Di Paksa Menikahimu

Di Paksa Menikahimu
Season 1 Perhatian


__ADS_3

Darren mendapat telpon dari ayahnya, ayahnya ingin menjenguk Zara di rumah sakit.


sebenarnya Darren tidak suka ayahnya menjenguk Zara, tapi tidak akan baik jika ia mencari masalah saat ini. yang Darren pikirkan sekarang adalah kesehatan Zara dan keselamatan nya.


Beberapa menit sebelum kedatangan Wijaya, Zara tersadar. iya melihat Darren sedang tertidur di samping ranjang sambil memegangi tangannya.


Zara mengingat kembali kenangan masa kecilnya bersama ayah dan ibunya," Ternyata ayah begitu sangat menyayanginya aku dan ibu, aku tidak akan meragukan ayah lagi, aku percaya ayah."


Pintu ruangan terbuka dan masuklah Denia dan Bi Ijah dengan membawa beberapa plastik buah dan makanan.


Karena kedatangan Denia dan Bi Ijah, Darren terbangun dari tidurnya. dan ia melihat Zara sudah sadar dan sedang menatapnya. Darren segera bangun.


"Kamu sudah sadar?"tanya Darren dengan wajah dingin.


Zara hanya diam,"baiklah, jangan turun dari ranjang dulu sebelum keadaanmu benar benar sehat,"lanjut Darren dan pergi meninggalkan ruangan.


Bi Ijah dan Denia hanya menggeleng kepala karena melihat Darren yg tanpa ekspresi beratnya tentang keadaan Zara, dan mereka menghampiri Zara.


Darren menemui ayahnya di depan rumah sakit dan melarang dia untuk menjenguk Zara di dalam.


Darren menarik napas pelan"boleh aku tanya tentang persahabatan ayah dan Gunawan sebelum tragedi itu?"ucap Darren.


Wijaya ikut menarik napas pelan, ia tau saat ini pasti akan tiba, Wijaya menceritakan pertemuan pertamanya dengan Gunawan sampai membuat Gank antar anak sekolah untuk membasmi para pembulli.


"Ayah terlihat sangat dekat dengan ayah Zara?"ucap Darren.


"Benar! tapi itu sebelum pengkhianatan besar yang dia lakukan pada ayah."


"Kenapa ayah sangat yakin ayah Zara yang melakukan itu bukan mamah?"


Wijaya menoleh ke arah Darren,"sepertinya obrolan kita cukup sampai disini, ayah baru inget ada urusan penting,"Wijaya berdiri dari kursi berpamitan pada Darren dan meninggalkan Rumah sakit.


Darren merasa kalau ayah nya menyembunyikan sesuatu dari dirinya, terlihat ekspresi ayah nya yang seketika berubah saat Darren menanyakan tentang pengkhianatan itu.


Darren kembali keruangan Zara dan mendengar dari luar pintu bi Ijah,Zara,dan denia sedang asyik mengobrol. Bahkan sampai tertawanya terdengar keluar.


Sreeet..


Darren membuka pintu disambut kesunyian yang tiba tiba.


"Kalian berdua pulang!!"kata Darren dengan tegas dan serius.


Melihat keseriusan dimata Darren. Denia dan bi Ijah segera berpamitan dan meninggalkan Rumah sakit, membuat Zara kesal padahal kedatangan bi Ijah dan Denia telah mengurangi rasa bosan Zara di rumah sakit.


Darren menaruh bunga pemberian ayahnya di meja,"senengnya ada mereka tadi, sekarang jadi bete lagi"sindir Zara yang kesal.


Darren menghampiri Zara lalu mencium pipinya, Zara terkejut dan langsung reflek mundur menutup pipinya dengan kedua tangan.


"Gak cukup aku aja yang menghibur kamu?"Darren tersenyum menggoda Zara.


"Dasar kamu ini memang licik..!!"Keluh Zara dan dia benar benar tidak mengerti dengan sikap Darren, padahal ia sangat dingin tadi.


"Kalo aku orang cupu, gak akan bisa nyentuh kamu dong?"

__ADS_1


"Ha? Dasar!! ga bisa berkata-kata"kata Zara yang kehabisan kata-kata.


Darren menggeser tubuh Zara dan membuat ruang di ranjang pasien agar Darren bisa tidur disamping Zara, Darren naik ke ranjang dan tiduran disamping Zara.


"Kita pulangnya besok pagi aja yah!"


Darren menarik tubuh Zara dan membuatnya berbaring, setelah itu Darren merangkul tubuh mungil Zara itu, Zara terkejut dengan sikap Darren, bukankah dia bilang sebelumnya kalau ia meminta Zara untuk pergi tapi kenapa sikapnya berubah 100 persen. tapi Zara merasa sangat nyaman dengan pelukan Darren sekarang dan tidak ingin melepasnya.


"Baiklah, Darren? boleh aku minta sesuatu padamu?"kata Zara tak terlalu berharap agar tak terlalu sakit jika Darren menolaknya.


"Hmmz.. kalau aku menuruti permintaanku, hadiah apa yang akan kau berikan padaku?"


Zara terdiam,"memang banyak maunya nih cowok satu"ucap Zara dalam hati.


Zara teringat dengan dasi yang ia beli saat bersama Denia dan Emilia,"nanti, aku akan berikan hadiah yang kamu suka,"jawab Zara.


"Benarkah? Kalau begitu apa permintaan mu?"


"Aku ingin bertemu ibuku.."


Darren terdiam mendengar permintaan Zara, ia berpikir sejenak,"baiklah, aku akan membawa ibu pulang ke rumah dalam beberapa hari ini,"


"Benarkah? Kau tidak bohong kan?"ucap Zara begitu senang.


Darren mengangkat tangan kanan nya, mengepak dan menyisakan jari kelingking,"aku janji."


Zara menoleh ke arah Darren dan tersenyum, ia ikut mengangkat tangan dan jari kelingking mereka saling membuat janji.


"Terima kasih,"ucap Zara.


Zara merasa kesal Darren berhasil mempermainkannya lagi,"baiklah " jawab Zara terpaksa.


Zara mengecup bibir Darren. belum sempat melepas Darren langsung memegang kepala Zara dan menahannya, Darren membalas ciuman bibir Zara dengan sangat bergairah. Zara berusaha melepasnya dan memukul-mukul tubuh Darren, Darren langsung menghentikan aksinya dan tersenyum melihat kemarahan Zara yang terlihat menggemaskan di mata Darren.


Zara cemberut dan memasang wajah kesal,"kamu ini senang sekali mempermainkan aku!!"


"Maaf..."ucap Darren lalu mencium kening Zara dengan lembut dan wajah Zara yang kesal itu berubah ceria kembali.


"Ayoo kita tidur, aku lelah."


Darren memeluk Zara dan mulai memejamkan matanya, Zara memandangi wajah Darren,"aku mengakuinya sekarang, aku sudah jatuh cinta pada lelaki licik ini,"ungkap Zara dalam hatinya.


Zara merangkul kedua tangannya ke tubuh Darren dan Darren menaruh tangan kananya ke bawah leher Zara, membuat bantal tangan untuknya, lalu merapatkan tubuh Zara agar semakin dekat dengan nya.


"Maafkan aku Darren,"ucap Zara.


"Apa kau berbuat kesalahan padaku?"


"Tidak! hanya ingin bicara saja."


"Baiklah, aku terima maafmu."


Zara tersenyum walau hatinya merasa sedih.

__ADS_1


Zara sudah diperbolehkan pulang oleh Dr.Ivan, itu juga karena Darren yang memaksanya untuk mengatakan pada Zara kalau Zara sudah diperbolehkan pulang, padahal melihat kondisi ditubuhnya belum pulih, tapi mau bagaimana lagi, dan bukan hal biasa lagi kalau Darren memintanya dengan paksa dengan ancaman.


Darren menuntun Zara sampai depan Rumah sakit dan memasukan Zara ke dalam mobil, Darren sangat perhatian dan begitu memanjakan Zara. itu bukan hal baik untuk Zara setelah ingatan masa kecilnya kembali, perasaan sakit dan benci muncul dihati Zara, setelah menuduh ayahnya melakukan pembunuhan sekarang ia harus hidup didalam keluarga mereka.


Seharunya yang balas dendam adalah Zara bukan keluarga Darren, yang dilukai dan disakiti adalah ayah Zara bukan keluarga Darren. tapi melihat Darren yang begitu perhatian padanya dan begitu juga perasaan cinta yang telah tumbuh dihatinya untuk Darren apa ia sanggup untuk melakukan pembalasan atas rasa sakit yang diterima ayah dan keluarganya, tidak!! Zara tidak sanggup. ia hanya punya satu pilihan, pilihan yang menurutnya baik untuk semua orang.


Di perjalanan pulang Zara termenung memandangi suasana diluar dari kaca mobil, air matanya menetes ia sedang mengingat masa lalu nya dengan ayahnya.


"Ayaah, maaf aku telah melupakanmu dan sempat berpikir buruk tentangmu, maafkan aku ayah karena terlambat mengingatmu"kata Zara dalam hatinya.


Grep..


Darren menggenggam jari jemari Zara, dengan cepat-cepat Zara menghapus air matanya dan menoleh ke Darren.


"Kau ingin pergi ke suatu tempat terlebih dahulu atau langsung pulang?"


"Langsung pulang aja yaa,"


"Baiklah.."


Darren dan Zara sampai di rumah dan begitu masuk


"Taraaa,kejutan..!!!"teriak bi Ijah, Denia dan Emilia. Di depan pintu sambil memperlihatkan belanjaan yang begitu banyak ada daging sapi dan bahan-bahan untuk memanggang daging.


"Ini semua untuk menyambut kepulangan nona Zara dari rumah sakit, kita akan pesta barbeque daging sapi, yaa..."kata Denia dengan semangat.


Bi ijah dan Emilia sangat semangat menyambut Zara kembali dari rumah sakit, Darren dan Zara dibuat bengong dengan kelakuan 3 wanita ini. Emilia memeluk Zara dan ia sangat merasa bersalah karena tidak tau kalau Zara sakit, ia baru tau tadi pagi saat Denia datang ke mall untuk berbelanja dan memberi tahu Emilia tentang keadaan Zara.


"Aku udah gak apa-apa kok,"kata Zara sembari tersenyum agar Emilia tidak khawatir padanya.


Mereka membuat pesta atas kepulangan Zara di belakang rumah Darren, saat sedang asyik berpesta Nadine datang bersama Bara karena ia sudah bilang pada Darren untuk kerumahnya, dan mereka ikut bergabung dalam pesta itu.


Bara terlihat murung dan terdiam tidak seperti biasanya, sebelumnya jika Bara bertemu dengan Zara ia akan menjadi orang yang heboh dan berisik, Zara memperhatikan Bara yang murung sejak datang tadi.


"Bara, kesini dong?"kata Zara memanggil Zara yang berada 1 meter di depannya, Bara mengangkat wajahnya dan melihat Zara yang mengisyaratkan dia untuk menghampiri Zara.


Bara berjalan menghampiri Zara dan ia langsung menangis, membuat semua yang ada disitu bengong dan bingung.


"Kakak Zara maafin Bara, kakak sakit karena Bara hiks..hiks.."jelas Bara mengungkapkan isi hatinya.


Setelah tau penyebab Zara jatuh pingsan, Darren langsung datang ke rumah Nadine dan memarahi kakaknya itu karena memberi flashdisk itu ke Zara. Nadine yang tidak tau apa apa menolak dirinya untuk dimarahi karena bukan dia yg memberikan itu. Bara yang melihat Ibu dan pamannya bertengkar karena dia, ia tidak tega dan mengatakan yang sebenarnya. Bara selalu menyalahkan dirinya atas sakitnya Zara, Zara memeluk Bara dan menenangkanya,"tidak Bara, kamu tidak salah, kakak Zara malah bersyukur dan berterima kasih padamu karena berkat kamu yang memberikan flashdisk itu kakak Zara bisa kembali mengingat semua nya,"ucap Zara dalam hati.


"Aduuh, kayaknya kakak Zara udah keterlaluan banget deh sama Bara, sebenernya kemaren itu kakak Zara cuma ngerjain Bara klo di hp itu apa yaa namanya, oh iya prank!! maaf yaa Bara jadi kepikiran,"kata Zara berbohong agar Bara tidak menyalahkan diri nya.


Darren menghampiri mereka,"iya Bara kemaren kaka Zara itu cuma prank in Bara, om Darren juga udah marahin kakak Zara karena prank in Bara kemaren!!"


Bara menatap Zara dan Darren, semua yang ada disitu juga ikut bekerja sama dengan Zara mereka pura-pura memarahi Zara karena telah mengerjai Bara sampai ketakutan begitu, karena melihat semuanya sangat serius dengan perkataan mereka Bara langsung berhenti menangis dan kembali ceria.


"Kakak Zara nyebelin, kan Bara nya jadi takut,"


"Iya, kakak minta maaf yaa, janji deh kakak Zara ga akan ngelakuin itu lagi sama Bara."


"Iya Bara maafin kok tapi semuanya jangan marahin kakak Zara lagi yaa, Bara ga mau kakak Zara nangis karena dimarahin sama kalian!"

__ADS_1


"Siap boss!!"jawab mereka serempak.


__ADS_2