Di Paksa Menikahimu

Di Paksa Menikahimu
Season 1 Dia Begitu Hangat


__ADS_3

Dengan terpaksa Zara melakukan apa yang di perintah oleh Darren, bukan salahnya kalau Darren jatuh ke kolam ikan itu. Kalau bukan karena Darren yang tiba-tiba ingin menciumnya pasti Zara tak akan reflek mendorong Darren.


Mau membantah seperti apapun Darren akan tetap pada perkataannya. Dan Zara juga takut dengan ancaman Darren yang akan menyuruhnya tidur di jalan tanpa sehelai benangpun di tubuhnya, membayangkannya saja sudah sangat mengerikan apalagi jika itu benar-benar terjadi padanya.


Zara segera mengambil peralatan pel dan ember berisi air untuk membersihkan lantai yang basah karena Darren tadi. Zara membersih kannya dengan cepat, Karena jika Darren selesai mandi dan ia belum selesai membersihkan lantai itu maka pasti Darren akan menghukumnya.


Bi Ijah merasa tidak enak melihat Zara membersihkan lantai itu sendiri,''udah non, biar bibi aja yang bersihin!'' tawar bi Ijah.


''Jangan Bi, ntar bibi malah di marahin sama Darren. Gak papa bi biar aku aja.''


Karena Zara sangat bersikeras melakukan itu sendiri, Bi Ijah tak bisa berbuat apa-apa. Bi Ijah memilih pergi dan melakukan pekerjaan lain.


Zara telah selesai mengepel lantai itu dengan bersih bahkan sebelum Darren menyelesaikan mandinya. Zara lumayan lelah juga, ia menuju kamarnya untuk berbaring sebentar.


Darren keluar dari kamarnya dan melihat lantai yang sudah bersih dan harum , tidak ada bau-bau amis itu lagi,''pintar juga dia bersih-bersihnya, kalau begini aku tak bisa beralasan untuk menghukum dia.''


Darren berpikir mencari cara untuk beralasan agar bisa menghukum Zara.


Bukkk...


''Aaaww...''teriak Darren setelah pura-pura menjatuhkan diri, terpeleset lantai yang masih basah. Tentu saja itu hanya alasan yang di perbuat Darren sendiri. Ia sengaja menyiram air di lantai itu dan pura-pura jatuh juga.


Zara terkejut mendengar teriakan dari luar itu. Ia segera berlari keluar untuk melihat apa yang terjadi. Dan di lihatnya Darren sedang terbaring sambil memegangi pinggangnya dan berusaha berdiri.


Zara segera menghampirinya dan membantunya berdiri,''kamu ini sedang mencoba membunuhku yaa!! Ini ngepel lantai apa banjirin lantai?''kata Darren dengan berpura-pura marah ke Zara karena tidak becus mengepel lantai.


Zara mengerutkan dahinya, ia heran. Ia ingat sekali sudah mengelap kering lantai itu dan tidak meninggalkan air. Kenapa Darren bisa terpeleset dan air dilantai yang membuat Darren ter peleset lumayan banyak. Zara menatap curiga ke Darren.


''Kenapa? Apa kau kira aku sengaja melakukan ini! Memangnya aku bodoh apa, sampai mencelakakan diri sendiri,''Darren tak mau kalah.


"Aku tidak berkata apa-apa."ucap Zara dalam hatinya.


Ia membantu Darren berdiri dan karena Darren tidak bisa berjalan normal dengan pinggang yang sakit, kebenaranya ia tidak sakit hanya pura-pura. Zara dengan terpaksa menuntun Darren ke kamarnya.


Bi Ijah yang tau kebenaranya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Darren yang seperti anak kecil itu, Sangat tidak pantas dengan wajah tegas dan dewasa dan tampanya itu,''Tuan memang pandai sekali berakting,''


Zara membaringkan Darren ke tempat tidurnya.


Zara akan meninggalkan Darren tapi Darren segera memegang tangan Zara, menahanya.


''Mau kemana kau?''


''Mau balik ke kamar,''jawab Zara tanpa berdosa.


''Ke kamar?''seakan pertanyaan yang diajukan Darren dengan mata bulat dan menatap tajam itu, memberitahu Zara kalau ia balik ke kamarnya sekarang maka, habislah dia.


Zara tertawa takut,''Ah, tentu saja mengambil obat. Hehe.''


''Aku tidak butuh obat!'' Ucap Darren dengan tegas lalu ia bergeser sedikit ke tengah ranjang dan menarik Zara. Membuat Zara terbaring di sampingnya.


Zara menoleh ke Darren,''a.. apa yang mau kau lakukan?''tanya nya dengan terbata-bata.


Darren memeluk tubuhnya dan memejamkan mata,''aku mau tidur, Karena perbuatanmu ini. Aku tak bisa bangun dari tempat tidur, jadi kamu tidak boleh kemana-mana sampai aku tertidur!!''


"Alasan jelek apa itu, kenapa aku harus menemaninya tidur. Lagian salah siapa, jalan gak perhatiin lantainya basah apa engga?"Umpat Zara dalam hatinya.

__ADS_1


"Kalau kamu berani pergi saat aku tidur!! Aku pastikan besok kau aku taruh di gudang lagi!!''Ancam Darren. Ancaman adalah senjata ampuhnya untuk menakuti Zara.


Tentu saja Zara takut dengan ancaman itu, karena benar-benar phobia terhadap ruang gelap.


"Lebih baik aku menurut saja sekarang, tidak baik jika aku melawan nya. Lagian hanya menemaninya tidur, Aku tidak akan rugi."ucap Zara di hatinya.


Zara membiarkan Darren memeluknya sambil tidur.


Darren tersenyum senang, ia menang.


Beberapa menit kemudian, Zara ikut terlelap tidur karena badanya sedikit lelah juga. Darren membuka mata dan melihat Zara yang sudah tertidur,"bisa tidur nyenyak juga dia,"


Darren membalikkan tubuh Zara menghadapnya. Ia memandangi Wajah tidur Zara yang begitu tenang,"hangat, benar-benar hangat. Sudah lama sekali aku tidak merasakan kehangatan ini, sejak tragedi itu,''Darren menyentuh wajah Zara dengan lembut.


''Aku pasti akan mencari tahu kebenaranya, tunggu sampai aku menemukan kebenaranya Zara,''


Darren teringat saat Zara menangis karena perbuatan Darren padanya, wajahnya saat itu terlihat sangat sedih dan selalu murung. Sedangkan saat ini wajahnya terlihat tenang dan sangat manis.


Darren terus menatap wajah Zara lalu memeluknya membuat Zara menempel pada dirinya dan kemudian Darren tertidur.


Jam 2 malam. Salah satu anak buah kepercayaan ayah Darren mendatangi rumah Darren.


Darren terbangun saat mendengar suara mobil masuk ke dalam halaman rumahnya.


Darren langsung bangkit dari ranjang dengan pelan agar tidak membangunkan Zara, dan melihat siapa yang datang kerumahnya malam-malam begini,


"Maaf tuan mengganggu tidur nyenyak anda, saya kesini untuk memberi tahu kalau ayah tuan telah diserang di tempat peristirahatannya tadi malam."


"Apa? lalu bagaimana keadaan ayah?"


"Boss besar terluka parah. Sekarang sedang dirawat di Rumah sakit Singapura,"


"Bagaimana dengan para penjaga?"


"Mereka semua terluka parah, sepertinya ini bukan perbuatan genk mafia biasa?"


"Baiklah kalau begitu, kita berangkat malam ini ke Singapura."


Darren langsung berangkat ke Singapura malam itu juga bersama beberapa anak buahnya.


Zara membuka matanya dan sinar matahari masuk ke sela-sela kamarnya, ia tidak melihat Darren di ranjangnya,''aku tidur terlalu nyenyak dan begitu lama, Badanku jadi terasa sakit.''Zara bangun sambil memegang pinggangnya yang sakit karena terlalu lama tertidur.


Zara melihat ada surat di atas lemari samping ranjang.


"Maaf, aku tidak sempat pamit langsung padamu. Ada urusan mendadak jadi aku pergi ke Singapura untuk beberapa hari, selama aku pergi, turuti kata kata orang ku yaa," Darren


"Jadi, dia pergi ke Singapura?"


Bagaikan mendapat rezeki nomplok di siang bolong, Zara begitu senang karena Darren tidak akan di rumah dalam beberapa hari dan tidak akan ada yang mengganggu atau mengancam Zara. Hidupnya akan tenang untuk beberapa hari ke depan.


Zara turun ke bawah dan melihat ada seorang wanita yang sedang duduk di sofa ruang tamu, wanita itu menoleh ke arah Zara dan ia langsung menghampirinya.


"Selamat pagi nona Zara, saya Mirra Denia yang akan menjaga nona selama tuan pergi"kata wanita bernama Denia itu.


Zara baru paham dengan isi surat itu, kenapa Darren mengatakan untuk menuruti kata-kata orangku ternyata Darren telah menyuruh orang untuk menjaganya, Zara memperhatikan Denia dan ia mulai menilai,"wajahnya cantik, badanya terlihat terawat, dan bagus, orangnya sopan. Sepertinya pintar beladiri juga? Di mana Darren menemukan wanita sempurna seperti ini?"kata Zara dalam hati ia terlihat iri dengan wanita di depannya dan merasa kesal karena Darren bisa dekat dengan wanita ini.

__ADS_1


"Tenang saja nona, tuan tidak tertarik dengan saya. hanya nona yang ada di hati tuan, saya hanya seorang bawahannya."terang Denia.


"Apa kamu bisa mendengar suara hati saya?"


Denia tertawa," sangat terlihat pada wajah nona, kalau nona cemburu pada saya."


"Haha, cemburu? Memangnya aku menyukainya apa? Memang dia siapa, hanya seseorang yang menghancurkan kehidupanku dalam 1 hari. Sampai kapanpun aku tidak akan memaafkan perbuatanya padaku,"tukas Zara dalam hatinya.


Zara langsung merangkul Denia mengajaknya untuk sarapan sebagai permintaan maaf atas pikiran buruk Zara.


Mereka berdua makan bersama bi Ijah sambil mengobrol.


"Tuan itu kakak kelas saya di SMP dulu, nona tau engga dulu tuan sangat takut dengan saya, karena cuman saya yang berani memukul dia"


"Benarkah?"


"Iya, dulu tuan itu sangat ditakuti oleh anak-anak disekolah karena dia itu orang nya kasar, selalu bermain tangan, semua anak menjauhi tuan, tuan tidak punya teman saat di SMP. Tuan sangat pendiam orangnya dan begitu dingin, waktu itu aku masih anak baru disekolah. Melihat tuan yang sedang memukuli temanya, aku menghampiri tuan dan langsung aja nonjok dia. Aku kira tuan bakal membalas? Ternyata tuan tidak memukul wanita.''


Zara dan bi Ijah dengan serius mendengar cerita Denia yang menarik untuk di dengar,''Setelah sebulan, aku baru tau penyebab tuan memukuli anak laki-laki itu. Ternyata, karena anak itu telah menghina tuan dengan mengatakan kalau tuan anak haram yang tidak diinginkan ibunya, kalau aku ada di posisi tuan hari itu. Aku juga pasti akan memukul anak itu.''


''Terus? Apa tuan langsung berlutut setiap ketemu kamu?"tanya Zara.


''Berlutut? Mana mungkin. Orang seperti tuan mah gak kenal takut sama siapapun.''jawab Denia dan ia langsung menutup mulutnya dengan tangan nya. Ia merasa ada yang salah dengan perkataannya.


Bi Ijah dan Zara tersenyum menyeringai.


''Haha, aku hanya bercanda. Hanya sedang menghibur diri saja. Haha.''Denia merasa malu dengan cerita yang di buatnya, niat Denia ia ingin membanggakan dirinya karena pernah memukul Darren tapi, ceritanya jadi tidak menarik karena Denia yang terlalu jujur.


***


Zara sedang memberi makan ikan emas Darren, Denia memfoto Zara dan mengirimkannya pada Darren.


"Nyonya sangat baik dan sehat, jadi tuan jangan terlalu khawatir dengan nyonya selama ada aku,"kirim Denia.


Darren menggelengkan kepala melihat apa yang dituliskan Denia,"wanita ini sangat percaya diri."kata Darren lalu melihat foto Zara yang dikirimkan oleh Denia.


"Baguslah kalau dia baik-baik saja,"


Darren tersenyum sambil memandangi foto Zara.


"Tuan! Boss besar sudah siuman."kata anak buah ayah Darren memberitahukan kondisi ayahnya.


Darren langsung cepat-cepat keruangan ayahnya. Didalam sudah ada seorang wanita anak dari teman bisnis ayahnya yang juga bekerja di perusahaan ayah Darren di Singapura dan wanita itu juga yang telah menolong ayah Darren dan membawanya ke rumah sakit.


"Ayah, bagaimana keadaan ayah? Apa lukanya baik-baik saja?"Darren menghujamkan banyak pertanyaan pada ayahnya yang baru saja siuman, ayahnya tersenyum melihat anaknya yang begitu khawatir padanya. Ayah Darren mendudukkan dirinya dibantu oleh wanita itu.


"Ayah baik-baik saja, lukanya tidak parah. Untung pelurunya meleset dan tidak mengenai jantung ayah."


"Baguslah kalau ayah sudah baik-baik saja."


"Darren, karena kamu sudah disini. Tolong bantu ayah selesaikan tugas perusahaan bersama Felicia Zoey, keadaan ayah tidak sanggup untuk mengurus perusahaan."


Darren menatap ke wanita yang dikatakan ayahnya,"baiklah, aku akan menyelesaikannya,"


"Owh iya, jangan beritahu Nadine tentang kejadian ini. Ayah tidak ingin dia khawatir."

__ADS_1


"Baik ayah, aku akan menyembunyikan nya dari kakak,"


__ADS_2