Dia Bukan Perempuan Biasa

Dia Bukan Perempuan Biasa
Bab 33


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian........


Ketika sinar mentari mulai menampakkan dirinya dan semua orang kembali dengan rutinitasnya masing-masing.


Namun seorang perempuan masih betah dengan mimpi indahnya dan entah kapan dia terbangun dan kembali ke dunia nyata.


Perempuan itu adalah Elin yang sudah hampir 3 minggu ini masih terbaring koma.


"Betah banget sih kak, ngak capek apa tidur terus?" kata Rasty sambil membersihkan tubuh Elin dengan handuk basah yang hangat.


"Ayo dong bangun, aku rindu senyum kakak, kejahilan kakak dan berantam sama kakak."


"Sepi tahu kalau kakak diam terus seperti ini." lanjut Rasty terus walaupun dia tahu Elin tidak akan menbalas semua ucapannya tetapi dia yakin kakaknya itu pasti mendengarnya.


Keluarga Elin hanya bisa pasrah dan berdoa menunggu dan terus menunggu hingga akhirnya Elin bangun dari komanya dan saat ini mereka sudah kembali ke rutinitas mereka seperti biasa dan akan bergantian menjaga Elin.


Mansion Dinata ....................

__ADS_1


"Bang, RAD Company sedang dalam masalah yang serius." kata Jhonson kepada Raja.


Saat ini mereka berdua sedang di ruang kerja Raja.


"Hah.........Bagaimana bisa?" tanya Raja


"Semenjak Elin Koma semua urusan di RAD kacau dan banyak proyek yang gagal bahkan direbut oleh perusahaan lain." jelas Jhonson.


"Astaga, sebagai wakil dari Elin seharusnya kamu bisa menangani kekacau ini Jhonson." kata Raja.


"Bisakah abang mulai sekarang fokus dengan RAD saja, sekarang harapan satu-satunya RAD adalah abang dan jika menunggu Elin bisa saja RAD akan hancur."


"Apakah abang tega menghancurkan apa yang sudah dibangun Elin selama ini?" kata Jhonson dan ada tersirat kesedihan.


Raja terdiam dan memikirkan ucapan Jhonson, mencoba menimbang-nimbang semuanya dan benar apa yang dikatakan Jhonson.


"Baiklah, aku akan membantumu dan mulai fokus dengan RAD Company, tetapi berikan aku waktu 2 hari untuk membereskan semua pekerjaaanku dan mengundurkan diri dari Mahendra Grup." kata Raja dan sebenarnya masih ada sedikit keraguan di dalam hatinya.

__ADS_1


"Ok bang, aku tunggu di RAD Company."


"Kalau begitu aku pergi dulu, aku harus berangkat ke negara X untuk mengganti Rasty menjaga Elin." kata Jhonson


"Apa? RAD sedang kacau kamu mau pergi lagi?" tanya Raja dengan nada yang khawatir.


"Tenang saja bang, aku bisa menghendel semua kerjaanku darisana." kata Jhonson dan pergi berlalu meninggalkan Raja.


"Huh......... sepertinya ini adalah keputusan terbaik, sudah saatnya aku fokus membantu Elin mengurus RAD Company." Raja berbicara sendiri sambil menyenderkan badannya dan melihat ke arah langit-langit ruang kerjanya.


Sementara Allen............


"Apa tidak ada cara lain untuk membuat Elin cepat sadar dari komanya?" tanya Allen kepada David Asisstennya dan sekaligus sahabatnya.


"Segala cara telah dicoba, kondisi fisik dan tanda vitalnya baik-baik saja menurut dokter tapi ada satu kondisi yang membuat dia tidak ingin bangun entah itu apa para dokter pun tidak mengetahuinya." jelas David untuk menjawab pertanyaan bosnya itu.


Sejak ELin dirawat dan terbaring koma Allen akan selalu menanyakan bagaimana keadaan dan perkembangan kondisi Elin walaupun dia berada di negara S dan sibuk dengan pekerjaannya namun sebisanya dia terus memperhatikan Elin bahkan jika dia tidak ada pekerjaan dia akan terbang langsung ke negara X untuk melihat Elin walaupun dari kejauhan.

__ADS_1


__ADS_2