DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ

DI KEJAR KEJAR CINTA USTADZ
Melepas beban


__ADS_3

Jantung maya bergemuruh hebat bahkan aliran darahnya seakan berhenti mengalir..


Maya takut Hal yang selama ini ia sembunyikan harus di ketahui fatih.


"Apa maksud kamu yu.?" tanya fatih.


"iya tadi gua liat papa maya dan ahmad satu mobil datang kesini." jawab ayu


"bagaimana bisa.??" fatih terdiam sejenak berpikir dan tak lama langsung menatap sengit istrinya.


"Maya kamu pasti tau sesuatu.!" selidik fatih


"Aku.." maya menunduk tak bisa berkata kata, fatih langsung mengangkat dagu maya.


"Katakan maya.!" tegasnya


"sebenarnya papa.." maya ragu ragu mengatakannya.


"Katakan apa yang kamu sembunyikan maya.!" fatih mulai geram.


"Sebenarnya.. Papa ingin aku menceraikanmu dan menikah dengan Pak Ahmad." jujur maya.


"Apaa.!" Fatih benar benar tidak menduganya.


"pak Ahmad berjanji akan memberikan investasi besar di perusahaan papa, asal aku menikah dengannya." maya melirik takut ke arah fatih, terlihat dadanya sudah naik turun dengan wajah merah padam.


"Sejak kapan kamu tau.!"


"Saat aku menemui papa di rumah." jelas maya.


"Ternyata tuan terhormat itu pakai cara Licik untuk mendapatkanmu.!!" fatih mengepalkan tangannya.


"Ayu terima kasih infonya, kita pulang." pamit fatih.


"mas tolong maafkan aku." tanpa menjawab fatih langsung menarik tangan maya dan segera membawanya pulang.


******


Di dalam rumah..


Fatih langsung masuk ke kamar mandi untuk berwudhu dan setelahnya ia berbaring untuk menenangkan amarahnya.


"Astagfirullah." ucap fatih setelah hampir 30menit berdiam diri.


"mas aku minta maaf." maya memeluk tubuh fatih dari samping dengan wajah bersandar di dadanya.


"kenapa kamu menyembunyikan nya may." fatih kecewa.

__ADS_1


"aku takut mas.. aku takut kehilanganmu tapi aku juga tak mau kehilangan papa." maya menangis di dada fatih.


"Sayang kita ini adalah satu, kalau kamu sakit.. Aku pun juga sakit.'


"Dan kalau kamu bahagia, aku juga bahagia jadi ceritakanlah Gelisah dan Gundah gulana mu, jangan lagi kau pendam sendirian karena sudah ada aku di sini." jelas fatih


"Paham sayang.??" fatih menangkup kedua pipi maya lalu mencium bibir maya lembut.


"baik mas." senyum maya.


"maya.. bolehkah mas tahu apa yang sebenarnya terjadi pada masa lalumu." fatih bicara dengan hati hati sambil melirik istrinya yang langsung terlihat murung.


"Dulu kami adalah keluarga yang bahagia mas walau hidup miskin tapi ada aku, papa dan mama kami selalu bersama." kenang maya.


"Namun semua berubah saat papa mendapatkan kesuksesan nya seperti sekarang, di hatinya sudah tak ada lagi cinta untuk aku dan mama bahkan papa mulai berselingkuh kesana kemari hingga membuat mama jatuh sakit dan meninggal." maya mulai terisak


"Dan kematian mama adalah kehancuran bagi hidupku, aku seorang diri tanpa arah' aku pernah hampir gila jika dimas tak menolongku dari keterpurukan ini, tapi aku salah.. Dimas juga mengkhianatiku dan sejak itulah hidupku kembali hancur."


"Dan setelahnya aku bersyukur di pertemukan olehmu yang membuatku bisa merasakan cinta dan kehangatan keluarga lagi." maya menangis tersedu sedu menceritakan beban di hatinya yang selama ini ia pendam sendiri.


"Sayang... terima kasih sudah mau berbagi kepedihanmu padaku." fatih mengusap airmata maya lalu membelai rambut sayang.


"jangan tinggalkan aku mas, Hidup Sendiri itu sungguh sangat Menyakitkan."


"iya Sayang.." fatih tersenyum lembut.


Beberapa puluh menit setelahnya maya tertidur karena lelah menangis.


"Sayang.. mas akan selalu ada untukmu' dan kita lewati terjal yang ada bersama sama." fatih mengusap lembut pipi maya, lalu ikut terlelap bersama.


Di sepertiga malam..


Fatih bersimpuh diatas sejadah mengadu kepada Sang Khalik tentang segala keresahan nya.


"Ya Allah pemilik Arsy seluruh alam, hanya padamu tempat berlindung dari segala kezaliman makhluk dan kuatkanlah Hati dan Diri ini untuk selalu berada di jalanmu." fatih menengadahkan tangan dengan mata berembun.


Setelah puas mengutarakan isi hatinya fatih pergi ke dapur untuk memasak.


"Lho nak kamu sedang apa." tanya ibu yang baru keluar dari kamarnya.


"fatih ingin masak untuk maya bu."


"wallah romantis sekali' sini ibu bantu." Fatih mengangguk setuju dan mereka pun masak bersama.


"oya nak sudah beberapa minggu ini ibu melihat orang mencurigakan sedang memperhatikan kita dari sebrang jalan rumah." ucap ibu cemas.


"maksud ibu." jawab fatih

__ADS_1


"awalnya ibu kira hanya tetangga baru atau orang yang sedang mencari alamat tapi setelah ibu tanya warga lain tidak ada yang mengenalnya." jelas sang ibu.


"ibu gak usah khawatir ya ada Allah yang melindungi kita dan ada fatih di sini yang menjaga ibu dan maya, nanti kalau fatih sedang pergi tolong di dalam rumah saja." fatih memegang erat tangan ibu dan mencoba menenangkannya.


"baik Nak."


Fatih mengangkat sayur yang sudah matang dan menatanya di meja, lalu tak lama terdengar pintu kamar terbuka. Dan sang istri lah yang terlihat di sana.


"Mas kamu sedang apa.? kenapa tak membangunkan ku." tanya maya sambil menghampiri.


"Iya tidak apa apa, ayo sini sayang.. Aku sudah masak untukmu." fatih mendudukan maya di kursi


"tapi harusnya kan ak.." maya tak bisa melanjutkan kata katanya karena Jari fatih sudah membungkamnya.


"sstt.. Aku menikahi mu untuk kujadikan ratu sayang, jadi biar sama sama kita saling Melayani, Aku tidak mau ada pembatas seperti antara Pembantu dan majikan." fatih mencium tangan maya penuh kelembutan.


"terima kasih mas." hati maya berbunga bunga merasa di istimewakan, lalu mereka bertiga makan bersama dengan binar bahagia di wajahnya.


********


Allah Akbar.. Allah akbar..


Adzan sudah berkumandang Fatih maya bergegas pergi berwudhu dan baru saja akan memulai solat berjamaahnya di dalam kamar namun samar samar terdengar suara ribut dan bising dari luar.


Mereka pun keluar mencari sumber suara tapi betapa kagetnya terlihat segerombolan orang berpakaian hitam dengan topeng wajah nya ada di halaman rumah sedang mengobrak abrik barang yang ada.


"Siapa Kalian.!!" teriak fatih lalu tak lama terdengar pecahan kaca.


Pranngg..! Praanngg.! mereka melempari jendela dengan batu besar, sontak fatih langsung memeluk maya dan menghalangi pecahan kaca dengan badan tegapnya.


"Astagfirullah.!!" teriaknya lalu tak lama para gerombolan itu langsung pergi menghilang.


"maya kamu tidak apa apa.??" tanya fatih sambil memeriksa satu persatu tubuh maya.


"aku baik baik saja mas." ucap maya dengan wajah pucatnya.


"Siapa mereka..? Apa yang mereka inginkan.?" gumam fatih pelan, lalu membawa maya duduk di kursi dan menenangkannya.


"kamu jangan takut ya, ada mas di sini." fatih memeluk nya erat.


"mas apa kedatangan mereka ada hubungannya dengan diriku.?" pikir maya, fatih baru saja ingin menjawab nya tapi ada suara terdengar dari arah pintu. Krekk..


"Astagfirullah.! Apa yang terjadi nak' kenapa rumah jadi porak poranda seperti ini." ucap ibu yang baru pulang dari kajian.


"tidak apa apa bu, mungkin hanya orang iseng." ucap fatih mencoba menutupi


"kalian berdua tidak apa apa.?"

__ADS_1


__ADS_2