
Di depan Gerbang Sekolah Lio dan Lia...............
"Itu sekembar." kata Rasty sambil menunjuk ke arah sepasang saudara kembar yang berdiri di depan gerbang menunggu jemputan mereka.
Rasty yang ingin membuka pintu mobil tapi tiba-tiba Elin memberhentikannya.
"Biar Bryan saja." kata Elin sambil tersenyum devil.
"Ishhhh.........apa sih yang kak Elin rencanakan?" tanya Rasty penasaran dan sedikit ngeri melihat senyuman kakaknya itu.
"Kamu duduk tenang dan cukup melihat saja." perintah Elin dengan nada dingin.
"Hanya pelatihan kecil saja buat si kembar dan para pasukan bayangan." lanjut Elin
Pasukan bayangan adalah orang-orang yang dilatih oleh Elin dan Jenderal Sam.
Mereka akan bersembunyi disekitar anggota keluarga Dinata dan orang terdekat mereka untuk melindungi mereka dari bahaya dan orang-orang yang ingin membunuh mereka.
"Bryan......." panggil Elin
"Ya Kapten." jawab Bryan
"Kamu saja yang turun,temui mereka berdua."
"Ingat...aku ingin melatih kewaspadaan dan kecermatan mereka berdua." kata Elin.
"Baik Kapten." jawab Bryan
Bryan pun turun dan menghampiri Lio dan Lia.
"Hallo......tuan Muda Lio.....nona Muda Lia." sapa Bryan.
Lio dan Lia langsung mundur untuk menghindari Bryan karena mereka belum mengenal Bryan.
"Anda siapa Tuan?" tanya Lia dengan mata yang penuh selidik menatap Bryan.
"Saya Asisten Pribadinya nona Elin." jawab Bryan.
"Asisten Pribadi? sejak kapan?" tanya Lio.
__ADS_1
"Sejak tadi Pagi Tuan Muda." Jawab Bryan
"Dan saya ditugaskan untuk menjemput Tuan Muda dan Nona Muda." lanjut Bryan lagi sambil mendekat untuk meraih tangan mereka berdua.
"Stop.................." kata Lia dengan dingin.
"Sebentar saya ingin menelepon Bi Lin dulu." kata Lia sambil menekan tombol di jam tangannya.
Sementara Elin dan Rasty yang memperhatikan ketiga dari dalam mobil hanya bisa tersenyum dan ponsel Elin pun bergetar. Elin menekan tombol hijau.
(Hallo Bi Lin) sapa Lia dari seberang ponsel.
(Ia Sayang, ada apa?) tanya Elin.
(Apa Bi Lin mengenal Tuan Bryan?) tanya Lia
(Tidak Sayang) jawab Elin sambil tersenyum sementara Bryan kesal mendengar jawaban bosnya itu.
"Dasar bos kejam bikin aku susah, ditambah lagi harus menghadapi kedua anak kecil ini." kata Bryan dalam hati.
(Baiklah Bi Lin............aku tutup dulu) kata Lia.
"Ya... kami berdua bisa bela diri loh." kata Lio sambil menggerakkan kedua tangan memukul- mukul udara.
Elin dan Rasty tertawa melihat kelakuan kedua saudara kembar itu.
"Sepertinya mereka berdua mirip sepertimu kak." kata Rasty kepada Elin dan Elin hanya tersenyum.
"Percaya padaku..... tuan Muda dan nona Muda." kata Bryan membujuk keduanya.
"Nona Elin dan Nona Rasty sedang menunggu di dalam mobil." lanjut Bryan
"Tidak.......Bi Lin tidak mengenalmu." kata Lia.
"Ayolah.......Tuan muda dan Nona muda."
"Saya mohon kerjasamanya." mohon Bryan dan semakin mendekati Lio dan Lia
Lio dan Lia pun semakin mundur karena Bryan semakin mendekat ke arah mereka.
__ADS_1
Mereka semakin waspada dan takut dan secara bersamaan mereka menekan tombol bahaya yang berbentuk berlian kecil di cincin yang mereka pakai.Cincin itu adalah desain khusus yang dibuatĀ Elin untuk Lio dan Lia.
Setelah sinyal itu dikirimkan muncullah beberapa pasukan bayangan yang berjaga disekitar Lio dan Lia.
"Tuan Bryan." sapa salah satu pasukan bayangan dan memberi hormat kepada Bryan
"Sedang apa tuan disini?" tanyanya lagi dan membuat Lio dan Lia semakin heran.
Sebelum Bryan sempat menjawab Elin dan Rasty datang menghampiri mereka.
"Hai.....para kesayangan Bi Lin." sapa Elin dengan Santainya.
"Kapten...." kata semua pasukan bayangan itu dan memberi hormat.
"Bi Lin.....dia siapa?" tanya Lio dan Lia serempak dan menunjuk Bryan.
"Dia Asisten Bi Lin." jawab Elin
"Tapi........" ucapan Lia terpotong
"Bi Lin hanya ingin melihat perkembangan kalian dan God Job." kata Elin sambil mengacungkan Jempolnya
"Dan.....kalian bisa kembali ke tempat kalian." kata Elin kepada semua pasukan bayangan itu.
"Baik Kapten....." jawab pasukan bayangan secara serempak dan mereka pun membubarkan diri dan kembali ke tempat persembunyian mereka masing-masing.
"Lio.....Lia......selanjutnya jika Om Bryan datang menjemput kalian,langsung saja ikut dengan Om ini." kata Elin dengan lembut.
"Baik Bi Lin." jawab mereka dengan serempak.
"Dan sebagai hadiah hari ini Bi Lin akan memasak buat semuanya." kata Elin dengan semangat.
"Betulkah kak?" tanya Rasty dengan semangat.
"Tentu saja." jawab Elin dan membuat mereka semua merasa senang dan tidak sabar ingin sampai ke rumah.
Dan kini rasa kesal Bryan kepada Elin sudah berganti senang karena mendengar Elin akan memasak buat mereka.
Elin memang pintar dalam hal masak memasak, semua makanan yang dimasaknya pasti enak dan lezat.
__ADS_1
Membuat setiap orang yang memakan masakannya pasti akan kecanduan tetapi Elin sangat jarang memasak dan bagi Bryan dan Rasty itu adalah kesempatan langka yang tidak bisa dilewatkan