
Di rumah mewah yang sepi penghuni kini duduk dua orang yang jarang bertatap wajah, mereka saling berbincang.
"Assalamualaikum."
"Maya apa kabarmu nak.?" tanya papa saat melihat anaknya datang.
"jawab dulu salamnya pah." pinta maya
"Ohh baiklah nak waalaikum salam." sang papa memeluk maya erat lalu mereka duduk bersama disofa.
"Alhamdulillah baik pah." maya mencium tangan takzim
"papa sudah sarapan.? ini maya bawakan kue."
"terima kasih sayang." sang papa mengelus pipi maya lembut.
"Nak ada yang ingin papa bicarakan denganmu."
"apa itu pah.?" tanya maya.
"Maya apa kamu bahagia hidup bersama fatih.?"
"Bahagia pah." maya tersenyum manis
"Mengapa kamu cepat memutuskan kembali dan meninggalkan karir mu nak.?"
"apa kamu sudah pikirkan baik baik.?" tanya papa hati hati.
"Sebenarnya apa yang ingin papa Sampaikan.??" tanyanya langsung.
"Ceraikan Fatih." lantangnya.
"Appaa.!!" maya benar benar kaget mendengar yang di ucapkan papanya.
"Menikahlah dengan Ahmad." maya menggeleng gelengkan kepalanya tak percaya.
"Apa ini soal bisnis pah.??" tebak maya.
"Ya.. Ahmad datang dan menawarkan investasi sangat besar di perusahaan papa kalau kalian menikah." jelas sang papa
"Jadi hanya segitukah nilai maya di mata papa.?? Bagaimana bisa papa tega menukar kebahagiaan maya hanya dengan uang.!!!" maya meluapkan amarahnya
"Percayalah Nak ini juga buat Kebaikanmu.."
"Hentikan menghancurkan Hidup maya pah.!! Atau selamanya papa tidak akan pernah melihat maya lagi, Assalamualaikum." derai air mata maya pun tak tertahankan
"Maya.!!" panggil sang papa tapi maya dengan cepat pergi berlalu meninggalkannya.
Hati maya Sakit bahkan Hancur bercabik cabik.. perjumpaan yang seharusnya untuk melepas Rindu ternyata hanya topeng sang papa untuk keuntungan bisnisnya.
********
Beberapa jam berlalu
"Hiks.. Hiks.. Apa diriku hanya sebagai alat tukar bagi papa." maya menangis tersedu sedu di dalam kamar seorang diri.
Tok.. Tok..
"Nduk kamu baik baik saja.?" tanya ibu dari luar Namun tak ada jawaban, lalu tak lama fatih datang sambil menenteng tas kerjanya.
"Ada apa bu."
"inilah loh istri mu fatih sejak pulang tadi tidak pernah keluar, ibu khawatir dia belum makan dan di ketuk pun tidak ada jawaban." mendengar ucapan ibu, hati fatih menjadi cemas.
Dor Dor Dor
"Sayangg buka pintunya.." namun tetap tak ada jawaban, akhirnya fatih terpaksa mendobrak paksa pintunya dan terlihatlah maya tengah tergeletak di bawah kasur dengan wajah pucat, dengan sigap fatih langsung menggendongnya ke kasur.
"Astagfirullahaladzim.. maya.! maya.!." fatih menepuk nepuk pipi maya untuk menyadarkannya.
__ADS_1
"ayok bangun.! Kamu kenapa sayang." karena keadaan maya yang tak sadarkan diri akhirnya fatih membawanya kerumah sakit.
*****
Setibanya di sana fatih langsung membaringkan maya di brankar dan suster membawanya masuk kedalam ruangan.
"Maya kamu sebenarnya kenapa."
"bagaimana bisa aku lalai menjaganya." Fatih terus meracau panik sambil bolak balik tanpa arah.
Ceklek..
Pintu terbuka dan dokter menghampiri fatih
"bagaimana keadaan istri saya dok."
"Syukurlah keadaan ibu maya baik baik saja hanya terlihat depresi nya kambuh kembali." jelas sang dokter.
"Apa dok istri saya pernah mengalami depresi.??" tanya fatih bingung.
"iya pak terlihat dari gejalanya seperti itu."
"baik terima kasih dok, boleh saya menemuinya di dalam.?"
"Silahkan pak." fatih pun langsung masuk ke dalam menghampiri sang istri dan duduk disampingnya.
"Mama.. jangan tinggalin maya."
"Mama.. maya takut sendirian mah."
maya terus mengigau dengan peluh membasahi di keningnya.
fatih yang melihat itu benar benar tak tega' karena ternyata dibalik tingkah Liar dan brutal nya selama ini, Menyimpan Banyak Luka di Hati nya.
"May.. bangun sayang." fatih menepuk nepuk pipi maya dan perlahan mayapun mulai tersadar.
"Mass.." ucapnya setelah matanya terbuka.
"Kenapa aku bisa di sini." tanya maya bingung.
"tadi kamu pingsan sayang..." fatih mengusap usap tangan maya lalu mencium nya.
"Sebenarnya apa yang kamu pikirkan maya.?? Ceritalah sayang Sekarang kamu tidak sendiri."
"Apa aku berharga bagimu mas.??" tanya maya
"Tentu.. bahkan sangat berharga, walau di tukar dengan apapun mas tidak akan pernah memberikan mu pada orang lain." jelasnya.
"Hiks.. Hiks.. benarkah itu mas.?." maya pun menangis
"iya sayang.." fatih mengecup manis bibir maya.
"Terima kasih mas."
"sudah ya Sekarang jangan menangis lagi." fatih mengusap air mata maya.
"terima kasih mas." fatih membalasnya dengan senyuman.
"Mas apa bisa kita pulang sekarang, aku tak betah berlama di sini."
"Tapi keadaanmu masih lemah sayang." jelas fatih
"Aku mohon, aku sudah baik baik saja." rengek maya
"tidak boleh sayang." tolak fatih halus
"benar tak boleh mas.?" tanya maya lagi.
"kalau aku kasih 2 Ronde.??" bujuk maya
__ADS_1
"No.. No.. No.." tegas fatih
"Baiklah kalau one Night three Color bagaimana.??." maya mengatakan itu sambil membuka bra dalaman nya dan mengibas ngibaskan nya ke wajah fatih.
"baiklah baiklah Deal.!" ucap fatih dengan semangat nya.
******
Hembusan angin fajar menembus sela ventilasi kamar dua orang yang sedang di mabuk kasmaran, mereka sibuk terlelap setelah terbuai dalam deklarasi kesepakatan yang menggairahkan..
Drett Drett Drett
merasakan ada getaran alarm' maya pun mulai mengerjapkan mata sambil membaca doa yang di ajarkan fatih
"Alhamdullillahilladzi ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur."
Setelahnya mencoba untuk bangun menuju kamar mandi
"Auw.." teriak maya,
"memang kucing garong satu ini, tak bisa berhenti kalah sudah lihat ikan asin." omel maya sambil melirik ke arah fatih yang masih tertidur lalu jalan tertatih menuju kamar mandi.
Setelahnya maya mandi junub, solat malam dan membaca alquran baru membangunkan suaminya.
"Mass bangun" maya menepuk pundak fatih
"iya sayang.." matanya mulai terbuka
"Solat malam dulu sana mas, aku mau ke dapur masak."
"Maya jalan mu kenapa." ucapnya tanpa dosa, melihat maya jalan tertatih.
"Habis di seruduk Kuda Ngibrit.!!" Kesal maya, lalu ia pergi berlalu meninggalkan fatih yang sedang tersenyum lebar.
Sesampainya di dapur.
"Loh qo kamu di sini nduk kamu kan lagi sakit." ucap ibu.
"Gak apa apa bu maya sudah sehat."
"Sudah sehat bagaimana jalanmu saja seperti penguin begitu, lebih baik kamu kembali kekamar istarahat, hari ini biar ibu yang memasak." ibu mendorong tubuh maya keluar dari dapur.
"baiklah bu."
Maya pun kembali ke kamar lalu rebahan di atas kasur.
"kamu sakit sayang.." ketika fatih keluar dari kamar mandi dengan handuk lilit di pinggangnya.
"tidak.. tapi ibu tak mengijinkanku memasak" jelasnya.
"Ohh, ya sudah kamu istirahat sayang.." Fatih membelai rambut maya.
"iihh itu kamu mas.!" ketika fatih membuka lilitan Handuknya di depan maya.
"kenapa sayang kamu mau lagi." goda fatih.
"Bisa jalan Ngesot nanti aku mas.!"
"tutupi dan cepat pakai baju sana." perintah maya, setelahnya maya ragu ragu mengatakan yang ada dipikiranya.
"Mass.."
"iya sayang.." jawab fatih
"ehhm bolehkah a..ku." maya gugup
"katakan maya."
"bolehkah aku menemui pak ahmad.?
__ADS_1
"Appa.!! "