Dia Bukan Perempuan Biasa

Dia Bukan Perempuan Biasa
Bab 10


__ADS_3

Di dalam mobil Allen...


"Itukan Raja kepala Departemen Personalia dan orang kepercayaan Papa.Ada hubungan apa dengan Asisten Elin dan sepasang anak kecil itu siapa? Apakah anaknya dan Raja Suaminya?Ada apa denganku,mengapa aku peduli dan aku baru bertemu dengannya dan dia bukan siapa-siapa buatku.Kamu bodoh Allen."Dia larut dalam lamunannya sendiri dan banyak pertanyaannya yang muncul di benak Allen ketika melihat Asisten Elin begitu mesra dengan Raja dan entah mengapa dia sedikit terusik hingga David memecahkan semua suasana hening di dalam mobil itu dan seketika Allen menghentikan lamunannya.


" Apa perlu aku tanyakan kepada Bapak Raja Al? tanya David dan seolah tahu apa yang dipikirkan sahabat dan sekaligus Bosnya itu.


" Tidak perlu." jawab Allen


" Kamu lakukan saja Tugas yang aku suruh dan kita akan mengetahui yang sebenarnya." lanjutnya lagi.


Allen merasa tidak enak kepada Raja jika dia menanyakan hal yang menyangkut kehidupan pribadi karena Allen sangat profesional dia dapat membedakan mana urusan pribadi dan pekerjaan dan terutama Raja adalah salah satu yang memiliki pengaruh dan peran penting di Perusahaanya ditambah lagi Raja orang kepercayaan Papanya.


Raja memang sejak dulu bekerja dengan Mahendra Group dan tidak ada yang mengetahui identitasnya sebagai keluarga Dinata,sebenarnya sejak awal Elin sudah meminta kepada Abangnya itu untuk meninggalkan Mahendra Group dan mulai bekerja di RAD Company tetapi entah mengapa Raja menolaknya dan tetap bekerja di Mahendra Group namun Raja juga tetap berperan dalam perkembangan RAD Company sama seperti Elin,Raja berperan dari balik Layar.


Sementara Di Mall....


"Lio....Lia.... hati-hati dan jangan lari,banyak orang nanti kalian bisa terluka." teriak Elin yang melihat kedua keponakannya itu berlari dan seakan tak peduli dengan keadaan sekitar dan tiba-tiba.


"bugh..........(anggap ja suara orang nabrak ya)


karena mendengar suara bibinya memanggil kedua bocah itu segera membalikkan badan dan berjalan mundur dan tidak sengaja menabrak seseorang perempuan."

__ADS_1


"Dasar...........bocah sialan."perempuan itu marah dan memandang Lio dan Lia dengan tatapan tajam.


"Gara- gara loe berdua belanjaan gue jadi berantakan,klu rusak orangtua loe bisa ganti ngak,ini semua mahal dan mana orangtua loe?" bentak perempuan itu dengan kasar dan membuat Lio dan Lia takut dan ingin menangis.


"Maaf....


"Saya tahu keponakan saya yang salah,tapi tak seharusnya nona berbicara sekasar itu,mereka hanya anak-anak saja." kata Elin dengan sopan tapi sebenarnya dia sedang menahan amarahnya.


" Dan atas nama mereka berdua,Saya minta maaf karena saya yang salah tidak menjaga keponakan saya dengan baik." kata Elin


" Dan jika ada barang nona yang rusak, saya akan ganti rugi." Lanjut Elin lagi.


"Kau..........Elin.............." kata perempuan itu dan memandang Elin dengan tatapan yang merendah.


"Anatasya......."setelah lama melihat wajah perempuan itu dan mengingat-ingat akhirnya nama itu yang muncul.


" Ya kamu benar Saya Anatasya Putri Syaputra anak tunggal dari keluarga Syaputra dan model terkenal." jawab Anatasya dengan sombongnya.


" Karena kamu mengingat saya dan saya orangnya baik hati saya akan memaafkan kau,tjangan dekat- dekat denganku dan berbuat ulah lagi karena kau,kedua bocah ini, orangtuamu dan keluargamu hanyanya orang rendahan dan rakyat jelata yang tidak selevel denganku." Lanjut Anatasya dan meninggalkan mereka.


Sementara Elin sudah mengepalkan tangannya sampai buku-buku tangannya memerah sambil Bergumam " Kamu salah telah menghina keluargaku apalagi orangtuaku."

__ADS_1


Jhonson yang baru selesai menerima telpon dan sempat melihat kejadian itu sekilas dan hanya mendengar ucapan terakhir Anatasya "kamu salah membangunkan singa betina yang sedang tidur."kata Jhonson dalam hati dan menghampiri mereka.


"Apakah kontrak kerja dengan Model Anatasya Putri Syaputra sudah di tandatangani? tanya Elin kepada Jhonson.


"Batalkan saja." kata Elin lagi.


"Baik." tanpa banyak bertanya Jhonson langsung menghubungi Maria untuk mengurus semua.


"Sayang....." panggil Elin kepada dua bocah itu sambil mengelus pipi mereka.


" Sekali lagi dengarkan perkataan Bi Lin ya,agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi." kata Elin dengan lembut.


" Baik bi Lin...maafkan kami." kata sepasang anak kembar itu serantak.


"Katanya mau main , ayo." kata Elin sambil menggendong Lia dan Lio di gendong oleh Jhonson.


Mereka seperti keluarga bahagia menikmati setiap wahana permainan anak yang ada di mall itu dan setelah puas bermain mereka pun kembali ke Mansion Elin.


Hai semua....


Author baru balik lagi,maaf ya semalam aku ngak bisa update karena pekerjaan yang sangat mendesak dan tak dapat ditinggalkan.

__ADS_1


Seperti biasa,tinggalkan jejak ya...


terima kasih..


__ADS_2