Dia Bukan Perempuan Biasa

Dia Bukan Perempuan Biasa
Bab 27


__ADS_3

Di rumah keluarga Dinata....


Selesai Elin memasak, dia menyuruh pelayan untuk membantunya menghidangkan makanan di atas meja makan dan sementara dirinya pergi ke kamar untuk membersihkan diri.


Selesai membersihkan diri Elin turun untuk makan siang, dia melihat mereka semua sudah mulai makan tanpa menunggu Elin. Disana juga ada Bunda Aleeya, Raja, Safa, dan Jhonson.


"Issshhhhhhh.......... katanya sedang sibuk,tapi sekarang kenapa semua orang ada disini? " kata Elin dengan ketus.


Rasty, Bryan dan Si Kembar hanya diam saja dan menikmati makanan yang dibuat oleh Elin sedangkan Bunda Aleeya, Raja, Safa dan Jhonson hanya tersenyum saja dan masa bodoh.


Merasa diabaikan Elin menarik salah satu kursi dengan kasar dan mulai duduk kemudian dia mengambil makanan dan memakannya karena para penghuni yang ada di dalam perutnya sudah protes meminta untuk segera diisi.


"Elin Sayang." panggil Bunda Aleeya setelah mereka semua selesai makan tanpa menyisakan sedikit pun makanan di atas meja.


"Ada apa Bunda?" tanya Elin setelah medengar namanya dipanggil.


"Maukah kamu menemui seseorang besok?" tanya Bunda Aleeya


"Anggap aja sebagai kencan buta." lanjut Bunda Aleeya lagi.


"Uhuk.....Uhuk.....Uhuk....." Elin yang sedang minum tiba-tiba terbatuk mendengar perkataan Bunda Aleeya.


"Kencan Buta?" Elin memperjelas.


"Ia sayang."  Jawab Bunda Aleeya.


"Aku tidak mau, Bunda kira aku tidak laku? tanya Elin


"Bukan seperti itu sayang."

__ADS_1


"Lalu?" kata Elin.


"Bukan tidak laku,tapi semua pria takut mendekatimu." kata Jhonson dan membuat semua tertawa.


Elin hanya diam dan menatap tajam ke arah Jhonson namun Jhonson tetap bersikap biasa saja dan tidak peduli dengan tatapan Elin dan malah menatap balik.


"Tidak ada alasannya sayang, tapi Bunda mohon kamu temui saja dulu."


"Baiklah." jawab Elin dan pergi meninggalkan meja makan dan diikuti oleh Bryan dan Jhonson.


"Ada apa kamu kesini? apa gaji yang saya berikan kurang, sehingga kamu juga menumpang makan di rumahku? tanya Elin dengan Ketus.


"Eittssssssss.......santai dong bos. Aku hanya mengingatkan saja besok Panti Asuhan Mutiara akan melaksanakan syukuran. Apakah kamu ingin pergi atau diwakilkan saja? tanya Jhonson.


"Aku akan pergi, tapi katakan kepada mereka aku hanya akan menghadiri saja dan tak ingin terlibat dengan acara apapun." kata Elin dengan tegas.


"Baiklah Bos, akan aku sampaikan dan saya pulang dulu." kata Jhonson dan pergi meninggalkan Elin dan Bryan.


"Baik Kapten." jawab Bryan.


"Sekarang istirahatlah." kata Elin


"Baik Kapten, kalau begitu saya kembali ke kamar saya." kata Bryan sambil menundukkan badan sebelum pergi meninggalkan Elin.


Sementara Elin pergi ke kamarnya untuk melanjutkan pekerjaannya membaca berkas-berkas penting yang di kirim Jhonson melalui e-mailnya.


 


Keesokkan Harinya.........

__ADS_1


"Selamat Pagi Kapten." sapa Bryan sambil sambil menundukkan badannya setelah melihat Elin keluar dari kamarnya.


'Selamat Pagi Bryan, apakah kamu sudah sarapan?" tanya Elin


"Belum Kapten." jawab Bryan.


"Kalau begitu mari kita sarapan dulu." ajak Elin.


Setelah sampai di ruang makan dan disana sudah ada Bunda Aleeya, Raja , Safa, Rasty dan si Kembar yang akan sarapan.


" Selamat Pagi ." sapa Elin


"Pagi." jawab mereka secara bersamaan.


Mereka pun menikmati sarapan mereka dan setelah selesai satu persatu mereka pergi untuk memulai kegiatan mereka.


"Elin, jangan lupa untuk menemui pria itu nanti." kata Bunda Aleeya mengingatkan Elin sebelum Elin berangkat bekerja.


"Baik Bunda, aku pergi dulu." kata Elin dan mencium tangan Aleeya kemudian pergi meninggalkan Bunda Aleeya diikuti oleh Bryan.


 


Hai..........Hai..........Hai......... semua.


Maafkan diriku yang baru update setelah sekian lama.


Mungkin juga update berikutnya akan lama juga, karena akhir-akhir ini aku lagi disibukkan dengan dunia nyata dan pekerjaan yang super buanyak dan deadlinenya pun harus segera selesai.


 

__ADS_1


 


__ADS_2