
Darren meminta bi Ijah untuk tidak mengunci kamar Zara lagi. Setelah melihat Zara yang berusaha keras untuk menyelamatkan sang ibu, bahkan bersandiwara pura-pura berbuat baik padanya. Darren sedikit tenang karena itu berarti Zara tidak akan mencoba untuk kabur darinya sementara ini.
Melihat ada kemajuan di sandiwaranya, Zara melanjutkan strateginya itu untuk membuat Darren jatuh cinta padanya. Siang itu ia sibuk membuat makanan manis untuk di bawanya ke perusahaan Darren.
''Apa nona yakin dengan cara ini?"tanya bi Ijah.
"Gak yakin bi, tapi gak papa lah di coba,"
"Bibi dukung aja ya, Bibi gak pinter buat kue soalnya.''
''Oke,''jawab Zara singkat.
Kue buatan nya telah siap dan tinggal menaruhnya di wadah makan. Zara segera ke perusahaan Darren dengan membawa Kue buatan nya itu. Karena tidak punya untuk ongkos kendaraanya, Zara terpaksa meminjam uang bi Ijah. Ia sebenarnya tak enak hati meminjam uang itu Tapi, ini demi sang ibu. Zara mampu melakukan apapun jika ini menyangkut kebahagiaan ibunya.
Zara ke meja informasi,"apa Presdir kalian ada di kantor?"
"Maaf, apa anda sudah membuat janji dengan presdir kami?"
"Belum,"
"Kalau begitu sebentar saya tanyakan ke sekretarisnya dulu?''
wanita di meja informasi itu langsung menelpon ke bagian sekretaris presdir dan obrolan mereka tak sampai satu menit.
''Presdir sedang mengadakan rapat dan tidak bisa di ganggu,''
''Baiklah, aku akan menunggunya sampai rapat selesai.''
Zara duduk di kusi tunggu yang ada di dekat meja informasi. 1 jam berlalu, 2 jam berlalu. Karena kelelahan menunggu Darren yang tak kunjung keluar. Zara tak sengaja tidur di kursi tunggu itu sambil memeluk wadah makan berisi kue buatannya.
Darren keluar bersama Andrian sambil berbincang-bincang mengenai rapat tadi, Ia melewati kursi tunggu itu. Hanya 3 langkah setelah melewati kursi tunggu itu Darren berhenti. Ia berbalik dan memundurkan kembali langkahnya, membuat andrian merasa aneh dengan sikap Darren.
''Zara,''ujarnya, saat melihat wanita yang tertidur di kursi tunggu itu adalah Zara.
Andrian melihat ke arah wanita yang di katakan oleh Darren itu. Darren langsung menghampirinya dan menggendong Zara yang masih tertidur lelap itu ke kantornya. Darren menidurkan tubuh Zara ke sofa empuk di kantornya.
''Kenapa kalian tidak bilang kalau istriku datang!!" Ketus Darren yang geram setelah tau kalau Zara menunggunya sampai 2 jam.
''Kami tidak... tau.. kalau dia adalah istri presdir,''jelas wanita yang melayani Zara tadi dengan gemetar dan terbata-bata.
''Kalian benar-benar mengecewakan!! Sudah lama bekerja disini tapi istri presdir kalian saja tidak tau!!''Kemarahan Darren sudah tidak bisa di toleransi lagi.
Andrian hanya mengangguk-angguk dan membenarkan perkataan Darren dari tempatnya berdiri,''Habislah kalian. habislah,''ucapnya kemudian.
Wanita yang bekerja di bagian informasi itu tak berani membantah perkataan Darren. Mereka begitu ketakutan sekarang, salah bicara sedikit saja akan berpengaruh pada pekerjaan mereka. Tapi, tetap saja Karena sudah kecewa pada mereka.
__ADS_1
''Mulai hari ini kalian di pecat dan tidak boleh lagi menginjakkan kaki di perusahaan ini!!''Akhir pembicaraan itu berakhir dengan pemecatan 3 orang petugas meja informasi perusahaan Darren.
''Sudah biasa.''kata Andrian lagi.
Paham bagaimana sifat Darren pada pegawainya yang lalai tak heran lagi kalau Andrian mendengar Darren memecat pegawainya secara tiba-tiba.
Darren adalah orang yang perfection. Tidak menerima kelalaian dalam pekerjaannya, tidak menerima pegawai yang main-main dan tidak serius bekerja. 1 kesalahan yang di perbuat pegawainya pasti pemecatan berakhir padanya.
Para pegawai langsung bergosip tentang Zara sebagai istri Presdir mereka. Memang benar kalau mereka tidak tau siapa wanita yang di nikahi oleh presdir mereka, karena mereka tidak ada yang di undang ke acara pernikahan itu. Undangan pernikahan Darren hanya di tujukan kepada para pengusaha besar dan orang-orang penting saja.
Yang mereka pikirkan hanya satu, Presdir mereka adalah orang yang perfection dan pasti istrinya adalah orang yang perfection juga. Mereka tidak menyangka kalau istri presdir mereka adalah orang sederhana seperti Zara. Itu benar-benar mengejutkan mereka.
''Kalau sudah lelap tidur, se berisik apapun keadaan di sekelilingnya dia tidak akan terbangun. Wanita ini! bagaimana dia bisa melindungi dirinya kalau tidur saja kayak kebo begini,"Kata Darren sambil menatap wajah Zara yang masih terlelap tidur.
Darren menggendong Zara dan membawanya ke mobil. Bagai seorang suami idaman, Darren bahkan membawakan wadah makan yang di bawa Zara tadi di tangannya sambil menggendong Zara.
Pemandangan yang langka untuk dilihat oleh para pegawai perusahaan Darren. Mereka banyak yang memuji sikap Darren yang begitu romantis dengan istrinya.
''Sudah tampan, punya karir bagus, seorang presdir perusahaan besar dan sayang istri, Benar-benar lelaki idaman istri. Kalau tau presdir suka yang imut-imut seperti dia, seharusnya aku menggodanya dari dulu,''ujar salah satu pegawai wanita yang juga menyaksikan moment romantis itu.
Zara membuka matanya.
Duak.. Bukk...
Darren bangun berdiri sambil memegang pinggangnya yang kesakitan karena ter pentok lantai. Zara melihat Darren yang sedang menatapnya dengan kesal.
Zara menyadari kalau ini kenyataan bukan mimpi, Ia ingat terakhir kali ia sedang menunggu Darren yang sedang rapat untuk memberikan kue padanya, dan karena kelamaan menunggu akhirnya ia memilih untuk tidur-tiduran sebentar. Tapi, sekarang ia sudah di atas kasur empuknya. Dan melihat keadaan di luar lewat jendelanya, Hari sudah malam.
''Maaf, aku kira aku sedang bermimpi.''jelas Zara.
Darren memanyunkan bibirnya dan tanpa berkata apa-apa ia meninggalkan kamar Zara.
''Wanita ini, semakin kuat saja,''Darren masih memegangi pingganya yang masih terasa nyeri itu.
****
Darren sampai di rumah.
"Zara kemana Bi?"tanya Darren yang tidak melihat Zara di kamar.
"Itu, lagi kasih makan ikan di belakang,"jawab bi Ijah sambil menunjuk ke arah belakang rumah.
Darren langsung berjalan ke belakang rumahnya, melihat Zara yang sedang asyik bermain dengan ikan-ikan nya. Zara menoleh, melihat Darren yang sedang berjalan kearah nya.
"Berikan tangan mu?"pinta Darren.
__ADS_1
''Mau apa kamu?"Zara penuh curiga.
''Sudah cepat!!''
''Baiklah,'' Zara tak berani melawan.
Zara mengulurkan tangannya ke Darren dan saat tangan Darren akan menyentuhnya Zara menutup mata, takut Darren melakukan hal buruk pada tangannya. Darren menaruh tangan Zara di atas tangan nya, lalu menaruh makanan ikan itu di atas telapak tangan Zara. Zara membuka matanya dan tidak menyangka dengan apa yang Darren lakukan padanya.
Darren memasukan tangan Zara kedalam kolam yang tidak terlalu jauh dari tanah, ikan-ikan mulai berdatangan dan memakan makanan yang ada ditangan Zara. Zara tertawa geli karena sentuhan dari mulut-mulut ikan itu.
Cup...
Darren mencium pipi Zara, Zara terkejut dan menoleh ke arah Darren, Darren lalu memegang kepala Zara dan akan mencium bibir nya. Wajah Zara merah karena malu dan langsung secara reflek langsung mendorong Darren dengan kuat.
Byuurr..
Darren jatuh ke kolam ikan itu dan membuat bajunya basah kuyup. Zara kaget dan karena takut Darren memarahinya, sebelum Darren naik Zara langsung berlari masuk ke dalam rumah.
Darren lagi-lagi di buat kesal dengan Zara karena serangan tiba-tibanya,''ZARAA!!"Teriak Darren geram.
Bi Ijah di buat heran dengan kelakuan suami istri ini. Sebelumnya Zara masuk ke dalam rumah denganya. terburu-buru, awalnya bi Ijah tidak tau apa yang membuat Zaa begitu takut dan buru-baru masuk rumah. Tapi setelah melihat Darren yang masuk kedalam rumah dengan keadaan badan yang basah kuyup, Bi Ijah mulai mengerti.
''Suami dan istri ini, selalu saja buat heboh rumah.''
Darren menggedor-gedor pintu kamar Zara dengan kasar,''Zara, buka pintunya sekarang kalau tidak! Aku dobrak lagi pintu ini!''teriak Darren.
Kreak...
Zara membuka pintu kamarnya dan menatap Darren dengan melas, memohon belas kasih dan pengampunan,''Maaf, aku reflek tadi,''jelasnya.
''Baguslah kalau kau tau kesalahanmu, sekarang juga pel lantai di rumah ini. Aku tidak suka jika bau ini mengganggu tidurku malam ini. Pel sampai rumah ini harum!!''
''Apa? Kenapa aku yang harus melakukanya? Kan kamu yang masuk kedalam dengan basah kuyup tadi,"Tolak Zara.
''Lalu? siapa yang membuat bajuku basah kuyup?''tanya Darren dengan nada dingin dan menakutkan.
''Aaa.. ku,''jawab Zara dengan pasrah.
''Lalu siapa yang harus mengepel rumah ini.''
''Aa.. ku, tapi kan.."
Darren langsung memotong perkataan Zara,'' kalau begitu mulai bersihkan rumah ini. kalau aku selesai mandi dan rumah ini masih bau kamu akan tidur di luar pagar tanpa sehelai benangpun di tubuhmu!!''ancam Darren.
''Baik.''
__ADS_1