Di Paksa Menikahimu

Di Paksa Menikahimu
Season 1 Perjuangan Cinta l


__ADS_3

Zara, ibunya, Denia dan bi Ijah sibuk membuat kue lapis. Karena mereka tidak punya kegiatan jadi untuk mengisi hari, mereka membuat kue lapis.


Denia sudah keluar dari pekerjaannya karena Darren menyuruhnya untuk menjaga Zara saat dia tidak di rumah. Dan Riana sudah kembali ke rumah tempat tinggalnya dulu sebelum ia dan Zara di bawa paksa oleh Wijaya.


Ia tinggal disana bersama Denia. Saat Darren pulang Denia akan kembali ke rumah ibu Zara. Karena tugas yang diberikan oleh Darren bukan hanya untuk menjaga Zara, tapi juga ibunya.


Jadi, saat Darren pergi bekerja Denia akan ke rumah Darren untuk mengawasi Zara dan melindunginya dan saat Darren sudah kembali. Denia akan kembali ke rumah ibu Zara untuk menjaganya.


2 hari ini Riana sibuk berjualan kue-kue basah yang dijualnya di pasar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dan Wijaya tak pernah lagi datang untuk membuatnya bekerja dirumahnya. Entah apa yang terjadi? Riana benar-benar tak tau apa yang telah direncanakan oleh Wijaya padanya dan Zara.


Sejak Riana dibawa paksa oleh Darren dari rumahnya Wijaya tak pernah menemuinya. Sepertinya Wijaya tak mau bertengkar dengan anaknya karena masalah mereka, itulah pemikiran Riana sekarang.


Sedang Zara. Ia masih tetap istri yang terkurung di rumah Darren. Darren tak memperbolehkannya keluar dari rumah. Dan Zara pun masih mengerjai Darren atas kesalahannya padanya.


Zara tak membiarkan Darren menyentuhnya dan menyuruh Darren untuk pisah kamar. Bahkan untuk makan saja ia dan Darren akan penuh drama.


Zara tak akan makan kalau melihat Darren ada di meja makan. Zara tak mau makan bersama Darren. Sebenarnya Darren bukan orang yang penurut jika dilarang untuk melakukan sesuatu tapi, karena Darren memikirkan tentang kandungan Zara yang bahkan Zara tak mengetahui tentang itu. Jadi Darren terpaksa mengalah.


Darren mengikuti semua kemauan Zara. Ia tak berani membuat Zara semakin marah padanya. Yah walaupun 2 hari yang telah Darren jalani terasa berat dan melelahkan tapi demi membuat Zara bisa memaafkanya, ia sanggup menanggung dan menahan nya.


Dan hari ini adalah hari minggu. Jadi, mereka membuat acara kecil-kecilan untuk mengisi hari mereka.


Kue lapis telah jadi dan mereka segera menatanya di taman belakang rumah. Bersiap untuk pesta.


Denia keluar dari rumah dengan pakaian renangnya yang begitu seksi.


"Fuit... Fuit. Fiuuuiitt.."Zara dan Bi Ijah menyuiti Denia yang terlihat sangat seksi.


Denia tersenyum malu karena di goda oleh Zara dan bi Ijah. Riana pun tak mau kalah ia ikut menggoda Denia.


"Gadis cantik,, minta nomornya dong,"goda Riana.


Mereka semua tertawa mendengar Riana yang tak mau kalah menggoda Denia.


Byuurrr....

__ADS_1


Denia menceburkan diri ke kolam berenang dan berenang dengan sangat lincahnya.


Zara sangat kagum melihat Denia yang begitu jago dalam berenang.Kolam berenang yang berada di belakang rumah Darren. Dan taman diantara kolam ikan dan kolam berenang. Zara tak pandai berenang bukan karena tak belajar tapi ia lupa bagaimana cara berenang.


Zara waktu berumur 2 tahun. Gunawan, ayahnya selalu rutin mengajarinya berenang setiap hari sabtu dan minggu. Setiap hari liburnya, Gunawan membawa Zara ke water joy dekat rumahnya dan mengajarinya berenang.


Zara sangat jago berenang saat ia masih kecil. Saat Gunawan masih hidup. Saat Gunawan sangat rutin mengajari Zara. Tapi, setelah kejadian itu dan Zara melupakan semuanya.


Riana tak pernah lagi mengajari Zara berenang sejak kejadian itu. Bahkan di sekolahnya Zara yang lupa ingatan itu hampir tenggelam karena kejahilan teman SD nya yang dengan sengaja mendorong Zara ke kolam berenang yang dalam. Kolam berenang untuk orang dewasa.


Dan sejak itu Zara sedikit trauma sehingga Zara tak mau ikut kalau ada kegiatan latihan renang, ia masih trauma.


Tapi melihat Denia yang begitu jago dalam renangnya membuatnya Zara ada keinginan untuk belajar kembali.


Darren sampai dirumahnya. Terdengar suara berisik dari belakang rumahnya. Darren segera bergegas berjalan ke belakang rumah untuk melihat apa yang sedang terjadi di belakang.


Darren berhenti di jendela dapur ia mengintip dari sana. Melihat para wanita sedang sibuk dengan pesta kecil mereka. Darren membalikkan badanya ia tak ingin mengganggu acara para wanita itu. Darren masuk ke ruang kerjanya.


Sebuah mobil memasuki halaman rumah Darren. Ternyata mobil Andrian, Darren memanggilnya karena ia mau mencari tau latar belakang David lewat bantuan Andrian.


Andrian memasuki rumah Darren dan ia mendengar kebisingan di belakang rumah Darren. Ia tak segera keruang kerja Darren. Andrian yang mengira Darren sedang mengadakan pesta di belakang rumahnya dengan langkah penuh semangat berlari ke belakang rumah Darren.


Semua yang ada disana terdiam dan menatap Andrian. Membuat Andrian malu karena tingkahnya tadi.


Sedang Denia yang tak mengetahui kedatangan Andrian itu memunculkan diri dari dalam air. Mata Andrian langsung tertuju pada Denia yang memakai pakaian Renang dengan sangat seksi itu dan memperlihatkan belahan dadanya.


Mata Denia dan Andrian bertemu,"Aaa...!!"teriak Denia dan segera menutup bagian dadanya dengan menyilangkan kedua tangannya. Zara, ibunya dan bi Ijah ikut terkejut mendengar teriakan Denia.


Andrian langsung berbalik dan meninggalkan tempat itu. Bi Ijah segera mengambilkan handuk untuk Denia.


"Huuu... keperawananku ternodai,"kata Denia dan naik ke atas kolam lalu menutupi tubuhnya dengan handuk pemberian bi Ijah.


Zara menepuk pundak Denia untuk menenangkannya,"dasar..!! Laki-laki b*$#**?!k gak tau apa klo disini perempuan semua.. Huuu,"Denia tidak terima dengan apa yang terjadi padanya barusan. Denia tidak rela Andrian melihat tubuhnya yang terlihat hampir telanjang itu. Karena pakaian renangnya transparan dan tentu saja memperlihatkan pakaian dalamnya. Denia merasa telah dipermalukan.


Andrian tidak fokus dengan penjelasan Darren padanya mengenai David karena pikirannya masih tertuju dengan Denia tadi.

__ADS_1


Bukk..


Darren memukul kepala Andrian dengan buku tebal di tangannya, tentu saja pukulan itu langsung membuat Andrian tersadar dari lamunannya.


"Aaww,"Andrian mengusap-usap kepalanya yang terasa sakit karena pukulan Darren.


"Klo kamu ngelamun lagi, pulang dari sini jalan kaki..!!"ancam Darren.


Andrian langsung memasang wajah serius,"maaf, maaf, gak lagi deh,"Andrian tak berani kalau Darren sudah mulai mengancam.


"Kamu cari tau latar belakang orang ini, ada yang tidak beres dengan dia, sepertinya dia berhubungan dengan kejadian di Singapura sebulan yang lalu."


Darren memberikan foto David dan beberapa foto bawahan David,"baiklah, tapi kerjaan ini ada.."Andrian menggosok jari jempol pada telunjuknya mengisyaratkan tentang hadiah untuknya kalau ia berhasil menyelesaikan tugas dari Darren.


"Ya klo tugasmu beres, tapi klo tugas kamu ga beres..!! Jangan lupa ucapin selamat tinggal sama mobil kesayangan kamu itu..!"ucap Darren dengan serius, dingin dan penuh ancaman.


"Iya, iya,"jawab Andrian tak mau melawan Darren.


"Sama temen aja perhitungan bae lu,"ucap Andrian lagi dengan nada kecil seperti bisik-bisik.


"Apa!"


"Enggak, enggak ada,"Andrian tersenyum agar Darren tak marah padanya.


Andrian mulai beraksi dengan kelincahan tangannya.


Takk.. Takk.. Takk...


Setengah jam berlalu, Andrian tidak mendapat informasi menarik dari David. Hanya informasi biasa yang terdapat dari artikel-artikel berita.


"Gimana?"tanya Darren.


Andrian memperlihatkan sebuah artikel yang tersebar di internet tentang David.


Tentang David yang seorang pemilik salah satu perusahaan real estate besar di Singapura, mempunyai istri seorang desainer baju bermerk dan anak perempuan yang bekerja sebagai direktur di perusahaanya.

__ADS_1


"Tidak ada yang menarik. Bahkan tentang dia yang seorang Boss mafia juga tidak aku temukan informasinya,"jawab Andrian sambil menunjukkan foto-foto pada artikel itu.


"Menarik, dia sangat berhati-hati dalam mengekspos identitasnya. Tapi sepintar-pintarnya tupai melompat ia pernah jatuh juga,"Darren menyeringai dengan tatapan tertuju pada satu foto di laptop itu.


__ADS_2