
Awan tampak mendung dan langit pun tampak redup, sedang matahari bersembunyi entah kemana.
Terlihat.. Fatih sudah dengan pakaian rapih nya, dia sudah bersiap pergi bersama sang istri yang sangat layu dan tak bersemangat.
"Sayang.. tolong ambilkan minum." panggil Fatih saat baru beberapa menit mengendarai mobil nya.
"Baik ini mas.."
"tolong buka kan sayang.." cicit Fatih tanpa menoleh apa lagi melirik nya istri nya sama sekali.
"ini mas.." tangan Maya pun sudah tersodor ke depan suami nya itu tapi dia malah tak bergeming
"Aku kan sedang menyetir, jadi tolong suapkan."
"baik, ini.. sudah kan." dia sudah patuh dan menyuapkan minuman nya ke bibir Fatih, lalu kembali lagi merenung sambil menatap jalan raya di depan nya. Tapi lagi lagi pria tampan itu sudah memanggil nya kembali.
"Sayang.. tolong tisu, di sebelah sana." titah Fatih, yang sudah membuyarkan lamunan Maya.
"ini mas.." tutur Maya, yang sudah mulai bermalas malasan menjawab. Seperti nya sejak tadi suami nya ini terus saja menguji kesabaran nya .
"Usapkan keringat ku donk sayang." rengek nya dengan penuh manja.
"baik."
"sayang.. aku mau permen di sana." sekarang bungkus kecil yang ada di depan Maya, yang menjadi alasan Fatih untuk mengganggu nya.
"ini mas.!" maya mulai terlihat mulai Sebal.
"Suapi aku sayang Aaa.." rengek nya dengan mulut terbuka lebar sekali. Maya yang melihat nya, ingin sekali mencakar cakar wajah suami nya itu.! karena terus saja mengusik nya.
"Aiiss..!! kamu mas." ketus maya sambil menyuapi permen itu dengan sangat terpaksa, Fatih ini benar benar tak membiarkan Maya untuk terdiam sedikitpun.
"Lagi.." ucap Fatih
Dan seketika amukan macan liar dari sang istri pun sudah keluar Bertanduk, karena dengan sigap. Dia meraih tangan Fatih dan Menggigit nya sekuat tenaga. Krekk..!
"Aarghh.. sakitt.!!" teriak Fatih, yang sudah merintih kesakitan karena ulah Maya.
"Kenapa terus saja mengerjai ku.!" teriak maya.
"Aduh.. duh, sayang.. tidak seperti itu maksud ku." beo Fatih, sambil menggosok gosok tangan nya yang memerah dan terlihat sangat jelas bekas gigitan di sana.
"Lalu apa.??" tanya maya dengan sengit nya
"Mengajari mu kesabaran sayang."
"Apa hubungan nya mas."
"Sayang.. Kesabaran itu mungkin terlihat sangat Pahit, tapi akan selalu manis di akhir nya."
"Dan seperti yang mas lakukan tadi, yaitu menyuruh mu ini dan itu pasti sangat menyebalkan. Tapi pada akhirnya nanti, mas akan berterima kasih dan memberikan mu hadiah kecupan sayang, itu sangat manis bukan.??"
"Itu si, emang mas modus pengen nyium aku.!" kilah maya yang tahu isi otak suami nya
"Tapi naas nya, bukan bibir manis yang mas dapatkan.. malah Gigitan Taring macan liar dari mu." sebal fatih dengan wajah cemberut nya
"Haha.. haha.." maya tertawa sangat puas sekali
"Tertawalah sayang.. itu sangat indah dari pada melihat mu murung seperti tadi." senyum fatih merekah.
"terima kasih mas." maya mengusap pipi fatih lembut.
Setelah perjalanan panjang akhir nya Maya dan Fatih sampai juga di tempat Tujuan.
"Panti Asuhan Bunda.?? Kenapa kita ke sini mas." tanya Maya, saat melihat papan nama yang terpampang di depan gerbang nya. Sedang Fatih sibuk mengambil bingkisan yang ada di bagasi mobil nya.
"masuklah sayang.. kamu akan tahu." tangan putih mulus itu, langsung Fatih genggam lalu berjalan masuk ke dalam.
"Assalamualaikum." salam Fatih, saat tiba di salah satu ruangan yang sudah di penuhi oleh anak anak yang sedang menonton televisi.
__ADS_1
"Waalaikum salam." semua langsung menoleh dan menjawab nya serempak
"Wah.! Om Fatih datang.!" anak anak sudah berteriak kegirangan karena melihat orang yang sangat akrab sekali dengan mereka.
Setelah nya, semua kompak berlari dan menghampiri pria tampan itu dengan wajah bahagia nya.
"hiks, hiks, aku rindu sekali dengan om.." ucap salah satu anak sambil menangis tersedu sedu. seperti nya anak anak di sini sangat menyayangi Fatih
"Maafkan om ya.. baru bisa datang berkunjung ke sini, tapi Insya Allah nanti om akan sering datang. Jadi jangan menangis lagi." dengan penuh kelembutan, Fatih mengusap mengusap pipi anak itu untuk menenangkan nya.
"Asyik, betul ya om."
"Iya cantik.."
"Om Fatih bawa apa.??" tanya salah satu anak lain nya yang melihat barang bawaan yang banyak sekali.
"Oya, ini ada mainan dan kue untuk kalian semua." semua anak langsung berkumpul dan mengelilingi Fatih dengan semangat sekali.
"Yeee.. Alhamdulillah terima kasih om." jawab para anak anak dengan kompak, Padahal hal kecil yang Fatih lakukan tapi mereka semua terlihat sangat bahagia dan bersyukur sekali.
Sedang Maya, yang sejak tadi melihat adegan itu langsung menyunggingkan Senyum, dia tak menyangka suami nya mempunyai hati yang sangat Tulus.
"Maya.. lihat lah wajah mereka semua, apakah ada raut kecewa dan dendam..?? tidak ada sayang.. Padahal kenyataan nya, dunia telah sangat kejam memperlakukan anak anak tidak berdosa itu tapi mereka masih tetap bisa Bahagia, Bersyukur, bahkan Ikhlas menjalani semua nya." jelas Fatih penuh dengan keteduhan.
"Lalu.. kenapa kita yang Hidup lebih baik dari mereka, justru tidak bisa lebih Bersyukur dan Ikhlas seperti mereka.??" hal tersirat inilah yang ingin Fatih sampaikan pada sang istri. Agar dia tidak berlarut dalam kesedihan nya.
"Hiks.. Hiks.. maafkan aku mas." Air mata itu sudah jatuh membasahi wajah cantik Maya yang mulai menyadari kesalahan nya.
"Tidak apa apa sayang.. setiap manusia pasti punya rasa Sedih tapi jangan sampai membuat kita melupakan rasa syukur." dengan erat Fatih mendekap tubuh itu dan mengecup nya sayang.
Di tengah kesyahduan nya, terdengar suara yang memanggil manggil..
"Om.. Om fatih.! ayoo kita main bola." teriak anak anak yang berada di lapangan depan panti. Mereka sudah rindu bermain dengan pria baik hati satu ini.
"Oke.!" cicit Fatih sambil mengacung jempol nya.
"Sayang, kamu tunggu di sini sebentar ya.." pelukan itu sudah terlepas dan ia segera mendekat ke arah anak anak. Dan tak lama mereka pun asyik bermain dengan riang gembira nya.
"baik, tapi kalau kalah jangan menangis ya." dengan sigap kaki Fatih merebut bola itu dan membawa nya ke gawang besar.
"Oper om, Oper..!" pinta anak lain nya
"Ini, sekarang tendang.!" bola itu sudah berpindah dan tak lama terdengar *Goll.!*
"Yees.! kita menang, kita menang.." teriak para bocil yang sudah melompat kesenangan.
"Haha.. Haha.." suara tawa lepas pun terdengar kencang dari Fatih. Dari kejauhan mata Maya tak pernah beralih pandangan, yaitu selalu tertuju pada sosok yang terpancar indah dan sangat memukau di mata nya.
Dia benar benar merasa Kagum dengan seorang Fatih yang tampak sederhana namun banyak sekali mengajarkan tentang Arti Kehidupan pada nya.
********
Perjalanan Pulang
Di dalam mobil nya, terlihat wajah Letih dan Lelah Maya yang sedang tertidur pulas di atas jok mobil nya, karena tadi di Panti bukan hanya Fatih yang puas bermain tapi sang istri juga sangat riang dan gembira menemani anak anak bernyanyi dan menari.
"Semoga Allah selalu melimpahkan kebahagiaan nya pada mu Sayang.." Doa Fatih dengan tulus, sambil mencium kening maya penuh sayang.
"Hem,.Uuahh.." Maya yang merasakan ada sentuhan, langsung menggeliat sambil merenggang kan tangan.
"Di mana ini mas, apa kita sudah sampai." mata Maya perlahan mengerjap dan mulai menatap sekeliling.
"Sebentar lagi kita sampai, sayang.."
"Hem.. Mas apa boleh kita berhenti sebentar, aku ingin ke toilet." pinta Maya yang tak bisa menahan gejolak dari bawah tubuh nya.
"Boleh sayang, kebetulan kita sudah dekat di Rest Area.." mobil itu pun masuk ke dalam pemberhentian sementara dan memarkirkan mobil nya tak jauh dari sana.
"Aku pergi dulu mas.." kaki Maya baru saja turun dari mobil, tapi Fatih langsung mencekak nya.
__ADS_1
"Aku temani ya.."
"Tidak usah mas, aku hanya sebentar dan seperti nya tempat toilet di sini juga dekat." tak menunggu lama Maya langsung berlari kecil dan meninggalkan Fatih.
Semenit..
Sepuluh menit..
Dua puluh menit..
Selama itu, Maya tak kunjung datang dan belum menampakkan wajah nya. Tentu hal itu membuat Fatih Cemas dan khawatir.
"Kemana Maya, sudah hampir setengah jam' kenapa belum kembali juga." dia sudah mondar mandir di depan mobil seperti gangsing, dan akhir nya dia pergi menyusul sang istri karena takut terjadi sesuatu.
"May..! Maya..!" dari luar toilet Fatih mencoba memanggil manggil Maya tapi sayang tak ada jawaban sama sekali.
"Mba, Mba, apa ada seorang wanita berpakaian hitam di dalam." tanya Fatih pada wanita yang baru saja keluar dari depan toilet.
"Tidak pak, di dalam sudah kosong tak ada satu orang pun." jelas si wanita sambil berlalu pergi.
"Ya Allah.. kemana kamu sebenarnya sayang." wajah tampan itu sudah panik bukan main, setelah nya dia mulai mencari ke tempat lain. Dari parkiran dan tempat makan sekitar, Poko nya dari ujung sampai ke ujung dia berlari kesana kemari mencari sang istri.
Dan sudah beberapa kali mencoba menghubungi Maya namun tak pernah berhasil, hingga akhirnya Tut.. Tut.. terdengar suara sambungan.
"Sayang kamu di mana.!" tanya Fatih dengan panik dan cemas nya.
"Haha..! haha..!" tapi bukan suara Maya yang terdengar di sana oleh Fatih, melainkan suara gelak tawa seorang pria yang sangat familiar di telinga nya.
"Bajinga* Kau Ahmad.!! Di mana maya.!" Lantang Farih yang sudah menggelegar, karena bagaimana bisa ponsel sang istri bisa ada pada nya.
"Haha.. Kamu ingin istri mu kembali.?? Nanti akan ku kembalikan setelah saya puas bersenang senang dengan nya."
"Awass.!! Kau akan tahu akibat nya jika berani menyentuh istri ku.!!" Ancam Fatih dengan wajah geram dan kepalan di tangan nya.
"Haha.. haha..! kalau kau lapor polisi, jasad maya akan ku kirimkan ke depan rumahmu.!" Setelah mengatakan hal itu telepon langsung terputus sepihak.
"Astagfirullah.! bagaimana ini.! aku harus apa.!." fatih mondar mandir berpikir cara menyelamat kan maya.
"Ya Allah tolong jaga dan lindungi Maya dan bayi dalam kandungan nya di mana pun dia berada." tangan Fatih langsung menengadah ke atas dan berdoa pada sang Khalik.
Setelah nya..
Dia berusaha tenang dan hati hati mencoba memikirkan apa yang akan di lakukan nya.
"Ya Allah tolong bantu aku menemukan Maya.." tutur Fatih sambil memperhatikan layar ponsel nya dengan seksama.
Tapi tunggu.! tanpa di sengaja dia melihat chip yang tertempel di telepon genggam nya.
"Ya Allah aku baru ingat.! Aku pernah diam diam menaruh chip GPS di telepon genggam Maya sejak kejadian teror kemarin." ingat Fatih, yang sangat bersyukur sekali alat nya bisa berguna di saat yang tepat
"kalau begitu, Aku akan segera melacak nya." dengan cepat dia membuka aplikasi pelacak di telepon genggam nya lalu mulai mencari titik lokasi keberadaan sang istri
Dan setelah berhasil, dia mulai melangkah kan kaki nya pergi dan melajukan kendaraan nya.
*******
Sedang di dalam rumah kosong yang tampak usang dan lapuk itu..
Terlihat Ahmad sedang memegang pisau kecil dan mengarah kan nya ke pipi mulus Maya.
"Maya Sayangg.. inilah akibat nya kalau kau berani menolak ku.!!" Sengit Ahmad yang sudah memandang remeh wanita di depan nya, sedang Maya tak bisa berbuat apa apa. Karena dia terduduk di kursi dengan kedua tangan dan kaki yang terikat namun sekuat tenaga berusaha berontak.
"Lepas.! Cuiihh.. Bangsa* Lo.!!" dengan wajah marah nya, Maya langsung meludah ke arah pria di depan nya
"Berani kamu.!!!." tanpa segan segan, Ahmad mencengkram pipi Maya dengan kasar nya.
"Bagaimana bisa papa begitu bodoh, mau menyerahkan gua sama pria Pengecu*.!! Brengse*!! kaya Lo.!" Teriak Maya, yang tak habis pikir dengan sikap papa nya.
"Haha.. haha.. si tua Bangka mata duitan itu.! Uda tidak berguna Lagi.!! dia Uda berubah pikiran menolak tawaran saya.!!." Marah Ahmad.
__ADS_1
"Kini biar saya bertindak sendiri untuk mengambil mu paksa.!!" dengan nakal Ahmad mulai menjilati kuping Maya dengan liar dan menciumi wajah nya.
"BRENGSE*.!!!! HENTIKAN ITU.!!!.".