Di Paksa Menikahimu

Di Paksa Menikahimu
Season 1 Bisakah Selamat Dari Sini


__ADS_3

Zara melanjutkan lagi perjalananya. Dan ia sambil memperhatikan sekeliling hutan untuk mencari biji-bijian yang bisa ia makan, setidaknya bisa mengisi perutnya yang sangat kelaparan sekarang.


Zara melihat ada buah yang begitu menarik perhatiannya. Ia mendekati tanaman itu dan mulai mencicipi buah tanaman itu. Rasanya tidak terlalu buruk. Tanpa pikir panjang lagi, Zara langsung melahap buah tanaman itu untuk mengisi perutnya.


Saat terasa tubuhnya mulai bertenaga lagi, Zara kembali melanjutkan perjalananya. Ia memasang diri untuk siaga karena suara auman serigala itu tidak jauh dari nya.


Tiba-tiba, perut Zara terasa sangat aneh dan ingin mengeluarkan semua isinya. Dan kepalanya terasa pusing, sekelilinya terlihat berputar cepat mengelilinginya. Sangat pusing.


''Uwekkk...Uwekkk...''Zara memuntahkan semua isi perutnya.


Zara memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing dan perut yang terasa sakit,''Aku tidak kuat lagi.''


Brukk...


Zara jatuh ke tanah dan tak sadarkan diri. anak buah Darren yang mengikuti Zara langsung menghampiri tubuh Zara yang sudah tak sadarkan diri dan memeriksa tuhub Zara,''Dia keracunan, sepertinya dia memakan buah beracun.''jelas anak buah Darren.


Di tempatnya, Darren dengan cepat langsung berlari ke tempat Zara pingsan.


Zara segera mendapat pertolongan dari Dr.Ivan di rumah sakitnya. Darren menunggu Zara di luar ruangan.


Beberapa jam kemudian...


Dr.Ivan keluar dari ruang Pemeriksaan Zara. Darren langsung menghampirinya,''bagaimana keadaanya?''


''Untunglah, buah hutan yang dimakan memiliki racun yang ringan. Tidak terlalu bahaya bagi tubuh, hanya saja efeknya memang akan membuat perut mual dan pusing di kepala, Zara hanya butuh istirahat. Dia sedang tidur di dalam,''Jelas Dr.Ivan.


Darren menghela napas lega,''Oke,''jawabnya singkat.


Dr.Ivan tersenyum melihat Darren. Dr.Ivan teringat bagaimana ekspresi Darren saat membawa Zara ke rumah sakit. Ia sangat cemas, dan baru kali ini Ivan melihat Darren begitu mengkhawatirkan seorang wanita.


''Kalau mau melihat Zara, silahkan. Tapi jangan di ganggu yaa."ejek Ivan.


Darren hanya menyeringai,''Sudah, pergi sana!''


Darren masuk keruangan Zara di rawat.''dasar bodoh!! begitu laparnya kah? sampai tak berhati-hati memilih makanan.''Darren menyalahi Zara yang belum sadar itu.


Dring... Dring..


Nada suara panggilan Hp Darren berbunyi, ia melihat pemanggilnya. Ternyata ayahnya.


Wijaya :"Malam ini datanglah kerumah, adayang ingin ayah katakan!''


Darren :"Baiklah, aku akan pulangmalam ini.''


Tut..


hanya pembicaraan singkat antara ayah dan anak. Darren kembali memandangi wajah Zara yang sangat tenang di dalam tidurnya. Darren mengulas senyum manis di bibirnya.


Darren terbayang saat Zara memperagakan gerak binatang waktu di Mall itu.


''Dia terlihat manis,''


Rian mencari alamat tempat tinggal Darren lewat orang kepercayaanya yang pintar dalam mencari lokasi orang. Begitu mendapat alamat Darren, Rian langsung bergegas kesana.

__ADS_1


Tok..Tok..Tok...


Rian mengetok pintu rumah Darren dengan Kasar. Di dalam rumah bi Ijah sedikit ketakutan mendengar ketokan kasar dari Rian. Bi Ijah mengintip.lewat jendela di samping pintu rumah. Rian melihat bi Ijah dan memberi hormat.


Melihat Rian yang menunjukan rasahormat terhadap bi Ijah membuat Bi Ijah sedikit lebih tenang, dan membukakan pintunya.


''Cari siapa ya?''


''Apa benar, ini rumah Darren?''


''Iya, anda siapa nya?''


''Ah, saya teman istrinya. Apa istrinya ada di rumah?''


''Nyonya dan tuan sedang tidak ada di rumah.''


''Kalau boleh tau pergi kemana ya?''


''Maaf, saya tidak tau.''


''Owh begitu ya, baiklah. Terima kasih. Saya akan kembali kalau mereka sudah pulang.''


\*\*\*


Wijaya memberikan map merah ke Darren,"di map ini terdapat nama orang-orang yang telah berkhianat, ayah ingin kamu melakukan sesuatu pada mereka.''


"Baik ayah,"


''Dia lumayan keras kepala,''


''Haha... Dia memang seperti ayahnya,''


Darren membawa map dari Wijaya dan ia segera keluar dari ruang kerja ayahnya, sebelum meninggalakn rumah itu ia melihat ibu Zara sedang mengepel di bagian dapur rumah ayahnya. Darren baru mengetahui kalau ayahnya menjadikan ibu Zara sebagai pembantu.


''Pantas saja, ada beberapa pengawal yang berjaga di luar.''pikir Darren.


Sebagai penerus sang ayah, Darren segera melaksanakan perintah ayahnya untuk menangkap para pengkhianat yang tertulis di kertas dalam map merah itu. Darren meminta bantuan temanya yang seorang ahli IT untuk membantunya menemukan keberadaan salah pengkhianat ayahnya.


Tak butuh sejam, Darren sudah berhasil menemukan keberadaan orang itu. Ia segera menyuruh beberapa anak buah terlatihnya untuk menangkap pengkhianat itu.


''Kami sudah menangkapnya bos. Apa yang harus kami lakukan sekarang bos?''


''Bawa dia ke gedung penyiksaan, Aku akan kesana besok.''


''Baik bos.''


Darren kembali ke rumah sakit untuk melihat keadaan Zara.


''Dia tukang tidur juga ternyata,''ucap Darren sambil terus memandangi wajah Zara.


Zara perlahan membuka matanya, ia melihat ruangan sekelilingnya dan lagi-lagi sudaj ada jarum infus ditanganya, Zara teringat kalau ia sedang mencoba kabur dari hutan dan perutnya mual, muntah-muntah dan kepalanya terasa pusing.


'

__ADS_1


''Apa aku kalah dari taruhan itu? Ah, bodoh! Padahal itu kesempatan bagus,''Zara memukul-mukul kepalanya, menyalahkan diri karena ia harus pingsan ditengah-tengah kaburnya.Tapi ia juga bersyukur karena masih hidup.


Darren sudah berada di gedung penyiksaan ayahnya,''dimana orang itu?''


''Di ruang no 4 bos,''jawab anak buahnya.


Darren memasuki ruangan no 4 yang dimana ada seorang laki-laki yang di ikat dengan tangan di atas kepalanya, badanya terlihat memar-memar karena pukulan yang di berikan oleh anak buah Darren saat menangkapnya.


Darren mengambil kursi dan duduk di depan lelaki itu,"Budi santosa, kau begitu berani untuk berkhianat. Apa tawaran musuh begitu menjanjikan sampai membuatmu berani mengkhianati kami?''


Lelaki yang di panggil sebagai Budi itu menyeringai,''tentu saja, bahkan mereka lebih menghargai para bawahan mereka.''


''Haha.. lucu sekali, kau terlihat begitu tangguh. Apa aku harus menghabisi kamu saja atau kau ingin berlutut sekarang?''


''Jangan harap Darren, aku tidak pernah berlutut pada musuh!!''


''Baiklah kita lihat seberapa tangguhnya dirimu untuk bisa melawanku, aku kira waktu pertunjukan akan dimulai.''


Darren meninggalkan ruangan itu dan mengumpulkan anak buahnya,''mereka akan sampai sebentar lagi. Kalian pergi ke tempat kalian sesuai rencana.''


''Baik Boss,''jawab mereka dengan serempak.


Dor... Dor...


Terdengar suara tembakan dari luar gedung, Darren terluhat tenang. Ia duduk di kursi di depan pintu masuk gedung, ia sudah menunggu musuhnya yang mencoba mengalahkanya.


Ada 10 orang masuk ke dalam gedung itu dan lelaki seumuran Darren memimpin mereka, melihat Darren yang sudah duduk di kursi depan mereka. Lelaki atau pemimpin dari geng itu tertawa sinis,''Darah Iblis memang sangat pintar, padahal sudah merencanakan ini dengan baik tapi, kalian bisa juga menemukan informasi penting ini. Memang pantas menjadi genk mafia terbaik,''ucap pria itu.


Darren berdiri dari tempat duduknya,''Roy Raihan, kau sadar bahwa genk Darah Iblis sangat pintar dan penuh siasat. Tapi masih berani melawan kami,''


''Hahaha... aku punya kemampuan dan pengkhianat kalian telah memberitahu kelemahanmu bagaimana aku tidak berani melawan!!''


''Kau yakin telah menemukan kelemahanku?''


''tentu saja, dan aku sangat percaya diri. Kamu hanya tinggal seorang saja tapi masih berani sombong, baiklah. Bersikaplah sombong semaumu karena nyawamu akan habis di tanganku,''


Darren tetap tenang dan tidak takut walau dia hanya tinggal seorang yang masih hidup. Mana mungkin? Itu hanya pikiran Roy saja, Darren orang yang penuh strategi.


''Kau yakin hanya tinggal aku disini?''tanya Darren dengan nada meremehkan perkataan Roy.


Roy tertaw menyeringai,''Jangan banyak omong lagi, serang dia sekarang!!"teriak Roy menyuruh anak buahnya menyerang Darren.


Anak buah Roy segera berlari dan bersiap menghajar Darren, anak buah Roy yang ia bawa adalah orang-orang yang begitu terlatih dan tidak mudah dikalahkan.


Set.. Set...


Darren menghindar dari pukulan-pukulan anak buah Roy.


Buak.. Buakk...


Darren membalaskan serangan dan berhasil memukul keras pada beberapa anak buah Roy. Roy begitu geram melihat Darren yang tidak mudah di jatuhkan oleh anak buah terlatihnya.


Darren juga sangat terlatih, ia pintar bela diri. Sejak SMP ia belajar Bela diri bersama orang yang begitu pintar. Gurunya memberikan jurus-jurus yang begitu menakjubkan ke Darren, Darren begitu cepat belajar dan menguasai bela diri itu. Dan berkat pembelajaran itu, belum pernah ada yang berhasil memukul jatuh Darren.

__ADS_1


__ADS_2