
"Bugh." suara pintu mobil yang ditutup keras
"Kita ke kantor Bry." perintah Elin setelah duduk dengan nyaman di dalam mobil.
" Baik Kapten." kata Bryan dan melajukan mobil itu ke RAD Company.
Sementara Allen hanya melihat kepergian Elin yang semakin jauh meninggalkan tempat itu.
"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Allen didalam hati yang merasa penasaran dengan identitas Elin yang sebenarnya.
Di RAD Company.....
Elin sedang sibuk memeriksa beberapa berkas penting yang akan di tandatangani Elin, tiba-tiba Bryan masuk.
"Kapten." panggil Bryan
"Isshhhh......sudah berapa kali aku katakan jangan memanggilku Kapten."
"Kita tidak sedang di team Starlight Bryan." omel Elin.
"Maaf Kap....eh....Nona." kata Bryan
"Ada apa?" tanya Elin.
"Jenderal Sam meminta untuk melakukan video conference." kata Bryan.
"Mengapa tiba-tiba? tanya Elin sambil membuka laptopnya dan melakukan video conference dengan Sam.
"Ada apa Jenderal Sam? sepertinya aku tidak ada urusan denganmu." kata Elin ketika video conference sudah terhubung.
"Kau ya, apa kau tak rindu dengan abangmu ini?" tanya Sam dengan suara yang dibuat manja.
"Menjijikkan,ingat umur." kata Elin sambil tertawa geli melihat sikap Sam yang tidak cocok dengan perangainya.
"Bagaimana pertemuanmu dengan pria itu?" tanya Sam
"Pria yang mana?" Elin bertanya balik dan pura-pura tidak tahu siapa pria yang ditanyakan.
__ADS_1
"Aishhhhh......Bukannya kamu hari ini sedang kencan buta?tanya Sam sedikit kesal
"Jika hanya ingin bertanya tentang itu,lebih baik kita akhiri saja."kata Elin dan ingin menekan tombol End...
"Tidak.....tidak.....tidak......" kata Sam sambil menggerakkan kedua tangannya.
"Baiklah...ada urusan apa?" tanya Elin yang tidak jadi menekan tombol end...
"Saat ini kami sedang kesulitan dalam sebuah kasus dan kami memerlukan bantuanmu." kata Sam yang mulai serius.
"Kasus apa?" tanya Elin.
"Pengedaran narkoba yang ditujukan kepada anak-anak sekolah." jawab Sam
"Pelakunya?" tanya Elin
"Tertuju kepada geng Red Cobra, tetapi kami tidak dapat menemukan bukti kuat." Jawab Sam
"Kirimkan saja berkasnya,biar aku pelajari dulu." perintah Elin
"Baiklah, akan saya kirimkan." kata Sam
"Tidak ada." jawab Sam
"Kalau begitu aku matikan dulu." kata Elin
"Tunggu dulu." kata Sam.
"Apalagi sih?" gerutu Elin
"Segeralah temukan seorang pedamping hidup yang bisa menemanimu dan melindunginmu,ingat umurmu sudah waktunya menikah." kata Sam dengan lembut
"Apaan Sih,kamu saja belum menikah,sudah menyuruh aku menikah." kesal Elin
"Sebelum kamu menikah, aku tidak akan menikah." kata Sam
"Sudahlah, aku mau melanjutkan pekerjaanku dulu." kata Elin dan mengakhiri video conference dengan Sam.
__ADS_1
Sementara Sam terlihat gusar "Jika kamu telah menikah dengan pilihanmu dan dengan pria yang tepat, aku akan merelakanmu dengan tenang dan melepaskan rasa cinta ini dengan ikhlas walaupun dengan waktu yang lama dan pada akhirnya aku akan menemukan penggantimu." kata Sam sambil mengusap wajahnya dengan kasar
Sam sangat mencintai Elin bukan lagi hanya sekedar cinta seorang abang kepada adik perempuannya tetapi telah berubah menjadi cinta seorang pria kepada perempuan dan entah sejak kapan rasa itu tumbuh dan berkembang.
Sam hanya dapat memedam rasa itu sendiri dan tidak berani mengungkapkannya karena dia takut hubungan yang telah dibangun mereka saat ini akan hancur dan akan membuat mereka semakin jauh.
Cukup dengan status sebagai Abang dan bisa dekat dengan Elin, Sam sudah merasa bahagia dan biarlah rasa itu hanya Sam saja yang tahu.
Sam pun mengirim berkas file yang diinginkan oleh Elin.
Kembali lagi ke Elin.....
"Bruk." suara pintu yang dibuka kasar oleh Jhonson sehingga membuat Elin terkejut
"Bisakah kamu mengetuk dulu dan membuka pintunya dengan pelan." kata Elin kesal
Namun Jhonson tidak peduli dan berjalan dengan santainya menghampiri Elin di meja kerjanya, karena sudah kebiasaan bagi Jhonson keluar masuk ruangan Elin tanpa ijin.
"Bagaimana pertemuan pertamamu dengan pria itu?" tanya Jhonson sambil duduk di depan Elin.
"Ishhhhhh......apa pentingnya sih buat kalian?" Elin malah balik bertanya dengan nada yang kesal.
"Ya penting, aku penasaran saja siapa pria yang tidak beruntung itu." kata Jhonson dan tertawa mengejek
Sementara Elin hanya diam saja tak mau menanggapi Jhonson lagi.
Dia sedang sibuk membaca berkas-berkas kasus yang dikirimkan oleh Sam.
"Sepertinya kamu sangat santai, apakah kamu kekurangan pekerjaan?" tanya Elin dengan nada dingin.
"Hehehe.....aku hanya ingin meminta tanda tanganmu untuk proyek kerjasama dengan Mahendra Group." kata Jhonson sambil menyerahkan berkas kerjasama itu dan Elin pun menerimanya dan langsung menandatanganinya.
"Jika tidak ada hal lain, keluarlah." kata Elin sambil menyerahkan berkas yang sudah ditandatanganinya.
"Terimakasih dan kamu masih berhutang cerita kepadaku." kata Jhonson dan berlalu pergi meninggalkan Elin.
"Jika aku mengatakan pria itu adalanh Tuan Muda Mahendra,kamu pasti akan terkejut."kata Elin sambil melihat ke arah Jhonson yang semakin jauh.
__ADS_1
Setelah Jhonson tidak terlihat lagi, Elin melanjutkan melihat dan mempelajari kasus yang sedang diselidiki oleh Sam.