
Tidak butuh waktu lama, Darren sudah merubuhkan semua anak buah Roy itu. Roy mulai gemetar dan ketakutan melihat anak buah terlatih itu tumbang dihajar Darren dengan tangan kosong di depannya.
''Tidak mungkin!"Roy tak mempercayai apa yang dilihatnya.
Tek.. Tek..
Darren menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Darren menyeringai dan menatap Roy puas melihatnya ketakutan.
"Sekarang giliranmu!"Tukas Darren dengan nada dingin.
"Aku tidak akan kalah hari ini, kamu yang harus habis di tanganku.''
Roy mengeluarkan pistol dari sakunya dan mengarahkan ke Darren. Peluru pistol itu siap di tembakkan.
Dor...
Tembakan di lepaskan tapi bukan dari pistol yang di tangan Roy, melainkan anak buah Darren yang segera datang dan menghalangi Roy untuk menembak Darren.
''Aahhh...''Roy berteriak kesakitan, pistol di tangannya terjatuh kelantai dan tangannya terluka karena tembakan tadi.
Seluruh anak buah Darren masuk ke dalam gedung, anak buah yang sudah Roy tembaki di luar gedung itu kembali tanpa luka di tubuh mereka.
Roy lagi-lagi dibuat terkejut dengan suasana itu,''Kalian, bagaimana mungkin?''
Darren mendekati Roy dan berbisik di telinganya,"Lain kali kalau ingin merobohkan musuh itu tembak di kepalanya jangan di dadanya!''ketus Darren.
Tubuh Roy begitu lemas dan ia menarik napas berat. Darren telah mengetahui rencananya dan anak buah Darren sengaja tidak melawan waktu di tembak di luar gedung tadi, karena mereka semua sudah memakai baju anti peluru dan darah yang bercucuran itu adalah darah buatan. Roy sudah kalah.
Anak buah Darren langsung menangkap semua anak buah Roy begitu juga Roy. Disaat bersamaan Darren mendapat telpon dari rumah sakit tempat Zara di rawat.
Darren :''Kenapa?''
Dr. Ivan :''Istri loe kabur dari rumah sakit.''
Darren :"Apa? aku akan kesana.''
Darren menjadi geram mendengar Zara kabur dari rumah sakit,''Zaraa!! Beraninya kamu kabur dariku!!''Teriak Darren dengan marahnya.
Roy diam-diam memperhatikan Darren yang begitu marah dan menyebut nama Zara. Ia menyeringai.
Darren langsung menuju ke rumah sakit.
''Gimana kejadianya?''
''Waktu saya ke ruangan Zara, dia sudah sadar dan memohin ke saya untuk meminjam telpon. Karena saya mengira dia akan menelpon anda jadi, saya berikan. Tapi seorang laki-laki datang dan membawa Zara dengan paksa, dia hampir menghajar kami.''jelas perawat yang menyaksikan kaburnya Zara.
''Perlihatkan CCTV nya, aku ingi tahu siapa laki-laki yang berani membawa istriku pergi,''
Darren melihat rekaman CCTV saat kejadian. Sesuai kesaksian perawat itu memang benar kalau ada seorang laki-laki yang membawa Zara pergi dari rumah sakit itu. Darren mengenalnya, Laki-laki itu adalah Rian, Darren melihatnya saat pertama bertemu dengan Zara di Mall.
''Beraninya kamu membawa pergi wanitaku!!''ucap Darren dengan nada dingin dan menakutkan. Pancaran kemarahan terlihat jelas di wajahnya.
Darren langsung meminta Andrian, teman IT nya untuk mencari keberadaan Zara dengan bantuan rekaman CCTV dari rumah sakit itu.
__ADS_1
''Kalau kau berhasil mendapatkan likasinya dalam 5 menit. Aku beri kamu tiket liburan ke paris selama sebulan,''Tawar Darren.
''Beneran? Kau tidak sedang berbohong padaku kan?''tanya Andrian dengan alis mata terangkat, ia masih tak percaya omongan Darren.
''Apa aku terlihat sedang bercada!!''Darren benar-benar serius sekarang. Andrian salah bertanya.
''Baik, dalam 3 menit kau akan mendapat alamatnya.''
Tak.. Tak.. Taak...
Dengan gerakan tangan lincahnya, Andrian begitu mahir menggunakan komputernya. Gerakan jarinya dalam memencet tombol di keyboard komputer sangat cepat.
Tak...
Pencarianya selesai, keberadaan Zara telah di temukan,''Kenapa dia ada di vila dengan orang asing? apa dia tidak takut kalau melihat Darren yang pemarah,''bisik Andrian pelan.
Darren melihat lokasi tempat Zara berada sekarang. Seakan ada iblis di samping Andrian, suasana diruangan itu menjadi sangat dingin dan menakutkan, Tubuhnya akan membeku jika ia tidak cepat-cepat pindah dari tempatnya.
Grep...
Darren memegang belakang kursi yang di duduki oleh Andrian dan memegangnya dengan sangat erat. Andrian benar-benar membeku dan ketakutan ia tak berani bergerak.
Darren meninggalkan ruangan Andrian untum menjemput Zara dan membawanya bersama Darren.
Andrian mengelus-elus dadanya karena lega Darren sudah pergi dari tempatnya,''Benar-benar iblis itu kalo sudah marah sangat menakutkan,''ucap Andrian dan menghela napas lega.
Zara dan Rian sedang berdiskusi mengenai cara untuk membebaskan ibunya dari tangan Wijaya.
''Apa kamu tau dimana ibumu berada sekarang?''
''Tenanglah, aku pasti akan menemukan ibumu dan membawanya kembali.''Hibur Rian dan merangkul Zara.
''Makasih Rian, aku pasti tidak akan melupakan kebaikanmu,''
Brakk...
Gerbang vila milik Rian Roboh karena ditabrak oleh mobil Darren. Rian dan Zara terkejut mendengar suara keras di depan vila itu. Zara langsung gemetar,''sepertinya itu Darren,''
Rian menatap mata Zara,''tenang Zara, aku tidak akan membiarkan lelaki itu mengambil kamu lagi dari aku. Dan aku pastikan dia mendapatkan ganjaran karena telah memaksamu untuk menikahinya.''
Zara mengangguk.
''Sekarang kamu bersembunyi lah. aku akan menyelesaikan ini dengan cepat.''
Zara menuruti perkataan Rian dan ia langsung bersembunyi di dalam lemari pakaian di kamar Rian. Rian turun ke bawah dengan siap menghajar Darren.
Brakk...
Darren kembali merusak pintu vila Rian dengan mendobraknya, Kekuatannya benar-benar luar biasa. Pintu terkunci itu langsung rusak hanya dengan satu kali tendangan dari Darren.
Mata mereka bertemu dan saling menatap,''berani sekali kamu membawa wanitaku!!''Teriak Darren.
''Tidak ada wanitamu disini, Zara menikahinmu karena kamu memaksamu. Dia pasti akan menceraikan kamu dan kembali padaku,''
__ADS_1
''Kau begitu percaya diri yaa!!''
Darren yang sudah sangat kesal langsung berjalan menghampiri Rian.
Bukk..
Tonjokan kuat Darren mendarat di pipi Rian, Rian tak sempat menangkis karena gerakan tangan Darren yang begitu kuat. Rian jatuh tersungkur ke lantai.
Darah segar keluar dari luka robek di bibirnya. Rian bangun kembali dan belum sempat benar-benar berdiri.
Bukk...
Tonjokan kedua sudah datang mendarat di pipinya.''Lelaki lemah seperti kamu, mana bisa melindungi wanitaku,''Ejek Darren merendahkan Rian.
Darren meninggalkan Rian yang babak belur dihajarnya. Darren masuk ke kamar Rian dan mencari keberadaan Zara,''Zara!! Keluar sekarang!! Lebih baik kau keluar sendiri sebelum aku menghancurkan tempat ini. Tidak baik Zara kalau kau terus bersembunyi, Ibumu masih ada di tanganku Zara.''ancam Darren.
Di dalam lemari, Zara ketakutan setengah mati. jantungnya berdetak kencang dan tubuhnya mulai dingin. Mendengar Darren mengancamnya, Zara merasakan keseriusan di perkataan Darren.
Kreeak..
Zara membuka pintu lemari dan dengan kuat menahan tubuhnya agar tidak jatuh, karena ia sangat ketakutan sekarang. Demi ibunya ia menuruti perkataan Darren untuk keluar dari persembunyiannya sendiri.
Darren menatap Zara dingin, ia langsung melepas dasinya dan mengikat tangan Zara,''aku akan memberi pelajaran padamu nanti.''ucapnya dingin.
Zara tak bisa berbuat apa-apa. Darren menggendong Zara di pundaknya bagai memanggul seekor kambing begitu gampangnya.
Zara menangis tanpa suara. Dan ia melihat Rian yang terluka, tak sanggul bangun untuk menolong Zara,''Maaf Rian, karena telah membuat kamu ikut dalam masalahku,''
Darren sampai di rumah, Bi Ijah melihat mereka kembali. Darren melewatinya begitu saja dan naik kelantai atas menuju kamarnya.
''Ya ampun, kirain udah baikan berhari-hari gak pulang. Ternyata masih sama aja. Keluarga ini benar-benar rumit.''tukas Bi Ijah yang menyaksikan Darren masih kasar pada Zara saat membawa pergi dan membawanya pulang.
Brukk..
Darren melemparkan tubuh Zara ke ranjang,''kesepakatan kita berakhir Zara, kamu tidak berhasil lolos dari hutan itu jadi kamu kalah. Dan mulai sekarang kamu harus menuruti apa perkataanku!"
Darren naik ke ranjang dan mendekatkan dirinya ke Zara,''Apa yang kamu lakukan?''Zara lebih ketakutan lagi sekarang.
Tangan Darren mulai menyentuh paha Zara dan menjalar ke atas.''Hm,, jangan, jangan Darren. Aku mohon!''
''Sudah terlambat Zara, kamulah yang mencari masalah padaku, aku akan menjadikan kamu milikku dan tidak akan membiarkan laki-laki lain memilikimu!''
Darren mulai mencium leher Zara dengan kasar.
Tes.. Tes...
Zara hanya bisa menangis. Tangannya terikat kencang di belakang dan tenaganya tidak kuat mendorong Darren yang sedang menindih kakinya sekarang.
''Ah, jangan, jangan lakukan itu. Aku mohon.''
Darren melepas ciuma kasarnya di leher Zara dan melihat Zara yang sedang menangis. Air matanya seakan menyadarkan Darren dari perbuatanya sekarang.
Darren mengeluarkan Tangannya dari dalam baju Zara dan melepas ikatan dasinya di tangan Zara. Darren lalu bangkit dari ranjang dan berbalik badan membelakangi Zara.
__ADS_1
''Kalau kau berani coba kabur dengan pria lain lagi, aku pastikan kau tidak akan bisa bangun dari tempat tidur ini!''ancam Darren dan meninggalkan kamarnya.