
¤¤¤¤
Darren menjawab dengan santai dan pura-pura sudah tau kalau Roy akan menelpon ya.
No tk dikenal :"Hahaha, kamu ini benar-benar pintar."
Darren :"ada apa meneleponku?(jawab Darren pura-pura tenang)
No tk dikenal :"kau ini sedang pura-pura yaa?"
Darren :"kalau tidak penting aku tutup telponnya!"
No tk itu mendekatkan hp nya pada Zara "Katakan sesuatu padanya cepat!!"
"Kau telah salah menculik aku, aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa!!"teriak Zara.
No tk dikenal :"bagaimana? kau pasti tau suara wanita ini?"
Darren :"jelas saja, dia adalah orang yang harusnya mati di tanganku."
No tk dikenal :"Hahaha, kau bercanda yaa, sandiwaramu benar-benar meyakinkan. Baiklah, aku beri kamu waktu 1 jam untuk datang kesini, tapi klo dalam waktu 1 jam kau tidak datang wanita ini akan kehilangan nyawa dan kehormatannya pasti.
Darren :"aku tidak peduli, kamu tidak tau yaa, sebenarnya wanita itu adalah umpanku untuk menangkap kamu lagi..!!"
No tk dikenal itu langsung panik dan mulai percaya kata-kata Darren.
Zara merasa sakit hati setelah mendengar perkataan Darren yang terdengar sangat tidak perduli padanya. Zara merasa kesal karena telah berpikir baik tentang Darren selama ini.
Ia pikir Darren telah berubah dan mencintainya, tapi mendengar suara di hp itu yang sangat terlihat bahwa Darren tak perduli padanya membuat Zara sangat sakit hati.
No tk dikenal :"Hahaha, aku tidak percaya omonganmu!!"
Darren :"lihat saja aku akan menangkapmu kembali dan memotong kedua tanganmu itu, memangnya aku orang yang mudah melepaskan musuh begitu saja, kau hanya mainanku Roy..!!"
Tut..
Roy langsung menutup telponnya.
"Oke, kita sudah menemukan lokasinya,"kata Andrian yang sedari tadi melacak keberadaan Roy lewat telpon tadi.
__ADS_1
"Bagus! kalau begitu kita berangkat sekarang!!"
"Tunggu Darren!! kita tidak akan datang tepat waktu kesana. Pasti mereka akan kabur duluan, lebih baik minta bantuan pada anak buah mu karena tempat ini tidak terlalu jauh dari markas ayahmu."
"Baiklah."
Darren langsung menelpon anak buahnya yang berada di markas ayahnya untuk datang lebih dulu ketempat Roy menculik Zara. Beberapa anak buahnya langsung berangkat kesana.
"Ayah, bagaimana sekarang?"tanya Roy yang sangat panik
"Tenang saja nak, kalau Darren memang tidak peduli pada wanita ini pasti dia tidak akan datang, tapi jika sebaliknya ia pasti akan datang."
"Apa ayah tidak mendengar perkataanya tadi..!!"
"Kau ini benar-benar bodoh, Darren itu pintar dan hanya sedang bersandiwara denganmu, untuk membuat kamu panik lalu melepaskan wanita ini."
"Kalau benar begitu. Aku tidak boleh takut, sebaliknya kita harus memberi pelajaran padanya karena telah bermain main dengan kita..!!"
Kata Roy dengan senyum sinis nya dia merasa tenang dan senang setelah mendengar penjelasan ayahnya.
Anak buah Darren sampai di gedung tempat Roy menyekap Zara. Mereka disambut dengan para anak buah Roy yang jumlah nya lebih banyak dari jumlah mereka, anak buah Darren segera mendapat sambutan yang tidak menyenangkan.
Justru sebaliknya.. banyak anak buah Roy yang tumbang akibat serangan dari anak buah Darren. Anak buah Roy menang gede badan tapi untuk strategi, anak buah Darren lebih pintar. Roy dan ayahnya asyik melihat pertempuran antar anak buah mereka di depan mata mereka. Ia sangat kesal melihat anak buah yang dipercayai bisa menjaga dirinya malah banyak yang jatuh karena serangan dari anak buah Darren.
Roy mengeluarkan pistolnya dan mengarahkan pada anak buah Darren.
"Kalian benar-benar menjengkelkan!!"katanya lalu..
Dor.. Dor..
Tembakan dilepaskan. peluru yang mengarah pda anak buah Darren terkejut dan takut dia tidak sempat menghindar. Peluru melaju dengan sangat cepat, saat sudah sangat dekat.
Wuss..
Ting.. Ting..
Sebuah pisau ninja yang berbentuk bintang terbang di depan wajah anak buah Darren dan menghalangi peluru itu sampai di kepalanya.
Jleb..
__ADS_1
Pisau itu menancap pas di dada anak buah Roy dan langsung membuatnya tumbang. Roy dan ayahnya terkejut melihat kejadian didepan mereka dan pandangan mereka mengarah pada arah datang nya pisau itu.
Darren tersenyum sinis pada mereka. Ia berjalan sangat santai bersama Andrian. Pertengkaran sengit antar anak buah mereka terhenti. Anak buah Darren langsung mundur dan menjaga Darren, Darren mengangkat tangannya, mengisyaratkan pada anak buah nya agar mundur dan berdiri dibelakang nya. Mereka segera melakukan perintah Darren.
Anak buah Roy juga melakukan hal yang sama.
"Mudah sekali menjebak mu Roy," kata Darren dengan sinis.
"Hahaha, memangnya aku bodoh apa? aku tidak sebodoh itu Darren."
Darren melihat kearah ayah Roy,"Halo pak, sudah sebulan kita tidak bertemu, apa kontrak kita masih berlaku?"
Roy langsung menoleh ke ayahnya dan tidak mengerti dengan perkataan Darren tentang kontrak,"apa maksudnya ayah?"
Ayah Roy berdiri dan tertawa, "kontrak itu palsu Darren, aku kira kamu pintar ternyata bisa dibodohi juga."
Darren tidak syok atau panik dengan perkataan ayah Darren. Darren tersenyum sinis ia tidak bodoh Darren mengetahui bahwa kontrak itu palsu.
"Mana mungkin itu palsu? bagiku itu asli, aku beri kesempatan padamu kau ingat dengan perkataanmu waktu itu, aku akan hargai jika kau melakukan apa yang kamu katakan pada waktu itu,"
"Hahaha, kau gila ya!! mana mungkin aku membunuh anakku hanya karena ulah pintarnya ini."
"Kau yakin tidak ingin ambil kesempatan yang aku berikan? baiklah, akan lebih baik jika Genk Mafia kalian menghilang,"kata Darren dengan wajah serius dan dingin.
Darren dengan cepat mengeluarkan pistolnya dan menembak tangan Roy yang memegang pistol, membuat pistolnya jatuh terpental karena tangannya yang tertembak itu.
"Aaaa.."teriak Roy.
Dor.. Dor.. Dor...
tembakan pistol dilepaskan lagi dan diarahkan ke anak buah Roy. Tidak ada yang melesat, semua peluru itu menembus dada anak buah Roy dan membuat mereka tumbang seketika.
Roy dan ayahnya panik anak buahnya hanya tersisa 4 orang saja, dan keadaan anak buah mereka pun tidak bagus karena babak belur ulah dari serangan anak buah Darren.
"Darren!! kau memang sudah gila, keluarkan perempuan itu sekarang!!"teriak Roy pada anak buah yang menjaga Zara di ruangan tertutup.
Zara ditarik oleh anak buah Roy. keadaanya sangat menyakitkan hati, bajunya telah sobek-sobek dan wajahnya terlihat merah bekas tamparan kuat dari tangan laki-laki, rambutnya acak-acakan, tubuhnya diikat dengan kawat kecil dan erat sehingga membuat kulit tangan dan kaki Zara terlihat mengalami luka sayatan dari kawat kecil dan tajam itu.
Darren benar-benar murka. Tapi ia harus tetap tenang, karena salah melangkah sedikit saja bisa membahayakan nyawa Zara.
__ADS_1