Dia Bukan Perempuan Biasa

Dia Bukan Perempuan Biasa
Bab 30


__ADS_3

Setelah mempelajari kasus yang akan dihadapi Elin memutuskan untuk pergi ke negara X karena jika dia hanya membaca berkas-berkas yang dikirimkan oleh Jenderal Sam tanpa terjun ke lapangan akan sangat sulit untuk menyelesaikan kasus itu dan membutuhkan waktu yang begitu lama.


"Bryan." panggil Elin


"Ya nona." jawab Bryan


"Kita akan pergi ke negara X." kata Elin


"Baik, nona aku akan mempersiapkannya." kata Bryan dan bergegas meninggalkan Elin untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan.


Elin mengambil ponselnya dan menekan nomor Jhonson dan tak berapa lama Jhonson pun menjawab panggilan itu.


"(Hallo)" Jawab Jhonson.


"(Aku akan pergi ke Negara X untuk sementara waktu, Sam memerlukan bantuanku. Dan urusan pekerjaan aku serahkan kepadamu terutama Proyek kerjasama dengan Group Mahendra aku serahkan kepada dan pertemuan dengan mereka harus kamu yang menghadirinya.)" perintah Elin


"(Baik)" jawab Jhonson tanpa mau bertanya karena dia mengerti jika Elin pergi ke negara X pasti berhubungan dengan keamanan negara.


"(Dan satu lagi, jika ada yang bertanya termasuk keluargaku apalagi Bunda.Katakanlah kepada mereka aku sedang urusan bisnis ke negara X, aku tidak ingin mereka khawatir)" kata Elin.

__ADS_1


"(Masih ada yang lain bos?)" tanya Jhonson.


"(Tidak, kamu lanjutkan saja pekerjaanmu.Ingat waktu pun sangat berharga buatku jangan bermalas-malasan, aku tidak mau perusahaanku ini rugi hanya untuk menggaji orang yang malas sepertimu)" kata Elin ketus sambil mematikan ponselnya.


"Dasar, kalau bukan bosku sudah sejak dulu aku melemparmu ke laut." Jhonson bersungut-sungut dan melemparkan ponselnya ke atas meja.


"Siapa pula yang bermalas-malasan,dia tidak tahu apa pekerjaanku lebih banyak darinya." lanjutnya lagi dan mulai melanjutkan kembali pekerjaannya.


Sudah beberapa minggu ini Allen merasa gelisah memikirkan Elin.Semenjak pertemuan mereka di Restaurant Elin tidak pernah lagi menampakkan dirinya di depan Allen bahkan pertemuan kerjasama antara Group Mahendra dan RAD Company hanya dihadiri oleh Jhonson.


Saat ini Allen berada di Negara X untuk mengurus cabang Mahendra Group yang ada di negara X.


Dia sedang melakukan pertemuan dengan cliennya disalah satu di Restaurant X yang ada di negara X.


Saat ini Elin dan teamnya sedang melakukan pengintaian, Dia akan meringkus langsung ketua Geng Cobra yang sedang melakukan transaksi penjualan obat-obat terlarang dan senjata api.


"Kapten, clien mereka sudah sampai." kata Bryan kepada Elin


"Perhatikan baik-baik, setelah mereka melakukan trasaksi dengarkan aba-aba dariku." perintah Elin.

__ADS_1


"Apakah anak buah yang berjaga sudah dilumpuhkan?" tanya Elin.


"Sudah Kapten, dan sudah diganti dengan orang-orang kita agar mereka tidak curiga." jawab Bryan


"God Job Bryan, kamu memang selalu bisa ku andalkan dalam segala hal." puji Elin sambil mengacungkan jempolnya kepada Bryan.


Ketika transaksi sedang berlangsung  Elin memberikan perintah kepada teamnya untuk segera melakukan misi mereka dan pada akhirnya mereka berhasil menangkap mereka namun ketua dari Geng Cobra berhasil melarikan diri.


Elin pun melakukan pengejaran terhadap ketua Geng Cobra sampai di Restaurant X tempat Allen melakukan meeting.


Saat ini suasana Restaurant sangat mencekam karena baku tembak antara ketua Geng Cobra dengan Elin dan Allen pun memperhatikan Elin dari kejauhan.


"Elin, sedang apa dia disini? mengapa menggunakan seragam itu?" tanya Allen dalam hati.


Allen tak bisa menjauhkan pandangannya dari setiap gerak-gerik Elin.


Setelah setengah jam baku tembak terjadi akhirnya Ketua Geng Cobra dapat dilumpuhkan dengan luka tembak  dibagian kedua kakinya dan kedua tangannya sementara Elin mendapat luka tembak dilengannya sebelah kanan.


Setelah tempat itu diamankan dan dikosongkan, Allen sempat mengambil sebuah pisau lipat yang dilemparkan oleh Elin ke arah telapak tangan ketua Geng Cobra agar pistol yang dipegangnya terjatuh.

__ADS_1


Dan pisau lipat itu sama persis dengan pisau lipat milik perempuan yang menyelamatkan dia dulu dan dia semakin yakin bahwa perempuan itu adalah Elin.


Dan Allen memutuskan untuk mengejar Elin dan menerima perjodohan yang diaturkan oleh Ayahnya dan Bunda Aleeya.


__ADS_2