Di Paksa Menikahimu

Di Paksa Menikahimu
Season 1 Kekecewaan Zara


__ADS_3

"Menyerah lah Darren!! Wanita ini ada di tanganku sekarang! jangan egois, pikirkan wanita berhargamu ini!"ucap Roy mengancam.


Roy dan ayahnya berharap Darren akan memohon dan bertekuk lutut di depan mereka. Memohon-mohon agar mereka melepaskan Zara. Tapi, itu hanya ada di pikiran mereka.


Darren tertawa mendengar perkataan Roy.


"Aku kira kamu cerdas!! ternyata benar-benar bodoh," ucap Darren sambil memainkan pistol di tangannya.


"Siapa bilang wanita itu berharga untukku. Dia hanya umpan untuk memancing kamu keluar dan menangkap kamu lagi. Ternyata begitu mudah mempermainkan mu."


Rasa sakit yang dirasakan Zara dari luka-luka yang didapat ditubuhnya tak sebanding dengan rasa sakit hatinya saat ini.


Ia mengira Darren datang kesini untuk menolongnya. Ia kira Darren telah berubah dan mencintainya, Zara salah besar. Air mata Zara mulai mengalir karena tidak sanggup menahan kekecewaannya.


"Bohong!! kamu berharap aku percaya padamu?! aku akan menembak wanita ini di depanmu kira-kira bagaimana reaksimu!!"ancam Roy dan menodongkan pistol ke kepala Zara.


"Tidak perlu repot-repot, aku akan melakukanya sendiri,"ucap Darren lalu mengarahkan pistolnya ke arah Zara.


Dorr..


Satu peluru dilepaskan dari pistol itu dan mengenai bagian kanan bawah tulang selangka leher Zara. Membuat Zara seketika tidak sadarkan diri, darah segar mengalir keluar dari lukanya.


Semua yang berada disitu terkejut melihat Darren yang dengan santai menembak Zara dengan mudah dan tanpa rasa bersalah itu.


"Darren!! apa yang kamu lakukan!!"kata Andrian.


"Tentu saja membantu mereka melenyapkan wanita itu, apa kalian masih percaya kalau kalian telah menemukan kelemahanku."


Roy dan ayahnya menjadi panik ketakutan kalau ternyata apa yang dikatakan Darren itu benar. Darren hanya memanfaatkan wanita ini untuk menangkap mereka dan membuat alasan untuk membunuh mereka.


"Dasar gila kamu!!"ujar Roy.


"Kita selesai. Aku tidak mau mendengar ocehan mu lagi!!"ucap Darren dan menyuruh anak buahnya menangkap semua anak buah Roy itu, dan mereka langsung melakukan perkataan Darren.


Roy beserta ayahnya ikut ditangkap. Mereka meronta-ronta memohon pengampunan pada Darren agar melepaskan mereka dan memberikan kesempatan kedua. Darren acuh dan tidak memperdulikan perkataan mereka sebelum dibawa pergi ke gedung penyiksaan, Darren menghentikan anak buahnya yang membawa Roy.


"Aku harap selanjutnya tidak melihat tangan dan kakimu yang telah berani menyentuh wanitaku yang paling berharga!!"ucap Darren dengan tegas dan penuh ancaman.


Roy menoleh dan menatap ketakutan. Ternyata Darren telah berhasil membohonginya, dan saat ia berpikir lagi Darren tidak benar-benar menembak Zara, ia hanya melukai Zara sedikit agar membuat Roy dan ayahnya percaya kalau Darren sangat tidak menyukai Zara. Roy tertawa dengan ekspresi penuh penyesalan karena berhasil di bodohi oleh Darren.


"Aku pasti akan membalasmu Darren!!"teriaknya.


Anak buah Darren langsung membawa Roy pergi dari situ dengan Roy yang terus memberontak.


Adrian menatap Darren karena ia pun telah tertipu oleh akting Darren yang begitu hebat, dan membuat Adrian sempat berpikir buruk padanya.


Darren langsung melepaskan kawat-kawat yang mengikat tubuh Zara dengan tangan kosong. Darah dari luka tembaknya telah banyak mengalir keluar, membuat Darren panik dan cemas dengan keadaan Zara.


Zara dibawa ke rumah sakit dan langsung ditangani oleh Dr.Ivan. Zara dibawa keruang operasi untuk dilakukan pembedahan kecil pada bagian peluru yang ditembakkan Darren tadi.

__ADS_1


Diluar Darren merasa sangat cemas dan khawatir dengan keadaan Zara ia terus saja mondar-mandir didepan ruang operasi sambil menjambak rambutnya, yang menandakan kalau ia merasa sangat bersalah.


di wajahnya terlihat begitu menyesal. Adrian yang sedang duduk di kursi tunggu dan melihat bagaimana tingkah Darren saat ini membuatnya juga jadi khawatir pada Darren. Adrian berdiri lalu menghampiri Darren.


"Tenang lah bro, kamu ini orang ahli dalam menembakan pistol, dan luka pada Zara tidak terlalu serius. kalau kamu sangat ketakutan dan begitu cemas, bagaimana Zara akan bertahan didalam, kamu harus semangat dan percaya kalau Zara akan baik-baik saja,"pesan Andrian.


Darren menghentikan langkahnya dan memikirkan perkataan Andrian.


"Benar! aku harus tetap tenang."


Satu jam berlalu dan operasi pengangkatan peluru pada tubuh Zara berhasil. Zara segera dibawa keruang tempat sebelumnya ia dirawat, sedang Darren diminta Ivan untuk datang ke ruangannya.


"Masalah apa lagi yang kau buat pada Zara? ini sudah sangat keterlaluan Darren!!" ucap Dr.Ivan yang sedikit emosi karena kembali menangani Zara dengan keadaan yang tidak baik.


Belum ada setahun ia hidup bersama Darren tapi penderitaannya sungguh luar biasa, berkali-kali harus mendapat penangan Dokter karena luka dan sakit yang dideritanya.


"Aku janji ini yang terakhir,"


"Aku mohon padamu Darren hentikan semua ini, kamu tau kalau kamu meleset sedikit saja pada tembakanmu, bukan hanya nyawa Zara yang hilang tapi juga anaknya!!"


Darren terkejut mendengar ocehan Dr.Ivan,"anak? maksudnya Zara?"


"Iya, saat aku mengoperasinya tadi aku sempat memeriksa keadaan Zara untuk melihat kondisi tubuhnya dan ternyata Zara sedang mengandung, umurnya sudah 1 minggu."


"Jadi Zara sedang mengandung anakku,"ucap Darren yang kaget serta senang dengan kabar baik yang diterimanya.


"Untuk itu aku mohon padamu, tolong jaga Zara dengan baik jangan lukai dia lagi, apalagi sekarang dia telah mengandung anakmu, ini saranku sebagai dokternya."


"Aku mengerti, aku berharap Zara tidak salah paham dengan apa yang kamu lakukan padanya."


Dengan perasaan senang dan gembira Darren keluar dari ruangan Dr.Ivan untuk segera menemui Zara di ruang rawatnya.


Darren masuk keruangan Zara. Andrian yang sedang memainkan hp di sofa ruangan langsung menaruh hp nya saat melihat Darren datang. Andrian segera mengambil posisi duduk.


"Apa kata Ivan tentang kondisi Zara?"


"Kau pulanglah, aku yang akan menjaganya sekarang."


"Yah baiklah, melihat ekspresi wajahmu sepertinya Ivan memberi kabar baik. Baiklah, aku akan pulang, aku juga tidak terlalu senang berlama-lama di rumah sakit."ucap Andrian dan meninggalkan rumah sakit.


Darren duduk di samping ranjang Zara dan mencium keningnya.


"Maaf sayang, aku tidak punya pilihan selain melukaimu. Saat kamu sadar aku akan menebus semua kesalahanku hari ini."


Darren lalu mencium perut Zara,"dan terima kasih juga karena telah memberi 2 kebahagiaan untukku."


Drrrt..Drrt..


Hp Darren bergetar mendapat panggilan dari Denia.

__ADS_1


Denia :"Apa Zara sudah ditemukan?"


Darren : "sudah, dia sedang bersamaku sekarang."


Denia :"syukurlah, kalau begitu aku akan memberitahu ibu."


Darren :"Denia, katakan pada ibu kalau Zara baik-baik saja, tapi ia belum bisa pulang ke rumah karena untuk beberapa hari ke depan aku yang akan menjaganya."


Denia :"baik tuan"


Darren lalu menutup telponnya dan kembali menjaga Zara.


Denia memberitahu pada ibu Zara tentang Zara yang telah ditemukan dan juga tentang Zara yang tidak pulang sementara waktu karena di jaga oleh Darren.


"Syukurlah kalau Zara baik-baik saja, aku turut senang. Aku percaya Zara akan lebih aman kalau Darren menjaganya."ucap ibu Zara.


Darren menggenggam tangan Zara, sambil terus menatap wajah tidur lelapnya itu.


Set..set..


Jari-jemari tangan Zara mulai bergerak yang menandakan kalau Zara akan sadar. matanya perlahan terbuka. Darren tersenyum melihat Zara yang mulai siuman.


Zara melihat Darren duduk dan tersenyum padanya.


"Aa.ah.."Zara merintih karena rasa sakit yang dirasakan pada pundaknya itu.


"Zara, apa ada yang sakit?"tanya Darren terlihat panik melihat Zara yang terlihat kesakitan.


Zara langsung teringat dengan kejadian semalam dan ia langsung menarik tangannya dari genggaman tangan Darren.


"Ngapain kamu disini?"kata Zara ketus.


Darren memandangi tangannya yang tadi menggenggam tangan Zara.


"Aku disini untuk menjagamu Zara."


"Bull_****!! Aku tidak percaya! dengan apa yang kamu lakukan padaku semalam aku sudah mengerti semuanya."


"Aku tidak punya pilihan lain selain melakukan itu."


"Aku kira kamu sudah berubah dan peduli padaku. Ternyata aku salah. Aku masih sebuah mainan untukmu!!"


"Itu tidak benar Zara, aku melakukan itu untuk menyelamatkan mu!"


"Stop Darren!! Aku mau istirahat, aku sedang tidak punya tenaga untuk bertengkar denganmu, aku harap kamu ngerti,"ucap Zara lalu memalingkan wajahnya dari Darren.


"Baiklah, kita bicara nanti."


Darren berdiri dan meninggalkan ruangan Zara. Saat Darren telah keluar. Zara menumpahkan air matanya, terlalu menyakitkan baginya. Dengan mudah nya Darren menembak dirinya semalam dan Darren hanya berkata itu untuk menyelamatkannya.

__ADS_1


Apa itu masuk akal. Zara tidak mengerti kalau menembak dengan sengaja dan membahayakan hidup orang lain itu adalah salah satu cara untuk menyelamatkan seseorang.


Lalu bagaimana kalau akibat tembakan itu berakibat fatal, dan membuat orang itu mati. Apa itu bisa disebut sebagai menyelamatkan orang, Zara sangat kecewa dengan apa yang dilakukan Darren padanya.


__ADS_2