Di Paksa Menikahimu

Di Paksa Menikahimu
Season 1 Penculikan


__ADS_3

¤¤¤¤


Darren teringat dengan kakaknya Nadine. Mungkin saja wanita yang disebut orang itu adalah Nadine. Untuk seseorang yang kuat dan tidak takut apapun seperti Darren akan merasa gelisah juga saat orang yang disayangi dan dicintainya diincar dan akan dibahayakan oleh orang.


Darren langsung tancap gas ke rumah Nadine, sampai disana Nadine terkejut melihat kedatangan Darren yang tiba-tiba, malam-malam lagi. Nadine langsung mempersilahkan Darren masuk ke rumah nya.


"Tumben ada apa Darren?"


"Kak Wildan sama Bara dimana?"


"Mereka udah tidur."


"Owh, begini kak aku mau nginep disini beberapa hari bolehkah?"


Nadine memasang wajah penuh tanda tanya, sikap Darren benar-benar aneh saat ini.


"Ya bolehlah, kamu bisa tidur dikamar tamu."


"Oke.."


Jawab Darren singkat dan langsung ke kamar tamu, Nadine kembali mengunci pintu dan balik ke kamarnya.


"Siapa yang?"tanya Wildan yang terbangun karena mendengar suara bel rumah tadi.


Nadine naik ke ranjang dan segera menyelimuti dirinya.


"Darren, mau nginep katanya,"


"Darren? tumben anak itu ga biasanya."


"Aku juga ga tau mungkin dia kesepian karena Zara ga ada."


Wildan memeluk Nadine dan mengelus rambutnya,"coba kamu tanya Darren tentang masalah dia sama Zara, mereka kan baru nikah. Biasanya orang baru nikah kalo ada masalah gak tau harus gimana cara menyelesaikannya,"pesan Wildan pada Nadine.


"Iya, besok aku coba tanya sama Darren."


¤¤


Darren mengawasi luar rumah Nadine dari jendela kamar, tidak ada pergerakan orang mencurigakan diluar.


"Kalau firasatmu benar, orang ini akan menculik wanita yang sangat dekat denganku dan sangat berarti bagiku, aku tidak boleh lengah."


Darren telah tinggal di rumah Nadine seminggu-an dan tidak ada tanda-tanda orang yang mencurigakan mendekati atau memperhatikan rumah Nadine.


Beberapa kali Darren mendapat pertanyaan dari Nadine tentang masalahnya dengan Zara. Tapi Darren tak pernah bercerita tentang masalah yang terjadi sebenarnya karena Darren tidak ingin Nadine mengetahui tentang Mafia yang sedang dijalankan oleh dia dan ayahnya.


Darren berbohong dengan mengatakan kalau dia dan Zara hanya ada kesalah pahaman sedikit dan jika waktunya tiba Darren akan segera membawa Zara kembali. Nadine tak bisa memaksa Darren untuk bercerita yang sebenarnya karena sikap Darren yang begitu keras kepala, tidak akan mudah.


Dan Bara pun Sering menanyakan Zara yang tidak ikut datang bersama Darren. Darren berbohong dengan mengatakan kalau Zara sedang liburan di rumah orang tuanya dan untuk beberapa saat Bara tidak bisa bertemu dengan Zara. Dan tidak seperti sebelumnya, yang akan cemberut jika dijawab begitu. Kali ini Bara hanya menjawab dengan anggukan mengerti karena Bara tidak ingin membuat Zara sakit karena ulahnya lagi.

__ADS_1


Bara bukan tidak tau Darren berbohong padanya. Hanya saja Bara berpikir kalau pamannya melakukan itu untuk kebaikannya dan Zara. Bara sudah mulai berpikir dewasa. Saat Zara berbohong padanya tentang prank itu, Bara mengetahui kalau semua orang yang berada disana berbohong padanya. Karena sangat jelas sekali tau kalau Zara benar-benar sakit, tangan dan kakinya yang diperban itu telah menjadi bukti untuknya.


Bara hanya tidak ingin membuat Zara semakin sedih jika melihat dia terus menyalahkan diri karena Zara yang pingsan itu.


Seminggu kemudian...


Di mall tempat Zara bekerja. Denia sedang patroli keliling mall untuk melihat apakah ada orang yang gerak-geriknya mencurigakan mengawasi Zara.


Sedang Zara yang tidak tau apa-apa masih berganti pakaian karena ini jam waktunya pulang.


Zara bekerja seharian dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam, dan ini jam sudah menunjukan pukul 9.15 waktunya dia untuk pulang dan pengunjung mall sudah sepi hanya ada beberapa orang diruang bioskop yang sedang menonton film.


Selesai berganti pakaian Zara langsung keluar dan mencari Denia. Lampu-lampu mall sudah dimatikan hanya di bagian jalan ke ruang bioskop dan lampu di pintu luar yang masih hidup.


"Denia mana yaa?"kata Zara yang sedang celingak-celinguk mencari keberadaan Denia.


Mall sudah sepi. Zara berjalan keluar mall sambil matanya memperhatikan sekeliling mencari Denia. Denia telah selesai memeriksa ke keamanan dilantai 3 dan ia turun kebawah mencari Zara tapi tak melihatnya.


Saat Denia melihat keluar mall, Zara sedang berdiri di depan gedung mall sambil kepalanya menengok kesana-kemari tampak sedang mencari seseorang.


"Itu nona Zara,"ucap Denia,ia lalu berjalan akan menghampiri Zara.


Tapi, tiba-tiba sebuah mobil Toyota Hiace melaju kencang menghampiri Zara dan berhenti pas di depannya


. Mobil dengan pintu yang dibuka dengan digeser itu terbuka dan beberapa tangan keluar dan langsung menarik tubuh Zara masuk kedalam mobil.


Denia berusaha mengejar mobilnya tapi ia tidak berhasil, "Owh tidak!! nona Zara," Denia menjambak rambutnya. Perasaannya jadi gelisah dan tidak tenang. Denia langsung mengeluarkan hp nya dan menghubungi Darren


Denia :"Tu..tuan nyo..nya...diculik."kata Denia terbata-bata.


Darren :"Apa?"


Brakk..


hp yang dipegang Darren terjatuh karena ia tidak percaya dengan apa yang terjadi, dugaannya benar. Orang itu berencana menculik Zara, tidak ada yang tau seberapa Darren mencintai Zara kecuali dirinya sendiri.


Darren memanggil Denia, Andrian dan budi kerumahnya.


"Apa kau lihat plat mobilnya?"


"Maaf tuan, mobil itu tidak memiliki plat nomor,"


Darren terdiam mendengar jawaban Denia. Hatinya hancur dan pikirannya agak sedikit kacau tapi, demi Zara ia harus tenang dan menghadapinya dengan kepala dingin agar cepat mencari solusinya.


"Saya sudah memeriksa rekaman cctv mall itu. Dan benar, mobil itu tidak dipasang plat nomor, begitu juga dengan jenis mobil van yang digunakan, mobil itu mobil biasa dan banyak orang yang memakainya,"jelas Andrian.


"Bagaimana dengan wajah penculiknya?"


"Mereka memakai jaket hitam polos dan wajahnya ditutupi dengan topeng hacker."

__ADS_1


"Sepertinya mereka sudah benar-benar matang untuk merencanakan penculikan ini, baiklah kita akan tunggu, pasti mereka akan menghubungiku,"


"Lalu apa yang harus kita lakukan?"tanya Budi.


"Kalian berdua kembali dan tunggu kabar dariku..!"


"Baik tuan,"jawab Denia.


"Baik bos,"jawab Budi.


Denia dan Budi meninggalkan rumah Darren. Terkecuali Andrian.


Denia sampai dikontrakan. Ia melihat ibu Zara sedang mondar-mandir di depan kontrakan dan wajahnya terlihat sangat khawatir. Denia menghampiri ibu Zara. Melihat kedatangan Denia ibu Zara langsung menanyakan keberadaan Zara, kenapa Denia tidak pulang bersama Zara.


"Denia, mana Zara?"


Denia tidak bisa berbohong mengenai penculikan Zara pada ibunya. Bagaimana pun ibu Zara harus mengetahui apa yang terjadi pada Zara.


Denia memegang tangan ibu Zara,"ibu tenang dulu yaa,"


Ibu Zara mengangguk dan menatap Denia dengan serius.


"Zara diculik bu,.!"


"Apa? kamu tidak sedang bercanda kan Denia?"kata Ibu Zara terkejut dan tak percaya.


Denia menggeleng dan memasang wajah serius.


Kaki ibu Zara langsung gemetaran dan tidak kuat menopang tubuhnya. Ibu Zara langsung jatuh terduduk, dadanya sangat sesak dan sakit perasaan khawatir dan cemas menyelimutinya.


Denia ikut duduk dan menenangkan ibu Zara agar tidak terlalu panik dengan keadaan Zara, "ibu tenang yaa, Darren telah menyuruh orang-orang hebat untuk mencari keberadaan Zara, kita percayakan pada Darren ya bu saya yakin tuan bisa menemukan Zara,"kata Denia memberi semangat pada ibu Zara.


Ibu Zara teringat dengan Darren dan perbuatanya padanya saat bertemu di rumah Wijaya. Darren memang berbeda dari ayahnya, bahkan Darren membantunya agar tetap bisa berkomunikasi dengan Zara.


"Ah Zara, kenapa kamu harus mengalami hal ini,"ucap ibunya dan air matanya mulai mengalir.


Denia memeluk ibu Zara dan membantunya berdiri, membawanya masuk ke dalam rumah,"ibu istirahat dulu, saya yakin Zara akan kembali secepatnya."


Denia menuntun ibu Zara ke kamarnya. dan membantunya untuk istirahat. Setelah rasa ibu Zara sudah mulai tenang, Denia meninggalkan kamar ibu Zara dan mengawasi dari ruang tamu.


Darren duduk di ruang kerjanya sambil terus memasang wajah cemas.


hp nya berdering dan mendapat sebuah telpon dari No tak dikenal.


No tk dikenal :"Hallo Darren, masih ingat dengan suaraku?"


Darren mengamati suara orang dengan No tak dikenal itu.


Darren :"Owh kamu,"

__ADS_1


__ADS_2