
"Lalu bagaimana dengan aku mah, Darren melakukan hal yang sama seperti apa yang ayahnya lakukan!"Zara masih tak menerima perlakuan Darren padanya.
"Lalu? Apa kamu juga akan seperti Sarah? Menjadi orang yang menutup hati tak pernah melihat ketulusan seseorang."
"Hiks.. hiks.. terus aku harus menerima semua ini, bagaimana aku akan ketemu ayah nanti. Aku gak bisa memaafkan kesalahan mereka pada ayah!!"Zara bersikeras dengan pemikirannya.
"Sayang, balas dendam yang terbaik adalah menjadikan dirimu menjadi lebih baik dari mereka bukan melakukan hal yang sama seperti apa yang mereka lakukan,"ingat Riana ke Zara. Riana tidak mau Zara menghabiskan seluruh hidupnya dengan sia-sia karena membalaskan dendam pada Wijaya.
Riana memeluk Zara,"Luka tak akan semudah itu sembuh, kayu yang telah dipaku pun akan meninggalkan bekas walau paku itu telah tercabut dari kayu itu. Begitu juga dengan hati yang telah dilukai tak akan semudah itu sembuh, aku gak bisa membiarkan semua ini, hidup berdampingan dengan Darren aku tak bisa melakukanya,"ucap Zara dalam hati.
Wijaya, Felicia dan beberapa bodyguard Wijaya sedang berada di landasan helikopter di atas gedung perusahaanya. Sebuah helikopter pribadi terbang di atas mereka dan melandaskan di depan Wijaya.
Seseorang pria paru baya berumur 50 tahunan turun dari pintu helikopter. Kaki kanan memakai kaki palsu, hanya kaki kirinya yang masih utuh. Ia berjalan dibantu dengan tongkat untuk menyeimbangkan langkahnya.
Wijaya dan Felicia menghampiri pria itu,"ayah,"kata Felicia.
Pria itu adalah David, ayah Felicia dan juga ketua mafia Elang Hitam dan termasuk sekutu Wijaya. Felicia memeluk ayahnya.
"Papah, mamah gak ikut?"kata Felicia yang tidak melihat kehadiran mamahnya.
David mengusap rambut Felicia dengan lembut,"engga sayang, mamah sibuk ngurusin acara peluncuran baju baru karangannya,"jawab David.
Setelah puas melepas rindu, Felicia melepas pelukannya dan David segera menyapa Wijaya.
__ADS_1
"Hei bro, gimana kabar?"David mengulurkan tangannya.
Wijaya membalas uluran tangan David,"baik bro, kita lanjut di ruangan gwe aja bro."
"Okelah, ayo,"
Wijaya, Felicia dan David turun masuk ke dalam gedung perusahaan dan melanjutkan obrolan mereka di ruangan Wijaya.
David adalah orang yang membantu Wijaya saat kejadian pembakaran oleh Sarah 14 tahun lalu. Saat itu Wijaya mengalami kerugian yang sangat besar atas tragedi itu.
Wijaya hampir bangkrut dengan krisis yang dihadapi perusahaanya. Para investor-investor besar menarik saham mereka di perusahaan Wijaya.
Tapi David dengan ringan hati membantu Wijaya untuk membiayai nya membangun perusahaan nya kembali, karena Wijaya yang tidak langsung menyerah ia kembali bangkit dan berhasil membangun perusahaanya kembali.
"Anak laki loe mana?"tanya David sembari matanya melihat ke luar ruangan lewat jendela disampingnya.
Yang dibicarakan mereka datang juga. Darren memasuki ruangan ayahnya. David berdiri untuk menyambut Darren.
Darren menghampiri David dan mereka saling berjabat tangan,"wah, udah 10 tahunan ya kita gak ketemu,"kata David dan menepuk pundak Darren.
Darren hanya menjawabnya senyum ringan.
"Sifat nya gak berubah ya masih dingin dan misterius,"kata David lagi.
__ADS_1
Darren melepas jabatan tangannya dan duduk disamping Wijaya. David ikut duduk.
"Aku sudah dengar tentang kamu menolak menikahi Felicia, kenapa?"David menatap Darren dengan serius dan sedikit tatapan mengancam.
"Saya tidak akan meminta maaf atas penolakan yang saya lakukan, saya hanya akan memberitahu anda kalau saya sudah punya seorang istri yang sangat saya cintai dan saya tidak ingin menduakanya,"jawab Darren mantap.
David tertawa sinis,"aku tidak peduli dengan perempuan yang jadi istri kamu sekarang. Janji tetaplah janji, kamu harus tetap menikahi Felicia!!"David menjadi lebih serius.
Felicia yang sangat berharap Darren bisa menjadikan dia istrinya sangat setuju dengan apa yang dilakukan ayahnya. Apapun akan ia lakukan untuk mendapatkan Darren.
"Maaf David, saya akan merundingkan masalah ini berdua dengan Darren,"ucap Wijaya untuk mendinginkan suasana yang mulai panas.
"Bujuk anakmu Wijaya, saya tidak menerima penolakan!! Kau tau akibatnya jika Darren tak mau menikahi Felicia,"ucap David sambil mengancam.
"Saya juga tidak menyukai pemaksaan. Saya tidak takut dengan ancaman anda, dan saya sangat benci dengan orang yang tidak mengerti apa yang saya katakan!! Saya tetap pada keputusan saya!!"Darren mulai emosi dan mengatakan komitmen pada pemikirannya.
Menikahi Felicia sama saja mengkhianati perasaan cintanya pada Zara. Darren tak akan melakukan itu, ia sangat mencintai Zara. Cukup sudah dia menyakiti Zara, apalagi sekarang Zara sedang mengandung anaknya.
Darren berdiri dari tempat duduknya dan akan meninggalkan ruangan ayahnya,"Darren!! Kita belum selesai bicara!!"ucap Wijaya keras melarang Darren keluar.
"Ayah, ayah paling tau gimana sifat Darren. Jangan paksa Darren kalau tidak mau Darren memberontak pada ayah.!!"Darren benar-benar serius.
Darren melangkah pergi meninggalkan ruangan ayahnya. Wijaya tak bisa melarang Darren. Wijaya sangat tau bagaimana Darren semakin dilarang maka ia akan semakin melakukanya. Bahkan Nadine kakak yang disayanginya pun tak bisa mengontrol Darren yang sedang keras kepala.
__ADS_1
David berdiri dengan wajah kesal,"Wijaya!! Kamu harus membuat Darren menikahi Felicia kalau tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada keluargamu!!"ancam David dan mengisyaratkan Felicia untuk meninggalkan ruangan Wijaya.
Wijaya mengangkat wajahnya menatap lurus ke depan,"aku akan mendukung sepenuhnya keputusanmu. Asal kau bisa berjanji kepada ayah bahwa kau bisa menjaga mereka,"ucap Wijaya sembari melihat Darren dari jendela kacanya. Melihat Darren yang sedang berbicara dengan salah satu karyawan nya.