
¤¤¤¤
Setelah Darren diminta ayahnya untuk mengurusi perusahaanya Darren sudah tidak bertemu lagi dengan Adijaksa. hanya baru-baru ini Darren melihat brosur tentang perguruan Adijaksa dan saat melihat pemilik perguruan adalah Adijaksa, Darren menyempatkan diri untuk melihatnya, dan juga karena Darren sudah menganggapnya sebagai ayah kedua dan orang yang sangat dekat dengannya waktu kecil.
"Murid guru banyak juga?"
"Yah, alhamdulillah banyak yang berminat pada perguruan ini, tapi jurus ninja itu hanya kamu yang tau selain kamu tidak ada lagi yang aku ajari."
"Benarkah? aku berterima kasih karena guru mengistimewakan aku."
"Hahaha,. tentu saja, karena kamu sudah seperti cucuku sendiri, terus sekarang apa kamu sudah menikah?"
Darren mengangguk,"owh, syukurlah aku kira kamu akan menjomblo seumur hidup, terus udah punya momongan belum?"
Darren menggelengkan kepalanya, "tenang saja, nanti pasti dikasih apalagi klo baru menikah masih punya harapan,"ucap Adijaksa.
"Aku sedang berpisah dengan istriku."
"Apa? kalian baru menikah tapi sudah berpisah, kenapa?"
"Aku sedikit menyakitinya guru."
"Kamu ini!! seharusnya kamu lebih perhatian padanya, apa kamu sudah meminta maaf?"
"Aku ingin sekali meminta maaf, tapi apakah maafku akan diterimanya?"
"Coba saja dulu, kalau dia memang mencintaimu pasti dia akan memaafkan kesalahanmu dan kembali padamu."
"Benar, aku hanya perlu percaya padanya."
Adijaksa menepuk pundak Darren untuk menenangkannya.
"Bersyukurlah Darren karena kamu masih diberi kesempatan untuk meminta maaf pada orang yang kau sakiti, gurumu ini selamanya akan terus menyalahkan diri seumur hidup, dulu sekali gurumu ini telah membuang anaknya sendiri hanya karena dia tidak mendengar perkataanku dan membangkang padaku, sampai pernikahan nya saja aku tidak sudi datang, dan saat hatiku mulai luluh dan ingin dia kembali padaku, aku sudah terlambat karena dia telah meninggal karena tragedi yang terjadi padanya, bahkan istri dan anaknya aku tidak tau keberadaan mereka, aku tidak tau seumur hidup ini bisakah aku menebus semua kesalahanku?"
"guru?"
"Aku hanya ingin bertemu dengan menantu dan cucuku yang selama ini tidak aku anggap, aku ingin meminta maaf pada mereka."
"Aku bisa membantu guru menemukan mereka kalau guru mau?"
"Benarkah, kalau kamu bisa membantu, guru akan sangat berterima kasih."
"Berikan aku foto mereka dan aku akan menemukan mereka secepatnya. "
__ADS_1
"Foto? sayang sekali, karena kemarahanku yang sangat besar waktu itu, aku telah membakar semua foto-foto anakku."
"Guru? terus aku harus mencari mereka dengan apa?"Darren memukul jidatnya tidak mengerti dengan gurunya itu.
"Apakah bisa kalau dengan memberikan alamat tempat tinggalnya yang dulu."
"Baiklah, berikan aku alamatnya, dan aku akan berusaha mencarinya."
Darren meninggalkan perguruan Adijaksa. Darren langsung menelpon Budi untuk melacak orang yang tinggal di alamat pemberian Adijaksa itu.
"Caritahu keluarga yang pernah tinggal di rumah itu."
"Baik bos."
Darren tidak langsung pulang ke rumah ia pergi ke restoran Raja dan Ratu karena ia telah janjian dengan Andrian di restoran itu.
"Hei bro, disini."panggil Andrian saat melihat Darren masuk ke restoran, Darren menoleh ke arah Andrian dan menghampirinya.
"Owh lihatlah, kasihan nya temanku satu ini, baru kali ini dia terlihat ceroboh dengan melukai dirinya sampai seperti ini."
"Sudah, langsung aja ada apa kamu mengajak aku bertemu disini?"
" Baiklah, jadi gini bro, waktu aku sedang liburan di luar negri tidak sengaja aku mendengar seseorang membahas tentang genk mafia ayahmu, dan mereka berencana untuk menghancurkan kamu lewat seorang wanita, aku tidak tau siapa wanita yang mereka maksud, semoga saja bukan kakakmu?"
Paris, Les Petites Fleches.
Jam menunjukan pukul 11.00 a.m. Andrian mampir ke sebuah BAR di paris. Untuk sekedar bersenang-senang sedikit dengan para wanita penghibur disana. Ia tidak mau melewati hiburan gratis ke luar negri tanpa menikmati kesenangan bersama Wanita Paris ini.
Andrian asyik berjoget bersama wanita-wanita seksi di BAR itu. Satu jam berlalu dan karena ia mulai lelah, Andrian memilih untuk duduk di kursi BAR dan memesan satu gelas cocktail.
Sedang asyik meminum mocktail nya. 2 orang laki-laki berbadan besar berbentuk kotak dengan otot-otot yang terlihat mencuat keluar dan wajahnya terlihat sekali wajah-wajah indonesia datang dan duduk disamping Andrian. Mereka memesan sebotol minuman beralkohol.
Andrian tak peduli dengan kehadiran 2 pria itu. Karena jarak yang dekat membuat Andrian bisa mendengarkan obrolan mereka. Andrian menjadi sangat tertarik dengan obrolan mereka saat nama mafia Darren disebut. Andrian paham dengan apa yang mereke obrolkan, Karena bahasa yang mereka pakai adalah bahasa inggris.
"Besok harus balik ke indonesia,"kata pria yang duduk disamping Andrian.
"Kenapa bro, nikmati dululah liburan di sini nya!"jawab teman pria itu.
"Gak bisa bro, Boss gue udah manggil. Ada kerjaan, tugas penting."
"Emang sepenting apa bro?"
"Kata boss gue, dia berencana menghancurkan mafia Darah Iblis."
__ADS_1
Temanya terkejut mendengar nama Mafia yang disebut oleh temanya itu,"yakin loe, bukanya Mafia itu paling ditakutin dikalangan kita-kita bro?"
"Engga tau gue, Boss gue ini nekat katanya udah nemuin kelemahan Mafia itu. Seorang wanita katanya,"
"Wah, semoga bener deh bro, bisa celaka klo informasinya salah."
"Yah, gue mah yakin aja."
Andrian meminum mocktailnya dengan sikap biasa agar 2 pria disampingnya tidak mencurigai dia yang sedang diam-diam menguping.
Kembali ke masa sekarang...
"Begitu bro ceritanya,"ujar Andrian.
"Loe tau kira-kira mereka dari genk Mafia apa?"
"Mana gue tau, mereka gak nyebutin nama bro."
"Baiklah, semoga cerita loe bener,"ucap Darren dan berdiri dari tempat duduknya.
"Mau kemana loe, gue belum ditraktir makan?"kata Andrian yang mulai panik dengan Darren yang akan pergi tanpa traktiran gratis karena telah memberikan informasi penting pada Darren.
"Mau baliklah, loe kan bisa mesen sendiri,"jawab Darren dengan tersenyum mengejek.
Darren meninggalkan restoran itu. Andrian merasa kesal karena tidak mendapat apa-apa setelah memberitahu Darren informasi penting.
"Dasar, gak tau terima kasih loe."
Darren sampai di rumah dan segera menelpon Denia.
Denia :"Hallo bos."
Darren :"Zara sedang apa sekarang?"
Denia :"lagi beres-beres barang boss mau balik ke kontrakan."
Darren :"Denia, saya ada tugas penting untuk kamu. Awasi terus Zara dan kalo ada orang mencurigakan menghampiri atau mencoba untuk mendekati Zara, segera tangkap."
Denia merasa ada yang tidak beres dengan Darren. Sepertinya Darren telah mengetahui sesuatu dan ada bahaya yang akan mengancam Zara. Dari suara Darren ia terlihat sangat khawatir.
Denia :"Baik boss, saya akan melakukan tugas ini dengan sebaik mungkin dan tidak akan mengecewakan boss."
Tutt..
__ADS_1
Darren menutup telponya.