Dia Bukan Perempuan Biasa

Dia Bukan Perempuan Biasa
Bab 15


__ADS_3

Mahendra Group.....


Saat ini Raja sudah berada di ruangan Allen.


Dia bingung mengapa dia dipanggil ke ruangan Allen.


Seingat Raja, dia sudah menyerahkan laporan bulanan kinerja para pegawai ke atasannya itu tapi mengapa dia dipanggil kembali,apa ada yang salah dengan pekerjaannya dan masih banyak lagi pertanyaan yang muncul di kepala Raja karena tidak biasanya seperti ini.


"Maaf sebelumnya Pak Raja sudah merepotkan dan mengganggu pekerjaan Anda." kata Allen dengan sopan


" Tidak apa - apa Pak, kebetulan saya sedang tidak sibuk." balas Raja


" Ada apa Bapak mencari saya, apa ada yang salah dengan Pekerjaan saya?" tanya Raja


"Tidak ada yang salah dengan pekerjaan Bapak,cuma........." ucapan Allen terputus ada sedikit keraguan yang tiba - tiba muncul.


"cuma apa Pak?" tanya Raja.


" Begini Pak.." sambil melonggarkan dasinya


"Saya ingin menanyakan sesuatu,tapi ini bukan pekerjaan namun lebih bersifat pribadi." kata Allen sedikit memberanikan diri


"Silahkan Pak,asalkan tidak kelewatan batas." jawab Raja


"Begini Pak, Saya ingin menanyakan Elin asistennya Pak Jhonson."kata Allen

__ADS_1


"Elin asistennya Pak Jhonson?" Raja kembali bertanya.


Dia bingung sejak kapan Elin jadi asisten Jhonson di perusahaannya sendiri dan ada urusan apa Allen mencarinya.


"Permainan apa lagi yang kamu lakukan dek." batin Raja


"Ia Pak,kemaren saya lihat Bapak bertemu dengan Asisten Elin di Restaurant dan menitipkan sepasang anak kecil." kata Allen


" Elin adik perempuan saya Pak." kata Raja


"Adik Perempuan?" tanya Allen dan sedikit ada rasa bahagia dihatinya ketika mengetahui hal itu.


"Ia Pak,kebetulan dia baru kembali satu bulan lalu ke negara ini dan mulai bekerja di RAD Company." jelas Raja


"Pak.....masih ada hal lain?" tanya Raja dan membuyarkan lamunan Allen


"Tidak ada lagi Pak,terimakasih banyak dan Bapak boleh kembali." jawab Allen


"Baik Pak,saya kembali melanjutkan pekerjaan saya." kata Raja sambil berdiri dan meninggal ruangan Allen.


Sebenarnya banyak pertanyaan yang muncul dibenaknya namun dia Enggan untuk menanyakan semua itu,dia yakin pasti pemimpin Mahendra Group itu ada ketertarikan kepada Elin dan mungkin Allen sudah menyelidiki Elin tetapi tidak dapat menemukan sesuatu hingga akhirnya dia bertanya kepada Raja.


Sesampainya diruangannya Raja mengambil Hpnya yang terletak di meja kerjanya ingin menelepon Elin namun dia melihat sinyal tanda bahaya dari Elin.


Buru - buru dia menekan nomor Elin tetapi tidak dapat dihubungin,dia semakin panik dan khawatir.

__ADS_1


Raja merutuki kebodohannya yang meninggalkan hpnya di ruangannya dan tiba - tiba hpnya berbunyi dan tertera nama Bang Sam.


("Hallo bang." ) jawab Raja


("Kenapa dengan Elin?Kamu pasti melihat sinyal bahaya itu?") tanya Sam


("Maafkan aku bang,tadi aku meninggalkan hpku diruangan sehingga aku tak menyadari sinyal bahaya dari Elin.")jawab Raja


("Apa?Mengapa kamu tidak tahu,aku sudah menitipkan mereka kepadamu...."


"Bagaimana ini?nomornya saja tidak bisa dihubungin.....") kata Sam


("Tenang bang Sam,apa abang sudah menelpon Pengawal kita?") tanya Raja


("Belum.") jawab Sam dan merasa bodoh,kenapa dia tidak menelpon pengawal yang berjaga dulu.


(" Kalau begitu, aku akan menelpon dulu dan mencari tahu apa yang terjadi bang.") kata Raja


(" Baiklah,aku juga akan mencari karena tidak biasanya Elin mengirimkan sinyal bahaya.


Jika kamu menemukan sesuatu langsung khabari aku, aku tutup dulu.") kata Sam sambil mematikan panggilannya.


Sedikit penjelasan tentang gelang yang digunakan Elin yang ada ukiran R.A.D dan ditengah huruf D ada berlian.


Gelang itu adalah lambang keluarga Dinata dan setiap keluarga Dinata memakai Gelang itu termasuk Sam karena gelang itu adalah desain dan rancangan Elin yang berpusing sebagai GPS dan berlian itu sebenarnya adalah tombol yang jika ditekan otomatis mengirimkan sinyal bahwa pemiliknya sedang berada dalam bahaya dan sinyalnya akan terkirim otomatis ke sistem, hp Elin , hp Sam dan Hp Raja.

__ADS_1


__ADS_2