Dia Bukan Perempuan Biasa

Dia Bukan Perempuan Biasa
Bab 24


__ADS_3

Satu minggu kemudian......


Seseorang yang baru saja turun dari pesawat menggunakan baju yang casual membuat dia menjadi pusat perhatian terlebih lagi untuk para kaum hawa.


"Akhirnya aku tiba di negara ini dan sebentar lagi aku akan bertemu dengan kapten." gumamnya dalam hati sambil mengambil ponselnya dan menekan nomor Elin.


"Drrrt......Drrrrtttt......Drrrttttt....." ponsel Elin bergetar


Elin yang sedang sibuk dengan beberapa dokumen segera menghentikan kegiatannya dan mengambil ponselnya.


Dia tersenyum melihat nama yang tertera di layar ponselnya dan segera menekan tombol hijau.


("Aku sudah tiba di bandara Kapten") Kata Bryan tanpa basa - basi dan menyapa kaptennya itu.


("Kamu langsung saja ke RAD Company") kata Elin dan langsung mematikan ponselnya tanpa memperdulikan bagaimana nasib Bryan di bandara dan apakah ada yang menjemputnya.


"Isshhhhhhhh.................kalau dia bukan kaptenku........aku pasti sudah menghabisinya....." gerutu Bryan sambil melangkah keluar dari bandara dan menghentikan taksi.


"RAD Company, Pak." kata Bryan kepada Supir Taksi itu


"Baik Tuan." jawab supir Taksi itu sambil melajukan mobilnya.


Sesampainya di RAD Company Bryan langsung menuju ke arah Resepsionis.


"Maaf, apa saya bisa bertemu dengan nona Elin? tanya Bryan dengan sopan


"Apa sebelumnya Tuan sudah membuat janji?" Resepsionis itu dengan sopan bertanya kembali kepada Bryan.


"Sudah nona." jawab Bryan sambil tersenyum dan membuat resepsionis itu terpana melihat senyuman Bryan namun berusaha dia tutupi.

__ADS_1


"Sebentar Tuan,nama Tuan siapa?." tanya Resepsionis itu sambil meraih gagang telpon dan mulai berbicara dengan seseorang yang ada di seberang telepon


"Bryan Cole." jawab Bryan


"Silahkan tuan langsung naik saja ke lantai 18." kata resepsionis itu setelah menutup teleponnya.


"Baik....terimakasih nona."kata Bryan sambil melangkah ke arah Lift dan menuju lantai 18.


Sesampainya dilantai 18 Bryan sudah disambut oleh Maria sekretaris Jhonson dan saat ini sekaligus merangkap jadi sekretarisnya Elin.


"Pasti Anda Tuan Bryan, silahkan masuk Tuan."


"Nona Elin sudah menunggu." kata Maria sambil menuntun Bryan ke ruangan Elin dan mengetuk pintu setelah terdengar suara dari dalam mempersilahkan masuk Maria pun membuka pintu itu.


"Tuan Bryan sudah tiba nona." kata Maria.


Seketika itu juga Elin menghentikan kegiatannya bersama Jhonson yang sedang membahas satu Proyek yang akan mereka mulai bersama Mahendra Group. Elin pun berdiri dan menghampiri Bryan dan memeluknya.


"Perkenalkan dia Bryan dan mulai saat ini dia akan menjadi Asisten sekaligus Pengawalku." kata Elin memperkenalkan Bryan.


"Selamat datang di RAD Company Bryan dan selamat bergabung." kata Jhonson sambil berdiri dan mengulurkan tangannya dan diterima oleh Bryan.


"Dan terimakasih sudah mau mengurangi bebanku." lanjutnya lagi sambil tersenyum.


Elin hanya melihat Jhonson dengan tatapan tajam.


"Hanya bercanda bos." kata Jhonson tersenyum sambil mengangkat tangannya dan membentuk jarinya menjadi huruf V.


"Perkenalkan dia Maria, kamu bisa meminta semua jadwal kegiatanku kepadanya."kata Elin memperknalkan Maria.

__ADS_1


"Bryan." sambil mengulurkan tangannya kepada Maria


"Maria." kata Maria sambil menerima uluran tangan Bryan


"Dan jika kamu tidak mengerti, kamu bisa bertanya kepada Jhonson dan Maria." lanjut Elin lagi


"Baik Kapten." Kata Bryan


"Hahahahaha......Bryan kamu bisa memanggil namaku saja."


"Kita sedang berada di RAD Company bukan organisasi kemiliteran." kata Elin


"Tapi..............." kata Bryan sedikit bingung


"Ya sudah kamu bisa memanggil aku nona Elin jika sedang di kantor." kata  Elin


"Baik Kap...... eh ....... nona Elin." kata Bryan yang sedikit canggung.


"Kamu ingin pulang? atau beristirahat di ruanganku saja?" tanya Elin


"Karena sebentar lagi kami ingin melakukan interview bagi para pelamar." lanjut Elin lagi.


"Saya disini saja nona." jawab Bryan


"banyak hal yang ingin saya tanyaka kepada nona Maria.Lanjutnya lagi.


"Baiklah......Istirahatlah beberapa jam........." kata Elin


" Dan aku titip Bryan padamu Maria, jika ada sesuatu yang dia butuhkan tolong kamu bantu ya." kata Elin kepada Maria.

__ADS_1


"Baik Nona." jawab Maria.


"Kalau begitu kami pergi." kata Elin sambil melangkah meninggalkan kantornya bersama Jhonson.


__ADS_2