Di Paksa Menikahimu

Di Paksa Menikahimu
Season 1 Cerita Wanita di Komik


__ADS_3

Zara menunggu sedikit siang, ia merasa malu untuk bertemu Darren. Darren sudah .melihat seluruh tubuhnya dan Zara tidak tau bagaimana akan menghadapinya sekarang.


Saat kira-kira sudah siang dan Darren sudah pergi ke kantornya, Zara keluar dari kamarnya. Tapi lagi-lagi-lagi Zara di kunci di kamar itu.


''Huft, ini bukan pertama kalinya. Buat apa aku kecewa.''


Bi Ijah membuka kunci kamar Zara dan membawakan sarapanya,''Nyonya, ini sarapan nyonya,''Bi Ijah memberikan nampan berisi nasi dan beberapa potongan daging ayam kecap.''


''Tinggalkan saja disitu Bi, lagian aku gak makan-makanan itu,''


''Non, bukan maksud Bibi lancang. Tapi tidak baik. non menolak makanan, kalo nona tidak makan-makanan ini lalu siapa yang akan memakananya. Bi Ijah juga ga akan makan, soalnya ini pesan tuan. Kli Bi Ijah yang makan nanti tuan pasti marah, dan kalo makanan ini di buang bagaimana nasib para orang diluar sana yang mau makan saja harus ngambil botol plastik bekas dulu,''Tukas Bi Ijah dengan pura-pura sedih untuk membujuk Zara makan.


Benar saja, Zara jadi memikirkan perkataan bi Ijah dan ia jadi tidak tega untuk membuang makanan itu,''Ya udah Bi, ntar aku makan. Tapi tinggalin aja di meja ya?''


Bi Ijah langsung merubah wajahnya, ia sangat senang.


Zara mengambil nampan isi nasi dan beberapa potongan daging ayam tadi, ia mulai memakanya,''Kalau bukan karena omongan bi Ijah, pasti aku tidak akan memakanya. Ngomong-ngomong masakan bi Ijah enak juga,''


Zara menghabiskan makanan itu hanya dalam 5 menit, ia benar-benar kelaparan.

__ADS_1


Tokk.. Tok...


Zara mengetuk pintu kamarnya sebagai tanda kalau ia telah selesai makan. Bi Ijah segera membuka pintu untuk mengambil nampan dan piring kotornya.


Zara memberikan nampan dan piring kotor itu ke Bi Ijah,''Kalo bukan karena bi Ijah yang maksa aku makan, pasti gak akan aku makan, Huh.''


Bi Ijah hanya tersenyum melihat tingkah Zara yang berpura-pura itu, memang benar ia makan karena perkataan bi Ijah Tapi, nasi 3 centong dan 5 potong ayam habis tak tersisa. Bi Ijah mengambil nampan dan kembali mengunci Zara di kamarnya.


''Tidak mau makan tapi 5 potong daging ayamnya habis tak tersisa, nona Zara ini memang lucu.''


Di dalam kamarnya Zara memikirkan berbagai cara untuk bisa keluar dari rumah Darren dan juga menyelamatkan ibunya,''Aku pernah baca komik sama Emilia, Ada seorang perempuan juga yang nasibnya sama kaya aku, dan dia pura-pura baik ke cowoknya dan buat cowok itu jatuh cinta. Dan setelah itu cowoknya jadi luluh dan menuruti semua kemauan wanita itu. Apa aku juga harus mencobanya?''


Darren pulang ke rumah jam 08.00 malam. Ia mulai parkir dan memasuki rumahnya, Darren di buat terkejut dengan kehadiran Zara yang menyambutnya di depan pintu rumah.


Darren menatap bi Ijah. Seakan tahu apa yang ada dipikiran Darren, Bi Ijah ketakutan karena telah membebaskan Zara dari kamarnya.''Maaf tuan, seharian ini Nyonya berteriak-teriak minta di bukakan pintu, katanya mau menyambut tuan pulang dan memasak makan malam buat tuan,''jelas bi Ijah.


''Iya, aku yang minta bi Ijah buat bukain pintunya. Jangan salahin bi Ijah yaa, salahin aku aja.''terang Zara dan membela bi Ijah.


Darren mengambil jas yang tadi di ambil Zara dengan ekspresi wajah dingin. Ia melangkah ke meja makan Diikuti Zara.

__ADS_1


Ada 3 menu makanan di meja, telor ceplok, sup daging dan ayam goreng. Zara mengambilkan piring dan mengisinya dengan nasi untuk Darren.


Bagai seorang istri idaman, Zara melakukanya dengan sangat baik. Aktingnya pantas mendapat penghargaan world rekor. Zara menuangkan sup daging ke piring Darren.


Darren hanya diam dan mulai melahap makanannya. Zara mengambilkan gelas dan menaruhnya di pinggir Darren Ia menuangkan air minum ke dalam gelas, tangannya gemetar dan karena ceroboh Zara menuangkan airnya terlalu banyak sehingga air itu tumpah dan mengenai baju Darren.


Darren hanya diam tak berkata apa-apa. Zara ketakutan dan mencari elap, kemudian mengelap celana dan baju Darren yang basah.''Maaf, aku gak sengaja.''


Darren mendekatkan mulutnya ke telinga Zara,"kau sedang mencoba membuatku tunduk padamu yaa, sayangnya, aktingmu terlalu jelek dan mudah di tebak. Kalau kau ingin aku melepas kamu, hanya ada satu cara. Tidurlah bersamaku.''bisik Darren.


Zara langsung menoleh ke Darren dan menatapnya kesal. Zara membuang lap di tangannya dan naik ke kamar. Darren bangun dari tempat duduknya,''Bi, makanan nya klo bibi mau makan, makan aja yaa,''ucap Darren.


Darren mengambil jasnya dan pergi ke kamar tamu di lantai bawah. sampai di kamarnya ia langsung megelus dadanya,''kalau dia tidak menumpahkan air minum tadi, pasti aku akan menghabiskan makanan itu. Beruntung sekali, nasib baik masih datang padaku,''ucap Darren.


''baru kali ini ada sup daging rasa asin dan manis bersamaan. Huft, benar-benar membuat perut mual.''ucap Darren lagi, yang ternyata ia pura-pura menikmati makanan buatan Zara padahal di dalam hatinya terus mengumpat.


Bi Ijah membuang makanan buatan Zara tadi,''kalau makanan yang di berikan ke nona tadi, pasti aku tidak akan membuangnya tapi, untuk makanan ini. Maaf yaa, aku tak bisa memakanmu, rasanya terlalu enak kalau aku memakanya aku bisa keracunan dan sakit perut. Maafkan aku,''kata bi Ijah yang sudah mencoba juga rasa masakan Zara. yang di mana telur ceplok itu terasa asin sekali dan ayam gorengnya lebih para. Zara menambahkan jahe begitu banyak ke bumbu gorengnya jadi, rasanya menjadi aneh.


''Dia memang tidak bisa di bohongi, Apa? Tidur dengannya? Sudah gila kali aku kalau sampai tidur satu ranjang dengan nya. Laki-laki kejam itu, kalau bukan karena strategi aku. Pasti sudah ku tampar wajah nya!'' Keluh Zara.

__ADS_1


''Tapi sepertinya rasa masakanku tidak terlalu buruk, dia saja mampu memakan sampai 2 lahapan. Hem, aku memang pandai membuat kue. Tapi, untuk memasak aku buruk sekali. Ibu bahkan tidak akan membiarkanku memegang pisau dan sayuran di dapur. Selama ini ibu yang selalu memasak buatku, aku jadi rindu masakan ibu.''


Zara berdiri di balkon kamarnya. Ia memandangi bintang-bintang di langit yang bersinar dan sangat banyak menghiasi langit.,''ayah, bisakah kau jelaskan padaku tentang semua kebenaran ini. Sekarang aku sedang meragukan semua kebaikanmu yang di ceritakan ibu sejak kecil. Beritahu aku ayah. Mana yang harus aku percaya, cerita ibu yang hanya sebuah perkataan tanpa bukti atau perkataan mereka yang ada buktinya. Beritahu aku ayah,''


__ADS_2