
Di ruang tunggu interview para calon karyawan berkumpul menunggu giliran nama mereka di panggil termasuk Rasty.
Satu persatu dipanggil dan banyak dari mereka yang keluar dengan wajah yang kecewa dan menggerutu tak jelas.
"Apa - apaan sih,belum juga memperkenalkan diri sudah disuruh keluar padahal dia membelakangi aku." kata pelamar yang satu.
"Issshhhhh..............dia hanya tidur saja tak mengajukan pertanyaan langsung menolak saya...dasar aneh." kata pelamar yang satu lagi sambil pergi menghentak-hentakkan kakinya.
"Dasar aneh.......kerjaannya hanya tertawa saja tapi sekali dia bicara semua menurutinya." gerutu pelamar yang satu yang merasa kesal.
Dan masih banyak lagi gerutuan-gerutuan yang lain sehingga membuat Rasty bingung
"Apa sebenarnya yang terjadi?" gumam Rasty di dalam hatinya.
" Tak mungkikan perusahaan kak Elin yang nomor satu dunia seperti ini? lanjutnya lagi di dalam hati.
Dan tibalah giliran Rasty.
"Rasty Adriani."
"Saya." jawab Rasty sambil berdiri memasuki ruangan interview.
"Pantas saja orang-orang itu keluar dengan wajah yang kesal dan menggerutu tak jelas,ternyata ulah kak Elin." kata Rasty dalam Hati yang melihat kakaknya itu sedang atau pura - pura tidur di meja dengan beralaskan tangannya.
"Entah apalagi yang dia lakukan dari tadi." katanya lagi dalam di hati.
"Silahkan perkenalkan diri Anda." kata Jhonson pura - pura tak mengenal Rasty.
"Nama saya Rasty Adriani D."
"Saya lulusan dari Universitas X di negara X." Elin memperkenalkan diri.
"Apa motivasi Anda ingin bekerja di Rad Company." tanya Manajer Personalia.
"Tidak ada." jawab Rasty dan semua yang mendengar di ruangan itu terkejut kecuali Elin dan Jhonson.
__ADS_1
"Terus mengapa Anda melamar ke Rad Company,jika motivasi Anda tidak ada?" tanya Manajer Sumber Daya.
"Saya perlu pekerjaan ini, jika tidak nanti saya dikeluarkan dari kartu keluarga,jika saya tidak menuruti keinginan keluarga saya." jawab Rasty sambil menatap tajam ke arah Elin.
Elin hanya tersenyum saja mendengar jawaban adik kesayangannya itu.
Sementara Jhonson yang menggeleng - gelengkan kepala sambil tersenyum memperhatikan Rasty kemudian melihat ke arah Elin yang berada disampingnya yang sedang pura - pura tertidur.
Jhonson tak habis pikir melihat kakak adik itu yang sama - sama keras kepala.
"Kamu di terima." kata Elin tiba - tiba yang mulai membenarkan posisi duduknya saat ini.
Dan semua orang yang ada di ruangan itu saling tatap seakan tak percaya dengan apa yang di dengar mereka.
Dari sekian banyak yang melamar CEO itu menerima seorang Rasty yang jawabannya sedikit tak masuk akal bagi mereka.
"Mulai besok kamu sudah bisa bekerja dan melaporlah ke bagian personalia,mereka akan memberitahukan ke bagian mana kamu ditempatkan." kata Elin.
"Sepertinya sudah cukup untuk saya berada disini, silahkan kalian lanjut saja." kata Elin sambil meninggalkan ruangan itu.
Dia tak habis pikir jika adiknya itu akan menjawab seperti itu.
"Kamu,tunggu di parkiran." bisik Elin kepada Rasty.
"Ishhhhh...sesukanya saja memerintah." gerutu Rasty tapi tetap juga melaksanakan perintah kakak kesayangannya itu.
Di tempat parkir.
Elin dan Bryan berjalan ke arah Rasty yang dari tadi sudah menunggu di depan mobil Elin.
Rasty pun melihar ke arah mereka yang menyadari kedatangan Elin dan Bryan.
" Kak Bryan." panggil Elin dengan bahagia dan langsung memeluk Bryan.
"Apa khabar Rasty?" tanya Bryan sambil memeluk Rasty.
__ADS_1
"Khabar baik kak,kapan kakak sampai?" tanya Rasty sambil melepaskan pelukannya.
"Tadi pagi dek." jawab Bryan.
"Sudah pelukannya?" tanya Elin dengan nada datar yang merasa kesal karena keberadaannya dilupakan.
"Hehehehe......." mereka Rasty dan Bryan hanya tertawa.
"Apa kalian tidak lapar?" tanya Elin
"Tentu saja lapar kak,kan sudah waktunya makan siang." jawab Rasty.
" Klu begitu kita makan dulu, baru pulang ke rumah." kata Elin
" Ayo."ajak Elin namun tiba-tiba ponselnya berbunyi.
Drrrttttt........Drrrrtttt........Drrrtttttt......
Tertera nama Raja dan Elin pun menekan tombol hijau.
("Hallo Bang") jawab Elin
("Dek,abang minta tolong jemput si kembar ke sekolahnya ya") pinta Raja.
("Ishhh.......kak Safa kemana?") tanya Elin.
("Dia lagi ada urusan dengan Bunda") jawab Raja.
("Baiklah....tapi jangan keseringan") kata Elin
("Makasih adikku sayang, kamu memang yang terbaik") puji Raja.
("Kalau ada maunya memang seperti ini...") kata Elin sambil mematikan ponselnya.
"Kita jemput si kembar dulu." perintah Elin kepada Bryan yang sudah duduk di depan kemudi.
__ADS_1
"Baik Kapten." kata Bryan kemudian melajukan mobil Elin ke sekolahan Lio dan Lia.