


"Tapi sayang.."


"sudah cepat makan." titah maya


"hufft baiklah.." pasrah fatih yang tak pernah bisa menolak keinginan ratu kecil nya.


Setelah itu..


Dengan perut kenyang nya mereka pun bermalas malasan di dalam kamar sambil menunggu malam tiba.


"Sayang.. perut mas kenyang sekali." ucap fatih yang tengah berbaring di kasur.


"mulai sekarang kamu harus biasa temani aku makan mas."


"Tidak sayang.. cukup kali ini saja, perut ku tak sanggup." tolak fatih


"Cihh, harimau satu ini' begitu saja sudah menyerah."


Tok..


Tok..


terdengar ketukan pintu dari luar, fatih pun langsung beranjak menghampiri.


"iya sebentar." teriak fatih

__ADS_1


Ceklek.. pintu terbuka tampak dua orang kurir ada di hadapan nya.


"Maaf apa betul ini alamat ibu maya.?" tanya salah satu kurir.


"Iya betul."


"ini ada kiriman paket untuk ibu maya." kurir menyerahkan satu bucket bunga yang sangat besar dan kotak yang terbungkus cantik dengan pita nya


"Dari siapa." tanya fatih bingung


"Maaf tidak tahu, kami hanya mengantar."


"baiklah terima kasih." dua kurir itu pun pergi meninggalkan fatih.


"Siapa yang mengirimkan nya." fatih membaca notes yang ada di antara bunga.


"Bunga terindah sekalipun takkan mampu mengalahkan kecantikan mu yang sempurna di mataku, bahkan gaun pengantin yang indah ini takkan menjadi indah kalau bukan kau yang memakai nya


Maya tunggulah.. dua benda ini akan kamu pakai saat pernikahan kita.


From : Yang selalu mencintai mu Dimas."


Setelah membaca notes, fatih langsung membuka kotak secara tergesa dan terlihatlah gaun pengantin sutra bewarna putih dengan hias mutiara.


Hati fatih langsung mendidih sempurna seketika rasa panas nya bagai gunung merapi yang akan memuntahkan lahar nya.


"Kurang Ajar.! berani nya dia.!!" fatih mengepal kuat kertas di tangan nya dengan dada bergemuruh naik turun dan kilat marah di mata nya.


"Kita lihat sejauh mana Nyali mu.!!"


"Mas.. siapa yang datang." teriak maya dari dalam


"bukan siapa siapa sayang.." mendengar suara istri nya fatih langsung tersadar dan berusaha menetralkan diri nya lalu buru buru membuang pemberian dimas di tempat sampah.


Fatih pun berusaha tersenyum dan kembali ke kamar menyusul sang istri


"Iya sayang maaf tadi ada paket salah alamat." kilah fatih


"Ohh.."


"kamu sudah bersiap.?" tanya fatih melihat maya sudah mandi dan tengah memakai pakaian nya.


"Iya mas."


"mas tolong sletingi gamis ku." maya menghampiri dan berdiri memunggungi fatih.


"Subhanallah harum sekali wangi mu sayang." fatih mencium aroma bunga semerbak dari tubuh maya di hidung nya dan tanpa tersadar dia malah membuka sedikit gamis maya dan mencium pundak nya kiri dan kanan


"mas.. kita akan ke rumah abi." ucap maya penuh penekanan, karena maya sudah tahu isi kepala suami nya.


"Saayangg.." fatih dengan suara manja nya


"ishh.. sudah cepat mandi sana." maya mendorong fatih masuk ke dalam kamar mandi.


"Sayaangg.." rengek fatih lagi


Brukk.!


bukan menjawab nya maya malah menutup kamar mandi dengan keras.


"Hufftt selamat.. hampir saja aku membangunkan Ulet Keket yang tertidur." ucap maya sambil mengelus dada nya.


Setelah bersiap siap hampir satu jam akhir nya mereka sudah terlihat rapi dengan warna pakaian senada yang sederhana namun tampak serasi di pandang.


"Silahkan tuan ratu.." fatih membukakan pintu mobil dan mempersilakan maya masuk.

__ADS_1


"terima kasih mas." maya tersenyum manis ke arah fatih


"ini untuk wanita cantik yang sama merekah nya seperti bunga ini." fatih memberikan satu tangkai mawar yang ia ambil di halaman rumahnya.


"Dan ini hadiah untuk raja yang sudah membuat hatiku berbunga bunga." maya mencium bibir fatih lembut dan hangat.


"aku mencintai mu maya."


"aku pun juga mencintai mu mas."


Mereka tersenyum sambil menempelkan kening dan hidung lalu hendak menyatukan bibir nya namun..


"Nak ini sudah larut, kapan kalian berangkat." Teriak ibu dari depan rumah.


maya dan fatih pun langsung menghentikan aktifitas nya dan tertawa bersama.


"Kita lanjutkan nanti malam sayang." goda fatih sambil mengedipkan satu mata


"baik bu kami berangkat." ucap maya sambil melambaikan tangan.


Tak lama mereka pun melaju pergi meninggalkan istana sederhana nya dan pergi menemui ayah angkat nya.


kira kira hampir 40 menit mereka menghabiskan waktu di jalan akhir nya sampailah mereka di tempat tujuan.


"Assalamualaikum Abi." fatih dan maya masuk ke dalam kediaman kyai.


"waalaikumsalam nak, kamu sudah datang." kyai bangkit dari duduk nya dan langsung menghambur memeluk anak angkat kesayangan nya.


"iya Abi, fatih datang bersama maya." fatih mencium tangan takzim sedang kyai mengusap rambut fatih penuh sayang


"bagaimana kabar mu nak." tanya kyai pada maya


"Alhamdulillah baik Abi." jawab maya sambil menangkupkan kedua tangan nya


"Syukurlah.. ayo mari nak." mereka bertiga pun duduk di ruang tamu besar milik pak kyai


"terima kasih Abi."


Namun tak lama ketukan pintu terdengar dari luar.


Tok..


Tok..


"Assalamualaikum."


"waalaikumsalam silahkan masuk." kyai datang menghampiri


"terima kasih pak kyai." jawab seorang pria paruh baya yang berpakaian lengkap dengan setelan jas nya.


"pak Reno kenalkan ini fatih dan istri nya." ucap pak kyai


"Dan fatih kenalkan juga ini pak Reno pengacara sekaligus orang kepercayaan Abi."


"Salam pak fatih."


"Salam juga pak Reno."


"Karena semua sudah kumpul di sini jadi Abi langsung bicarakan saja."


"pak Reno tolong jelaskan pada fatih." pinta pak kyai


"jadi begini pak fatih, kedatangan saya ke sini ingin memberitahukan tentang pengalihan aset yang di lakukan atas perintah pak kyai yaitu dari nama nya menjadi nama anak anak nya." jelas pengacara


"Maksud pak Reno.?" tanya fatih bingung

__ADS_1


"Pak kyai telah membagikan aset kekayaan nya menjadi tiga bagian yaitu 50% untuk pembangunan panti asuhan sedang sisa nya 50% lagi di bagi rata untuk Hanna dan pak fatih." pengacara menunjukan berkas yang sudah di tanda tangani pak kyai


"Apaa.."


__ADS_2