Di Paksa Menikahimu

Di Paksa Menikahimu
Season 1 Sudah Bukan Perawan


__ADS_3

Rian mengajak Zara untuk tinggal di hotel. Zara menolaknya dan ia berpisah dengan Rian di restoran itu, ia meminjam beberapa uang Rian untuk ongkos Zara ke Mall tempatnya bekerja dulu.


Zara masuk ke dalam Mall dengan wajah yang ditutupi dengan syal panjangnya. Yang ia beli saat di perjalanan. Zara naik ke lantai 2 tempat Emilia bekerja.


Emilia sedang sibuk melayani para pelanggan yang datang ke toko itu.


''Syuut.. Syiuutt..''panggil Zara dengan syuitan nya.


Emilia menoleh ke arah Zara. Harus menunggu beberapa menit baru Emilia paham kalau yang memanggilnya adalah Zara, Emilia melihat sekelilingnya. Memeriksa kalau-kalau bosnya ada di sekitar toko. Saat yakin aman. Emilia langsung menghampiri Zara.


Zara segera menariknya ke toilet Mall,''Zara! Lo baik-baik aja kan?''Emilia begitu khawatir dengan keadaan Zara. Ia memutar-mutar Zara, memeriksa tubuhnya.


''Gue baik-baik aja Em,''


Emilia langsung memeluknya.


****


''Hahaha... jadi, Lo di paksa nikah sama cowok itu Zar,''Emilia benar-benar di buat pegal karena menertawakan Zara yang di bawa paksa hari itu karena di suruh nikah dengan Darren.


Zara memanyunkan bibirnya, ia tidak senang melihat ekspresi Emilia setelah mendengar ceritanya,''emang nya lucu apa cerita gue,"


''Iya. Iya, Maaf.''Ucap Emilia sambil menahan tawanya.


''Ya, ya. Silahkan aja ketawa. Kalo di tahan sakut loe,''


Emilia menepuk pundak Zara yang terlihat kesal itu.''Gak kok, terus sekarang ibu dimana?''


''Masih sama mereka,''


Emilia mulai serius,''kok bisa?''


Zara menghela napas berat,''sepertinya ibu menyembunyikan sesuatu dari aku, aku harus mencaritahu tentang perkataan Wijaya padaku hari itu.''


Zara kembali ke rumah lamanya. Benar-benar berdebu, Ia mencari Handphone miliknya yang terakhir kali ia taruh di meja dapur.


Hp itu masih berada disana. Layarnya benar-benar berdebu dan sudah mati tak bisa menyala karena kehabisan baterai.


Zara membersihkan rumah dan mengganti bajunya. Ia membaringkan diri di kasur empuknya,"Ah, aku merindukan kalian. Tempat tidurku.''


Zara memeluk guling di kasurnya, tiba-tiba ia teringat dengan Darren yang pada malam itu ia kira sebagai ibunya.''beberapa hari tanpa kehadiran dia, aku sedikit merindukan kata-kata ancamanya.''


Zara membulatkan matanya lalu memukul kepalanya,''Gila kau yaa, bagaimana bisa kamu berpikir tentang pria mesum itu!!''


Zara tak ingin berpikir lebih jauh lagi. Ia mulai memejamkan matanya dan mulai terlelap.


Brakk..


Pintu rumah Zara rusak karena Darren mendobraknya dengan kuat. Zara yang baru terlelap itu sangat terkejut mendengar suara keras yang berasal dari pintu depan.


Zara langsung bangkit dari ranjangnya. Dan saat ia akan melihat keluar, Darren sudah lebih dulu membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


''Kamu! Bagaimana kau tau aku ada disini!''


Tatapan itu begitu dingin dan tajam seakan siap menusuk dan membekukan apapun yang ada di depanya,''Kau mulai berani ya!!''Bentak Darren.


Zara menyadari kesalahan besarnya.


Darren sampai di rumah dan tidak sabar menemui Zara di kamar. Tapi, sejak ia masuk ke dalam rumah bi Ijah terlihat khawatir dan ketakutan karena terlihat jelas di wajahnya dan saat itu juga Denia yang mencari Zara belum kembali.


Darren menuju kamar dan tidak melihat Zara,''Zara kemana bi?''Tanya Darren.


''Itu,, I..tu.. Tuan..,''Bi Ijah benar-benar gugup dan tak sanggup memberitahu Darren tentang Zara yang kabur dari rumah.


''Itu apa bi?''kata-kata Darren begitu dingin dan membuat bi Ijah semakin takut.


''Nona Za..ra... Ka.. bur.. tuan,''


Diam, tak bergerak.dan menatap dengan tajam.''sudah berapa lama dia pergi?''


''Baru tadi pagi tuan.''


Darren langsung keluar dengan langkah kaki yang begitu tegas.


Grep..


Darren langsung memegang tangan Zara dan menariknya.


''Tunggu Darren!! Aku hanya mengambil baju untuk aku pakai disana,' aku tidak berniat kabur!!''


Darren mengikat tangan Zara dengan dasi miliknya. Darren kemudian membuka lemari baju Zara dan mengeluarkan semua baju Zara dari dalam lemari itu. Darren terlihat sangat marah.


Darren menumpuk baju Zara di depan rumahnya dan kemudian dia membakar semua baju itu.


''Jangan!!!''Teriak Zara, Air matanya menetes deras. Ia ingat bagaimana perjuangan dia untuk membeli baju-baju itu. Ia harus banting tulang hanya untuk membeli beberapa baju dan sekarang, baju miliknya terbakar di depan nya. Hatinya begitu sakit melihat hasil usahanya di bakar seperti itu oleh Darren.


''Aku bisa membelikan kamu baju yang lebih berharga dari ini!!''


Darren menggendong Zara masuk ke dalam mobil. Membawa Zara kembali ke rumahnya.


Denia dan Bi Ijah sangat khawatir dengan Zara. Pasti tidak baik jika Darren sendiri yang menemukan keberadaanya.


Darren sampai di rumah dan ia segera memarkirkan mobil di garasi rumahnya. Darren mengeluarkan Zara dari mobil dan menggendongnya masuk ke dalam demgan keadaan Zara yang menangis tersedu-sedu.


Bi Ijah dan Denia sangat merasa bersalah. Tapi, mereka tak bisa berbuat apa-apa untuk menolong Zara. Mereka hanya bisa terdiam. Apalagi Denia ia sangat merasa bersalah karena tidak menemukan Zara lebih dulu dari Darren.


Darren melempar Zara ke ranjang dan mengunci kamar. Darren melangkahkan kakinya mendekat ke ranjang.


Kancing satu mulai di bukanya, kancing kedua dan seterusnya. Zara ketakutan melihat Darren yang terus membuka kancing bajunya dan berjalan ke arahnya.


''Tunggu!! apa yang kamu lakukan!''


Darren naik keranjang dengan baju yang sudah terlepas,''aku sudah memperingatkan kamu untuk tidak melakukan hal bodoh ini! Tapi kamu tidak pernah mendengarkan peringatanku Zara. Jangan salahkan aku kalau malam ini kau menjadi milikku.''

__ADS_1


Zara berusaha melepaskan tangannya yang terikat dan mencoba melawan Darren. Tapi, ikatan dasi itu sangat kuat dan kencang, Zara tak bisa melepaskannya.


Darren memegang kepala Zara dan mulai mencium bibirnya dengan kasar.


''Ugh,, mm, Ugh.'' Rintih Zara.


''Aww..''Darren melepas ciumannya karena Zara berhasil menggigit bibir Darren.


Darren mengusap darah yang keluar dari luka bibir karena gigitan Zara.


''Kau suka kekasaran ya!! Baiklah, aku akan melakukanya dengan kasar dan membuat kamu tidak bisa bangun dari tempat tidur!''


''Jangan!! Aku minta maaf Darren, Tolong jangan lakukan itu.''Pinta Zara.


Darren sudah terlalu marah padanya. Darren memegang leher dan kepala Zara, ia mulai membuat ****** pada leher dan tubuh Zara.


''Ah, jangan! Berhenti!''


Darren menyeringai,''mulutmu memang menolak tapi tubuhmu benar-benar menginginkanku sekarang. Tubuhmu tak bisa berbohong Zara.''


Darren kembali melanjutkan aksinya. Tangannya mulai masuk ke dalam baju Zara dan melakukan pekerjaanya.


''Aah, ber.. henti.. Ugh, Jangan la.. kukan.. I..tu.. Ah,"


Darren tak peduli dengan ucapan Zara yang terus melarangnya. Ia sudah di luar kendali.


***


Zara membenamkan tubuhnya di dalam selimut. Semalaman ia terus menangis karena perbuatan Darren padanya. Ia merasakan sakit di seluruh tubuh. Darren benar-benar tidak melepaskan nya semalam. Bahkan hanya untuk sesaat.


Zara tidak sanggup melihat Darah keperawanan nya yang menodai sprei ranjang itu. Sudah hilang sesuatu yang sangat ia jaga dan akan ia berikan pada lelaki yang dicintainya, suatu hari nanti.


Kesuciannya telah di nodai oleh Darren dan Zara benar-benar marah.


Set.. Brukk..


Darren menarik selimut yang menutupi Zara dan membuangnya ke lantai. Zara langsung mengambil posisi duduk dan menutupi tubuhnya dengan bantal.


Darren sudah membersihkan dirinya,''apalagi yang mau kau tutupi Zara, aku sudah melihatnya semalam.''


''Dasar baji ngan, psikopat, breng sek, Huuu..''


''Ini salahmu Zara, aku sudah memperingatkan mu tapi kamu tak mau mendengarkanya!!''


''Bul syitt, kau bilang tidak akan menyentuhku! Tapi kau melanggar omonganmu itu!!''


''Tentu saja aku tidak akan melakukan itu kalau kau tidak mencari masalah denganku, kenapa kau tidak melanjutkan saja sandiwaramu itu. Siapa tau aku akan benar-benar jatuh cinta padamu dan melepas kamu suatu saat nanti.''


Zara menundukkan kepalanya dan tidak ingin terus berdebat dengan Darren. Darren keluar dari kamar itu. Zara mengambil selimut yang di buang Darren tadi untuk menutupi tubuhnya.


Zara menatap wajah dan tubuhnya di cermin kamar mandi. Matanya benar-benar bengep dan di leher serta tubuhnya terdapat bekas ****** dari Darren. Zara menyentuh bekas ****** yang berwarna merah itu.

__ADS_1


''Dasar lelaki kejam itu!! Bagaimana aku akan keluar dari kamar ini. Apalagi kalau bi Ijah dan Denia melihatnya, mau di taruh mana mukaku?''


__ADS_2