Dia Bukan Perempuan Biasa

Dia Bukan Perempuan Biasa
Bab 14


__ADS_3

Hari ini Elin bangun kesiangan,setelah selesai mandi kemudian turun ke bawah untuk sarapan karena cacing di perutnya sudah pada demo minta makan... 😁😁


Dia melihat sekeliling mansion itu sangat sepi dan bertanya kepada pelayan yang saat ini melayani dia untuk sarapan.


"Kok sepi? Pada kemana?"tanya Elin kepada Pelayan itu.


"Bunda Aleeya sedang pergi dengan nona Safa dan nona Rasty,non."Jawab Pelayan itu


"Sedangkan Tuan Raja pergi bekerja dan si Kembar ke sekolah." lanjutnya lagi.


"Oh....mereka selalu pergi bertiga dan melupakan aku." kata Elin sambil mengecek hpnya yang melihat status sang adik sedang berada di mall bersama bundanya dan kakak iparnya.


"Aku sudah selesai,dan terimakasih atas sarapannya" kata Elin kepada pelayannya itu dan meninggalkan meja makan.


"Oh ya,aku mau keluar dan jika bunda bertanya bilang saja aku berkunjung ke restaurant."lanjut Elin lagi sebelum jauh meninggalkan ruang makan.


Elin meninggalkan mansionnya dan melewati rumah masa kecilnya yang sangat sederhana.


Hari ini dia hanya mengenakan kaos putih,celana jeans selutut,sendal tali dan tas sandang kecil kesukaannya jika dilihat sekilas memang sangat sederhana tetapi tak menutupi aura kecantikannya.


Dia menyusuri setiap inch jalan sesekali dia tersenyum dan menjawab sapaan orang-orang yang menyapanya.


Drrrt.....Drrrt....Drrrt.....


Hp Elin bergetar dan tertera nama Jhonson dia pun mengangkat panggilan itu.


(Hallo) jawab Elin


(Kamu dimana sudah jam segini belum ada di kantor?) tanya Jhonson.


(Hmmmm...aku dimana dan sedan apa bukan urusanmu) jawab Elin sedikit kesal.

__ADS_1


(Bukan seperti itu, aku sedikit khawatir dan sebentar lagi kita ada rapat) Jhonson.


(Kamu urus saja sendiri,biasanya aku juga tidak ikut dan hanya menerima laporan darimu saja) Kata Elin sedikit ketus.


(Baiklah, lagian kamu bosnya) kata Jhonson sedikit lesu,dia merasa menyesal telah menanyakan dimana bosnya sekaligus sahabatnya itu.


(Itu kamu tahu) kata Elin sambil menutup teleponnya.


Sementara Jhonson hanya bisa menahan amarahnya dan menyumpah serapahi bosnya itu.


Elin melanjutkan perjalanannya dan ketika berada di jalanan sepi tiba-tiba beberapa orang Pria berbadan besar mengepung Elin.


"Ha.....akhirnya kalian keluar juga." kata Elin sambil tersenyum devil.


Sebenarnya Elin sudah menyadari bahwa ada beberapa orang yang sedang mengintai dan mengikuti dia.


Elin juga sengaja memilih jalanan yang sepi agar orang-orang itu keluar.


"Tak usah banyak bicara,jika kau mau bekerjasama dan ikut dengan kami,kami janji tidak akan berbuat kasar." kata salah satu pria berbadan besar itu.


"Jika aku tidak mau, apa yang akan terjadi?" tanya Elin seakan menantang mereka semua.


"Kau akan menyesal." jawab pria itu


"Apa kamu yakin?" tanya Elin seolah mengejek mereka.


"Kau............"kata salah satu dari mereka yang amarahnya mulai tersulut dan kemudian menyerang Elin.


Elin dengan cepat menggerakkan badannya untuk menghindari serangan dadakan itu, kemudian membalas serangan itu dengan sekali tendangan di perut yang langsung membuat lawannya jatuh.


"Cuih....... dasar banci,melawan perempuan saja kamu tidak sanggup."cibir Elin

__ADS_1


"Dasar bodoh.......kenapa kalian hanya diam saja,serang........." kata pria yang jatuh akibat tendangan Elin.


Satu persatu mereka maju untuk menyerang Elin tapi dengan mudah Elin menghindari serangan itu.


Pukulan dan tendangan Elin berikan kepada lawannya terkadang Elin kewalahan karena beberapa dari mereka menyerang secara bersamaan tetapi dengan kecepatan dan kelihaiannya dia bisa meruntuhkan lawannya.


"huh........lelah sekali."Elin menghelakan nafasnya kasar.


Belum usai rasa lelahnya namun muncul lagi sepuluh orang berbadan besar.


"Sial........baru satu bulan tinggal disini sudah ada saja musuh yang menyerangku." kata Elin sambil menekan tombol digelangnya untuk memberitahu orang-orangnya bahwa dia dalam bahaya.


"Perasaan aku tidak ada menyinggung orang lain." lanjut Elin lagi


"Mengapa mereka lama sekali,seharusnya aku ikut membawa Bryan bersamaku ke negara ini."Elin menggerutu sendiri karena saat ini tenaganya telah habis karena melawan 6 orang pria berbadan besar yang pertama dan saat ini muncul lagi sepuluh orang,dia tidak yakin bisa mengalahkan mereka karena bagaimanapun dan sehebat apapun Elin namun Elin hanya seorang perempuan yang kekuatan fisiknya terbatas.


Mau tidak mau Elin pun harus bertarung kembali setelah beberapa orang melayangkan pukulannya kepada Elin setelah 10 menit berlalu akhirnya para Pengawal Elin datang untuk membantu Elin.


Tidak butuh waktu lama sepuluh orang berbadan besar itu sudah terkapar dikalahkan oleh Pengawal Elin karena mereka semua adalah orang - orang khusus yang dilatih langsung oleh Jenderal Sam dan Elin.


"Bawa mereka ke markas dan tanyakan siapa yang menyuruh mereka." Perintah Elin


"Baik kapten." jawab salah satu dari mereka.


"Besok kirim kan hasilnya kepadaku." kata Elin dingin.


" Baik Kapten." jawab Pengawal itu lagi.


"Sekarang,antarkan saya ke Restaurant."perintah Elin sambil memasuki salah satu mobil.


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menuju Restaurant dan Para Pengawal Elin kembali ke markas untuk melaksanakan perintah Elin dan menyerahkan hasilnya sesuai dengan keinginan Kapten mereka jika tidak sesuai dan tidak tepat waktu bisa jadi mereka jadi korban amukan dari Elin.

__ADS_1


Sementara di negara X Sam sedang gelisah karena mendapat sinyal bahaya dari Elin ditambah lagi nomor Elin tidak dapat dihubungin.


__ADS_2