Dia Bukan Perempuan Biasa

Dia Bukan Perempuan Biasa
Bab 4


__ADS_3

Elin tiba di rumahnya…


Elin keluar dari dalam mobil dan menutup pintu mobil dengan keras hingga membuat Bryan yang masih berada didalam dibuat terkejut.


"Untung aku tak ada riwayat penyakit jantung,klu tidak bisa mati aku."batin Bryan sambil keluar dan menyusul Elin.


Elin berjalan masuk ke dalam rumah sambil menggerutu tak jelas dan hanya dia yang tahu apa yang dia komat-kamitkan,sedangkan Author saja tidak tahu... ���


Para pelayan menyapa Elin dan Bryan dan hanya dibalas senyuman oleh mereka berdua.


“Ada apa Bunda? Koq tiba-tiba menyuruh aku pulang.”tanya Elin kemudian meraih tangan Bundanya dan menciumnya diikuti oleh Bryan yang sudah menganggap Aleeya sebagai Bundanya dan begitu juga dengan Aleeya yang sudah menganggap Bryan sebagai anaknya.


“Tidak ada apa-apa sayang,tidak bisakah Bunda mengajak kamu untuk makan siang bersama? Jawab Aleeya sambil membelai lembut pipi puteri kesayangannya itu.


“Tentu saja bisa Bundaku tersayang,kirain dia mengadu lagi.” kata Elin sambil memeluk Aleeya kemudian melirik kearah Sam.


“Kalian sudah dewasa dan Bunda yakin kamu hanya bercanda dengan Abangmu,hanya karena kamu sedang kesal dengan dia dan sebentar lagi kalian pasti baikan lagi.” Ucap Aleeya sambil tersenyum penuh kasih sayang.


“Permisi nyonya,makan siang sudah siap.” kata Susi kepada Aleeya dan Aleeya hanya membalasnya dengan anggukan kemudian Susi beranjak pergi kembali ke ruang makan .


Susi adalah orang kepercayaan Aleeya dan kepala pelayan di rumah Elin yang sudah bekerja dengan mereka sejak Sam mengajak mereka tinggal bersama dan Elin memulai usahanya dari nol hingga  sukses sampai sekarang.


"Mari kita makan siang."kata Aleeya kepada semua yang ada di ruang keluarga.


Mereka semua pun berjalan mengikuti Aleeya ke ruang makan,sesampainya di meja makan mereka makan dengan hening dan sambil menikmati makan siang masing2 dan tidak lupa diawali dengan doa terlebih dahulu.Ditengah-tengah keheningan itu Elin mulai berbicara meminta persetujuan kepada Bundanya untuk kembali ke negara asal mereka karena disana perusahaannya mulai berkembang.


"Bunda."panggil Elin kepada Aleeya


"Ada apa Sayang?"jawab Aleeya


"Bagaimana kalau kita kembali ke negara S?" tanya Elin


"Apa maksudnya kak?" tanya Rasty kaget mendengar pertanyaan Elin


"Kita akan kembali ke negara S,tetapi jika Bunda dan Rasty ingin tetap disini tidak apa-apa aku akan kembali sendiri." jawab Elin.


"Baiklah,mari kita kembali." kata Aleeya

__ADS_1


Sebenarnya sejak dulu Aleeya ingin kembali ke negara S karena bagaimana pun disana ada Anak,menantu dan cucunya begitu pula dengan pusara suaminya,tetapi karena Elin masih ingin menetap di negara X akhirnya dia jg ikut tinggal disana bersama Elin.


“Baiklah,sudah diputuskan kita akan kembali besok dan buat kamu Rasty sudah saatnya kamu terlibat dengan Perusahaan kita.” kata Elin dengan tegas.


“Baiklah kak,sesuai apa yang kakak inginkan tetapi aku punya caraku tersendiri untuk masuk ke perusahaan dan tidak satu orang pun yang boleh tahu identitasku.” Rasty hanya bisa pasrah saja dengan keputusan Elin jika dia protes pun tak ada gunanya karena jika Elin sudah memutuskan sesuatu akan sulit untuk merubahnya dan berdebat dengan dia pun akan percuma.


Bagaimana dengan Jenderal Sam,ya dia hanya pasrah saja karena ditinggal oleh orang-orang yang dia sayang toh dia bisa juga berkunjung kapan pun dia mau…


Di bandara kota S…..


“Akhirnya aku kembali,Ayah aku rindu.” kata Elin didalam hati setelah menapakkan kakinya di kota itu lagi.


“Bi Lin…..” teriak Lio dan Lia.


Mereka berdua adalah sepasang saudara kembar,  Radhi Adelio Dinata dan Raine Adelia Dinata anak dari Raja Adipati Dinata dan Safa Andrea Dinata.


Anak pertama dan menantu dari keluarga Dinata,setelah mengetahui keluarganya akan kembali mereka sangat senang apalagi si kembar yang tidak sabar menjemput Oma dan kedua Bibinya ke Bandara.


Elin mengikuti arah suara memanggilnya ternyata kedua keponakannya,Lio dan Lia berlari ke arahnya dan memeluknya.


”Lio dan Lia kangen.………..”kata mereka bersamaan


”Bi Ty, Oma……….. tentu saja kami kangen juga.”kata Lio dan Lia serempak dan memeluk Rasty dan Aleeya.


“Hai bang, apa khabar?” tanya Elin kepada Raja sambil memeluknya dan bergantian memeluk Safa lagi.


”Baik….” tersenyum dan menggelangkan kepala.”kamu tidak berubah.” katanya lagi


Bagaimana tidak Elin yang hanya mengenakan kaos oblong hitam,celana pendek jeans dan sendal jepit dengan percaya dirinya berjalan tidak peduli dengan pandangan orang yang melihatnya berpakaian seperti itu dengan rambut hanya dikuncir asal.


”apa yang salah,aku kan pake baju.”kata Elin santai.


”Sudah,mari kita kembali ke rumah tetapi sebelumnya kita berkunjung dulu ke makam Ayah.”kata Aleeya.


Mereka pun pergi meninggalkan bandara…


Di pemakaman Umum...

__ADS_1


”Hai sayang,apa khabar? Kamu pasti tersenyum bahagia diatas sana melihat anak-anakmu yg sudah berhasil dan maaf baru bisa melihatmu.” kata Aleeya sambil menaburkan bunga dan mencium nisan suaminya.


Begitu juga dengan Elin dan Rasty yang hanya tersenyum namun tersirat kesedihan dan rasa rindu yang begitu mendalam dan meletakkan satu tangkai mawar putih di pusara ayahnya.


Setelah selesai berdoa mereka kembali ke rumah mereka.


Sesampainya di rumah Dinata…


”Akhirnya……….” kata Elin setelah keluar dari mobil dan merentangkan tangannya.


Mereka sampai di depan rumah Dinata yang terlihat seperti rumah sederhana yang kecil namun di balik rumah tersebut ada sebuah Mansion besar yang mewah dan fasilitasnya sangat lengkap dan beberapa pelayan dan penjaga yang mengurus Mansion tersebut.


Mereka sengaja tidak menghancurkan rumah lama mereka karena banyak kenangan indah walau pun mereka hidup sederhana dan mereka juga ingin menutupi identitas mereka yang saat ini menjadi keluarga terkaya nomor 1 di dunia dan banyak orang yang penasaran dengan keluarga Dinata karena tak ada satu pun yang pernah bertemu dengan mereka kecuali orang-orang tertentu yang menjadi kaki tangan keluarga Dinata tetapi kita lihat  saja sampai kapan mereka dapat bertahan ataukah satu persatu akan terungkap siapa mereka?


Mereka masuk ke dalam rumah yang kecil itu menelusuri sebuah jalan menuju ke Mansion,disana sudah ada beberapa pelayan yang menunggu mereka.


”Selamat datang kembali Nyonya Aleeya, Nona Elin dan Nona Rasty.” kata para pelayan itu serantak dan membungkuk badan.


”Terimakasih,bagaimana khabar kalian semua?” kata Aleeya sambil tersenyum


”Baik Nyonya.”jawab para pelayan itu lagi serentak.


”Sudah sekarang kalian bisa bubar dan tolong kalian bawa barang-barang Bunda,Elin dan Rasty ke kamar mereka.” kata Raja


”dan Pak Bayu tolong buatkan teh buat kami.” kata Raja lagi


”Baik Tuan.”kata Pak Bayu kepala Pelayan di Mansion Dinata


”Aku tidak usah,aku ingin mandi.”kata Elin dan beranjak pergi ke kamarnya yang ada di lantai 2


”Aku juga.” kata Rasty dan pergi menyusul kakaknya.


”Saya juga ingin beristirahat,tolong pak Bayu antarkan tehnya ke kamar saya ya.”kata Aleeya


”Baik Nyonya.” kata Pak Bayu


”Kalau begitu aku pun ingin melanjutkan pekerjaanku,Pak Bayu antarkan saja ke ruang kerjaku.” kata Raja

__ADS_1


”Baik Tuan.” jawab Pak Bayu


Sedangkan Safa istrinya setelah sampai di Mansion dia langsung menemani Lia dan Lio yang sedang tidur.


__ADS_2