Dia Bukan Perempuan Biasa

Dia Bukan Perempuan Biasa
Bab 22


__ADS_3

"Aku pikir kamu akan melepas mereka begitu saja dek." kata Raja kepada Elin


"Tidak segampang itu bang, jika sudah berurusan dengan Radea Anjelin Dinata." kata Elin sambil tersenyum devil sehingga membuat Raja dan Jhonson bergedik ngeri ketika melihat senyuman itu.


Saat ini mereka bertiga duduk di ruangan santai di markas itu sambil menunggu laporan dari Tristan.


"Kapten.........." panggil Tristan


"Mereka telah menemukan lokasinya." lapor Tristan.


"Bagus......"


"Apa anak buah kita sudah siap?" tanya Elin


"Sudah Kapten..." jawab Tristan


"Klu begitu,mari kita berangkat."perintah Elin


"Tapi sebaiknya,kalian berdua tak usah ikut." kata Elin kepada Jhonson dan Raja.


"Aku takut kalian malah merepotkan dan berada dalam bahaya."lanjut Elin


"issshhhhhhh............. kamu pikir kami orang lemah yang harus dilindungi." kata Jhonson dengan nada yang kesal.


"hahahahahaha........."Elin tertawa.


"Baiklah,aku hanya bercanda." kata Elin dan melangkah meninggalkan ruangan itu.


"Tapi berjanjilah kalian tak boleh terluka."kata Elin


"Baik....." jawab Raja dan Jhonson.

__ADS_1


Raja dan Jhonson sebenarnya ahli dalam bela diri dan menembak bahkan mereka memiliki beberapa senjata yang memiliki ijin resmi dari pemerintah dan mereka menerima pelatihan khusus langsung dari Jenderal Sam.


Di markas Geng Feng.....


Elin, Tristan, Jhonson,Raja dan beberapa anak buahnya sudah berada di depan gedung markas Geng Feng.


"Apa kamu yakin ini tempat?" tanya Elin


"Saya Yakin Kapten...." jawab Tristan.


"Dan itu dia orang kita." sambil menunjuk seseorang yang mendekat ke arah mereka.


"Baiklah......lakukan sepertinya yang telah kita rencanakan." kata Elin


"Kalian masuk duluan kemudian aku akan menyusul." lanjutnya lagi


"Baik Kapten." Kata Tristan dan berlalu meninggalkan Elin, Jhonson, dan Raja.


Baron sedang melampiaskan kekesalannya kepada anak buahnya yang tidak becus melakukan pekerjaannya.


"Plak..........Plak.........Plak........." suara tamparan yang begitu keras


"Dasar........manusia -manusia bdh." bentak Baron dengan suara yang keras.


"Menangkap seorang perempuan biasa yang lemah saja kalian tidak becus." lanjutnya lagi


"Ta....Tapi..... Bos......." kata salah satu dari mereka sambil menundukkan kepalanya tidak berani menatap Baron.


"Tapi apa?" bentak Baron.


"Perempuan itu....... bukan perempuan biasa yang seperti bos katakan.Dia bisa bela diri bahkan dengan mudah dapat mengalahkan beberapa dari kami dan dia juga kenal dengan bos." kata salah satu anak buahnya yang jadi korban tendangan keras dari Elin.

__ADS_1


"Mengenal saya? tapi kata Anastasya berkata dia hanya seorang Asisten biasa." kata Baron sedikit bingung.


Anastasya memang meminta Baron untuk menculik Elin karena Baron sangat mencintai Anastasya dan tanpa bertanya alasannya apa dia langsung menuruti keinginan Anastasya asalkan wanita yang dicintainya itu dapat bahagia dia akan melakukan apa pun.


"Bos......markas diserang." lapor salah satu anak buahnya.


"APA?" teriak Baron


"Siapa yang berani mencari masalah denganku."katanya lagi sambil berjalan keluar diikuti semua anak buahnya.


"Mereka........"kata salah satu dari anak buahnya yang dilepaskan oleh Elin tadi.


"Mereka siapa?" tanya Baron yang sedang melihat anak buahnya melawan para musuh yang menyerang markas mereka.


"mereka semua anak buah dari perempuan itu, ternyata ini rencananya melepas kami."kata salah satu dari mereka lagi.


"Ternyata perempuan itu licik juga,tapi siapa dia? tanya Baron tetapi belum sempat pertanyaannya di jawab.


"Mengapa kalian hanya berdiri saja disini?Pergi bantu mereka." perintahnya dengan suara yang keras.


"Baik bos." kata mereka serentak dan lari berhamburan masuk ke dalam pertarungan itu.


Setelah beberapa lama pertarungan itu terjadi akhirnya para anak buah Baron dapat dilumpuhkan semuanya oleh Tristan dan bawahannya mereka hanya berjumlah 20 orang tetapi semuanya adalah orang-orang khusus dan terlatih.


Dan tersisalah Baron yang hanya diri mematung dan seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ratusan anak buahnya dapat dilumpuhkan oleh 20 orang saja.


"Siapa kalian sebenarny? tanyanya dengan nada yang gemetaran.


"Sebentar." kata Tristan sambil mengambil ponselnya dan menekan nomor Jhonson.


("Semua sudah beres Kapten." )kata Tristan dan mematikan ponselnya

__ADS_1


__ADS_2