
Setelah selesai menyegarkan diri…
”Sepertinya aku akan pergi ke Kantor,aku ingin melihat bagaimana ekspresinya karena aku tidak mengabarinya aku sudah kembali.” Elin berdialog sendiri
”Pasti dia akan marah dan terkejut.”Elin mengambil tasnya dan berjalan keluar kamar,Elin berpapasan dengan Raja.
”Mau kemana dek?” tanya Raja
”Aku mau ke kantor Bang.” jawab Elin
Raja memperhatikan Elin dari atas sampe ke bawah melihat penampilan adiknya yang satu itu yang hanya menggunakan Kaos lengan panjang,celana jeans dan sendal tali.
”Kamu mau ke kantor dengan baju seperti ini, kamu yakin adikku sayang? Bisa-bisa kamu diusir.”
”Aku tidak peduli…Bye abangku sayang.” Pergi meninggal Raja sambil melambaikan tangannya.
Ketika dalam perjalanan menuju perusahaan,Elin melihat 2 orang pria sedang berlutut dan dipenuhi luka,mereka dikelilingi beberapa Pria berbadan besar yang sudah bersiap menghabisi ke 2 pria itu.
Elin menghentikan motornya dan berjalan kearah mereka,disaat itu juga salah satu dari pria berbadan besar itu menodongkan pistol dan bersiap untuk menarik pelatuknya.
Dan sesegera mungkin Elin melempar pisau lipat yang selalu ia bawa dan tepat mengenai tangan pria itu sehingga pistol terjatuh.
Mereka semua menoleh ke arah Elin yang wajahnya tertutupi helm full face.
”Kamu siapa? “ Tanya salah satu pria berbadan besar
”Berani-beraninya kamu ikut campur masalah yang bukan urusanmu,sebaiknya kamu pergi dari sini sebelum kamu dalam bahaya.” kata pria berbadan besar yang satunya lagi.
”Cih……….dasar banci,percuma punya badan besar tahunya hanya main keroyokan saja.” jawab Elin mengejek.
”Kami beri satu kesempatan lagi, jangan sampai kamu menyesal.” kata pria berbadan besar itu lagi.”
__ADS_1
“Jika saya ingin ikut campur,kalian mau apa?” tantang Elin.
”Kamu………..” kata salah satu pria berbadan besar itu dan langsung menyerang Elin tetapi dengan mudahnya Elin menghindari serangan itu dan melumpuhkan lawannya,baku hamtam pun terjadi antara Elin dan beberapa Pria berbadan besar tersebut,Elin dengan mudahnya menghindari dan menangkis serangan yang bertubi2 dari mereka dan tak beberapa lama beberapa pria itu pun terkapar dan tak berdaya.
Elin berjalan menuju kedua Pria yang menjadi tawanan itu.
”Sekarang kalian sudah aman,sebaiknya kalian menelepon polisi.”kata Elin
”Makasih Anda telah menyelamatkan kami,kalau boleh tahu nama Anda siapa?bisakah kamu melepaskan helm Anda?” kata salah satu Pria tawanan itu.
”Maaf sepertinya urusan kita telah selesai,saya pergi dulu.”Elin meninggalkan kedua pria itu dan melanjutkan perjalanannya.
”Tidak apa-apa,aku pasti akan menemukanmu.”bergumam sambil memungut pisau lipat yang ada nama Elin tertera dipisau tersebut.
”Tuan muda,semuanya telah diurus.” kata salah satu pria yang ikut ditawan sepertinya asistennya ya? :-D
”Kalau begitu mari kita kembali.” kata Pria itu.
Elin menghentikan motornya tepat di depan RAD Company,sekilas dia melihat gedung yang menjulang tinggi itu.Dia memasuki gedung itu,menuju meja resepsionis
”Maaf bisa bertemu dengan Bapak Jhonson Aditama?” tanya Elin kepada resepsionis yg sedang asyik memperbaiki make upnya tanpa sadar Elin sudah berdiri di depannya.
Resepsionis itu memperhatikan Elin dari ujung kepala sampai ujung kaki,melihat penampilan Elin yang agak berantakan dan menggunakan baju yang biasa saja maklumlah ya kan Elinnya tadikan lagi beraksi seperti pahlawan kesiangan…. Hehehe…
”Apa sudah buat janji sebelumnya,kalau tidak ada tidak bisa bertemu dan sepertinya Bapak Jhonson sedang sibuk dan lagi ada meeting.”jawab resepsionis itu agak ketus tanpa menanyakan nama Elin.
”Apa tidak bisa telepon sekretarisnya saja,bilang saja Elin ingin bertemu.”kata Elin lagi dengan sopannya.
”Tidak bisa,silahkan Anda pergi.”kata resepsionis itu sambil menggerutu kecil tapi masih bisa di dengar oleh Elin “emang kamu siapa dengan penampilan seperti itu ingin bertemu dengan wakil CEO kami yang ganteng.” gerutu respsionis itu.
__ADS_1
Resepsionisnya gak tahu apa yang di depannya adalah CEO nya…hahaha maklumlah ya Elin habis kamu gk pernah nunjukin muka di Perusahaan kamu sendiri makanya gak da yg kenal.. :-D
“Ssstttt….Sial….”
”Apa semua orang hanya melihat penampilan saja ya,dasar Jhonson sialan tak mendidik karyawan dengan benar,bisa-bisanya ada resepsionis seperti ini.”kata Elin kesal ketika dia sudah membelakangin resepsionis itu.
Di ruang Rapat…
Sebelum rapat bulanan dimulai
”Hauuuciihhhh…………”Jhonson terus saja bersin
”Sial,siapa yang menyumpahin aku ya..”Gerutu Jhonson sambil mengelus hidungnya yang gatal.
Drrtttt…Drrtttt…Drrtttt….
tiba-tiba Hp Jhonson dan tertera nama Elin,cepat-cepat Jhonson mengangkatnya sebelum dia berbicara “Cepat turun ke bawah.”perintah Elin dan langsung mematikannya tanpa sempat Jhonson bertanya.
”Maksudnya apa? Apa dia disini? Kapan dia kembali? “Jhonson berbicara sendiri membuat orang-orang yang di dalam ruang rapat keheranan,mereka pikir Wakil CEO mereka sedang kerasukan atau salah makan obat apa.
”Akh bodoh……lebih baik aku turun dl jika benar dia disini pasti aku kena masalah jika tak mengikuti perintahnya.”gerutu Jhonson lagi.
”Rapat ditunda 15 menit.”kata Jhonson sambil berlari keluar ruang rapat membuat sekretarisnya dan seisi ruangan itu bingung, sekretarisnya mengikuti dari belakang.
Jhonson Aditama adalah anak Yatim Piatu yang dikenal Elin beberapa tahun lalu ketika dia Ingin mengembangkan RAD Company ke negara asalnya.Elin mengajak Jhonson dan menjadi sahabat sekaligus kaki tangan Elin di RAD Company dan salah satu yang mengetahui identitas Elin yang sebenarnya.Elin sangat percaya kepada Jhonson sehingga dia menyerahkan RAD Company kepada Jhonson dan terbukti Jhonson membawa RAD Company ke puncak kejayaannya sehingga menjadi Perusahaan yang sangat ditakuti dan diincar untuk menjalin kerjasama tetapi Elin juga Ikut mengambil bagian dari kesuksesan ini karena setiap program dan kerjasama dengan perusahaan lain harus melalui persetujuannya juga.
Dalam setiap pertemuan dan relasi yang ingin bertemu dengan Pimpinan RAD Company pasti selalu diwakilkan oleh Jhonson oleh sebab itu nama Jhonson Aditama semakin dikenal di dunia bisnis.
__ADS_1