Dia Bukan Perempuan Biasa

Dia Bukan Perempuan Biasa
Bab 6


__ADS_3

Setibanya dilobi…..


Jhonson melihat seorang gadis yang berdiri yang hanya mengenakan kaos baju lengan panjang dan celana jeans memegang helm fullface.Seakan tidak percaya dia mengucek matanya dan mempercepat langkahnya.


”Bos Elin………” teriak Jhonson sedikit kegirangan melihat sahabatnya itu tepat berada di depannya.


”Kenapa tidak langsung naik saja,malah berdiri disini,kapan bos datang,kenapa tidak kasih khabar? Dan bla……bla… bla….” tanya Jhonson secara beruntun tanpa jeda sehingga membuat Elin pusing.


”Stop………………………………………bisakah bertanya satu persatu saja.”jawab Elin kesal.


”Maaf bos,aku terlalu senang kamu berada disini.”kata Jhonson.


”Ayo kita naik,kebetulan saat ini sedang rapat bulanan.”Ajak Jhonson.


”Sebentar,aku ingin dia di training kembali sebelum dia merusak citra perusahaan saya.”kata Elin sambil menunjuk respsionis itu.


”Kenapa harus di training kembali?dia sudah lama bekerja disini bos.”Tanya Jhonson sambil melirik ke arah resepsionis itu.


”Sejak kapan kamu mulai banyak bertanya seperti itu,lakukan saja apa yang saya perintah.”kata Elin sambil berjalan menuju lift khusus CEO.


”Baik bos.” kata Jhonson sambil memberi isyarat kepada sekretarisnya agar membereskan masalah respsionis itu dan mengikuti Elin.


Sedangkan resepsionis itu sedang meratapi nasibnya setelah mendengar apa yang dikatakan Elin dan dia sangat menyesal atas perbuatannya terhadap bosnya sendiri yang tidak dia kenal.


Bagaimana dia dapat mengenal pemilik dari tempatnya bekerja karena Elin tidak pernah datang ke RAD Company dan fotonya saja pun tidak ada dan ini menjadi teka-teki bagi seluruh karyawan RAD company tidak mengenal wajah pemilik RAD Company hanya mengetahui bawah tempat mereka bekerja milik keluarga Dinata saja dan sebagai CEO dan pemilik saham terbesar anak perempuan keluarga Dinata yang bernama Radea Anjelin Dinata.Elin hanya mengelola RAD Company dari balik layar saja,tetapi ntah mengapa hari ini dia ingin datang kesana dan menunjukkan wajahnya.


Di dalam Lift..


”Kapan kamu sampai,kenapa tak memberi khabar?” tanya Jhonson


”Aku baru sampai hari ini,pulang ke rumah sebentar dan langsung ke sini.Jika aku memberitahumu berarti ini bukan kejutan namanya.” kata Elin


”Hmmmm dan satu lagi sebelum kamu bertanya Bunda dan Rasty juga ikut dan kami akan menetap disini.” kata Elin lagi.

__ADS_1


”Kamu tidak bercandakan? Aku akan pergi menemui Bunda,aku sangat merindukannya.” kata Jhonson yang tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya.


”Tidak,kamu merindukan Bunda atau Rasty?”tanya Elin dengan nada sedikit mengejek.


”hehehehehe…. Rasty juga.” kata Jhonson sedikit malu-malu..


”Berarti,aku tidak?”tanya Elin dingin


”ehhhh….pastinya aku juga merindukan kamulah.”sambil mengacak rambut Elin.


”Awas…nanti rambut  aku berantakan.”kata Elin dan menepis tangan Jhonson.


”Oh iya sepertinya Rasty sudah memasukkan lamarannya,kamu tidak usah ikut campur  biar dia menjalani tes dan wawancara aku yakin dengan kemampuannya dan ini adalah keinginannya.” kata Elin.


”Kenapa harus repot-repot seperti itu,diakan bisa langsung masuk bekerja?” tanya Jhonson.


”Kamu tahu sifatnya seperti apa dan hampir sama seperti aku,turuti saja kemauannya itu salah satu  syaratnya jika kita ingin melibatkannya.” kata Elin Tegas.


”Baiklah…..kalian sama saja,ingin menyembunyikan identitas diri yang sebenarnya.” kata Jhonson.


 


Pintu Lift Terbuka


“Selesai rapat kamu kumpulkan seluruh karyawan,aku akan memperkenalkan diriku.”kata Elin sambil  berjalan ke ruang rapat diikuti Jhonson disampingnya.


”Baik.” jawab jhonson sambil mengirimkan pesan kepada sekretarisnya untuk melakukan apa yang diperintahkan Elin.


Sesampainya di ruang rapat semua mata tertuju kepada Elin yang berada disana bertanya-tanya siapa Elin sebenarnya dengan memakai baju santai masuk ke dalam ruang rapat itu dan Elin pun duduk di kursi yang biasa diduduki Jhonson ketika memimpin rapat sedangkan Jhonson duduk disebelah Elin.


"Saya tahu kalian pasti bertanya-tanya,siapa beliau sebenarnya."kata jhonson dengan nada yang dingin dan tegas.


”Dia adalah Ibu Radea Anjelin Dinata Pemilik sekaligus CEO RAD Company dan kalian semua bisa memanggilnya Ibu Elin.” kata Jhonson memperkenalkan Elin.

__ADS_1


Dan yang diperkenalkan hanya diam saja,sedangkan yang ada diruangan itu hanya menatap kagum mereka tidak menyangka bosnya adalah seorang wanita yang cantik dan masih muda, kini rasa penasaran mereka semua terjawab karena selama ini mereka tidak pernah mengenal pemilik RAD company dan mereka hanya mengetahui bahwa pemiliknya adalah keluarga Dinata yang sangat misterius  yang tak ingin menampakkan diri mereka ke publik.


”Dan satu lagi jangan pernah ada yang mempublikasikan wajah ibu Elin cukup kalian mengenalnya di perusahaan ini saja jika sudah diluar berpura-puralah tak mengenalnya,jika itu terjadi kalian tahu akibatnya.Kalian mengerti?” kata Jhonson tegas.


”Baik Pak.” jawab yang ada di ruang rapat itu serempak.


”Klu begitu kita mulai saja rapatnya.”kata Jhonson lagi.


 


 


Elin hanya diam dan menyimak setiap kepala bagian yang memberikan laporan bulanan dan mereka ada peningkatan pendapatan 20% dari bulan lalu dan setelah 2 jam rapat pun selesai.


”Terimakasih atas kerja keras kalian semua,dan setelah bubar dari sini segeralah ke aula.” kata Jhonson dan mereka pun pergi menuju Aula kantor.”


 


 


Di Aula….


Semua karyawan RAD Company sudah berkumpul di aula dan suasananya sangat berisik,mereka bertanya-tanya mengapa mereka dikumpulkan di aula dan ketika Jhonson dan Elin memasuki Aula seketika ruangan itu begitu hening dan semua mata tertuju kepada Elin.


”Mohon perhatiannya sejenak.”Jhonson memecah keheningan itu.


”Saya tahu banyak pertanyaan yang muncul dibenak kalian,perkenalkan beliau adalah Pemilik sekaligus CEO RAD Company ibu Radea Anjelin Dinata biasa dipanggil ibu Elin dan kalian semua tahu keluarga Dinata sangat tertutup dan tak pernah menunjukkan wajah kepada publik dan kalian mengerti apa yang harus dilakukan setelah pertemuan ini “DILARANG MEMPUBLIKASIKAN” wajah sebenarnya dari pemilik RAD Company dan jika bertemu diluar berpura-puralah untuk tak mengenal ibu Elin cukup di perusahaan saja kalian mengenalnya.


Dan jika ada yang membocorkannya kalian tahu akibatnya.” kata Jhonson dengan tegas sedangkan yang diperkenalkan hanya diam saja dan tak berbicara satu kata pun seperti orang bisu.


“Jika sudah mengerti kalian bisa bubar dan pulang.”karena sudah waktunya pulang kerja Jhonson membubarkan semua karyawan ,satu persatu mereka meninggalkan RAD Company menuju tempat tujuan masing-masing.


Begitu juga dengan Elin dan Jhonson yang pulang menuju mansion Elin yang sejak tadi Jhonson merengek ingin bertemu dengan Bunda Aleeya padahal kenyataannya dia ingin bertemu Rasty .

__ADS_1


mereka pun sampai di mansion.


__ADS_2